Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Familial Congenital Aniridia with Subluxated Lens and Glaucoma Perwitasari, Birgitta Henny; Hermawan, Dicky
Vision Science and Eye Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Vision Science and Eye Health Journal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/vsehj.v3i1.2023.17-22

Abstract

Introduction: Congenital aniridia is a bilateral iris aplasia or hypoplasia associated with other ocular disorders. The purpose of this case report is to describe the clinical manifestation of congenital aniridia in two members of one family. Case Presentation: The first patient (mother) is a 43-year-old and the second patient (daughter) is a 12-year-old. Both patients complained of blurred vision since childhood. The visual acuity of the first patient was a positive light perception on the right eye (RE) and no light perception on the left eye (LE); the visual acuity of the second patient was 1/60 on the RE and 3/32 on the LE. Both patients had horizontal nystagmus and increased intraocular pressure (IOP) (N+1 palpation) in both eyes. Anterior segment abnormalities of both patients include aniridia with iris rudimentary and superiorly subluxated lens. The first patient also had LE corneal leukoma and RE cataract. The second patient also had right and left eye corneal conjunctivalization. Fundus examination showed no fundus reflex on the first patient and tigroid retina with foveal hypoplasia on the second patient. Eye ultrasounds of both patients showed vitreous opacity. Conclusions: Congenital aniridia primarily originates from a mutation in the paired box gene-6 (PAX6) and is associated with other ocular anomalies such as nystagmus, amblyopia, keratopathies, cataract, lens luxation, glaucoma, fovea, optic nerve hypoplasia. Patients in this case showed similar conditions between mother and daughter, however, the mother's condition was more advanced and more degenerated than the daughter's condition.
Membangun Komunitas Berkelanjutan: Pendekatan Multifaset dalam Pembangunan di Desa Cikeleng, Kuningan Zaliluddin, Dadan; Prasetyo, Tri Ferga; Bastian, Ade; Sujadi, Harun; Destiani, Putri; Nugraha, Faisol; Nurhilda, Pebby; Azkiya, Muhammad Azkal; Salwa, Alya Jihan; Khoerunissa, Salsa; Nurhimah, Enung; Haq, Rosdiana; Permana, Iip Indra; Jabbar, Fathir Abdul; Riepah, Ipah; Permana, Indra; Hermawan, Dicky; Sudjana, Muhammad Ridwan Shaleh; Fitriani, Nadila; Prahara, Ervin Gusti Dwi; Wahyuni, Kartika Sri; Nurfajriah, Riska; Wiranagari, Relifa G; Badhel, Yasser Gibran
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11179

Abstract

Di Desa Cikeleng, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, ada program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah dengan menggunakan pendekatan pembangunan komunitas yang berkelanjutan. Pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM melalui branding kreatif, peningkatan ketahanan pangan, dan pemanfaatan teknologi e-commerce adalah tantangan utama yang ditargetkan oleh program ini. Mahasiswa Universitas Majalengka bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lokal menjalankan program ini. Penyuluhan pendidikan, lokakarya partisipatif, dan pelatihan langsung digunakan untuk memberdayakan masyarakat dengan kemampuan dan pengetahuan yang berguna. Hasil dari inisiatif pencegahan stunting menunjukkan bahwa ibu hamil lebih mengetahui tentang pentingnya nutrisi, yang berkontribusi pada hasil kesehatan anak yang lebih baik. UMKM lokal dapat meningkatkan kehadiran pasar mereka melalui lokakarya branding kreatif dan pelatihan e-commerce. Selain itu, inisiatif ketahanan pangan meningkatkan praktik pertanian dengan mengajar warga bagaimana membuat pupuk organik dan berkebun di pekarangan mereka sendiri; ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan makanan lokal. Program ini menunjukkan bahwa menerapkan berbagai pendekatan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di komunitas pedesaan sangat penting. Hasilnya menunjukkan bahwa metode seperti ini dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dan berkelanjutan dalam stabilitas ekonomi, kesejahteraan keseluruhan, dan kesehatan masyarakat
Pengaruh Variasi Arus Las 100 A, 110 A, Dan 120 A Terhadap Kekuatan Tarik Baja St 37 Setelah Quenching Hermawan, Dicky; Ridwan; Herlambang, Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu material yang tak tergantikan dalam berbagai aplikasi industri, konstruksi, dan manufaktur. Salah satu aspek penting dalam penggunaan baja adalah sifat mekaniknya, khususnya kekuatan tarik. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan tarik baja adalah dengan proses pendinginan cepat (quenching). Namun, selain quenching, pengelasan juga merupakan proses penting dalam pengolahan baja, dan kuat arus pengelasan dapat memengaruhi sifat mekanik baja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh variasi kuat arus pengelasan (100 A, 110 A, dan 120 A) terhadap kekuatan tarik las pada baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching) dan memberikan rekomendasi mengenai penggunaan kuat arus pengelasan yang optimal dalam kombinasi proses pendinginan cepat (quenching) untuk mencapai kekuatan tarik yang diinginkan pada baja ST 37. Data hasil pengujian tarik menunjukkan variasi yang signifikan antara ketiga variasi kuat arus pengelasan 100 A, 110 A dan 120 A terhadap baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching). Variasi 110 A menunjukkan tegangan rata-rata tertinggi sebesar 199,485 N/mm2, diikuti oleh 100 A (172,734 N/mm2) dan 120 A (161,182 N/mm2). Modulus elastisitas terbesar terjadi pada variasi 100 A dengan nilai rata-rata mencapai 25788,033 N/mm2, sementara nilai terendah terjadi padavariasi 110 A (12563,533 N/mm2). Regangan rata-rata tertinggi terjadi pada variasi 120 A (0,022), diikutioleh 110 A (0,018) dan 100 A (0,008). Disimpulkan bahwa penggunaan kuat arus pengelasan 100 A merupakan pilihan yang paling optimal untuk mencapai kekuatan tarik yang diinginkan pada baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching).
Visualisasi Data Pendidikan SD & SMP Daerah Kabupaten Tangerang Menggunakan Aplikasi Microsoft Power Business Intellegence Dwi Hermawan, Dicky; Andriansyah, Miftah
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i2.3039

Abstract

This research focuses on the visualization of educational data for elementary and junior high schools in Tangerang Regency using the Microsoft Power Business Intelligence (Power BI) application. The purpose of this study is to present education data more effectively and informatively, so that it can support better decision-making by stakeholders. The data used in this study was taken from the Tangerang Regency Opendata portal and BPS Tangerang Regency in the period 2019 to 2021. The method used in this study is the CRISP-DM (Cross-Industry Standard Process for Data Mining) method applied in the research stages which include business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, and deployment. User Acceptance Testing (UAT) testing is used to evaluate the dashboard created. The results from UAT show that the developed dashboard obtained a score of 87,13%, which is included in the "Excellent" category. This dashboard successfully presents education data interactively, which makes it easier for users to analyze education data quickly, so that it can support decision-making in the education sector. Proper data visualization can present simpler and easier to understand information, improving accessibility and understanding for users.
Analisis Dampak Korupsi Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Negara Berkembang Hermawan, Dicky; Fatullah , Agung Putra; Cayadi , Cayadi; Hidayat , Ahmad; Jainah, Zainab Ompu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak peduli seberapa maju suatu negara, industri konstruksi sangat penting bagi perekonomiannya secara keseluruhan. Korupsi telah lama diakui sebagai faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi, investasi, kepercayaan publik, dan masalah alokasi sumber daya di Indonesia. Korupsi adalah masalah umum di negara-negara berkembang, dan menghambat kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi ketika menyasar proyek-proyek infrastruktur. Korupsi merupakan hambatan utama dalam proyek-proyek infrastruktur di negara berkembang, khususnya di Indonesia. Penelitian ini berusaha untuk memahami penyebab dan dampak dari masalah ini. Penelitian dengan menggunakan sumber-sumber primer menjadi tulang punggung metodologi penelitian ini, yang bersifat kualitatif dan deskriptif. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lamban dan ketimpangan sosial merupakan konsekuensi dari korupsi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Lemahnya investasi dan pertumbuhan ekonomi, rendahnya produktivitas, rendahnya kualitas produk dan jasa, rendahnya penerimaan pajak negara, dan tingginya tingkat utang merupakan konsekuensi ekonomi. Praktik korupsi menghambat akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap sumber daya ekonomi, keuangan, kesehatan, pendidikan, informasi, hukum, dan sumber daya sosial lainnya, yang merupakan dampak sosial dari kemiskinan. Di bidang ini, korupsi menyebabkan masyarakat miskin semakin terpinggirkan
Anterior Segment Dysgenesis in A Child, A Rare Case Report: What Should We Do? Poster Presentation - Case Report - Resident Permatasari, Devi Sarah Intan; Hermawan, Dicky; Loebis, Rozalina
Majalah Oftalmologi Indonesia Vol 49 No S2 (2023): Supplement Edition
Publisher : The Indonesian Ophthalmologists Association (IOA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35749/76yvsp50

Abstract

Introduction : Anterior segment dysgenesis affects a various range of ocular structure, including: cornea, iris, ciliary body, anterior chamber, and lens associated with approximate 50% of glaucoma Case Illustration : A 20 month-old boy presented with bilateral corneal opacity. VA was 6/480 on both eye. Examination revealed bilateral central corneal opacity with keratolenticular adhesions, anterior lens dislocation and opacification, aniridia, and posterior segment were difficult to evaluate. The IOP were 17.3 mmHg and 14.6 mmHg in the right and left eye respectively. The aforementioned feature contributed to the diagnosis of Type II Peters Anomaly (PA). Lens aspiration combined with adhesiolysis on the LE was performed. Patient was given topical antibiotic, corticosteroid, and anti- glaucoma medication post-operatively. Postoperative course showed no complication and the corneal opacity diminished Discussion : Lens aspiration in combination with adhesiolysis was performed because the presence of cataract interfered the visual axis and increased the risk of corneal decompensation due to keratolenticular adhesions. We considered to perform the surgery on the LE first because the corneal opacity was milder than the RE. Glaucoma is an almost ineluctable issue and medical therapy are necessary. Further evaluation was required to determine if a similar procedure is needed for the fellow eye and whether the IOL implantation was going to enhance the visual prognosis in the future Conclusion : The keratolenticular adhesions and corneal opacity in type II PA make the surgical approach more challenging. Cautious manipulation can prevent further corneal decompensation. In addition, parents should receive extensive counseling regarding the complications and prognosis