Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN WISATA MELALUI KEGIATAN KERJA BAKTI DI TAMAN LOANG BALOQ Mukhlishin Mukhlishin; Muhiburrahman Muhiburrahman; Dawud Dzakwan Fauzan
Jurnal Pengabdian Ruang Hukum Vol 3, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditimbulkan dari pembuangan sampah sembarangan dapat mengakibatkan masalah besar bagi lingkungan terutama di tempat-tempat wisata. Artikel ini secara khusus membahas kegiatan kerja bakti di taman Loang Baloq, yang mana masih terdapat wisatawan membuang sampah sembarangan dan masih kurangnya pengetahuan tentang cara menjaga lingkungan yang baik. Kegiatan ini merupakan pengabdian terhadap lingkungan di taman Loang Baloq. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kebersihan dan keindahahan taman Loang Baloq yang nyaman dan ramah bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, terawat, dan asri, sehingga mampu mendukung daya tarik taman sebagai destinasi wisata lokal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang terstruktur, yaitu persiapan awal dan survei lokasi, koordinasi dengan pihak terkait, persiapan peralatan kerja bakti dan pelaksanaan kerja bakti. Kegiatan ini dilakukan oleh satu kelompok yang terdiri dari delapan orang. Partisipasi aktif dari seluruh peserta menunjukkan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan taman Loang Baloq. Keberhasilan dalam kegiatan ini sangat terlihat yaitu dengan tercapainya tujuan utama, yaitu menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman. Keberhasilan kegiatan kerja bakti di Taman Loang Baloq juga tidak hanya terlihat dari terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan asri, tetapi juga dari peningkatan soft skill dan hard skill para peserta. Melalui kerja sama dan koordinasi, peserta mampu mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim. Selain itu, kegiatan seperti membersihkan dan merapikan taman dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam pengelolaan lingkungan. Dengan kombinasi kedua kemampuan ini, peserta tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PENGUATAN NILAI KEBERSAMAAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MATARAM Mukhlishin Mukhlishin; Muhiburrahman Muhiburrahman; Azida Kamila
Jurnal Pengabdian Ruang Hukum Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram dengan tujuan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak panti melalui serangkaian aktivitas, yaitu wawancara, gotong royong, dan makan bersama. Wawancara dengan pengasuh panti memberikan gambaran tentang kondisi anak-anak serta peran panti dalam mendukung kebutuhan mereka. Gotong royong dilakukan bersama anak-anak panti untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus menanamkan nilai kerja sama dan tanggung jawab.Makan bersama menjadi penutup kegiatan, menciptakan suasana hangat yang penuh keakraban antara panitia dan anak-anak panti. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak panti dalam membangun rasa kebersamaan dan saling peduli. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung kehidupan anak-anak panti asuhan secara berkelanjutan.
Exploring Agricultural Zakat in Southeast Asia: A Fascinating Comparative Analysis Mukhlishin Mukhlishin; Jelang Ramadhan; Norain Binti Azlan
Contrarius Series: Law & Social Justice Vol. 1 No. 1 (2026): Contrarius Series: Law & Social Justice
Publisher : Lembaga Contrarius Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53955/cslsj.v1i1.26

Abstract

Agricultural zakat is an important tool within the Islamic economic system that has significant potential to enhance food security and reduce social inequality. However, its implementation at the national level often encounters regulatory and governance challenges. This study aims to conduct a comparative analysis of agricultural zakat regulations in Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam, focusing on aspects such as nisab (the minimum threshold), zakat rates, types of crops subject to zakat, payment times, obligatory subjects, managing institutions, and the effectiveness of zakat utilization. The method employed is a comparative literature review that analyzes legal documents, zakat institution regulations, statistical reports, and relevant academic publications. The findings indicate that while the three countries share significant legal similarities, they differ in their institutional approaches: Indonesia relies on national legislation, though it faces low compliance challenges; Malaysia has relatively effective state regulations but experiences variations between regions; and Brunei maintains a consistent centralized system despite its smaller economic scale. This analysis confirms that the effectiveness of agricultural zakat is influenced more by institutional governance and community compliance than by differences in jurisprudential interpretations (fiqh). The study concludes that an integrative model that combines the strengths of national regulation, local institutional engagement, and consistent application of Sharia law is essential for developing agricultural zakat regulations in ASEAN.
Kontinuitas dan Perubahan dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Modern di Indonesia Dewi Urifah Salsabila; Sahman Z; Mukhlishin Mukhlishin
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1360

Abstract

Pesantren as an indigenous Islamic educational institution continues to adapt in the midst of the dynamics of educational modernization, globalization, and socio-cultural development of the community. The renewal of salaf Islamic boarding schools towards a more modern education system has become an important discourse in the study of contemporary Islamic education. This article aims to critically examine the pattern of renewal of salaf pesantren by emphasizing aspects of continuity and changes in educational goals, institutional systems, curriculum, and pesantren learning methodologies. This research uses a literature review approach by examining various scientific literature, both books and reputable journal articles, which discuss the transformation of Islamic boarding schools in Indonesia in the last five to seven years, as well as relevant classical literature as a conceptual basis. Data analysis was carried out through thematic synthesis to identify general trends, differences in approaches, and factors that affect the success of pesantren reform. The results of the study show that pesantren renewal is not dichotomous between tradition and modernity, but takes place in an adaptive manner through the principle of preserving essential Islamic values and adopting contextual modern elements. The update is seen in the integration of formal and non-formal education systems, the development of an integrated curriculum, and the application of more participatory learning methods. A conceptual understanding of Islamic boarding school modernization is needed as a dynamic process rooted in tradition as well as responsive to the demands of the times
The Concept of Usury in the Interpretation of Al-Mishbah Through a Contemporary Hermeneutic Approach Nurma Khusna Khanifa; Mukhlishin Mukhlishin; Rini Idayanti
Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Vol. 14 No. 2 (2025): SYARAH : Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/syarah.v14i2.6772

Abstract

Critical religious studies through a hermeneutic approach in the context of the study of the Qur'an as an effort to understand its contents, commonly known as tafsir. One of the interesting aspects of contemporary interpretation is the presence of tafsir al-Mishbāh by M. Quraish Shihab. Within its hermeneutical framework, it seeks to mediate differences of opinion by stating that some hermeneutical theories are considered acceptable in Islamic studies. The study of hermeneutics as a method of interpreting the text of the Qur'an in al-Mishbāh's tafsir on the verse on ribā. The methodology used is a qualitative approach, with a type of literature research that will later be described and analyzed using content analysis. The results of this study show that Quraish Shihab never forgets to include the meaning of vocabulary, munāsabah between verses, and asbābal-Nuzūl. His interpretation method uses the al-ijtihad al-hidā`ī approach. From this, it can be seen that there are characteristics of modern quasi-objectivism even though it is still imperfect. One of the studies of tafsir through hermeneutics with a quasi-objective modernist style regarding the verse on ribā cannot be separated from three reviews, namely, first, ribā or excess that is prohibited in nature (اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً). Second, مَابَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا leave the remainder of ribā. Third, فَلَكُمْرُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ efforts to eradicate and stop the practice of ribā.