Rini Pramesti
Department Of Marine Sciences, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Diponegoro University

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL ENGGANO

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Halimeda macroloba DARI PANTAI TELUK AWUR, JEPARA, JAWA TENGAH Ahmad Fadhil Muzaki; Wilis Ari Setyati; Subagiyo Subagiyo; Rini Pramesti
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.308 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.2.144-155

Abstract

Antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas memiliki jumlah yang terbatas. Antioksidan eksogen yang aman dan mudah diperoleh adalah antioksidan dari bahan alam seperti Halimeda macroloba yang mengandung senyawa bioaktif meliputi fenol, klorofil a dan b, serta karotenoid. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. H. macroloba diperoleh dari Pantai Teluk Awur - Jepara dicuci bersih dengan air tawar dan diblender. Sampel dimaserasi pada pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksan, serta diuapkan dengan rotary evaporator. Aktivitas antioksidan ditentukan dari nilai IC50. Nilai ini diperoleh dari persamaan kurva regresi linier pada nilai inhibisi yang terdeteksi dari nilai absorbansi DPPH murni terhadap pengaruh ekstrak H. macroloba yang diukur pada panjang gelombang 517 nm. Kadar total fenol diuji menggunakan larutan Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai larutan standar yang diukur pada panjang gelombang 725 nm. Kadar klorofil a, b, dan  karotenoid diukur pada panjang gelombang 663 nm, 646 nm, dan 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50ekstrak metanol sebesar 38,57 ppm, etil asetat 1567,27 ppm dan n-heksan 259,34 ppm. Kadar total fenol pada masing-masing  ekstrak adalah 87,10; 140,78 dan 102,24 (mg GAE/g berat basah sampel), kadar klorofil a sebesar 25,56; 28,44 dan 0,41 (mg/g berat basah sampel), kadar klorofil b sebesar 42,10; 41,94 dan 0,61 (mg/g berat basah sampel), dan kadar karotenoid sebesar 97,92; 85,68 dan 2,34 (µ mol/g berat basah sampel). Nilai IC50 dari ekstrak metanol termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat sedangkan ekstrak etil asetat dan n-heksan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA NON-POLAR DAN POLAR DARI EKSTRAK MAKROALGA Acanthophora muscoides DARI PANTAI KRAKAL YOGYAKARTA Wilis Ari Setyati; Muhammad Zainuddin; Rini Pramesti
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.676 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.68-77

Abstract

Pantai Krakal Yogyakarta memiliki keanekaragaman rumput laut tinggi. Memiliki tipe ekologi berbatu karang yang cocok untuk habitat rumput laut jenis Acanthophora muscoides. Pemanfaatan rumput laut Pantai Krakal dalam bidang kesehatan belum optimal. Rumput laut mengandung senyawa bioaktif (polifenol) dan biopigmen (klorofil dan karotenoid) yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut Acanthophora muscoides. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil esktraksi pelarut n-hexsana memiliki berat 0,471a gram dan rendemen 0,373a %, sedangkan berat ekstrak metanol 0,667b gram dan rendemen 0,529b % (p < 0,05). Nilai IC50 perlakuan ekstrak n-heksan, metanol dan vitamin c berbeda signifikan (p < 0,05) yaitu sebesar 312 ppm, 415 ppm dan 13 ppm, ketiganya tergolong antioksidan sangat kuat. Ekstrak n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari pada ekstrak metanol, hal ini dikarenakan ekstrak n-heksan memiliki nilai total fenol = 45,284 mg GAE/g, klorofil a = 23,299 mg/g, karotenoid = 64,065 µg/g, yang lebih tinggi dari pada ekstrak metanol yaitu total fenol = 22,235 mg GAE/g, klorofil a = 7,215 mg/g, karotenoid = 26,654 µg/g.
TINGKAT HERBIVORI DAUN Avicennia marina (FORSSK.) VIERH DAN Rhizophora mucronata DI VEGETASI MANGROVE – TIMBULSLOKO, DEMAK Eldita Amalia; Rini Pramesti; Rudhi Pribadi; Wilis Ari Setyati
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.659 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.2.128-135

Abstract

Mangrove merupakan varietas komunitas pantai tropik dan subtropik  yang mampu beradaptasi dengan salinitas tertentu. Jenis Avicennia marina dan Rhizophora mucronata merupakan tegakan alami dan hasil rehabilitasi. Kegiatan konservasi di lokasi ini belum dikelola baik sehingga struktur dan komposisi bervariasi. Hal ini dapat diatasi yang salah satunya dengan herbivori sebagai parameter tingkat kerusakan ekosistem mangrove. Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk karena pemangsaan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat herbivori daun A.marina dan R. mucronata berdasarkan perbedaan spesies, umur daun dan ketinggian pohon. Metode deskriptif digunakan dalam penelitin ini dan penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampel daun diambil dari tiga kategori ketinggian yang berbeda yaitu <1 m, >1-3 m, >3-5 m, masing-masing sebanyak 10 ulangan (pohon) untuk setiap kategori. Daun dipisahkan berdasarkan umur daun (tua atau muda) dan kondisi daun (utuh atau rusak) dan total daun diambil sebanyak 10%. Hasil penelitian menunjukan nilai rerata pada setiap jenis, umur daun dan ketinggian pohon diperoleh tingkat herbivori A. marina yaitu 4,66%  (0,16% - 8,93%) sampai 11,59% (2,14% - 21,97%) sedangkan R. mucronata yaitu 5,23% (0,31% - 9,94%) sampai 12,44% (3,50% - 23,81%).HERBIVORY LEVEL OF MANGROVE LEAVES Avicennia marina (FORSSK.) VIERH AND Rhizophora mucronata IN MANGROVE VEGETATION - TIMBULSLOKO, DEMAK. Mangroves are variety of tropical and subtropical coastal communities that adapt to certain salinity. Avicennia marina and Rhizophora mucronata were found in location. Conservation activities were not managed so the structure and composition varies. This can be overcome one of them with herbivory as a parameter of the level damage to mangrove ecosystems. The leaves are one part of the plant that changes shape due to predation. The purpose of this study was to determine herbivory level of A.marina and R. mucronata leaves based on differences in species, leaf of age and tree of height. Descriptive method is used in this study and the determination of the location sampling with the purposive sampling method. Leaf samples were taken from three different height categories namely <1 m,> 1-3 m,> 3-5 m, each with 10 replications (trees) for each category. The leaves are separated based on the age of the leaves (old or young) and the condition of the leaves (whole or damaged) total leaves taken as much as 10%. The results showed the average value of each species, leaf age and height of the tree obtained A. marina herbivory level of 4.66% range (0.16% - 8.93%) to 11.59% range (2.14% - 21.97%) while R. mucronata is 5.23% range (0.31% - 9.94%) to 12.44% range (3.50% - 23.81%).
Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty, 1985) dengan Metode Lepas Dasar Prayudha, Muhammad Rifky; Pramesti, Rini; Susanto, AB
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.2.208-215

Abstract

Environmental factors have affected seaweed cultivation. Productivity can be increased by using the right method. Seaweed production is related to brightness and photosynthetic processes which are affected by planting depth. This study aims to examine the effect of differences in depth on the growth rate of K. alvarezii with the off-bottom cultivation method in the waters of Lontar Village, Serang Regency, Banten Province. Randomized Block Design was used as the experimental design in this study. Cultivation depth of 30 cm, 50 cm and 70 cm were used as different treatments, each with three groups and 5 replications. The growth of sample weight was observed every week for six weeks as the main parameter. Water quality (temperature, salinity, brightness, pH, current velocity, nitrate, phosphate and dissolved oxygen) was observed as another parameter. The results showed that weight growth is influenced by the depth of cultivation. The 30 cm depth has the highest growth rate with an absolute growth of 890 grams and a specific growth rate of 2.85% per day.   Keywords : Kappaphycus alvarezii, depth, growth rate
Co-Authors A. B. Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto AB Susanto AB. Susanto Adam Sojuangon Pasaribu Adi Santoso Agus Sabdono Ahmad Fadhil Muzaki Ahmad Saddam Habibi Akbar, Muhamad Rahadian Akmal Nasrulloh Alfi Satriadi Ali Djunaedi Ali Ridlo Ananta, Raditya Rizki Andiska, Prismabella Wilis Anisah Harahap Anjani, Devi Oktavia Antonius Budi Susanto Ardiawan Pandu Romenda Ardiawan Pandu Romenda Bambang Yulianto C. Wiencke Chrisna Adhi Suryono Dafit Ariyanto Dara Ramadhania Istiqomahani Delianis Pringgenies Desni Elfrida Samosir Dini, Puti Sukma Rahma Edi Wibowo Kushartono Ega Hagita Testi Eldita Amalia Elfonso Robby Sitorus Endang Supriyantini Errizal Machmud Putra Faishal Islami, Faishal Feri Setiawan Firdaus, Syifa Shafira G. O. Kirst Galih S. Adiguna Gandang Herdananto Nugroho Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Ihsan Mahfudh Ika Asri Desanti Intan Budi Setiasih Irwani Irwani Istiqomahani, Dara Ramadhania Jelita Rahma Hidayati Karla Lutfia Rahmadanti Koesoemadji Koesoemadji Lovensia Zukruff Albasit Lumban Gaol, Josua Gabriel Mahfudh, Ihsan Marhaeny, Annisa Maya Puspita Meli Ayu Pangestika Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Muhamad Ihsan Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Nasrulloh, Akmal Nirwani Nirwani Nirwani Soenardjo Nursiana Suci Wulandari Panjaitan, Kristina Venza Pasaribu, Adam Sojuangon Pramastuti, Fransisca Ria Prayudha, Muhammad Rifky Prismabella Wilis Andiska Puti Sukma Rahma Dini Putra, Errizal Machmud Putri, Angela Salsalina Raden Ario Radhian Wikanarto Widodo Raditya Rizki Ananta Risandhi, Danendra Aquila Azfa Rozi Hamdani Rudhi Pribadi Satria Sakti Budi Leksono, Satria Sakti Budi Sebastian Margino Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiasih, Intan Budi Siti Rudiyanti Sitorus, Elfonso Robby Sri Sedjati Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Susanto, AB. Tarida Tarida Tarida, Tarida Testi, Ega Hagita Titis Buana Tiurma S Triyanto Triyanto Wahid Agung Saputra Wahyu Bagio Leksono Wakhid Indra Kusuma Widodo, Radhian Wikanarto Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wulandari, Nursiana Suci Yohanes Oktaviaris Yulandaris Marsa Zaky, Muhammad Abdul