Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENENTUAN KELAYAKAN ASPEK FINANSIAL USAHA FUTSAL X DI KOTA BATAM Asmarawati, Citra Indah; Sidabutar, Joel Alexander; Sadiq Ardo Wibowo
JURNAL LOGISTICA Vol. 2 No. 2 (2024): Vol.2 No.2 Juni 2024
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/logistics.v2i2.304

Abstract

One promising business opportunity is the futsal field business, in line with the increasing popularity of this sport in Indonesia. However, before deciding to open a futsal field business, it is important to analyze the financial feasibility of the business first. Financial feasibility analysis is the process of assessing and evaluating the financial aspects of an investment or business plan to determine whether the investment is feasible or not from a financial perspective. This analysis is very important for evaluating the financial prospects of a business plan before deciding to implement it. Analysis of the feasibility of the planet futsal field business from a financial aspect shows that this business is feasible to run by meeting the criteria of the various assessment methods used. The results of the Net Present Value (NPV) analysis are positive at IDR 38,812,042, the Internal Rate of Return (IRR) is 7% which is greater than the required rate of return, the Payback Period is 9 months, and the multi-product Break Even Point (BEP) is shows the minimum number of rental hours that must be met per operational hour so that the business does not experience losses.
Analisa Pengaruh Manajemen Resiko dan Perilaku Kerja Aman Terhadap Kinerja Pekerja Shipyard Kota Batam Elva Susanti; Welly Sugianto; Ade Irpan Sabillah; Sadiq Ardo Wibowo
Prosiding Vol 2 (2019): SNISTEK
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini, kecelakaan kerja merupakan faktor yang sangat serius dalam mempengaruhi kinerja dan daya saing suatu negara. Negara yang mutu keselamatan kerjanyanya baik maka kinerjanya akan baik pula. Akan tetapi, di dunia saat ini setiap tahunnya sudah masuk ke zona merah disebabkan setiap 15 detik orang bekerja meninggal. JIka ini terjadi, ini sangat merugikan terutama perusahaan karena pekerja merupakan asset dalam memajukan perusahaan. Setiap pekerja membutuhkan perlindungan dari resiko bahaya bekerja. Pekerja juga berhak memperoleh penghidupan yang layak dan pemerintah pun memiliki kewajiban didalam pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan dan jaminan sosial tenaga kerja seperti yang diatur dalam UU no. 3 tahun 1992 dan Permenaker No.Aper.01/Men/1998. Berapapun banyak peraturan dibuat oleh pemerintah, ini tidak akan mengurangi kejadian kecelakaan dan meningkatkan kinerja karyawan apabila perilaku pekerja tidak baik, tidak patuh terhadap manajemen. Dalam penelitian ini, akan menentukan apakah ada pengaruh signifikan antara manajemen resiko terhadap kinerja, pengaruh signifikan antara perilaku pekerja terhadpa kinerja pekerja. Sampel yang diambil adalah para pekerja lapangan subcont yang ada diperusahaan galangan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling penelitian ini metodenya menggunakan teknik analisis SEM (Structural Equalion Modeling) melalui program AMOS versi 21 dan SPSS. Hasil penelitian ini, nilai nilai alpha cronbach”s sebesar 0.765 >0.6 sehingga data realible. Pengaruh variabel perilaku terhadap kinerja maupun pengaruh antara manajemen terhadap kinerja sangat berpengaruh signifikan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MOBILE UNTUK MENINGKATKAN PENGELOLAAN MANAJEMEN POSYANDU TULIP 9 TIBAN AYU BATAM Sadiq Ardo Wibowo; Luki Hernando; Vitri Aprilla Handayani; Ahmad Andrevi Alrasyidin; Genadi Septiansyah; Jeremy Andika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3369-3374

Abstract

Pelayanan merupakan tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh suatu organisasi atau individu untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan dari masyarakat umum. Pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada masyarakat sehingga akan berdampak positif terhadap citra dan reputasi organisasi atau individu tersebut. Pelayanan yang baik sangat penting dalam berbagai bidang, seperti dalam dunia bisnis, pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan. Sebab, pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pelanggan, sehingga dapat membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan antara organisasi atau individu dengan masyarakat. Posyandu Tulip 9 Tiban Ayu Batam adalah sebuah layanan kesehatan yang berlokasi di Tiban Ayu RT/RW 02/014 Tiban Lama, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29424. Posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama pada Lansia, ibu hamil, bayi, dan balita. Permasalahan yang dihadapi Posyandu Tulip 9 Tiban Ayu Batam masih mengalami beberapa kendala dalam pengelolaannya, seperti sulitnya dalam mengumpulkan dan mengolah data pelayanan, pengelolaan manajemen keuangan, dan pengelolaan sistem obat, serta minimnya informasi dan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak memiliki ketertarikan untuk berperan aktif pada kegiatan-kegiatan posyandu yang dilakukan. Dalam pengelolaannya, posyandu Tulip 9 Tiban ayu lebih banyak melakukan kegiatan dengan sistem konvensional atau tanpa pemanfaatan teknologi. Untuk itu, perlu adanya pendidikan dan pelatihan bagi kader posyandu dalam pengelolaan manajemen Posyandu yang meliputi pengelolaan data pelayanan, pengelolaan manajemen keuangan, dan pengelolaan system obat dengan aplikasi mobile yang mudah diakses. Perancangan aplikasi mobile dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmu yang sesuai dengan tim pengabdi, diantaranya pendekatan ilmu statistika terapan, logistik, dan teknologi informasi dan perangkat lunak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS EKONOMI SIRKULAR MELALUI PRODUKSI SABUN MINYAK JELANTAH Sadiq Ardo Wibowo; Citra Indah Asmarawati; Maria Angela Valentine
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 13 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/nbms1g16

Abstract

This community service program aims to increase environmental awareness and economic capacity in the community through training in the production of environmentally friendly soap from used cooking oil in Sagulung Village, Batam City. The main problems faced by the participants include the high volume of used cooking oil that is improperly disposed of in households and the community's low entrepreneurial skills. The program implementation method consists of preparation, socialization, pre-test, theoretical and practical training, and business mentoring for two months. Evaluation of the program's success was carried out using pre-test and post-test methods to measure improvements in participant understanding, observation of practical skills, and analysis of product quality and business feasibility. A total of 15 participants participated in this program. The evaluation results showed an increase in the average score of participants' understanding from 46 to 84, or an increase of 82%. In addition, 450 liters of used cooking oil were successfully processed into 530 bars of soap with a pH of 9–10 and a free alkali content of <0.1% based on simple product testing. The economic analysis showed a net profit of IDR 825,000 with a Break-Even Point (BEP) of 200 chocolate bars. The program also successfully established micro-enterprise clusters with an average monthly turnover of Rp 1,950,000. These results demonstrate the program's effectiveness in increasing community capacity while supporting waste management and sustainable economic development.
PENINGKATAN EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS OPERASIONAL PADA NELAYAN TRADISIONAL MELALUI PENGAPLIKASIAN KONSEP LEAN AND GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Citra Indah Asmarawati; Sadiq Ardo Wibowo
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 11 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v11i2.11481

Abstract

The traditional fisheries sector in Indonesia still faces various challenges in terms of operational efficiency and productivity, driving the need for innovative solutions to improve the performance of this sector. This study aims to analyze and improve the operational performance of traditional fishermen through the application of the Lean and Green Supply Chain Management (LGSCM) concept, using a mixed-method approach that combines quantitative and qualitative analysis. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with 50 traditional fishermen, and measurement of operational parameters over a 6-month period. The results of the study identified significant waste in the traditional fisheries supply chain, including an average waiting time of 4.2 hours per trip, excess fuel consumption of up to 12 liters per trip, and a loss of 8.5 kg of catch per trip due to improper handling. The implementation of LGSCM which includes standardization of work processes, optimization of shipping routes, improvement of fish storage systems, and the use of appropriate technology has resulted in significant improvements. After the application of this concept, there was a reduction in waiting time to 2.3 hours per trip, a decrease in fuel consumption to 8.4 liters per trip, and an increase in marketable catch to 32.5 kg per trip. The conclusion of the study shows that the application of LGSCM has not only succeeded in increasing the efficiency and productivity of traditional fishermen's operations, but also contributed to reducing the environmental impact of fishing activities. This study recommends the need for ongoing training programs, increased infrastructure support, and the development of policies that support the adoption of LGSCM practices in the traditional fisheries sector to ensure the sustainability of its implementation and benefits in the long term.