Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU DI SMP FELLYCIA Martha, Kurniawati; Sianipar, Lia; Izaak, Maya Puspitasari; Gunanto, Yohanes Edi; Sitompul, Henni
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 8, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7780

Abstract

Kurikulum Merdeka memiliki konsep kurikulum yang menuntut kreatifitas guru di mana guru sebagai pendidik memiliki keleluasaan untuk merancang modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan peserta didik dan ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki sekolah. Adapun tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah untuk menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 dalam menyiapkan generasi muda agar dapat berkontribusi dan menghadapi tantangan di era globalisasi. Oleh karena itu, guru memerlukan kemampuan untuk merancang bahan ajar yang di dalamnya terdapat komponen-komponen seperti tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, penilaian dan media pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, didapati guru-guru di SMP Fellycia belum sepenuhnya memahami konsep Kurikulum Merdeka. Hal ini menyebabkan guru-guru memiliki kesulitan dalam membuat, memodifikasi, dan mengembangkan modul ajar.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan pelatihan pembuatan bahan ajar dengan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Tujuan kegiatan PKM adalah membekali guru SMP Fellycia agar dapat membuat bahan ajar, memodifikasi, dan mengembangkan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Metode pelatihan adalah dengan ceramah, tanya jawab, brainstorming, dan presentasi peserta. Hasil kegiatan PkM adalah 71% guru-guru di SMP Fellycia dapat memahami esensi dari Kurikulum Merdeka dan dapat membuat, memodifikasi, dan mengembangkan bahan ajar Kurikulum Merdeka Belajar.
IMPLEMENTATION OF EDUCATIVE ASSESSMENT IN PHYSICS EDUCATION STUDY PROGRAM UPH DURING ONLINE LEARNING M.Si, Henni Sitompul; Sianipar, Lia Kristina; Martha, Kurniawati; Izaak, Maya P; Gunanto, Yohanes E
Polyglot Vol 18, No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5741

Abstract

 Assessment is the collection of information about student learning outcomes. Educative assessment should enable students to respond as images of God and challenge them to grow and learn more. The purpose of this study is to describe the implementation of educative assessment in the Physics Education Study Program during the 2020/2021 academic year at the University of Pelita Harapan. This study used descriptive qualitative research methods. The Implementation of educative assessments were carried out through interdisciplinary assessment in some courses, mid-term and final-term personal reflections in all physics courses, vlogs in material physics courses as mid-term assessments, and used Moodle for review and weekly quizzes. Based on students’ feedback, it was known that the interdisciplinary assessment makes students understand the learning material deeper, more comprehensively, and integrated. The interdisciplinary assessment also makes the task load less overwhelming, especially during online learning. Vlogs as a mid-term assessment open space for students to be more creative and expressive to share knowledge in public, stimulate students' curiosity about learning material, and make students grow in their skills to find, summarize, and publish information digitally. At the end of the term, all of the students’ learning outcomes resulted in good and excellent grades. Bahasa Indonesia AbstrakPenilaian adalah pengumpulan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian Edukatif memampukan siswa untuk merespon sebagai gambar Tuhan dan menantang mereka untuk tumbuh dan belajar lebih giat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian penilaian edukatif pada Program Studi Pendidikan Fisika selama tahun ajaran 2020/2021 di Universitas Pelita Harapan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penilaian edukatif dilakukan melalui penilaian interdisipliner pada beberapa mata kuliah, pembuatan refleksi pribadi pada tengah dan akhir semester pada semua mata kuliah fisika, Pembuatan vlog pada mata kuliah fisika material sebagai penilaian tengah semester, dan penggunaan moodle untuk review dan kuis mingguan. Berdasarkan umpan balik mahasiswa, diketahui bahwa penilaian interdisipliner membuat mereka memahami materi pembelajaran lebih dalam, lebih komprehensif dan terintegrasi. Penilaian interdisipliner juga membuat beban tugas tidak terlalu berat, terutama selama pembelajaran online. Pembuatan vlog sebagai penilaian tengah semester membuka ruang bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan ekspresif untuk berbagi ilmu di depan umum, merangsang rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, dan menumbuhkan keterampilan mahasiswa dalam menemukan, merangkum, dan mempublikasikan informasi secara digital. Pada akhir semester, semua mahasiswa lulus dengan nilai yang baik dan sangat baik.
ANALISIS MINAT BELAJAR SAINS DI BIMBINGAN BELAJAR ETA Sitompul, Henni; Gunanto, Yohannes Edi; Izaak, Maya Puspitasari; Martha, Kurniawati; Sitompul, Lastiar; Purba, Elisa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2329

Abstract

Minat yang tinggi dalam belajar dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan dan keaktifan dalam proses pembelajaran serta pencapaian akademik yang lebih baik. Hal itu juga berlaku pada pembelajaran sains yang sering dianggap menjadi pelajaran yang sulit, menantang dan membosankan. Sains adalah suatu bidang studi yang melibatkan observasi, eksperimen dan pemahaman yang mendalam tentang fenomena alam dan bagaimana alam bekerja. Melalui sains, siswa belajar untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan teknologi dan solusi inovatif. Oleh karena itu, minat belajar yang tinggi sangat penting dalam pembelajaran sains. Bimbingan belajar ETA adalah kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang terlaksana atas kerja sama fakultas ilmu Pendidikan UPH dengan pengurus RW16 Binong. Bimbingan belajar ini focus melayani pembelajaran matematika dan sains. Pembelajaran dilakukan dua kali seminggu yaitu hari Jumat dan hari Sabtu di RW16 Binong. Analisis minat belajar sains siswa dilakukan melalui data observasi, wawancara dan angket pada akhir tahun ajaran. Hasil angket di analisis menggunakan skala Guttman. Dari hasil observasi, wawancara dan hasil pengolahan angket diperoleh minat belajar sains siswa di bimbingan belajar ETA masuk kategori tinggi. Hasil ini juga didukung oleh hasil wawancara dengan orang tua siswa yang mengatakan bahwa bimbingan belajar ini mendorong anaknya rajin belajar dan meningkatkan nilai sains di sekolah. Beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar sains di Bimbingan Belajar ETA meliputi metode pengajaran yang inovatif dan interaktif, seperti demonstrasi sains, serta dukungan yang konsisten dari tutor yang berkompeten, sabar, dan tidak membosankan.
DAMPAK PENGGUNAAN POWERPOINT INTERAKTIF TERHADAP TINGKAT PERHATIAN, MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP DI BIMBEL KAMPUNG SABI Martha, Kurniawati; Siburian, Swyen Adven Tina; Gunanto, Yohanes Edi; Sitompul, Henni; Izaak, Maya Puspitasari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2430

Abstract

In the era of globalization with rapid technological developments, technology is very useful in improving the efficiency and quality of learning. Not all students have the opportunity to learn how to use technology; one of them is the children in rented houses in Kampung Sabi, Tangerang. It is caused by the financial situation of parents who are unable to provide laptops, internet quotas, and cell phones. Based on the needs analysis, children in Sabi Village should have the opportunity to learn to utilize technology and then use interactive PowerPoint using the laptops of the Pelita Harapan University (UPH) team. The UPH team also downloads animations, images, videos and music, so they don't need an internet quota. As a result of the activity, using interactive PowerPoint can increase attention, motivation to learn, and understanding of science and mathematics concepts. The method of this activity is lecture, answering questions and brainstorming using interactive PowerPoint. This event will take place from 5 September 2023 to 30 May 2024. As a result, interactive PowerPoint has been proven to increase attention motivation to learn and make the material taught easier to understand. Children make learning activities interesting and fun. The benefit of using interactive PowerPoint is that 86.49% of children in Sabi Village are happier learning Mathematics and Science. This feeling of joy encourages children in Sabi Village to pay attention and be motivated to learn so they can understand the concepts being taught well.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU DI SMP FELLYCIA Martha, Kurniawati; Sianipar, Lia; Izaak, Maya Puspitasari; Gunanto, Yohanes Edi; Sitompul, Henni
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7780

Abstract

Kurikulum Merdeka memiliki konsep kurikulum yang menuntut kreatifitas guru di mana guru sebagai pendidik memiliki keleluasaan untuk merancang modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan peserta didik dan ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki sekolah. Adapun tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah untuk menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 dalam menyiapkan generasi muda agar dapat berkontribusi dan menghadapi tantangan di era globalisasi. Oleh karena itu, guru memerlukan kemampuan untuk merancang bahan ajar yang di dalamnya terdapat komponen-komponen seperti tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, penilaian dan media pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, didapati guru-guru di SMP Fellycia belum sepenuhnya memahami konsep Kurikulum Merdeka. Hal ini menyebabkan guru-guru memiliki kesulitan dalam membuat, memodifikasi, dan mengembangkan modul ajar.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan pelatihan pembuatan bahan ajar dengan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Tujuan kegiatan PKM adalah membekali guru SMP Fellycia agar dapat membuat bahan ajar, memodifikasi, dan mengembangkan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Metode pelatihan adalah dengan ceramah, tanya jawab, brainstorming, dan presentasi peserta. Hasil kegiatan PkM adalah 71% guru-guru di SMP Fellycia dapat memahami esensi dari Kurikulum Merdeka dan dapat membuat, memodifikasi, dan mengembangkan bahan ajar Kurikulum Merdeka Belajar.
BEYOND RANKINGS: A CRITICAL PEDAGOGY PERSPECTIVE ON PISA AND EDUCATIONAL REFORM IN INDONESIA AND VIETNAM [MELAMPAUI PERINGKAT: SEBUAH PERSPEKTIF PEDAGOGI KRITIS TERHADAP PISA DAN REFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN VIETNAM] Martha, Kurniawati; Natalina Silitonga, Bertha; Ghufron, Anik
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.9708

Abstract

The Programme for International Student Assessment (PISA) has become a benchmark for evaluating educational quality worldwide. This study explores whether PISA promotes meaningful improvements or shifts focus toward standardized outcomes, through a comparative analysis of Indonesia and Vietnam. Despite its low GDP, Vietnam consistently achieves high PISA scores, while Indonesia struggles despite substantial reforms. Drawing on Paulo Freire and Henry Giroux’s critical pedagogy, this paper critiques test-centered education and emphasizes the need for contextualized, transformative learning. Using literature review and qualitative analysis, this research offers recommendations for aligning educational assessment with broader human development goals. Abstrak Bahasa Indonesia  Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) telah menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di seluruh dunia. Studi ini meneliti apakah PISA mendorong peningkatan yang berarti atau mengalihkan fokus ke hasil yang terstandardisasi, melalui analisis komparatif Indonesia dan Vietnam. Meskipun PDB-nya rendah, Vietnam secara konsisten mencapai skor PISA yang tinggi, sementara Indonesia mengalami kesulitan meskipun ada reformasi substansial. Mengacu pada pedagogi kritis Paulo Freire dan Henry Giroux, makalah ini mengkritik pendidikan yang berpusat pada ujian dan menekankan perlunya pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan analisis kualitatif, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk menyelaraskan penilaian pendidikan dengan tujuan pembangunan manusia yang lebih luas.
THE TEACHER'S ROLE IN MOTIVATING STUDENTS IN PHYSICS LEARNING USING THE LEARNING MODEL BACKWARD BY DESIGN Dethan, Jennicha Christiani; Martha, Kurniawati
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 14, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v14i2.60449

Abstract

Learning motivation is an action that drives a person to do a learning activity and achieve the purpose of learning. Without the motivation to learn, learning becomes meaningless. The problem found was there is a lack of student motivation to learn Physics. A solution that can be used to grow a student's learning motivation is the application of a design model. The method used was a qualitative descriptive method at one of the high schools in East Lampung. The purpose of this writing is to describe the role of a physics teacher in motivating students to learn physics by using the Backward by Design model. The result of the research shows that the Backward by Design model can be used by the teacher to motivate students in learning Physics.
IMPLEMENTATION OF EDUCATIVE ASSESSMENT IN PHYSICS EDUCATION STUDY PROGRAM UPH DURING ONLINE LEARNING M.Si, Henni Sitompul; Sianipar, Lia Kristina; Martha, Kurniawati; Izaak, Maya P; Gunanto, Yohanes E
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5741

Abstract

 Assessment is the collection of information about student learning outcomes. Educative assessment should enable students to respond as images of God and challenge them to grow and learn more. The purpose of this study is to describe the implementation of educative assessment in the Physics Education Study Program during the 2020/2021 academic year at the University of Pelita Harapan. This study used descriptive qualitative research methods. The Implementation of educative assessments were carried out through interdisciplinary assessment in some courses, mid-term and final-term personal reflections in all physics courses, vlogs in material physics courses as mid-term assessments, and used Moodle for review and weekly quizzes. Based on students’ feedback, it was known that the interdisciplinary assessment makes students understand the learning material deeper, more comprehensively, and integrated. The interdisciplinary assessment also makes the task load less overwhelming, especially during online learning. Vlogs as a mid-term assessment open space for students to be more creative and expressive to share knowledge in public, stimulate students' curiosity about learning material, and make students grow in their skills to find, summarize, and publish information digitally. At the end of the term, all of the students’ learning outcomes resulted in good and excellent grades. Bahasa Indonesia AbstrakPenilaian adalah pengumpulan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian Edukatif memampukan siswa untuk merespon sebagai gambar Tuhan dan menantang mereka untuk tumbuh dan belajar lebih giat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian penilaian edukatif pada Program Studi Pendidikan Fisika selama tahun ajaran 2020/2021 di Universitas Pelita Harapan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penilaian edukatif dilakukan melalui penilaian interdisipliner pada beberapa mata kuliah, pembuatan refleksi pribadi pada tengah dan akhir semester pada semua mata kuliah fisika, Pembuatan vlog pada mata kuliah fisika material sebagai penilaian tengah semester, dan penggunaan moodle untuk review dan kuis mingguan. Berdasarkan umpan balik mahasiswa, diketahui bahwa penilaian interdisipliner membuat mereka memahami materi pembelajaran lebih dalam, lebih komprehensif dan terintegrasi. Penilaian interdisipliner juga membuat beban tugas tidak terlalu berat, terutama selama pembelajaran online. Pembuatan vlog sebagai penilaian tengah semester membuka ruang bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan ekspresif untuk berbagi ilmu di depan umum, merangsang rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, dan menumbuhkan keterampilan mahasiswa dalam menemukan, merangkum, dan mempublikasikan informasi secara digital. Pada akhir semester, semua mahasiswa lulus dengan nilai yang baik dan sangat baik.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU DI SMP FELLYCIA Kurniawati Martha; Lia Sianipar; Maya Puspitasari Izaak; Yohanes Edi Gunanto; Henni Sitompul
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 1 (2023): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7780

Abstract

Kurikulum Merdeka memiliki konsep kurikulum yang menuntut kreatifitas guru di mana guru sebagai pendidik memiliki keleluasaan untuk merancang modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan peserta didik dan ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki sekolah. Adapun tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah untuk menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 dalam menyiapkan generasi muda agar dapat berkontribusi dan menghadapi tantangan di era globalisasi. Oleh karena itu, guru memerlukan kemampuan untuk merancang bahan ajar yang di dalamnya terdapat komponen-komponen seperti tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, penilaian dan media pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, didapati guru-guru di SMP Fellycia belum sepenuhnya memahami konsep Kurikulum Merdeka. Hal ini menyebabkan guru-guru memiliki kesulitan dalam membuat, memodifikasi, dan mengembangkan modul ajar.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan pelatihan pembuatan bahan ajar dengan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Tujuan kegiatan PKM adalah membekali guru SMP Fellycia agar dapat membuat bahan ajar, memodifikasi, dan mengembangkan berdasarkan pada Kurikulum Merdeka. Metode pelatihan adalah dengan ceramah, tanya jawab, brainstorming, dan presentasi peserta. Hasil kegiatan PkM adalah 71% guru-guru di SMP Fellycia dapat memahami esensi dari Kurikulum Merdeka dan dapat membuat, memodifikasi, dan mengembangkan bahan ajar Kurikulum Merdeka Belajar.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PPT BERBASIS GAME TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DAN MOTIVASI SISWA BIMBEL KAMPUNG SABI Kurniawati Martha; Murniwati Gulo; Yohanes Edi Gunanto; Henni Sitompul; Maya Puspitasari Izaak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2597

Abstract

Alpha Tutoring (bimbel) is a community service program to help children in Sabi Village understand Mathematics and Science lessons. Many students experience learning difficulties due to economic constraints, lack of supervision at home, and less than ideal school conditions such as frequent empty periods due to teacher absences. These conditions lead to low learning motivation and student understanding of the material. This program aims to provide additional lessons with a fun, game-based approach. This program also serves as a means for Teachers College students to develop teaching skills in the community. This activity is held twice a week, namely on Mondays for Mathematics and Thursdays for Science, starting from September 19, 2024 - May 26, 2025. The methods used are lectures, discussions, questions and answers, and the use of game strategies containing material and questions using PPT media. The purpose of the strategy game with PPT is to check student understanding in a fun way. Based on a questionnaire completed by 41 students, data obtained 85% stated that they were very happy to participate in tutoring. Regarding student learning motivation, data obtained 88% of students were very motivated to use this method. 63% of students found it significantly helpful because they understood the material better. This demonstrates that game-based learning methods can increase motivation and improve student learning outcomes.