Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Jurnal Matematika UNAND

Graf Ramsey (3K2, C3)-Minimal Hidayati Rais; Lyra Yulianti; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.2.11-15.2015

Abstract

Misalkan diberikan graf G dan H sebarang. Notasi F → (G, H) berarti bahwa pada sebarang pewarnaan 2-warna, merah atau biru, terhadap semua sisi graf F mengakibatkan F memuat subgraf merah yang isomorfik dengan G atau subgraf biru yang isomorfik dengan H. Graf F adalah graf Ramsey (G, H)-minimal jika F → (G, H) dan F ∗ 9 (G, H) untuk sebarang subgraf sejati F ∗ ⊂ F. Selanjutnya R(G, H) menyatakan kelas yang memuat semua graf Ramsey (G, H)-minimal. Pada tulisan ini diberikan beberapa syarat perlu untuk keanggotaan R(3K2, C3) serta beberapa graf yang menjadi anggota R(3K2, C3).Kata Kunci: Graf Ramsey minimal, 3K2, siklus, pewarnaan-(G, H)
ROW-PRODUCT DARI MATRIKS LEMBUT DAN APLIKASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTIPLE-DISJOINT FEBRI ANEZA; ADMI NAZRA; MONIKA RIANTI HELMI
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.4.262-269.2020

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat permasalahan yang mengandung unsur ketidakpastian atau ketidakjelasan. Pada tahun 1999, Molodstov memperkenalkan teori himpunan lembut yang kemudian berkembang menjadi matriks lembut yang merupakan matriks representasi dari himpunan lembut yang diperkenalkan oleh Cagman dan Enginoglu. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai sifat-sifat dan struktur aljabar dari row-product matriks-matriks lembut, serta memberikan contoh aplikasi dari row-product matriks-matriks lemut dalam pengambilan keputusan multiple-disjoint.Kata Kunci: Himpunan Lembut, Matriks Lembut, Matriks Lembut Tereduksi, Multiple Disjoint
FUNGSI EVANS, SIFAT-SIFAT DAN APLIKASINYA PADA PELACAKAN NILAI EIGEN DARI MASALAH STURM-LIOUVILLE Hilda Fahlena; Mahdhivan Syafwan; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.1.23-30.2015

Abstract

Pada paper ini dikonstruksi dan didenisikan fungsi Evans pada masalahSturm-Liouville. Beberapa sifat-sifat fungsi Evans juga dibuktikan, yaitu: (i) nilai nolnyaberkaitan dengan nilai eigen, (ii) analitik untuk semua nilai eigen yang bernilai kompleks,dan (iii) mempunyai simple zeros pada kasus khusus dari masalah Sturm-Liouville. Sifatsifatfungsi Evans tersebut kemudian diterapkan untuk melacak nilai eigen dari masalahSturm-Liouville.
Eksistensi Solusi Stasioner PT -Symmetry Multi Dimer Maya Sari Syahrul; Mahdhivan Syafwan; Admi Nazra; Nurweni Putri; Dwi Sulistiowati
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.268-274.2019

Abstract

Pada artikel ini akan dikaji eksistensi solusi stasioner dari sistem PT - Symmetry Multi Dimer yang terdiri dari kumpulan-kumpulan dimer di bawah pengaruh potensial linear. Dengan menggunakan analisis perturbasi, diperoleh bahwa sistem PT - Symmetry Multi Dimer mempunyai solusi nol dan solusi tak-nol.Kata kunci: Metode Perturbasi, PT -Symmetry, Dimer, Eksistensi Solusi
RELASI EKUIVALEN LEMBUT DAN REDUKSI PARAMETER PADA HIMPUNAN LEMBUT RAHMAT OGI SENTOSA; ADMI NAZRA; MONIKA RIANTI HELMI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.3.313-320.2021

Abstract

Konsep himpunan lembut (soft sets) adalah sebuah metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan pengambilan keputusan. Pada dasarnya konsep himpunan lembut memperhatikan cukup banyak parameter terkait. Namun ada kalanya tidak semua parameter tersebut dibutuhkan dalam pengambilan keputusan (dapat diabaikan/direduksi). Dalam membahas reduksi parameter pada himpunan lembut ini, akan digunakan konsep relasi ekuivalen, lebih khusus konsep relasi ekuivalen lembut. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai konsep relasi ekuivalen lembut dan beberapa sifat-sifat terkait. Kemudian akan dikaji juga tentang penerapan metode reduksi parameter pada himpunan lembut, dan mengonstruksi suatu algoritma dalam mengidentifikasi parameter yang dapat direduksi.Kata Kunci: Himpunan Lembut, Reduksi Parameter, Relasi Ekuivalen Lembut
RAINBOW CONNECTION PADA GRAF AMALGAMASI TANGGA SEGITIGA DIPERUMUM HOMOGEN Muhardiansyah Muhardiansyah; Lyra Yulianti; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.209-214.2019

Abstract

Untuk graf G terhubung dan tak trivial, dan k suatu bilangan bulat positif, misalkan c : E(G) → {1, 2, ..., k} suatu pewarnaan sisi di G, dimana sisi yang bertetangga boleh diberi warna yang sama. Suatu lintasan di G dikatakan lintasan rainbow jika tidak ada dua sisi di lintasan tersebut memiliki warna yang sama. Graf G dikatakan rainbow connected oleh pewarnaan c jika G memuat lintasan rainbow u − v untuk setiap titik u dan v di G. Dalam konteks ini, pewarnaan c disebut rainbow edge coloring. Jika c adalah rainbow edge coloring dengan k warna digunakan, maka c disebut rainbow k-coloring. Jika k adalah bilangan bulat positif yang minimum, maka k adalah bilangan rainbow connection dari graf G yang dinotasikan dengan rc(G) = k.Untuk m ∈ N dan m ≥ 2, misalkan {G1, G2, . . . , Gm} adalah kumpulan hingga dari graf terhubung dan tak trivial, dan v0,i adalah sebuah titik graf Gi untuk 1 ≤ i ≤ m. Amalgamasi G1, G2, . . . , Gm yang dinotasikan dengan Amal{Gi, v0,i}m i=1 adalah graf yang berasal dari graf G1, G2, . . . , Gm dengan mengidentifikasi titiktitik v0,1, v0,2, . . . , v0,m sedemikian sehingga v0,1 = v0,2 = . . . = v0,m pada graf Amal{Gi, v0,i}m i=1. Graf Amal{T r4, v}m adalah graf amalgamasi m buah graf T r4, untuk m ≥ 2.Pada makalah ini akan ditentukan bilangan rainbow connection pada graf amalgamasi tangga segitiga diperumum homogen Amal{T r4, v}m.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: bilangan rainbow connection, graf amalgamasi tangga segitiga diperumum homogen
KONGRUENSI DAN DIAGONALISASI BENTUK BILINIER SIMETRIS DINDA HIDAYATUL ULYA; ADMI NAZRA; MONIKA RIANTI HELMI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.1.87-92.2021

Abstract

Misalkan (, ) : V × V → F merupakan suatu bentuk bilinier, dengan V adalah suatu ruang vektor atas lapangan F yang memenuhi untuk setiap ~u, ~v, ~w anggota V dan k anggota F memenuhi (~u + ~v, ~w)=(~u, ~w)+(~v, ~w), (~u, ~v + ~w)=(~u, ~v)+(~u, ~w) dan (k~u, ~w)=k(~u, ~w)=(~u, k ~w). Setiap Bentuk bilinier berkaitan dengan sebuah matriks tunggal. Matriks yang berkaitan adalah simetris apabila bentuk biliniernya juga simetris. penelitian ini akan membuktikan bahwa ada suatu basis terurut B untuk ruang vektor V atas lapangan F, dimana F mempunyai karakteristik tidak sama dengan dua, sehingga matriks simetris yang bersesuaian dengan B dan berkaitan dengan bilinier (, ) adalah diagonal.Kata Kunci: Bentuk bilinier, matriks simetris, matriks diagonal
MENENTUKAN MATRIKS INVERS POSITIF DENGAN MENGGUNAKAN INVERS BANACHIEWICZ RIDHA FADHILA SANI; YANITA YANITA; ADMI NAZRA
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.2.169-176.2020

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penentuan matriks invers positif menggunakan invers Banachiewicz. Matriks invers positif didefinisikan sebagai suatu matriks partisi N yang merupakan matriks Z (matriks yang elemen non-diagonalnya non-positif) yang memiliki invers dan invers dari matriks partisi N tersebut memiliki entri-entri yang bernilai positif. Pada penelitian ini dikaji kondisi-kondisi yang mengakibatkan matriks partisi N tersebut dapat dikatakan sebagai matriks invers positif yaitu dimana matriks partisi N cukup memenuhi kondisi Georgescu-Roegen dimana seluruh leading minor utama adalah positif. Kata Kunci: Matriks partisi, matriks invers positif, invers Banachiewicz, minor utama, leading minor utama, dan kondisi Georgescu-Roegen
SOLUSI DARI SISTEM PERSAMAAN LINIER Ax = b DI Z22 DENGAN A DI M2(Z2) Aidil Adrianda; Yanita .; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.2.10-16.2018

Abstract

Abstrak. Tulisan ini membahas tentang sistem persamaan linier khusus, yaitu Ax = bdengan A 2 M2(Z2), x 2 Z22, dan b 2 Z22. Solusi yang didapatkan adalah berupa solusitunggal, solusi banyak, dan tidak mempunyai solusi. Solusi ini terkait dengan matriksA 2 M2(Z2).Kata Kunci: Sistem persamaan linier, solusi dari sistem persamaan linier, M2(Z2), Z2
PENENTUAN SOLUSI SOLITON PADA PERSAMAAN KDV DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANH Silvia Rosita; Mahdhivan Syafwan; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.5.4.54-61.2016

Abstract

Abstrak. Persamaan Korteweg-de Vries (KdV) merupakan salah satu persamaan yangsering muncul pada berbagai aplikasi ilmu pengetahuan. Tesis ini mengkaji penentuan solusisoliton dengan menggunakan metode tangen hiperbolik (tanh). Hasil yang diperolehkemudian dibandingkan dengan hasil yang sudah diperoleh sebelumnya dari beberapaliteratur. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perhitungan solusisoliton menggunakan metode tanh dengan menerapkan syarat batas asimtotik padakedua arah domain lebih efektif dibandingkan dengan syarat batas satu arah domaindan tanpa dikenakan syarat batas