Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

AKIBAT HUKUM PERKAWINAN WANITA HAMIL TERHADAP PERWALIAN DAN HAK WARIS ANAK PERSPEKTIF KHI DAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 mukhlishin, ahmad
Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum Vol 2, No 2 (2017): Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.056 KB) | DOI: 10.22515/al-ahkam.v2i2.1019

Abstract

ABSTRAK Kawin hamil ialah kawin dengan seseorang wanita yang hamil di luar nikah, baik dikawini oleh laki-laki yang menghamilinya maupun oleh laki-laki bukan yang menghamilinya. Oleh karena itu, masalah kawin dengan perempuan yang hamil diperlukan ketelitian dan perhatian yang bijaksana terutama oleh pegawai pencatat nikah. Hal itu, dimaksudkan adanya fenomena sosial mengenai kurangnya kesadaran masyarakat muslim terhadap kaidah-kaidah moral, agama dan etika terjadinya seorang pria yang bukan menghamilinya tetapi ia menikahinya.Dengan memperhatikan latar belakang masalah yang penulis ungkapkan diatas, maka dapat di tarik rumusan masalah yaitu Bagaimanakah Akibat Hukum Perkawinan Wanita Hamil Terhadap Perwalian dan Hak Waris Anak Perspektif KHI dan UU No. 1 Tahun 1974? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Akibat Hukum Perkawinan Wanita Hamil Terhadap Perwalian dan Hak Waris Anak Perspektif KHI dan UU No. 1 Tahun 1974. Jenis penelitian ini adalah study kepustakaan (library research) adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Selanjutnya penulis menggunakan analisis non statistik sesuai untuk data deskriftif.Didalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tidak ada yang mengatur tentang perwalian terhadap anak akibat pernikahan wanita hamil. Oleh sebab itu ketentuan perwalian menurut Undang-undang No. 1 Tahun 1974 selagi anak tersebut dilahirkan dalam satu pernikahan yang dianggap sah oleh negara maka hak perwaliannya berada pada kedua orang tua sahnya tersebut. Karena di dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tidak mengatur tentang pembagian hak waris, akan tetapi apabila anak tersebut sudah dianggap sah menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 secara otomatis anak tersebut mendapat hak waris dari garis keturunan ayah dan ibunya.Menurut KHI, Apabila anak yang lahir akibat dari perbuatan zina (di luar pernikahan) tersebut ternyata perempuan, dan setelah dewasa anak tersebut akan menikah, maka ayah/bapak alami (genetik) tersebut tidak berhak atau tidak sah untuk menikahkannya (menjadi wali nikah), yang menjadi wali nikahnya adalah wali hakim. Berdasarkan ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI) menyebutkan : “Anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan saling mewaris dengan ibunya dan keluarga dari pihak ibunya.” Bagi Instansi Lembaga yang bertanggung jawab mengenai perkawinan, harus terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya membina keluarga yang Sakinah, Mawadah, Warahmah.
Problems of Sirri Marriage and Prisoners: A Case Study in Sukadana, East Lampung, Indonesia Zainuri, Andi; Muslimin, Ahmad; Mukhlishin, Ahmad
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol 6, No 2 (2023): El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ujhk.v6i2.17487

Abstract

Sirri marriage is a marriage carried out using the provisions outlined and determined by custom but does not fulfill state law. The state has established legal marriage through the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law (KHI). This study aims to explain the legal perception of sirri marriage from the view of the Compilation of Islamic Law and Marriage Law in Indonesia. This research is an empirical legal study using a statutory approach. The data collection techniques used are interviews and documentation studies. Interviews were conducted with informants with religious leaders, the Head of the Religious Affairs Office, perpetrators of sirri marriage, and community leaders. The study concluded that marriage in Indonesia is legally regulated according to marriage law and the Compilation of Islamic Law, which states that marriage must be recorded. Meanwhile, marriages that are not recorded are not legally valid. The factors that cause the occurrence of sirri marriages are personal factors, including the characteristics of community understanding used as justification, the level of legal awareness factor, namely the level of understanding of community law, and the rules of law that exist and apply in Indonesia, which are less considered. The sirri marriage will have impacts and victims on women and children. Therefore, this research recommends that all parties create legal awareness in the community regarding the legal rules of marriage.
Pendampingan Organisasi Remaja Islam Masjid (RISMA) Dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Keislaman Pada Pemuda Dusun Margo Katon Desa Sri Busono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah Mukhlishin, Ahmad; Indrawan, Ghosel; Rudi Wijaya, Muhamad
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202303695000

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini yaitu: (1) Pendampingan Terhadap Organisasi (RISMA) dalam Menginternalisasi Nilai Keislaman pada generasi muda dusun Margo Katon desa Sri Busono kecamatan Way Seputih kabupaten Lampung Tengah; (2) Mengetahui Internalisasi Nilai Keislaman pada generasi muda dusun Margo Katon desa Sri Busono kecamatan Way Seputih kabupaten Lampung Tengah; (3) Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat Pendampingan Organisasi (RISMA) dalam menginternalisasi nilai Keislaman pada generasi muda dusun Margo Katon desa Sri Busono kecamatan Way Seputih kabupaten Lampung Tengah. Selama melakukan pengabdian, Pengabdian ini menggunakan pendekatanAset Based Communities Develompment (ABCD) Penggunaan teknik pengumpulan datanya dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjekPengabdian ini adalah ketua, pengurus, dan 5 Remaja Islam Masjid. Sumber data dari sumber data primer dan skunder (observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan Organisasi (RISMA).).selanjutnya dalam menganalisis data, Pengabdi menggunakan 3 cara, antara lain: teknik reduksi data, penyajian data, dan verivikasi. Setelah memahami diatas, selanjutnya Pengabdi menyimpulkan bahwa: 1) Pendampingan organisasi (RISMA) dalam menginternalisasi nilai Keislaman pada generasi muda berjalan dengan baik; 2) Pendampingannya dua yaitu organisasi sebagai Motivator dan sebagai Fasilitataor; 3) Setelah itu didalam pelaksanaanya menemukan faktor pendukung yaitu: faktor lingkungan yang nyaman, kondusif, antusias anggota dan orang tua yang selalu mendukung. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kendala sosial (antusias remaja semakin menurun), terkendala sarana dan prasarana, dan faktor lingkungan luar
Pendampingan Santri Dalam Budidaya Magot Di Provinsi Lampung: Meningkatkan Kemandirian Pondok Pesantren Melalui Ekonomi Circular Mukhlishin, Ahmad
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202404735000

Abstract

Program kemandirian pesantren adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan para santri pondok pesantren dalam mengelola sumber daya, memperoleh pendapatan mandiri, dan mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal, Tujuan utama dari program ini adalah agar pesantren dapat mandiri secara finansial dan dapat melaksanakan fungsi pendidikan dan sosialnya dengan lebih efektif. Adapun cara atau strategi dalam meningkatkan kemandirian pesantren ialah menggunakan ekonomi sirkular yaitu suatu pendekatan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi pemborosan sumber daya dan limbah melalui pengoptimalan penggunaan sumber daya, daur ulang bahan, dan penggunaan produk yang tahan lama. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang berkelanjutan, di mana limbah diubah menjadi sumber daya dan dimanfaatkan kembali dalam siklus produksi. Dalam Pengabdian Masyarakat ini fasilitator lakukan dengan menggunakan pendekatan ABCD atau Asset-Based Community Development dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam program budidaya maggot di pondok pesantren. Berikut adalah metodologi yang dapat diikuti dalam pengabdian ABCD untuk budidaya maggot: Pertama Pengenalan dan pemahaman: dimulai dengan memperkenalkan konsep budidaya maggot kepada santri pondok pesantren dengan memberikan Berikan penjelasan tentang manfaat dan potensi bisnis budidaya maggot serta cara melibatkan masyarakat dalam program ini. Mendorong santri untuk berbagi pengalaman yang mereka miliki terkait dengan lingkungan, pertanian, atau peternakan yang dapat mendukung budidaya maggot. Pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator terhadap santri Pondok Pesantren Wali Songo dalam budidaya magot di Provinsi Lampung menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kemandirian, menerapkan prinsip ekonomi circular, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Ini merupakan langkah progresif menuju pembangunan berkelanjutan yang harmonis antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, Praktik budidaya magot memungkinkan santri pondok pesantren untuk mengimplementasikan prinsip ekonomi circular dengan mengubah limbah organik menjadi produk bernilai tambah, yaitu pakan ternak berkualitas tinggi.
ASIMILASI ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL DI NUSANTARA Mukhlishin, Ahmad; Jamil, Muhammad; Maba, Aprezo Pardodi
Nurani Vol 18 No 1 (2018): Nurani: jurnal kajian syari'ah dan masyarakat
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/nurani.v18i1.2457

Abstract

Islam as a religion that is present in all tribes in the archipelago as a value system that integrates with the local culture, so this is often seen by people outside the tribe with Islam Minangkabau, Javanese Islam, and so on. The accumulation of cultures with various intercourses called multiculturalism. But the great possibility both can play an important role in shaping a new culture, because there is a dialogue between the orders of religious values ​​that become the idealism of a religion with local cultural values. As a system of knowledge, religion is a belief system that is full of moral teachings and guidance of life must be studied, examined and then practiced by man in his life. In this case religion provides clues about the "good and bad that are inappropriate and inappropriate" and the "right and inappropriate". Religious values ​​can form and develop human behavior in their daily lives. It is therefore not difficult to understand that having a common symbol is the most effective way to strengthen unity among religious followers. This is because the meaning of these symbols deviates far from the intellectual definitions so that the symbol's ability to unite is greater, whereas the intellectual definition causes division. Symbols can be shared because they are based on feelings that are not formulated too tightly. That is why Islam has historically come to various parts of the archipelago with a relatively peaceful atmosphere with almost no tension and conflict. Islam can easily be accepted by society as a religion that brings peace, even though at that time people have been religious and have their own belief in animism, dynamism, Hinduism and Buddhism. The spread of Islam causes the emergence of Islamic patterns and variants that have uniqueness and uniqueness. It must be realized that the existence of Islam in Indonesia is never single.
Sistem Jual Beli Pupuk Kandang Prespektif Imam Syafi’i dan Imam Hanafi (Studi di Kampung Sulusuban Kecamatan Seputih Agung) Mukhlishin, Ahmad; Saipudin, Saipudin
Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam Vol. 2 No. 2 December (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jm.v2i2.176

Abstract

Abstract This article is about buying and selling manure in Kampung Sulusuban Seputih Agung Subdistrict. In Kampung Sulusuban Kecamatan Septih Agung Lampung Tengah many pera farmers who can process and make Animal Manure as a reliable organic fertilizer, although manure is unclean and disgusting stuff that is livestock manure but in practice the fertilizer can fertilize agricultural crops and restore the soil structure that Has begun to become barren .. Though buying and selling of this unclean goods is an issue of controversy among scholars, especially between Syafi'i madhab with Madhab Hanafi. The focus of the study of this article is: how is the legal status of the sale and purchase in terms of comparative madhab between imam syafi'i and Imam Hanafi ? This article uses qualitative analysis with Islamic legal approach. The nature of this research is descriptive-analysis that is by describing the legal basis of the scholars in deciding cases of buying and selling unclean goods. Keywords: Sale and Purchase, Manure, Imam Syafi'i, Imam Hambali
RELASI SUAMI ISTRI DALAM KELUARGA KEYAKINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MUBADALAH Novita, Ike; Mukhlishin, Ahmad; Asnawi, Habib Sulthon
YUSTISI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i2.19308

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan yang dianalisis perspektif mubadalah permasalahannya adalah bagaimana pola relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan dalam mewujudkan keharmonisan rumah tangga dengan perspektif mubadalah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber primer diperoleh dari 3 pasangan suami istri. Teori yang digunakan adalah teori mubadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan yaitu sikap saling toleransi dan saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Perbedaan agama bukan penghalang utama dalam rumah tangga, selama ada sikap terbuka, komunikasi yang baik, dan toleransi antara pasangan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Suami dan istri harus memiliki komunikasi yang baik dan terbuka untuk membahas perbedaan keyakinan dan menemukan solusi yang tepat. Suami dan istri harus menghormati perbedaan keyakinan masing-masing dan tidak mencoba untuk mengubah keyakinan pasangan. Suami dan istri harus mencari kesepakatan tentang bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Suami dan istri harus mengembangkan empati dan memahami perspektif masing-masing untuk meningkatkan hubungan yang harmonis.
RELASI SUAMI ISTRI DALAM KELUARGA KEYAKINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MUBADALAH Novita, Ike; Mukhlishin, Ahmad; Asnawi, Habib Sulthon
YUSTISI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i2.19308

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan yang dianalisis perspektif mubadalah permasalahannya adalah bagaimana pola relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan dalam mewujudkan keharmonisan rumah tangga dengan perspektif mubadalah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber primer diperoleh dari 3 pasangan suami istri. Teori yang digunakan adalah teori mubadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan yaitu sikap saling toleransi dan saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Perbedaan agama bukan penghalang utama dalam rumah tangga, selama ada sikap terbuka, komunikasi yang baik, dan toleransi antara pasangan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Suami dan istri harus memiliki komunikasi yang baik dan terbuka untuk membahas perbedaan keyakinan dan menemukan solusi yang tepat. Suami dan istri harus menghormati perbedaan keyakinan masing-masing dan tidak mencoba untuk mengubah keyakinan pasangan. Suami dan istri harus mencari kesepakatan tentang bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Suami dan istri harus mengembangkan empati dan memahami perspektif masing-masing untuk meningkatkan hubungan yang harmonis.
Konsep Pemikiran Ekonomi Dan Kebijakan Pasar Dalam Perspektif Yahya Bin Umar Dan Relevansinya Pada Sistem Ekonomi Modern Suparno, Suparno; Mukhlishin, Ahmad
ASAS Vol. 15 No. 01 (2023): Asas, Vol. 15, No. 01 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v15i01.15945

Abstract

This paper will explain the contribution of Yahya bin Umar's economic thinking regarding the role of the state in the economy in the market. Yahya bin Umar had contributed his thoughts in the 9th century AD. According to him, the role of the state in regulating the market and prices of goods was not very dominant, because the state intervened if in the mechanism of price of goods in the market experienced monopolistic practices such as ihtikar, cartels and hoarding of goods. So, the role of the state is indispensable for controlling prices and goods for the benefit and welfare of society.  Keywords: thinking, market,,Ihtikar (hoarding of goods) Tasy'ir (pricing)
Management Analysis of Zakat, Infaq, Shodaqoh Fund Management in Improving Member Welfare at BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional Rumbia Branch Hani, Ummi; Khotamin, Nur Alfi; Mukhlishin, Ahmad
ASAS Vol. 15 No. 02 (2023): Asas, Vol. 15, No. 02 Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v15i02.16483

Abstract

Management The management of zakat, infaq, and shodaqoh (ZIS) funds of BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BN) Rumbia Branch continues to spur economic growth of the community. One of them is by giving infaq. The infaq fund managed by BMT Assyafi'iyah BN Rumbia Branch is a fund distributed by muzakki. ZIS is a potential source of funds that can be used as an effort to realize people's welfare. The implementation of zakat involves a number of activities related to the management of zakat fund management, including: planning, organizing, implementing, and supervising the collection and distribution. The purpose of this study is to determine the management of ZIS funds in Baitul Maal Assyafi'iyahRumbia Branch, as well as to determine the improvement of member welfare. This type of research uses a qualitative descriptive approach. Data sources consist of primary and secondary data. Data collection techniques in this study used interviews, observation, and documentation as well as data analysis using an inductive approach. The management of  ZIS fund management in Baitul Maal Assyafi'iyahRumbia Branch has been carried out according to the planned program, there are supporting and inhibiting factors in carrying out ZIS fund management management, but Baitul Maal Assyafi'iyah is able to overcome member difficulties that have an impact on member welfare.Keywords: Member Welfare, ZIS Fund Management Management