Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU POST PARTUM PENGGUNA KB IUD POST PLASENTA DI RSUD KABUPATEN BULELENG Lina Anggaraeni Dwijayanti; Made Lia Mahoni
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 2 No. 1 (2023): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.205 KB)

Abstract

IUD post plasenta merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka Panjang yanglebih efektif karena dipasang setelah plasenta lahir dan dapat mengurangi angka kesakitan pada ibu post partum. Prevalensi pengguna KB IUD Post Plasenta DI RSUD Kabupaten Buleleng pada bulan Januari hingga Juni 2021 masih tergolong rendah yaitu sebesar 6,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu post partum yang menggunakan KB IUD Post Plasenta di RSUD Kabupaten Buleleng. Desain penelitian yang digunakan deskriptif kuantitaf. Populasi penelitian adalah ibu post partum di wilayah kerja ruang VK RSUD Kabupaten Buleleng. Empat puluh empat responden dipilih melalui metode non probability sampling dengan rumus Slovin. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, status ekonomi, dan dukungan suami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 25-30 tahun (38.6%), memiliki pendidikan perguruan tinggi (43,2%), bekerja (75%), paritas anak 2 (36,4%), dan status ekonomi menengah keatas (56,8%)
Berat badan Lahir Berhubungan dengan Pertumbuhan Balita di Puskesmas Gianyar II Lina Anggaraeni Dwijayanti; Ni Ketut Ayu Wulandari; Ni Made Wardani
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 9 No. 02 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/jmu.v9i02.381

Abstract

Latar Belakang: bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi suatu masalah global yang memerlukan perhatian cukup serius. BBLR disebutkan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Puskesmas Gianyar II merupakan salah satu Puskesmas dengan penyumbang prevalensi BBLR yang cukup tinggi di Kabupaten Gianyar. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat lahir dengan pertumbuhan balita di Puskesmas Gianyar II. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan analitik kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan  instrument berupa kuesioner dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 86 orang. Hasil: terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan balita dengan tingkat kekuatan hubungan yang sangat lemah dan searah (p value 0,005 dengan coefficient correlation sebesar 0,29). Simpulan: berat badan lahir berhubungan secara signifikan dengan pertumbuhan balita.
Hubungan antara Asupan Gizi dengan Status Gizi Remaja Putri Hartaningrum, Putu Intan; Sutiari, Ni Ketut; Dwijayanti, Lina Anggaraeni
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i3.2694

Abstract

Three burdens of malnutrition, namely undernutrition, overnutrition, and lack of macronutrients are problems faced by adolescents in Indonesia. Nutritional problems related to development and growth are often experienced by adolescents because the adolescent's body requires more energy and nutrients than children. Previous studies on nutritional intake and nutritional status in adolescents reported inconsistent results. This study aims to determine the relationship between nutritional intake and nutritional status in adolescent girls in Buleleng Bali. This study uses a cross-sectional analytic observational design conducted in two high schools in Buleleng Regency with 163 respondents. The instruments used in this study were a questionnaire, 2x24 hour food recall, weight measurement with a weight scale, height measurement with a mechanical meter, and the World Health Organization (WHO) AnthroPlus software to calculate the body mass index by age (z-score). Spearman correlation test was performed for bivariate analysis and multiple linear regression for multivariate analysis. Bivariate analysis showed that the variables of fat intake (p-value=<0,001) and total energy intake (p-value=0,008) showed a significant correlation with the z-score. In multivariate analysis, the variable that showed a significant relationship with the z-score was fat intake (β=0,023, 95%CI=0,013-0,033, p-value=<0,001). Nutritional intake that has a significant relationship with nutritional status in adolescent girls in Buleleng Regency is fat intake. Limitation of fat consumption needs to be done.
Pelayanan Kontrasepsi Jangka Panjang (IUD dan Implant) pada Wanita Usia Subur Dwijayanti, Lina Anggaraeni; Sari, Cindy Meilinda; Purnami, Luh Ayu; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Suarmini, Kadek Ayu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4615

Abstract

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu strategi program KB yang dikembangkan oleh pemerintah dalam menjalankan program kontrasepsi efektif. MKJP memiliki masa kerja yang lama dan efektifitasnya tinggi untuk mencegah kehamilan. Di Kabupaten Buleleng cakupan peserta KB aktif tahun 2022 tercatat sebesar 79,99% dengan penggunaan metode non MKJP sebanyak 63,18% sedangkan MKJP hanya sebanyak 36,8%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan akseptor jangka panjang dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi bagi mereka yang kesulitan karena keterbatasan biaya dan akses ke pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini diawali mulai dari tahap persiapan baik persiapan tempat, waktu dan sarana prasarana. Tahap berikutnya pelaksanaan kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan pemasangan kontrasepsi jangka panjang secra gratis. Tahap akhir dilakukan evaluasi dalam bentuk post test secara lisan dan evaluasi pemasangan kontrasepsi. Sebanyak 20 orang wanita usia subur mendapat pemahaman lebih mendalam tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Setelah mengikuti penyuluhan, sebanyak 12 wanita usia subur menginginkan untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana dengan baik dan mampu meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi jangka panjang di Buleleng.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SKRINING GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA KUBUTAMBAHAN Luh Ayu Purnami; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Ni Ketut Ayu Wulandari; Kadek Ayu Suarmini; Cindy Meilinda Sari; Luh Ayu Dianati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.34

Abstract

Menjaga kesehatan reproduksi adalah suatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh remaja. Minimnya informasi terhadap kesehatan reproduksi remaja akan berakibat pada terjadinya masalah dan gangguan kesehatan reproduksi bahkan akan dapat memicu juga masalah kesehatan lainnya seperti seks pranikah, penyakit menular seksual, kehamilan usia dini, aborsi yang dapat mengancam nyawa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi sehingga terbentuk perilaku yang postif untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pemberian informasi dalam bentuk penyuluhan kepada 25 orang remaja putra dan putri di Desa Kubutambahan. Materi yang diberikan terkait pengenalan anatomi dan fisiologi alat kesehatan reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan remaja, perubahan-perubahan fisik remaja dan skrining masalah serta gangguan kesehatan reproduksi pada remaja. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengisian pretest dan posttest dan selanjutnya dilakukan perbandingan nilai reratanya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 68,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 82,8 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan remaja terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi dalam upaya peningkatan kesehatan reproduksi remaja.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA SISWA SD N 5 BEBETIN Lina Anggaraeni Dwijayanti; I Made Sundayana; Gede Ivan Kresnayana; Ketut Putra Sedana; Putu Yunika Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.35

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah perlu mendapat perhatian yang serius mengingat pada usia tersebut kondisi fisiknya rentan terkena infeksi dan anak sudah mulai aktif terpapar dengan lingkungan luar saat bermain. Upaya peningkatan kesehatan anak penting dilakukan salah satunya dengan melakukan skrining melalui pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada anak yang meliputi pemeriksaan antropometri dengan pengukuran tinggi dan berat badan anak, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan kesehatan telinga, pemeriksaan kebersihan kuku, serta pemeriksaan kesehatan mulut dangigi. Kegiatan ini dilakukan di SD N 5 Bebetin yang menyasar siswa kelas 3,4 dan 5 yang berjumlah 81 orang. Hasil pemeriksaan ditemukan sebagian besar siswa berjenis kelamin perempuan, dengan usia rentang 9 sampai 12 tahun. Pada kegiatan ini ditemukan sebagian besar siswa memiliki status gizi normal, kuku tampak bersih, pemeriksaan visus mata, telinga, serta mulut dan gigi dalam batas normal. Namun beberapa permasalahan kesehatan juga ditemukan seperti 2,5% siswa masuk ke dalam kategori status gizi kurang, 6,2% status gizi gemuk, 11,1% kuku ditemukan panjang dan kotor, 6,2% ditemukan mengalami ganggguan visus mata ringan, 14,8% telinga berisi serumen, 11,1% mengalami karies gigi, 18,5% gigi berlubang dan 2,5% mengalami pembesaran tonsil. Setelah dilakukan pemeriksaan, siswa juga diberikan edukasi mengenai cara mencui tangan yang baik dan benar, cara menggosok gigi serta waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Hasil kegiatan ini dapat menjadi data dasar untuk upaya peningkatan kesehatan pada anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI Sari, Ni Kadek Ayu Tamara Widya; Dewi, Putu Dian Prima Kusuma; Sugiartini, Desak Ketut; Dwijayanti, Lina Anggaraeni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2285

Abstract

ABSTRAKKanker payudara termasuk katagori tumor ganas yang menyerang jaringan payudara yang disebabkan oleh saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara. Deteksi dini dilakukan terutama pada usia remaja dengan peningkatan kewaspadaan disertai pengobatan yang sesuai dipercaya dapat menurunkan jumlah kematian karena kanker payudara. Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang sadari maka dapat memotivasi seseorang untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian non eksperimen. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klungkung Desa Timuhun pada bulan Juni 2023. Populasi yang digunakan adalah seluruh remaja putri di Desa Timuhun berjumlah 103 remaja dengan menggunakan rumus solvin didapatkan jumlah sampel sebanyak 56 orang dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan, motivasi dan pemeriksaan payudara sendiri. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat, analisis univariat meliputi pengetahuan remaja putri, motivasi dan praktik pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,004 (sig<0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik pemeriksaan SADARI. Hasil uji dengan chi-square ditemukan p-value = 0,000 (sig<0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik pemeriksaan SADARI. Kata kunci: Pengetahuan, motivasi, pemeriksaan payudara sendiri  
OPTIMALISASI UKS UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT FISIK DAN LINGKUNGAN DI SMP NEGERI SATU ATAP Dwijayanti, Lina Anggaraeni; Raningsih, Ni Made; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Dalem, Komang Sinar Suriani Ayu; Putra, Anjasta Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35858

Abstract

Abstrak: Mitra kegiatan ini adalah SMP Negeri Satu Atap 3 Sukasada yang merupakan satu-satunya SMP di Desa Wanagiri. Permasalahan yang dialami saat ini di sekolah yaitu terkait kesehatan fisik dan lingkungan sekolah yang juga disebabkan karena belum optimalnya tata kelola UKS di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi UKS guna mewujudkan sekolah sehat fisik dan lingkungan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif dan kolaboratif melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, revitalisasi serta kolaborasi untuk membangun jejaring. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu seluruh guru dan tenaga kependidikan berjumlah 15 orang dan serta diikuti oleh siswa yang berjumlah 117 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan post untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan guru dan tenaga kependidikan dalam manajemen UKS dari rata-rata nilai 70,2 menjadi 77,8, peningkatan pengetahuan siswa dalam upaya menjaga hidup sehat dari rata-rata nilai 71,4 menjadi 96,7 serta peningkatan pengetahuan siswa dalam pengolahan sampah dai rata- rata nilai 71,5 menjadi 87,5. Kegiatan yang dilakukan juga telah mampu meningkatan keterampilan sivitas sekolah terkait pelaksanaan P3K, pengolahan sampah, pembuatan eco enzyme serta pembuatan kompos sebagai upaya pelestarian lingkungan. Keberhasilan kegiatan juga terlihat dengan adanya penguatan kelembagaan dalam pengelolaan dan manajemen UKS. Program pengabdian ini efektif dalam mewujudkan sekolah sehat fisik dan lingkungan.Abstract: The partner of this activity is Public Middle School Satu Atap 3 Sukasada, the only junior high school in Wanagiri Village. The current problems experienced at the school are related to physical health and the school environment, which are also caused by the suboptimal management of the school health unit. This activity aims to optimize the school health unit to create a physically and environmentally healthy school. The method used in this activity uses a participatory, educational and collaborative approach through socialization, counseling, training and mentoring, revitalization and collaboration to build networks. Participants involved in this activity were all teachers and education staff totaling 15 people and also attended by 117 students. Evaluation of the activity was carried out using pre- and post-questionnaires to measure the increase in participants' knowledge. The success indicators of this activity are shown by the increase in knowledge of teachers and education personnel in school health unit’s management from an average score of 70.2 to 77.8, an increase in student knowledge in efforts to maintain a healthy life from an average score of 71.4 to 96, 7 and an increase in student knowledge in waste management from an average score of 71.5 to 87.5. The activities carried out have also been able to improve the skills of the school community related to the implementation of first aid, waste management, eco-enzyme production and compost production as an effort to preserve the environment. The success of the activity is also seen in the strengthening of institutions in the management and administration of school health unit. This community service program is effective in realizing a physically and environmentally healthy school.