Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding SIMKESNAS

HUBUNGAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS GEROKGAK II Komang Ari Widiani; Indrie Lutfiana; Lina Anggaraeni Dwijayanti
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.377 KB)

Abstract

Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami kurang energy kronis (KEK) akan menimbulkan masalah terhadap ibu maupun janinnya. Kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gerokgak II mengalami peningkatan dari 26 kasus di tahun 2019 menjadi 54 kasus di tahun 2020. Peningkatan ini juga diikuti oleh peningkatan kasus BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Gerokgak II. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengumpulan data kepada 400 responden yang tercatat pada data kohort ibu. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat untuk mendapatkan data kejadian KEK dan BBLR serta analisis bivariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 7.5% dari 400 ibu hamil yang tercatat mengalami KEK dan sebanyak 8.0% bayi dari 400 bayi lahir yang tercatat mengalami BBLR. Dari 29 ibu yang mengalami KEK sebagian besar melahirkan anak dengan BBLR yaitu sebesar 69.0%, sedangkan ibu yang tidak mengalami KEK sebagain besar melahirkan anak dengan berat badan yang normal yaitu sebesar 96.5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan niai p value 0.01 (p <0.05). Upaya peningkatan status gizi pada ibu hamil perlu perhatian dan dilakukan dari masa remaja atau menjadi wanita usia subur.
GANGGUAN MENSTRUASI PADA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL (PIL, SUNTIK, DAN IMPLAN) DI PUSKESMAS SUKASADA I Luh Tantri; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.034 KB)

Abstract

Metode kontrasepsi hormonal memiliki banyak efek berupa ketidakteraturan siklus menstruasi, metrorhagia, menorhagia. Kejadian gangguan siklus menstruasi di Indonesia diperkirakan dialami oleh 70% wanita, dimana 50% diantaranya disebabkan oleh karena pemakaian kontrasepsi hormonal. Kejadian perdarahan atau gangguan menstruasi pada PUS dengan kontrasepsi hormonal dipicu oleh gangguan keseimbangan reproduksi akibat penambahan kadar homon dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui.gangguan Menstruasi pada penggunaan kontrasepsi Hormonal (Pil, Suntik, Implant) di Puskesmas Sukasada I. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 62 orang. Hasil menunjukkan bahwa dari 62 responden sebagian besar mengalami gangguan menstruasi sebanyak 35 responden (56,5 %), dengan gangguan menstruasi 62,9% amenorea, 20,0% spotting, 5,7%, polimenorea, 5,7% hipermenorea, 2,9% oligomenorea dan 2,9% hipomenorea. Diharapkan bagi petugas kesehatan mampu memberikan pendidikan kesehatan atau KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) tentang gangguan menstruasi yang terjadi pada akseptor KB hormonal, sehingga ibu mengerti tentang gangguan menstruasi yang dialaminya
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SERIRIT 1 Putu Dewi Anggreni; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.709 KB)

Abstract

Preeklampsia adalah penyebab utama kematian maternal selain perdarahan dan infeksi. Preeklampsia adalah keadaan dimana terjadinya hipoperfusi ke organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria dan edema, terjadi lebih tepatnya diatas kehamilan minggu ke 20 tetapi bisa terjadi sebelum kehamilan. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia salah satunya yaitu kelebihan berat badan/obesitas selama kehamilan yang didapat dari ukuran IMT. Hasil penelitian ini menemukan bahwa IMT berhubungan secara statistic dengan kejadian preeclampsia. Indek Massa Tubuh dengan kategori Overweight dan Obesity banyak ditemukan mengalami kejadian preeklampsia.
TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL SAAT PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BUSUNGBIU I Putu Yuni Pratiwi; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.074 KB)

Abstract

Masa pandemi COVID-19 menyebabkan efek psikologis terhadap masyarakat termasuk ibu hamil yang merupakan kelompok resiko tinggi tertular virus korona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu hamil di di Puskesmas Busungbiu I. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif analitikyang dilakukan kepada 60 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HARS. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas ibu hamil mengalami kecemasan sedang 49,2%, 30,8% cemas ringan, 15,4% tidak mengalami cemas dan 4,6% mengalami cemas berat. Pelayanan kebidanan harus lebih intensif dalam memberikan pendidikan kesehatan dan informasi yang aktual mengenai COVID-19 pada ibu hamil untuk mengurangi resiko komplikasi kehamilan akibat kecemasan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEROKGAK I: Indonesia Heny Ni Ketut Heny Yogi Pramita; Indrie Lutfiana; Kadek Agustina Puspa Ningrum
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 2 No. 1 (2023): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.789 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian balita adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Pemeliharaan kesehatan anak balita dititik beratkan kepada upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan serta pengobatanan rehabilitasi yang dapat dilakukan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan di Posyandu, karena Posyandu merupakan tempat yang paling cocok untuk memberikan pelayanan kesehatan pada balita secara menyeluruh dan terpadu. Persentase rata-rata balita yang ditimbang di Bali pada tahun 2021 adalah 74,1% anak per bulan. Persentase tertinggi terdapat di Kabupaten Gianyar yaitu sebesar 91,4%, sedangkan persentase terendah terdapat di Kabupaten Badung yaitu sebesar 59,8%. Di Kabupaten Buleleng sebesar 71,2 %. Jumlah sasaran Balita Tahun 2021 sejumlah 224.419 Balita. Cakupan kunjungan balita di Puskesmas Gerokgak hanya 44,5 % dari target 60 % di tahun 2022. Jenis Penelitian ini adalah diskriptif deskriptif kuantitatif. Dengan Pendekatan retrospektif adalah meneliti kebelakang dengan menggunakan data sekunder untuk mengidentifikasi faktor penyebab kunjungan ibu ke posyandu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Gerokgak I berjumlah 146 orang. Umur responden 20-35 tahun lebih patuh untuk melakukan kunjungan posyandu yaitu 19 responden (73%) dibandimgkan usia <20->35 tahun 7 repsoden (27%). Jarak rumah ke posyandu < 500 m lebih patuh untuk melakukan kunjungan posyandu 16 responden (61,5%) dibandingkan > 500 m tahun 10 responden (38,5%). Pendidikan dengan kategori tinggi lebih patuh untuk melakukan kunjungan posyandu 17 responden (65) dibandingkan ibu dengan pendidikan rendah 9 responden (35%). Status pekerjaan ibu yang bekerja lebih patuh melakukan kunjungan posyandu 19 responden (73%) dibandingkan ibu yang tidak bekerja 7 responden (27%). Perlu dilakukan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat khususnya orang tua yang mempunyai balita mengenai pentingnya Kunjungan Posyandu.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI UPTD PUSKESMAS TEGALLALANG 1 Desak Ketut Sugiartini; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 2 No. 1 (2023): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.739 KB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat salah satu indikator untuk mlihat derajat kesehatan prempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang di tentukan dalan tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu. Angka kematian ibu adalah jumlah wanita yang meninggal mulai dari saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per 100.000.Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Tegallalang 1, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian Kuantitatif diskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang ada di desa julah dengan jumlah ibu hamil sebanyak 38 pada bulan mei-juni 2021. Jumlah sampel yang di gunakan pada penelitian ini sebanyak 35 ibu hamil yang didapat dari rumus besarnya sample. Alat yang di gunakan dalam pengambilan data menggunakan kuisioner. Data diolah dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian, hasil analisa data disajikan dalam bentuk table. Dari hasil penelitian Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi Berdasarkan Karakteristik Demografi dapat dibahas bahwa pengetahuan ibu tentang resiko tinggi kehamilan masih kurang. Hal ini dapat berkaitan dengan pendidikan ibu hamil yang masih tergolong rendah,  Pengetahuan ibu tentang kehamilan risiko tinggi sangat dibutuhkan karena pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi sangat penting untuk terbentuknya sikap ibu dalam memahami akan risiko yang akan timbul dalam kehamilan.