Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Yellowfin Tuna Catch Demographics By Size and Sex Ratio at Bitung Ocean Fishing Port Chris B. Sinambela; Silvester B. Pratasik; Daisy M. Makapedua; Deiske A. Sumilat; Alfret Luasunaung; Johnny Budiman; Jardie A. Andaki; Dessy A. Natalia
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.61486

Abstract

Yellowfin tuna is one of the most in-demand commodities for commercial exploitation due to its premium market value and nutritional content. This study examines the size structure and sex ratio of yellowfin tuna (Thunnus albacares) landed at Bitung Ocean Fishing Port. A total of 890 samples were obtained from 23 handline vessels operating in Fisheries Management Area 715 from August to October 2024. Length and weight measurements were recorded directly at the research site. The collected data were used to characterize the size structure and sex ratio. This study found a size distribution of length 96.7-163.2 cm FL and weight 13-75.9 kg. Results indicated that the predominant size class was 114.7-120.9 cm FL, comprising 279 individuals (31.35% of the sample). The sex ratio maintained a balanced 1:1 proportion, consisting of 471 males and 419 females, suggesting a healthy reproductive population structure. Keywords: size structure, length and weight measurement, sex ratio ABSTRAK Ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu komoditi yang paling diminati untuk dieksploitasi karena memiliki harga dan kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini mendeskripsikan struktur ukuran dan perbandingan jenis kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Sebanyak 890 sampel diperoleh dari 23 kapal hand line yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan 715 dari bulan Agustus-Oktober 2024. Data panjang dan berat ikan diperoleh langsung di lokasi penelitian. Data yang terkumpul digunakan untuk mengkarakterisasi struktur ukuran dan sex ratio. Penelitian ini menemukan sebaran ukuran panjang cagak 96,7 – 163,2 cm FL dan berat 13 – 75,9 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan sebagian besar terdiri dari individu-individu dengan kisaran panjang 114,7-120,9 cm FL (279 individu). Perbandingan individu jantan dan betina adalah 1:1 dengan jumlah 471 individu jantan dan 419 individu betina. Kata kunci: struktur ukuran, pengukuran panjang dan berat, sex ratio
The Impact of Tropical Cyclone Man-Yi on Oceanographic Conditions in the Philippine Sea David Ristianto; Lefrand Manoppo; Alfret Luasunaung; Wilmy E. Pelle; Patrice N.I. Kalangi; Suzanne L. Undap; Deiske A. Sumilat; Andersen Panjaitan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.61590

Abstract

Tropical cyclones are extreme weather phenomena that can significantly influence the interaction between the atmosphere and oceans. Tropical Cyclone Man-Yi, which formed on November 15, 2024, passed through the Philippine Sea. This study aims to analyze the impact of Tropical Cyclone Man-Yi on oceanographic conditions, including sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, and wave height in the Philippine Sea. A quantitative approach was employed, utilizing spatial and temporal analyses, as well as mean calculations to determine anomaly values. The data used include daily measurements from the period before, during, and after the occurrence of Tropical Cyclone Man-Yi, along with 15 years of monthly data. These datasets consist of reanalysis data and satellite data from Copernicus. The results indicate that Tropical Cyclone Man-Yi caused a decrease in sea surface temperature, an increase in chlorophyll-a concentration, and an increase in wave height in the Philippine Sea. Temporally, sea surface temperature decreased by up to 0.4°C, chlorophyll-a concentration increased by up to 0.018 mg/m³, and wave height increased by up to 2.5 meters. Based on spatial, temporal, and anomaly value analyses, Tropical Cyclone Man-Yi had a significant impact on wave height changes. Keywords: tropical cyclone, sea surface temperature, chlorophyll-a, wave height   ABSTRAK Siklon tropis merupakan fenomena cuaca ekstrim yang dapat mempengaruhi interaksi antara atmosfer dan lautan. Siklon tropis Man-Yi terbentuk pada tanggal 15 November 2024 dan melewati Laut Filipina. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak siklon tropis Man-Yi terhadap kondisi oseanografi seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan tinggi gelombang di Laut Filipina. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial, temporal, dan perhitungan rata-rata untuk menghitung nilai anomalinya. Data yang digunakan meliputi data harian periode sebelum, saat, setelah kejadian siklon tropis Man-Yi, dan data bulanan  selama 15 tahun. Data tersebut merupakan data reanalisis dan data satelit dari Copernicus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklon tropis Man-Yi memberikan dampak penurunan suhu permukaan laut, peningkatan konsentrasi klorofil-a dan peningkatan tinggi gelombang di Laut Filipina. Secara temporal, suhu permukaan laut menurun hingga 0.4 °C, konsentrasi klorofil-a meningkat hingga 0.018 mg/m³, dan tinggi gelombang meningkat hingga 2.5 m. Berdasarkan hasil analisis spasial, temporal, dan nilai anomalinya, siklon tropis Man-Yi memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan tinggi gelombang. Kata kunci: siklon tropis, suhu permukaan laut, klorofil-a, tinggi gelombang