Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : The Journal of Community Development

Dakwah Pluralisme K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Indonesia : Suatu Konsep Pandangan Muhamad Rudi Wijaya
Journal of Community Development Vol. 1 No. 1 (2022): Bulan Desember Tahun 2022
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study researchers used a qualitative approach. The method for analyzing data is descriptive analysis, which is a method that discusses problems by presenting data findings from research subjects to draw conclusions based on theoretical studies that have been carried out previously. The data collection technique is library research, namely by searching for materials in the form of books, loose articles or searching data using internet media. For Gusdur the best da'wah is with a cultural approach or cultural da'wah. A person who preaches does not have to be done formally, that is, a da'i does not have to insert verses from the Koran or the Hadith of the Prophet. And the most important thing for a da'i is to minimize the enforcement of amr ma'ruh nahi munkar by coercion or violence. On the other hand, efforts to maintain pluralism for Gusdur are a constitutional obligation to protect every citizen's rights. For Gusdur, the struggle to spread the values of pluralism is a religious order, as a divine reality in creating different creatures. Da'wah is an attempt by a da'i to invite and offer people to the path of goodness according to Islamic principles. For da'wah practitioners, the most basic thing is how to package or the method used for preaching. In this case, Gus Dur prioritized cultural da'wah, namely a method of da'wah using local cultural approaches, while at the same time rejecting forms of da'wah with acts of violence. Thus the maintenance of the value of pluralism as part of the cultural heritage is maintained.
PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Muhamad Rudi Wijaya
Journal of Community Development Vol. 2 No. 1: April 2023
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia yang semakin maju dan berkembang ternyata tidak dapat mengatasi semua masalah di setiap lini kehidupan seperti kemiskinan, Alquran memberikan solusi terhadap kemiskinan tersebut melalui pemberdayaan ekonomi umat, tetapi dalam Alquran tidak dijelaskan secara eksplisit tentang pemberdayaan ekonomi umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Alquran menjelaskan tentang ekonomi dan mengetahui bagaimana konsep pemberdayaan ekonomi umat dalam Alquran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode mauḍu’i (tematik). Adapun teknik analisis penelitian ialah analisis deskriptif. Jenis penelitian bersifat studi kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini ialah kitab Tafsir al-Mishbah, Tafsir Alquran Tematik, Departemen Agama RI. Adapun yang menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang relavan dengan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi dalam Alquran yang disebut dengan iqtiṣad mempunyai arti sederhana atau sifat seimbang, maknanya lebih pada hubungan fungsional dan esensial. Namun substansi ekonomi dalam Alquran digambarkan dalam bentuk aktivitas atau kegiatan ekonomi seperti menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Sedangkan konsep pemberdayaan ekonomi umat yang dituntun Alquran terletak pada pemanfaatan dan pendistribusian harta secara merata yang dilakukan dengan baik dan benar. Menyangkut pemanfaatan dan distribusi harta, ada dua ketentuan yang diuraikan dalam Alquran, yang pertama berupa perintah dan anjuran sehingga timbul langkah