Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perbandingan Ketebalan Tunika Intima-Media Arteri Karotis Pada Remaja Dengan Berat Badan Normal dan Berat Badan Berlebih Mongkareng, Allyscia A. S.; Polii, Hedison; Pangkahila, Erwin A.
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7310

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Ketebalan tunika intima media arteri karotis (CIMT) merupakan indikator awal aterosklerosis yang dapat dinilai secara noninvasif melalui ultrasonografi. Peningkatan CIMT telah dikaitkan dengan berbagai faktor risiko kardiovaskular, termasuk berat badan berlebih. Namun, penelitian mengenai perbedaan CIMT pada kelompok usia muda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketebalan tunika intima media arteri karotis pada remaja dengan berat badan normal dan berat badan berlebih di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2024 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Sampel terdiri dari 14 laki-laki (18,7%) dan 61 perempuan (81,3%) dengan rentang usia 17–21 tahun (rerata 18,91 ± 1,04 tahun). Pengukuran berat badan dilakukan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoise, sedangkan ketebalan CIMT diukur dengan USG Doppler CBC D60. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov dan Mann–Whitney U. Hasil: Rata-rata CIMT kelompok berat badan normal adalah 0,43 ± 0,08 mm, sedangkan kelompok berat badan berlebih 0,53 ± 0,15 mm. Uji Mann–Whitney menunjukkan p = 0,000, menandakan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan ketebalan CIMT antara remaja dengan berat badan normal dan berlebih. Berat badan berlebih dikaitkan dengan peningkatan CIMT sebagai indikator awal proses aterosklerosis
Hubungan Kualitas Tidur dengan Gait Speed pada Mahasiswa Kedokteran Nayoan, Oswaldo S.; Wungouw, Herlina I. S.; Polii, Hedison
Medical Scope Journal Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICAL SCOPE JOURNAL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v8i2.67066

Abstract

Abstract: Poor sleep quality can impair motor functions, including balance and neuromuscular coordination. Gait speed is widely recognized as an important indicator of both motor and cognitive function. Medical students frequently experience reduced sleep quality due to demanding academic workloads, yet no research has examined this relationship in Indonesia. This study aimed to determine the relationship between sleep quality and gait speed among medical students. This cross-sectional analytic study involved 80 first-year medical students (aged 16–20 years) of Faculty of Medicine Universitas Sam Ratulangi, Manado, with normal BMI. Sleep quality was measured using the Indonesian version of the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), while gait speed was assessed using a stopwatch over a 4-meter walkway. Data were analyzed using the Pearson correlation test. The results showed that 83.75% of participants had poor sleep quality (PSQI >5), and 12.50% demonstrated slow gait speed. There was a significant negative correlation between sleep quality and gait speed (r=-0.402; p=0.000). In conclusion, poor sleep quality is significantly associated with slower gait speed among medical students. Keywords: sleep quality; gait speed; medical students; motor function    Abstrak: Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada fungsi motorik, termasuk keseimbangan dan koordinasi neuromuskular. Gait speed dikenal sebagai indikator penting fungsi motorik dan kognitif. Mahasiswa kedokteran berisiko mengalami penurunan kualitas tidur akibat tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan kualitas tidur dan gait speed pada mahasiswa kedokteran. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 80 mahasiswa semester 1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado yang berusia 16–20 tahun dengan IMT normal. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI versi Indonesia, sementara gait speed diukur menggunakan stopwatch pada lintasan 4 meter. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 83,75% responden memiliki kualitas tidur buruk (PSQI >5), dan 12,50% memiliki gait speed lambat. Terdapat korelasi negatif bermakna antara kualitas tidur dan gait speed (r=-0,402; p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah kualitas tidur yang lebih buruk berhubungan bermakna dengan gait speed yang lebih lambat pada mahasiswa kedokteran. Kata kunci: kualitas tidur; gait speed; mahasiswa kedokteran; fungsi motorik
Correlation of Body Mass Index (BMI) with Forced Vital Capacity (FVC) and Forced Expiratory Volume 1 Second (FEV1s) in Adolescents Polii, Hedison; Engka, Joice. N.A; Assa, Youla A.
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v15i2.62054

Abstract

The Respiratory System plays an important role for humans. The main function of the respiratory system is to obtain oxygen (O2) required by the body’s cells and to expel carbon dioxide produced by the cells. Body Mass Index (BMI) influences lung volume. Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1) is the lung capacity that includes the volume of air that can be forcefully exhaled in one second during a pulmonary function test. FEV1 is often used as an important parameter in evaluating lung function. This study aims to investigated the relationship between Body Mass Index (BMI) and Forced Vital Capacity (FVC), as well as Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1), in adolescents. This research is an analytical observational study using a cross-sectional research design. Sampling was performed using purposive sampling techniques. Data collection involved measuring body weight and height to calculate BMI and measuring Forced Vital Capacity (FVC) using a spirometer. Data analysis was conducted using normality tests and Spearman’s correlation test. The study results revealed correlation between Forced Vital Capacity (FVC) and Body Mass Index in adolescents. Other results showed that there was no statistically significant relationship between Body Mass Index and FEV1s in adolescents.