Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Kemiskinan Dan Rasio Gini Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Papua Periode 2011-2020 Ida Ayu Purba Riani; Yohan Sumreskosu; Marsi Adi Purwadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i1.2102

Abstract

Berdasarkan data BPS Provinsi Papua selama satu dasawarsa (2011- 2020) Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua berada pada posisi terendah secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan rasio gini terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di ProvinsiPapua periode 2011-2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder,metode analisanya menggunakan data panel dan model pilihan alat analisis Fixed Effect Model (FEM). Model regresi yang dipakai regresi data panel dan pengolahan data menggunakan software statistic Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Rasio Gini berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Kemiskinan, Rasio Gini.
Analisis Sektor Basis Pembangunan Wilayah Adat Mamta Di Provinsi Papua Brian Kristianto Yegrim; Ida Ayu Purba Riani; Marsi Adi Purwadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i2.2105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor mana saja yang menjadi sektor basis ekonomi Kabupaten/Kota di wilayah adat Mamta Provinsi Papua,untuk mengetahui perubahan pergeseran struktur ekonomi Kabupaten/Kota di wilayah adat Mamta di Provinsi Papua, untuk mengetahui model rasio pertumbuhan Kabupaten/Kota di Wilayah Adat Mamta Provinsi Papua, untuk mengetahui overlay Kabupaten/Kota di Wilayah Adat Mamta Provinsi Papua. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa PDRB Kabupaten/Kota di wilayah adat Mamta menurut lapangan atas dasar harga konstan 2010. penelitian ini menggunakan beberapa metode analisis data antara lain; metode analisi yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ), Shift-Share (S-S), Model Rasio Pertumbuhan (MRP),  dan Analisis Overlay. Berdasarkan hasil analisis yang mendapatkan sektor basis dari masing-masing kelima Kabupaten/Kota yang ada di wilayah adat Mamta, mendapati  bahwa sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor basis yang ada pada kelima Kabupaten/Kota baik itu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, maupun Kabupaten Mamberamo Raya. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor basis untuk Kabupaten/Kota di wilayah Mamta.Kata Kunci : PDRB,  LQ, Shift-share, MRP, Overlay
Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Sebelum Dan Sesudah Pemekaran Di Provinsi Papua (Tahun 1999-2016) Mahmudah Mahmudah; Ida Ayu Purba Riani; Charley M. Bisai
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v5i2.2115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Bagaimana Perkembangan Tenaga Kerja Di Provinsi Papua? Bagaimana Perkembangan Kemiskinan Di Provinsi Papua? Dan Bagaimana Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Sebelum dan Sesudah Pemekaran Di Provinsi Papua? Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari jumlah orang bekerja dan jumlah orang miskin kurun waktu tahun 1999-2016. Metode analisis yang di gunakan untuk menjawab tujuan penelitian di atas adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tenaga kerja dengan menggunakan indikator orang bekerja sebelum pemekaran kurun waktu 1999-2004 adalah 1023,96 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar 21,74 persen. Setelah pemekaran kurun waktu 2005-2016 rata-rata tenaga kerja berjumlah 1320,60 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 71,84 persen. Rata-rata jumlah kemiskinan Sebelum pemekaran yaitu kurun waktu 1999-2004 adalah 981,48 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar -14,83 persen. Periode Setelah pemekaran kurun waktu 2005-2016 rata-rata penduduk miskin berjumlah 899,24 ribu jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar -1,08 persen. Variabel Dummy (sebelum dan sesudah pemekaran) tidak signifikan mempengaruhi jumlah penduduk miskin atau tidak terdapat adanya perbedaan pengaruh masa sebelum pemekaran (1999-2004) dan masa sesudah pemekaran (2005-2016). Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui pula bahwa variabel tenaga kerja tidak siginifikan mempengaruhi penurunan jumlah penduduk miskin, bila terjadi kenaikan tenaga kerja sebanyak 1000 orang maka akan menurunkan jumlah penduduk miskin sebanyak 82 orang di Provinsi Papua. Kata Kunci : Tenaga Kerja, Kemiskinan, Pemekaran Wilayah
Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Kampung Di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura Eka Putra Kato; Ida Ayu Purba Riani; Marsi Adi Purwadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v5i3.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan, Pengawasan, dan Monitoring dan Evaluasi pembangunan kampung di Distrik Depapre. Pengumpulan data dapat diperoleh dengan menggunakan cara observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Data yang di kumpulkan di analisis secara mix methods, dengan menggunakan cobweb analisis. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan kampung di Distrik Depapre dilihat dari kelima bidang partisipasi yaitu partisipasi dalam perencanaan sebesar 46.72% masih di katakan rendah, penganggaran 39.34% berada pada kategori rendah, pelaksanaan 77.87% tergolong tinggi, pengawasan 62.30% atau berada pada kategori tinggi, dan monitoring/evaluasi sebesar 50% atau masih terbilang rendah. Berdasarkan hasil dari masing-masing bidang dari bentuk partisipasi tersebut, maka secara umum dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Distrik Depapre adalah tergolong cukup tinggi dengan hasil 55.25%. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Pembangunan Kampung
Analisis Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Usaha Ikan Asar Di Kota Jayapura Tzunami Febriani Rollo; Ida Ayu Purba Riani; Sarlota Arrang Ratang; P. N. Patinggi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i2.2176

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha ikan asar di Kota Jayapura. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan pembagian kuesioner kepada 30 responden pelaku usaha ikan asar di Kota Jayapura. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian diatas adalah regresi berganda. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa modal memiliki yang positif dan signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha ikan asar di Kota Jayapura. Hal ini ditunjukan pada hasil uji t bahwa variable modal dengan nilai sebesar 1.098. sedangkan hasil pada uji t variable tenaga tidak menunjukan adanya pengaruh terhadap pendapatan usaha ikan asar. Ditunjukan dengan nilai -0,85Kata kunci: Modal, Tenaga Kerja, Pendapatan Usaha, Ikan Asar
Analisis Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah Terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Di Provinsi Papua Tahun 2013-2016 Balthazar Kreuta; Dhiar Dwi Atmaja; Ida Ayu Purba Riani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i3.2182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal terhadap indek pembangunan manusia di Provinsi Papua dari tahun 2013 - 2016 dengan observasi 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekunder bersifat kuantitatif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi data panel dengan model fixed effect yang menggunakan alat bantu pengolahan data dengan program aplikasi Eviews 9. Variabel dari penelitian ini adalah belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal sebagai variabel dependen, dan variabel indeks pembangunan manusia (IPM) adalah variabel independen. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan variabel belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan indicator indeks pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Papua. Hasil regresi menunjukkan bahwa sebesar 99,9011%. Artinya bahwa 99,9011% variasi Indeks Pembangunan Manusia IPM) di 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dapat dijelaskan oleh variabel–variabel independen (belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal). Sisanya sebesar 0,099% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Secara parsial variable belanja barang & jasa, dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Papua yang ditunjukkan melalui (IPM). Sedangkan belanja pegawai berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Provinsi Papua yang ditunjukkan melalui IPM.Kata Kunci: Belanja Pegawai, Belanja Barang & Jasa, Belanja Modal dan Indeks Pembangunan Manusia
Analisis Efek Keterkaitan Kebelakang Dan Kedepan Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Kabupaten Keerom Yohanes Yanuarius Baru; Yundy Hafizrianda; Transna Putra Urip; Ida Ayu Purba Riani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v9i1.2694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keterkaitan ke belakang dan ke depan di sektor pertanian terhadap perekonomian Kabupaten Keerom. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah PDRB atas dasar harga berlaku menurut sektor di Kabupaten Keerom, PDRB atas dasar harga berlaku menurut sektor di Provinsi Papua, dan tabel Input-Output Provinsi Papua Tahun 2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi atau tinjauan pustaka, dengan menggunakan data matriks transaksi ekonomi provinsi Papua yang kemudian diturunkan ke Tabel IO Kabupaten Keerom 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Simple Location Quotient (SLQ), analisis koefisien input dengan pendekatan LQ , analisis keterkaitan kebelakang (backward linkage effect), analisis keterkaitan kedepan (forward linkage effect), Analisis Daya Sebar, dan Derajad Kepekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subsektor peternakan memiliki pengaruh keterkaitan kebelakang sebesar 1,2218, lebih tinggi dibandingkan subsektor lainnya, disusul oleh subsektor kehutanan dan perkayuan dengan nilai keterkaitan kebelakang sebesar 1,2161; (2) Subsektor perikanan memiliki pengaruh keterkaitan kedepan sebesar 1,3030, lebih tinggi dari subsektor lainnya; (3) Dari segi output, sektor pertanian yang berorientasi dalam negeri adalah subsektor Tanaman Pangan, subsektor Tanaman Perkebunan, dan subsektor Kehutanan dan penebangan karena memiliki IDK (Indeks Derajad Kepekaan) di atas satu; (4) Subsektor Kehutanan dan Perkayuan serta Subsektor Tanaman Perkebunan merupakan unggulan sektor pertanian di Kabupaten Keerom karena memiliki IDP (Indeks Daya Penyebaran) dan IDK (Indeks Daerajad Kepekaan) di atas satu.Kata Kunci : efek keterkaitan kebelakang, efek keterkaitan kedepan, sektor pemimpin
Analisis Kualitas Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Mimika Tahun 2018-2021 Yundy Hafizrianda; Ida Ayu Purba Riani; Agustinus Salle
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 9 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v9i3.3253

Abstract

This study aims to: (1) measure and analyze the performance of APBD management in Mimika Regency; (2) evaluate and analyze the quality of the Mimika Regency APBD; and (3) formulate recommendations for better quality APBD management policies in the future that can provide impetus for the acceleration of Mimika Regency's socio-economic development. The approach used in this study is a quantitative approach, in which the APBD quality assessment refers to eight APBD performance indicators measured using an ordinal scale and a composite index to obtain a value for the quality of APBD management in a given year. The results of data processing show that in 2018, the quality value of the Mimika Regency APBD only reached 72.92 points, which was included in the "less quality" category. Then in 2019, there was an increase in the quality of the Mimika Regency APBD with a value of 79.17 points, which was in the "sufficient quality" category. Likewise, for 2020, even though there was a decrease in the quality score compared to the previous year, it was still in the "sufficient quality" category with a quality score of 77.08 points. For the results of the 2021 assessment, there was a decrease compared to 2020, with an APBD quality score of 75.00 points, which caused the quality category to fall back to "less quality." Overall, the quality of the Mimika Regency APBD during 2018–2021 is indicated to be not yet satisfactory, which is most dominant due to the late determination of the APBD, the low level of fiscal independence, the non-fulfillment of the allocation of capital expenditures and education expenditures according to regulations, and the regional expenditures that have not been effective in accelerating economic growth and poverty reduction. Key Words : APBD Performance Indicator, Composite Index, APBD Quality
Potensi Sektor Pertanian dalam Perekonomian Wilayah Provinsi Papua Yundy Hafizrianda; Ida Ayu Purba Riani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v10i1.5392

Abstract

This study aims to (1) measure and analyze the contribution of the agricultural sector to the regional economy of Papua Province; and (2) identify and analyze the macro-sectoral potential of the management of the agricultural sector in Papua Province. There are two analytical tools used, namely the LQ Index and Sectoral Classen Typology. Based on the results of data processing with LQ analysis, it was identified that the agricultural sector is the base in Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, and Waropen Regencies. As for Jayapura City, the agricultural sector is not a base because it has an agricultural LQ value of 0.48 < 1. Then, from the Sectoral Classen Typology analysis, it shows that macrosectorally and macrospatially, the management of agricultural natural resources in Papua Province in the future is very prospective for developing regional economies. This is indicated by the typology of the agricultural sector in each region in Papua, which is mostly classified as an advanced and fast-growing sector (Quadrant I) for the future, namely in Sarmi, Keerom, Mamberamo Raya, Supiori, Kepulauan Yapen, and Waropen Regencies. The sectors that are categorized as advanced and fast-growing can be used as prime sectors and priorities for development in the future, both in the short, medium, and long term, in the Province of Papua. Keywords: Agricultural Sector, Economic Base, Sectoral Classen Typology
Analisis Evaluasi Tata Kelola dan Kemanfaatan Program Kampung di Kampung Nayaro Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika Ida Ayu Purba Riani; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v10i3.5403

Abstract

This research aims to identify leading sectors and changes in the economic structure without mining in Mimika This research aims: (1) to assess the governance of the village program implemented by the Nayaro Village POKJA (teamwork); and (2) to assess the benefits of the program that have been obtained by the community, especially the Kamoro tribe, so far. The approach used in this research is quantitative-descriptive, using a set of evaluation instruments to assess the governance and benefits of the Village Program, where the assessment is carried out using the Guttman Scale. The results of this research show that: (1) The governance of the village program implemented by the POKJA Nayaro Team is still considered poor because it is not transparent and accountable. This is mainly indicated by the failure to prepare Minutes of Agreement based on proposals from village deliberations, not publicizing the implementation of programs and activities to beneficiaries, not explaining the process and mechanism for complaints to beneficiaries, as well as the preparation of accountability reports that do not meet minimum standards; (2) Even though it is considered that the program management is still not good, in terms of the benefits of the program, the Kamoro community considers that the Village Program is very useful. However, please note that in the next stage, the focus should be more on efforts to empower the village economy and the economy of the Kamoro community. Keywords : Program Governance, Program Benefits, Guttman Scale