Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Gambaran Tekanan Darah, Indeks Massa Tubuh, dan Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Kedokteran Umum Angkatan Tahun 2014 Abaa, Yoel P.; Polii, Hedison; Wowor, Pemsi M.
e-Biomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v5i2.18509

Abstract

Abstract: This study was aimed to obtain the profile of blood pressure and factors that could influence blood pressure of Medical Faculty students of Sam Ratulangi University of Manado year 2014. This was a descriptive study with a cross sectional design. Study population consisted of 75 students year 2014. Respondents were 48 students obtained by using simple random sampling technique. The results showed that most respondents had normal systolic pressure (41 respondents; 85.4%), normal diastolic pressure (44 respondents; 91.6%), normal body mass index (27 respondents; 56.2%), and low physical activity (43 respondents; 89.6%). Conclusion: Most students had normal systolic blood pressure, normal diastolic blood pressure, normal BMI, and low physical activity.Keywords: blood pressure, body mass index, physical activity Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan tahun 2014. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah seluruh mahasiswa angkatan 2014 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang berjumlah 75 orang. Terdapat 48 responden diperoleh dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian mendapatkan bahwa tekanan sistolik terbanyak ialah kategori normal (41 responden; 85,4%) dan tekanan diastolik terbanyak ialah kategori normal (44 responden; 91,6%). Indeks massa tubuh terbanyak ialah kategori normal (27 responden; 56,2%). Tingkat aktivitas fisik responden terbanyak yaitu aktifitas fisik ringan 43 orang (89,6%). Simpulan: Pada penelitian ini sebagian besar mahasiswa memiliki tekanan darah sistolik kategori normal, tekanan darah diastolik kategori normal, IMT normal, dan aktivitas fisik ringan.Kata kunci: tekanan darah, indeks massa tubuh, dan aktivitas fisik
Pengaruh pemberian vitamin C terhadap kadar neutrofil setelah latihan fisik Setiawan, Geri W.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Polii, Hedison
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10849

Abstract

Abstract: Vitamin C is a water soluble antioxidant. Vitamin C can prevent tissue damage by reducing the production of oxidants. Supplementation of vitamin C is reported to have a protective effect against muscle injury induced by physical exercise. Physical exercise can trigger oxidative stress caused by tissue injury. Neutrophils play an active role in the process of phagocytosis of bacteria, microorganisms, and clean up the damaged tissue caused by tissue injury. The purpose of this research is to know the effect of vitamin C on neutrophil count after physical exercise. The study was a field experimental with pre post test control group design. To test the significance of this research, the statistical test such as Mann Whitney U with a standard error of 5% or α = 0.05. Physical exercise such as futsal for 60 minutes conducted by 30 male respondents were divided into 2 groups: treatment and control. The levels of neutrophils measured after physical exercise and after the administration of vitamin C 500 mg. There was no significant effect of vitamin C on levels of neutrophils after physical exercise where significant value 0.378. Conclusion: In this research vitamin C had no effect on levels of neutrophils after physical exercise.Keywords: vitamin c, neutrophil, physical exercise, oxidative stressAbstrak: Vitamin C adalah antioksidan yang larut dalam air. Vitamin C dapat mencegah kerusakan jaringan dengan mengurangi produksi oksidan. Suplementasi vitamin C dilaporkan memiliki efek protektif terhadap cedera otot yang diinduksi latihan fisik. Latihan fisik dapat memicu stres oksidatif yang disebabkan oleh cedera jaringan. Neutrofil berperan aktif dalam proses fagositosis bakteri, mikroorganisme, dan membersihkan sisa jaringan rusak yang disebabkan oleh cedera jaringan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh vitamin C terhadap kadar neutrofil setelah latihan fisik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental lapangan dengan rancangan pre post test control group design. Untuk menguji signifikansi dari penelitian ini maka dilakukan uji statistik Mann Whitney U test dengan taraf kesalahan yaitu 5 % atau α = 0,05. Latihan fisik berupa olahraga futsal selama 60 menit dilakukan oleh 30 responden laki-laki yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu perlakuan dan kontrol. Kadar neutrofil diukur setelah latihan fisik dan setelah pemberian vitamin C 500 mg. Tidak terdapat pengaruh signifiakan pemberian vitamin C terhadap kadar neutrofil setelah latihan fisik dimana nilai signifikannya 0,378. Simpulan: Pada penelitian ini vitamin C tidak berpengaruh terhadap kadar neutrofil setelah latihan fisik.Kata kunci: vitamin c, neutrofil, latihan fisik, stres oksidatif
Gambaran menstruasi atlit basket di SMAN 9 Manado Tanudjaja, Lia M.; Polii, Hedison; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.10821

Abstract

Abstract: Women or female involved in sport usually become athlete, and athlete usually have high levels of physical exercise, but excess of physical exercise can cause disturbances in female reproductive organ that affects menstrual cycle. Several studies have been conducted to determine the relationship between excess energy consumption due to high level of physical exercise with impaired reproductive function in female athletes such as primary amenorrhea, secondary amenorrhea, and oligomenorrhea. This study aimed to obtain the description of menstruation in female basketball athletes on SMAN 9 Manado. This was a descriptive study using a prospective cross-sectional design. Subjects taken were female students from SMAN 9 Manado who met the inclusion criteria. Instrument that used are physical exercise and menstruation questionnaire. The result showed that 16 subjects had normal menstrual cycle, 12 subjects experienced polymenorrhea, 4 subjects experienced oligomenorrhea, and 1 subject had experienced secondary amenorrhea. Conclusion: Most of the female basketball athletes of SMAN 9 Manado experienced polymenorrhea, some experienced oligomenorrhea, and only one athlete had experienced secondary amenorrhea.Keywords: menstrual disorder, physical exercise, amenorrhea, oligomenorrheaAbstrak: Wanita yang terlibat dalam dunia olahraga banyak yang menjadi atlet sehingga memiliki tingkat latihan fisik yang cukup tinggi. Latihan fisik yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada wanita, diantaranya dapat menimbulkan gangguan pada siklus menstruasi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pemakaian energi berlebih akibat latihan fisik yang tinggi dengan timbulnya gangguan fungsi reproduksi pada atlet wanita berupa amenorea primer, sekunder, dan oligomenorea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran menstruasi pada atlet basket siswi di SMAN 9 Manado. Metode penelitian ini deskriptif prospektif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah siswi-siswi SMAN 9 Manado yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner latihan fisik dan menstruasi. Hasil penelitian didapatkan 16 subjek memiliki siklus haid normal, 12 subjek mengalami polimenorea, 4 subjek mengalami oligomenorea, dan 1 subjek pernah mengalami amenorea sekunder. Simpulan: Sebagian besar atlet basket di SMAN 9 Manado mengalami polimenorea, beberapa mengalami oligomenorea, dan hanya 1 atlit yang pernah mengalami amenorea sekunder.Kata kunci: gangguan menstruasi, latihan fisik, amenorea, oligomenorea.
GAMBARAN TINGKAT SENSITIFITAS TELAPAK TANGAN PADA PEKERJA SALON KECANTIKAN DI KOTA MANADO Solangs, Trinny M.C.A.; Pangemanan, D.; Polii, Hedison
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.1174

Abstract

Abstract: In this study the sensitivity level of difference in getting on palms beauty salon workers between the age groups of adolescents with adult age groups. However, the results of this study obtained data the different levels of sensitivity palms beauty salon workers in both age groups rernaja and adult age groups, in which the adolescent age group level of sensitivity on the palm of his hand is higher than in the adult age group, so that the research This nosiseptor at salon workers in the teenage years with the number amounted to 23 workers and nosiseptor percentnya by as much as 45%. Although the level of sensitivity on the palm of the hand is different beauty salon workers. Manifestations of chemical workers exposed to the beauty parlor palms and age, but at the age of adolescents with a higher sensitivity rate than adult rare cause. Therefore, teenage beauty salon worker with a high sensitivity palms generally have long contaminated chemicals. To measure the level of sensitivity on the palm of beauty salon worker, used a seal test trials and the results confirmed by frequency tables. Because the cost of a cheap and practical and beauty salon area which is along the road Malalayang Keyword: sensitivity, nosiseptor.     Abstrak: Dalam penelitian ini di dapatkan perbedaan tingkat sensitivitas pada telapak tangan pekerja salon kecantikan antara kelompok yang usia remaja dengan kelompok yang usia dewasa. Namun pada hasil penelitian ini diperoleh data adanya perbedaan tingkat sensitivitas telapak tangan pekerja salon kecantikan baik pada kelompok yang usia rernaja maupun kelompok yang usia dewasa, dimana pada kelompok usia remaja tingkat sensitivitas pada telapak tangannya lebih tinggi dibanding pada kelompok yang usia dewasa, sehingga pada penelitian ini nosiseptor pada pekerja salon pada usia remaja dengan banyaknya nosiseptor berjumlah 23 pekerja dan menurut percentnya sebanyak 45%. Oleh karena itu pekerja salon kecantikan usia remaja dengan sensitivitas telapak tangan yang tinggi umumnya belum lama terkontaminasi bahan kimia. Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab perbedaaan tingkat sensitifitas pada pekerja salon kecantikan tersebut. Untuk mengukur tingkat sensitivitas pada telapak tangan pekerja salon kecantikan, digunakan uji test stempel dan hasil dikonfirmasikan dengan tabel frekwensi. Karena biaya yang murah dan praktis dan area salon kecantikan yang berada di sepanjang jalan malalayang. Kata Kunci: sensivitas, nosiseptor.
PENGARUH SENAM BUGAR LANJUT USIA (LANSIA) TERHADAP KADAR ASAM URAT PENDERITA HIPERTENSI Tatara, Hubert I.; Wungouw, Herlina I. S.; Polii, Hedison
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4364

Abstract

Abstract: The increase of life expectancy contributes to complex impact on diseases suffered by the elderly. Although it is yet to be considered as a risk factor, data suggests that uric acid is one of the risk factors of cardiovascular disease. Exercise is an effort which prevents the increase of uric acid levels. 'Senam Lansia' (Elderly Aerobics) is a light, simple & easy to apply to the elderly. This study has purposed to know about elderly aerobics effects on uric acid levels in patients with hypertension. This study is a one group pre-post test, that was conducted as a field at BPLU Senja Cerah. Elderly aerobics has been doing 3 times in a week for 3 weeks in 30 subjects. The result shows a significant decrease of uric acid levels before and after the exercise, with an average difference of 1,56 mg/dl. The confidence interval value for lower is 0,84 & 2,28 for upper. Based on the result of statistic test, (p) value which is the signification value is 0,00 smaller than the value of alpha (a = 0,05). This study proves that elderly aerobics contributes significantly in the levels of uric acid in patients with hypertension. Keywords: elderly, elderly aerobics, hypertension, uric acid     Abstrak: Usia harapan hidup yang semakin meningkat, membawa dampak semakin kompleks dalam hal penyakit yang bisa diderita oleh orang lanjut usia. Meskipun belum dianggap sebagai faktor resiko, namun data yang ada menunjukkan asam urat merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskular. Salah satu pencegahan dari meningkatnya kadar asam urat yakni dengan berolahraga. Senam lansia adalah olahraga ringan, mudah dilakukan dan tidak memberatkan untuk diterapkan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam bugar lansia terhadap kadar asam urat penderita hipertensi. Penelitian bersifat eksperimental lapangan dengan rancangan one group pre-post test yang dilakukan pada 30 penderita hipertensi di BPLU Senja Cerah. Dilakukan senam bugar lansia 3 kali seminggu dengan lama latihan selama 3 minggu. Kadar asam urat sebelum dan sesudah senam diukur, dan dianalisa. Hasil yang didapat, terjadi penurunan bermakna kadar asam urat antara sebelum dan sesudah senam bugar lansia dengan selisih rata-rata sebesar 1,56 mg/dl. Nilai confidence interval, yaitu 0,84 untuk lower dan 2,28 untuk upper. Nilai signifikasi (p) dari hasil uji statistik yaitu 0,00 lebih kecil dari nilai alpha (α = 0,05). Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan senam bugar lansia terhadap kadar asam urat penderita hipertensi. Kata Kunci: asam urat, hipertensi, lansia, senam bugar lansia
PROFIL TNF-α SESAAT SETELAH MELAKUKAN SENAM ZUMBA Ratulangi, Maria R. J.; Polii, Hedison; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.10839

Abstract

Abstract: Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-?) is one type of pro inflammatory cytokines produced by macrophages and T cell as response to acute inflammation and trauma. Exercise can be the cause of the physical stress that can lead to muscle and joints damage. Damaged muscles and joints which caused by exercising will be responded by the body inflammatory system to release pro inflammatory cytokines. Zumba fitness is an exercise that combines dance and aerobic steps. It is an application form of High Intensity Interval Training. The objective of this research is to determine the TNF-?profile of medical students of Sam Ratulangi University shortly after zumba exercise. This research is an experimental study using post test design. The respondents are 18 medical students of Sam Ratulangi University batch 2014 who met the inclusion criterias. Blood samples were taken as soon as the respondents finished 1 hour of zumba exercise. TNF-? levels were measured with an enzyme-linked immunosorbent essay (ELISA) Quatikine ® Human TNF-?. Based on the research the highest level of TNF-? is 97,59 mg/mL and the lowest level is 34,25 pg/mL with average levels of TNF-? is 75,27 pg/mL. It can be concluded that the levels of TNF-? of all subjects lay on normal range (10 pg/mL ? 100 pg/mL).Keywords: TNF-?, immune system, zumbaAbstrak: Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-?) merupakan salah satu jenis sitokin pro-inflamasi yang diproduksi oleh makrofag dan sel T sebagai respon inflamasi akut atau respon terhadap trauma. Olahraga dapat menjadi penyebab stres fisik yang dapat mengakibatkan cedera otot maupun sendi. Kerusakan otot dan sendi yang diakibatkan karena berolahraga akan direspon oleh tubuh dengan dirangsangnya sistem inflamasi sehingga dilepaskan sitokin pro-inflamasi. Senam zumba adalah salah satu jenis olahraga aerobik yang menggabungkan tarian dan unsur aerobik dan merupakan bentuk penerapan dari metode High Intensity Interval Training, yakni latihan kardio yang dilakukan dalam waktu singkat dengan intensitas yang tinggi.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui profilTNF-?pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT sesaat setelah melakukan senam zumba. Penelitian ini bersifat eksperimental lapangan dengan menggunakan rancangan post test design. Subjek penelitian berjumlah 18 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi.Sampel darah diambil segera setelah senam zumba selama 1 jam. Kadar TNF-? diukur dengan menggunakan enzyme-linked immunosorbent essay (ELISA) Quatikine ® Human TNF-?.Hasil penelitian ini menunjukkan kadar TNF-?tertinggi yaitu 97,59 mg/mL dan kadar TNF-?terendah yaitu 34,25 pg/mL. Rata-rata kadar TNF-? semua subjek yaitu 75,27 pg/mL.Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwakadarTNF-?semua subjekberada pada kisaran normal (10 pg/ml ? 100 pg/ml).Kata kunci: TNF-?, sistem imun, zumba
Pengaruh lama paparan dan masa kerja terhadap visus pada pekerja rental komputer di Kecamatan Sario dan Malalayang Kota Manado Lumolos, Mouren P.; Polii, Hedison; Marunduh, Sylvia R.
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14613

Abstract

Abstract: Eyes are important sense that need regular inspection and maintenance. Impaired vision caused by the use of computers, by The American Optometric Association called Computer Vision Syndrome (CVS). Among the many diseases of the eye, refractive errors is one of the eye disorders that very common throughout the world. Refractive disorders usually caused by the habit of reading too close, causing eyestrain (astenopia) and excessive light radiation received by the eye, among them the light radiation of computers and televisions. The objective of this study is to determine the effect of exposure time and working duration to visual aquity on computer rental workers in sario and malalayang regency. This study uses a consecutive sampling method with a sample of 67 respondents drawn from the working computer rentals in the city of Manado. To answer the problem formulation can be seen from the partial test in which the partial test aims to determine the effect of partially independent variable. Based on the results of the discussion can be said that the variables exposure time, and working duration significant effect on visual acuityKeywords: computer rental workers, frequency distribution and logistic regression Abstrak: Mata adalah panca indera penting yang perlu pemeriksaan dan perawatan secara teratur. Gangguan penglihatan yang disebabkan karena penggunaan komputer, oleh The American Optometric Association dinamakan Computer Vision Syndrome(CVS). Dari sekian banyaknya penyakit mata, ternyata kelainan refraksi pada mata merupakan salah satu kelainan mata yang sangat umum dijumpai di seluruh dunia. Kelainan refraksi biasa disebabkan oleh adanya faktor kebiasaan membaca terlalu dekat sehingga menyebabkan kelelahan pada mata (astenopia) dan radiasi cahaya yang berlebihan yang diterima mata, di antaranya adalah radiasi cahaya komputer dan televisi. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Lama Paparan dan Masa Kerja Terhadap Visus Pada Pekerja Rental Komputer Di Kecamatan Sario Dan Malalayang Kota Manado” merupakan suatu penelitian tentang pengaruh lama paparan dan masa kerja terhadap visus pada pekerja rental komputer di Kecamatan Sario dan Malalayang kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode Consecutive sampling dengan sampel sebanyak 67 responden yang diambil dari para pekerja rental komputer di Kota Manado. Untuk menjawab rumusan masalah dapat dilihat dari Uji parsial dimana Uji parsial bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari variabel independen. Bedasarkan hasil dari pembahasan bahwa dapat dikatakan variabel lama paparan, dan masa kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap visus. Kata kunci: pekerja rental komputer, distribusi frekuensi dan regresi logistik.
PENGARUH LATIHAN AEROBIK TERHADAP FORCED VITAL CAPACITY (FVC)PRIA DEWASA DENGANOVERWEIGHT Sagay, Ester Florencia; Polii, Hedison; Wungouw, Herlina I. S.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1624

Abstract

Abstract: Changes to respiratory function due to regular aerobic exercise will affect the value of pulmonary function, especially in Forced Vital Capacity (FVC). This research aimed to determine the effect of aerobic exercise on FVC overweight male students of Unsrat Medical Faculty. This research is analytic with design experimental, one group pre and post test design. The sampling technique used is non-purposive sampling technique. The research sample was taken from the students of the Faculty of Medicine 2009, Univercity of Sam Ratulangi who fulfill the inclusion criteria. Some 32 students were selected as research subjects. After giving informed consent, FVC measurement was done with the spirometer. After it was measured, they were given treatmen in the form aerobic exercise using a stationary bike for three weeks with frequency of exercise three times a week and exercise intensity for 30 minutes. We measured again FVC values after the exercise three times program. Normality test data showed significance for FVC value before treatment by 0.752, and after treatment by 0.912. Comparison of the average value before and after exercise were tested by using a paired test. Significant value for FVC is P = 0.084, means there is no significant difference between FVC values before and after exercise (P> 0.05). The mean FVC was 3.88 before treatment and after treatment the mean value was 4.00, an increase in the average value of 0.11. Conclusion:Aerobic Exercise on a regular basis using a stationary bike on the overweight male student can improve lung function in particular the mean FVC but there was no significant difference from the mean value. Keywords: FVC, Aerobic Exercise, Overweight.   Abstrak: Perubahan fungsi pernapasan karena latihan aerobik secara teratur akan mempengaruhi nilai fungsi paru khususnya Forced Vital Capacity (FVC). Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan aerobik terhadap FVC mahasiswa pria Fakultas Kedokteran Unsrat dengan berat badan lebih.Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan eksperimental one grup pre and post test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non purposive sampling. Sampel penelitian diambil dari Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2009.Sejumlah 32 orang mahasiswa terpilih sebagai subjek penelitian dan dilakukan pengukuran FVC dengan Spirometer.Setelah itu diberikan perlakuan berupa latihan aerobik menggunakan sepeda statis selama tiga minggu dengan frekuensi latihan tiga kali seminggu dan intensitas latihan selama 30 menit.Selanjutnya dilakukan pengukuran kembali nilai FVC sesudah program latihan.Uji normalitas data menunjukkan nilai signifikansi untuk FVC sebelum perlakuan sebesar 0.752, dan sesudah perlakuan sebesar 0.912. Perbandingan nilai rata  rata  sebelum dan sesudah latihan diuji dengan menggunakan uji t berpasangan.Nilai signifikan untuk FVC adalah P = 0.084, berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai FVC sebelum dan sesudah latihan (P > 0.05) .Nilai rerata FVC sebelum pelakuan adalah 3,88  dan nilai rerata sesudah perlakuan adalah  4,00,  terjadi penigkatan nilai rerata sebesar 0,11.Simpulan:Latihan Aerobik menggunakan sepeda statis secara teratur dapat meningkatkan nilai rerata fungsi paru khususnya FVC tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari nilai rerata tersebut. Kata Kunci: FVC, Latihan Aerobik, Berat Badan Lebih (Overweight).
Perbandingan Massa Tulang Sebelum dan Sesudah Melakukan Senam Zumba pada Wanita Dewasa Senduk, Madeleine N. W.; Polii, Hedison; Doda, Diana V. D.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 11, No 1 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.11.1.2019.23206

Abstract

Abstract: Osteopenia commonly occurs in people over 50 years, however, several studies also showed that osteopenia affected young adults. Osteopenia can develop into osteoporosis. International Osteoporosis Foundation estimated that women in Indonesia had risk of developing osteoporosis four times greater than men. Osteopenia and osteoporosis can be prevented by physical exercise such as aerobic exercises inter alia Zumba exercise. This study was aimed to determine whether there was a difference in bone mass before and after 4-week Zumba exercise. This was an experimental study with one group pretest and posttest design conducted on 16 subjects of adult females in a fitness center in Manado, North Sulawesi. Zumba exercise was performed in 4 weeks. Bone mass before and after Zumba exercise was measured by using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data were analyzed with paired sample t-test. The results showed that the average of bone mass before Zumba exercise was 2.281 kg and the average of bone mass after Zumba exercise was 2.306 kg with a P value of 0.104. Conclusion: There was no significant difference in bone mass before and after 4-week Zumba exercise.Keywords: bone mass, Zumba exerciseAbstrak: Osteopenia umumnya terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa osteopenia telah menyerang usia muda. Osteopenia dapat berlanjut menjadi osteoporosis. Menurut International Osteoporosis Foundation, risiko osteoporosis pada wanita di Indonesia 4 kali lebih tinggi dibandingkan pria. Osteopenia dan osteoporosis dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga aerobik, antara lain senam Zumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan massa tulang sebelum dan sesudah melakukan senam Zumba. Jenis penelitian ialah eksperimental lapangan dengan rancangan one group pretest dan posttest yang dilakukan pada 16 wanita dewasa pada salah satu pusat kebugaran di Manado, Sulawesi Utara. Senam Zumba dilaksanakan selama 4 minggu. Massa tulang sebelum dan sesudah senam Zumba diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Uji statistik dilakukan menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rerata massa tulang sebelum senam Zumba 2,281 kg dan rerata massa tulang sesudah senam Zumba selama 4 minggu 2,306 kg dengan nilai P=0,104. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna antara massa tulang sebelum dan sesudah melakukan senam Zumba selama 4 minggu.Kata kunci: massa tulang, senam Zumba
PKM PRIA KAUM BAPA DAN WANITA KAUM IBU UNTUK PENYULUHAN OSTEOARTHRITIS di JEMAAT GMIM EL-MANIBANG KELURAHAN MALALAYANG II Kec. MALALAYANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Engka, Joice Nancy A.; Manampiring, Aaltje; Polii, Hedison
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi osteoarthritis total di Indonesia 34,3 juta orang pada tahun 2002 dan mencapai 36,5 juta orang pada tahun 2007. Diperkirakan 40% dari populasi usia diatas 70 tahun menderita osteoarthritis, dan 80% pasien osteoarthritis mempunyai keterbatasan gerak dalam berbagai derajat dari ringan sampai berat yang berakibat mengurangi kualitas hidupnya . Oleh karena sifatnya yang kronik-progresif, osteoarthritis mempunyai dampak sosio-ekonomi yang besar, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Diperkirakan 1 sampai 2 juta orang lanjut usia di Indonesia menderita cacat karena osteoarthritis . Prevalensi osteoarthritis lutut pada pasien wanita berumur 75 tahun ke atas dapat mencapai 35% dari jumlah kasus yang ada.(Soeroso,2006) Kelurahan Malalayang II merupakan salah satu kelurahan dari 9 Kelurahan yang ada di Kecamatan Malalayang yang terletak di Wilayah Kotamadya Manado bagian Selatan Propinsi Sulawesi Utara. Kelurahan ini memiliki beberapa denominasi jemaat, salah satunya GMIM El- Manibang yang terdiri dari 20 kolom dengan jumlah anggota yang berusia produktif sekitar 50 % . Hasil diskusi informal dengan para Pria Kaum Bapa (PKB) dan Wanita Kaum Ibu (WKI) pada umumnya mengalami masalah pada persendian teristimewa pada bagian lutut , hal ini disebabkan Lokasi dari anggota jemaat Gereja El Manibang berada di Jalan Manibang yang jalannya seperti perbukitan dengan tanjakan yang naik dan turun. Program penyuluhan kesehatan mengenai osteoartritis yang meliputi penyebab, gejala, penanganan dan pencegahannya. Penyuluhan ini telah diikuti oleh 36 orang terdiri dari PKB 15 orang dan WKI 21 orang.. Adanya peningkatan pengetahuan dengan menjalankan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan.__________________________________________________________________________Keywords : ostheoarthritis.