Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH TOXIC LEADERSHIP, EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN JOB INSECURITY TERHADAP BURNOUT KARYAWAN PADA RICHEESE FACTORY KOTA PALEMBANG Sunarti, Sunarti; Aktarina, Destia; Porwani, Sri; Kurniati, Echi; Heryanto, Imam
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 10 No 2 (2025): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v10i2.249

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena burnout yang semakin meningkat di industri makanan cepat saji akibat tingginya tuntutan kerja, kepemimpinan yang tidak sehat, rendahnya kecerdasan emosional, serta rasa tidak aman dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic leadership, emotional intelligence, dan job insecurity terhadap burnout karyawan pada Richeese Factory Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif, populasi berjumlah 50 karyawan dari tiga outlet Richeese Factory dengan teknik sampling jenuh, data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial toxic leadership berpengaruh positif signifikan terhadap burnout, emotional intelligence berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout, dan job insecurity berpengaruh positif signifikan terhadap burnout, sedangkan secara simultan ketiganya berpengaruh signifikan terhadap burnout. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang toksik dan ketidakamanan kerja meningkatkan burnout, sementara kecerdasan emosional mampu menurunkannya. Perlunya perbaikan gaya kepemimpinan, peningkatan pelatihan kecerdasan emosional, serta menciptakan rasa aman kerja agar risiko burnout dapat diminimalkan.
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PADA PT JAYA MASAWAN PUTRA SEJAHTERA CABANG LEMABANG Rezti Tri Wulandari; Sri Porwani; Faitullah Faitullah; Iin Hendrayani; Imam Heryanto
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 11 No 1 (2026): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v11i1.288

Abstract

Kinerja karyawan adalah hasil kerja dan prestasi sebagai perilaku nyata atau hasil kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas organisasi yang diberikan berdasarkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Dalam dunia kerja yang dinamis seperti saat sekarang ini, salah satu elemen penting dalam keberhasilan organisasi adalah efektivitas kerja karyawan. Efektivitas kerja mencerminkan seberapa baik karyawan dapat menyelesaikan tugasnya secara tepat waktu, berkualitas, dan sesuai target yang ditentukan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengaruh budaya organisasi dan komunikasi secara parsial dan simultan dalam meningkatkan efektivitas kerja pada PT Jaya Masawan Putra Sejahtera cabang Lemabang. Jumlah sampel yang diambil oleh peneliti sebanyak 46 orang karyawan yang berstatus masa kerja lebih dari 1 tahun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel budaya organisasi berpengaruh terhadap efektivitas kerja PT Jaya Masawan Putra Sejahtera cabang Lemabang dan variabel Komunikasi tidak berpengaruh terhadap efektivitas kerja PT Jaya Masawan Putra Sejahtera cabang Lemabang. Hasil uji F variabel budaya organisasi dan Komunikasi berpengaruh terhadap efektivitas kerja PT Jaya Masawan Putra Sejahtera cabang Lemabang. Hasil uji Adjusted R-Square pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,485. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas kerja dipengaruhi oleh variabel budaya organisasi dan komunikasi sebesar 48,5%, sedangkan sisanya sebesar 51,5% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.