Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Di Kantor Camat Sape Kabupaten Bima) Putri Windi Handayani; Afifuddin Afifuddin; Sunariyanto Sunariyanto
Respon Publik Vol 16, No 2 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.734 KB)

Abstract

Peran budaya organisasi merupakan salah satu pola dari asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar organisasi bisa mengatasi, menanggulangi permasalahan yang timbul akibat adaptasi ekternal dan internal yang sudah berjalan cukup baik sehingga perlu diajarkan dan diterapkan kepada anggota, kinerja pegawai Camat Sape Kabupaten Bima harus direformasi supaya tanggapan terhadap perubahan yang semakin cepat sehingga diharapkan dapat menciptakan kinerja pegawai yang mampu berkerja secara profesional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi instansi pegawai Camat Sape Kabupaten Bima adalah melaksanakan kinerja secara efektif dan efesien, karena selama ini instansi pemerintah diidentikkan dengan kinerja yang berbelit-belit. Peneliti berusaha menganalisis peran budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Camat Sape Kabupaten Bima. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apa saja yang menjadi bagian dari peran, faktor pendukung dan penghambat berserta dampak Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai Kantor Camat Sape Kabupaten Bima, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses peran budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai melakukan beberapa tahap, dari mulai faktor pendukung dan penghambat, kemudian dampak budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai ini melibatkan beberapa pihak yaitu anggota pegawai Kantor Camat Sape Kabupaten Bima.Kata Kunci: Peran, Faktor Pendukung dan Penghambat, Dampak Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS PACIRAN DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Moh. Ikhwan Nasruddin; Afifuddin Afifuddin; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 2 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.326 KB)

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat serta keberadaan Puskesmas diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Untuk itu pelayanan kesehatan yang diberikan harus baik sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang ada. Tujuan penelitian pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran adalah untuk mengetahui sejauh mana Kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, dan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kualitas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Paciran di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sudah baik, pasien yang datang rata-rata sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Paciran. (2) Untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat dengan empat indikator, pertama mendapatkan pelayanan yang baik, kedua menyelesaikan tugas yang dilakukan dengan cepat, ketiga petugas memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik, dan keempat merespon/menanggapi dengan baik keluhan pasien. (3) Faktor pendukung pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan adalah keramahan petugas, tidak ada perlakuan maupun perbedaan pelayanan, sarana prasarana yang mendukung, sedangkan faktor penghambat pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan adalah keterlambatan dalam pelayanan, lamanya antrian untuk pelayanan di loket dan masih kurangnya lahan parkir di area Puskesmas Paciran. Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan Kesehatan, Puskesmas.
STRATEGI PERUM PERHUTANI KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) TUBAN DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AKAR LANGIT TRINIL (Studi Kasus di Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan) Febriyani Habib Susetyawati; Afifuddin Afifuddin; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 7 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.456 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan atas dasar adanya isu atau fenomena tentang viralnya pohon akar langit di wilayah hutan Perum Perhutani KPH Tuban yang berada di Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong Kabupaten lamongan. Perum Perhutani KPH Tuban melakukan pengembangan objek wisata akar langit trinil yang sebelumnya sebagai hutan lindung dan hutan produksi kemudian menjadi Wana Wisata. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Perum Perhutani KPH Tuban dalam pengembangan objek wisata akar langit trinil, 2) untuk mengetahui dampak sosial dan ekonomi masyarakat dengan adanya pengembangan objek wisata akar langit trinil, serta 3) untuk mengetahui factor penghambat dan factor pendukung dalam pengembangan objek wisata akar langit trinil. Untuk mengetahuinya digunakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Perum Perhutani KPH Tuban dalam pemgembangan Objek Wisata Akar Langit Trinil sudah dalam upaya implementasi, yang nantinya akan dijadikan sebagai objek wisata edukasi, wisata adventure, dengan menambah wahana-wahana yang bersifat lingkungan. Dampak adanya pengembangan objek wisata akar langit trinil terhadap sosial dan ekonomi masyarakat, dimana dampak sosialnya yakni menambah lapangan pekerjaan, dari sebelumnya yang tidak memiliki pekerjaan bisa bekerja atau membuka usaha di sekitar kawasan objek wisata, sedangkan dampak ekonomi dalam pengembangan yakni membantu masyarakat meningkatkan perekonomiannya dan dapat menambah pendapatan dari hasil bekerja atau berjualan. Adapun faktor penghambat dalam pengembangan adalah sarana dan prasarana penunjang yang kurang, dan ada beberapa fasilitas yang kurang terawat karena adanya covid-19 sehingga objek wisata harus tutup untuk beberapa bulan. Sedangkan dari segi faktor pendukung yaitu panorama yang indah, dimana objek wisata akar langit trinil adalah wisata alam yang memiliki keindahan pemandangan yang disuguhkan dan memiliki keunikan pohon akar langit yang menjadikannya viral serta penambahan spot instagramable sehingga wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.  Kata Kunci : Strategi, Pengembangan Objek wisata, Dampak pengembangan
IMPLEMENTASI SISTEM APLIKASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK) DALAM PENGAJUAN PENSIUN DI KABUPATEN MALANG (Studi Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Malang) Sevina Tri Cahyaningrum; Afifuddin Afifuddin; Taufiq Rahman Ilyas
Respon Publik Vol 16 No 10 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi SAPK dalam proses pengajuan pensiun bagi PNS dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat apa saja yang mempengaruhi dalam berjalannya implementasi ini. Dalam penelitian in, jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Greenteori yang digunakan pada fokus penelitian yaitu Model Implementasi menurut George C. Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dalam pengajuan pensiun di Kabupaten Malang menurut Model Implementasi George C. Edward III menunjukkan bahwa indikator yang dimulai dari komunikasi, sumberdaya, disposisi atau sikap pelaksana, dan struktur birokrasi dari penyelenggaraan implementasi ini sudah berjalan cukup baik dalam pelaksanaannya dan juga dapat diterima oleh publik khususnya para PNS yang akan mengajukan pensiun.  Selain itu faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi jalannya implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dalam pengajuan pensiun di Kabupaten Malang yaitu pertama didukung dari segi hukum yakni menurut UU No. 43 pasal 34 Tahun1999 dan kebijakan pemerintah tentang implementasi e-government tahun 2003 yang menggunakan informasi teknologi untuk pelayananya. Untuk itu teknologi informasi berupa Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) ini diimplementasikan untuk memberikan pelayanan terhadap Aparatur Sipil Negara. Lalu juga terdapat faktor penghambat yang mempengaruhi proses implementasi SAPK dalam memberi pelayanan khususnya pelayanan untuk pengajuan pensiun di Kabupaten Malang, yaitu; perubahan regulasi dan  jaringan internet yang kurang stabil. Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) sendiri memanfaatkan teknologi informasi yang pasti berhubungan dengan jaringan internet dalam penggunaannya. Masalah internet yang kurang stabil dalam penerapan kebijakan ini ikut mempengaruhi hasil dari proses implementasi tersebut. Hal lain yang menjadi penghambat disini yaitu dari server aplikasi SAPK yang terkadang down dari pusat, hal ini disebabkan karena penggunaan aplikasi secara serempak atau bersamaan oleh aparatur yang bertugas. Kata Kunci : Implementasi, SAPK, E-Government, teknologi informasi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DALAM MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SDN NOREH 3 (Studi Kasus SDN Noreh 3 Kec. Sreseh, Kab. Sampang) Najmatul Ulla; Afifuddin Afifuddin; Septina Dwi Rahmawati
Respon Publik Vol 16 No 10 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini didasari oleh pengamatan peneliti tentang dampak adanya bantuan dana BOS dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SDN Noreh 3 dari segi input, proses dan output untuk meningkatkan pengembangan kualitas pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan observasi lapangan, wawancara secara mendalam dan dokumentasi dari data-data yang berhubungan dengan Implementasi Kebijakan Dana BOS dalam Meningkatkan Pengembangan Kualitas Pendidikan di SDN Noreh 3. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi kebijakan dana BOS di SDN Noreh 3 menggunakan variabel Edwards III terkait komunikasi terhadap kejelasan informasi yang disampaikan terkait dana BOS kepada wali murid masih belum transparansi dengan baik, serta keterbatasan sumber daya manusia menyebabkan tumpang tindihnya uraian dan fungsi pelaksana pengelola dana BOS. (2) Dalam mengkaji indikator peningkatan pengembangan kualitas pendidikan melalui dana BOS menurut Fattah (2009) bahwasannya dengan adanya dana BOS mutu masukkan, proses dan keluaran pendidikan di SDN Noreh 3 dapat memberikan pengaruh terhadap keefektifan kegiatan proses belajar mengajar. (3) Mengetahui faktor pendukung adanya implementasi kebijakan dana BOS dalam meningkatkan pengembangan kualitas pendidikan di SDN Noreh 3 adanya hubungan kerjasama yang baik antara pihak pelaksana pengelola dana BOS dengan guru serta komite sekolah (4) Selain itu untuk mengetahui faktor penghambat adanya implementasi kebijakan dana BOS dalam meningkatkan pengembangan kualitas pendidikan di SDN Noreh 3 yaitu dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki berupa sumber daya manusia maupun finansial dapat memper hambat proses pendidikan melalui dana BOS. Kata Kunci: Implementasi, BOS, Kualitas Pendidikan
INOVASI DAN KREATIVITAS PUBLIC SERVICE DALAM ERA OTONOMI DAERAH SEBAGAI MODERN LOCAL GOVERNMENT Afifuddin Afifuddin
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang Vol 4 No 2 (2021): Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/yur.v4i2.11216

Abstract

The implementation of public services is still going on with the old public administration practices. Therefore, it is time for the bureaucracy to change its mindset. The development of the paradigm of public administration can bring enlightenment to the bureaucracy. Public Service innovation and creativity is one of the right solutions in the era of regional autonomy in achieving the welfare of modern regional government. So that innovation and creativity are needed to translate public interest in accelerating the goal of regional autonomy, namely nation building. This study raised the formulation of the problem; (1). How is the innovation and creativity of public service in the era of regional autonomy as a modern local government? (2). What are the supporting and inhibiting factors for implementing innovation and creativity in public service in the era of regional autonomy as modern local government in Indonesia? This study was designed using qualitative methods with interactive techniques. The results of this study are expected to find new concepts that can be applied in improving public services in Indonesia, and to realize these innovations the government needs space for creativity.
Improving Public Services: Exploring Hybrid Population Administration Service Innovations in Malang Regency Afifuddin Afifuddin; Didik Supriyanto; Indra Kertati; Wahyu Wirasati; Satriadi Satriadi
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v7i2.51186

Abstract

Population administration services are in charge as a crucial and strategic agent in ensuring the integrity of population data. In consequence, there is a requirement for the government to continuously improve and enhance the quality of these services. The research applies qualitative methods with a case study focus to examine the process and implications of a hybrid program that integrates government elements and spiritual values, known as Subuh Keliling Sukseskan Administrasi Kependudukan Terintegrasi (Suling Sakti). It was initiated by the Population and Civil Registration Office in Malang, East Java. In collecting data, this research applied observation, documentation, and interview techniques. The data analysis process is divided into three steps: data condensation, data presentation, and conclusion drawing or verification. The result found that the "Suling Sakti" for the Population and Civil Registration Office, which is implemented after Shubuh prayer, provides easy access to population administration services for the community without having to visit the office. In its planning, the program went through two important key phases: agenda setting and adjustment. The implementation phase includes three stages: redefinition, clarification, and routine, to ensure the effectiveness and sustainability of the program in the future. The recommendations from this study are geared towards the development of more comprehensive and sustainable programs in the public service sector in the future.
The implementation of the Regional Development Plan policy focuses on developing the potential of empowered villages in Batu City Hayat Hayat; Rudianto Rudianto; Slamet Muchsin; Afifuddin Afifuddin
ARISTO Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v12i1.7628

Abstract

Rural development aims to enhance the well-being and quality of life of rural communities and reduce poverty through the provision of basic needs, infrastructure development, local economic growth, and sustainable utilization of natural resources and the environment. To achieve these goals, the Village Law implements two approaches, namely "Building the Village" and "Village Development," integrated into village development planning. This research employs qualitative descriptive methods to provide a comprehensive and detailed overview of the investigated subject, aiming to understand the implementation of Regional Development Plan Policies focusing on empowering villages in the city of Batu. The study utilizes qualitative descriptive methods and in-depth interviews. The implementation of Regional Development Plan Policies in the city of Batu is documented in the Medium-Term Regional Development Plan (RPJMD) of Batu City for the period 2017-2022 and the Regional Development Plan (RPD) of Batu City for the period 2023-2026. The policy implementation is formalized through Regional Regulations and Local Regulations (Mayor's Regulations) both attributively and delegatively.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI SENDOK KAYU DI JETAK UTARA MALANG Muhammad Agus Salim; Ika Nuriyanti; Afifuddin Afifuddin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1650-1659

Abstract

Industri kecil rumah tangga saat ini banyak ditekuni oleh masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan produktifitas ekonomi dan kesejahteraan serta untuk membantu menopang resistensi ekonomi nasional. industri Sendok kayu milik bapak Suyatno adalah salah satu dari beberapa industri kerajinan yang berlokasi di di Jl. Mulyodadi No. 63B jetak Utara Dau Malang. Tetapi beberapa masalah dan kendala yang masih dialami oleh pelaku usaha tersebut antara lain : kendalam dalam peningkatan kuantitias dan kualitas produksi sendok kayu yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : masih lemahnya dalam pemanfaatan alat berbasis teknologi serta cara mengelola sistem keungan dan pemasaran produk. Metode pengabdian yang digunakan dalam pengambdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi yakni dengan memberikan pemahaman materi, serta memberikan alat inovasi guna mengembangkan dan meningkatkan industri sendok kayu. Hasil pengabdian ini antara lain memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan alat berbasis IPTEK, serta manamene keuangan dan pemasaran.