Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Revitalisasi Potensi Lokal untuk Mewujudkan Desa Soko yang Tangguh dan Lestari Melalui Pendampingan Koperasi Desa Merah Putih Khumaini, Fahmi; Budiani, Jauhara Rana; Afthoni, Akhmad Faiz Riza
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20693

Abstract

Background: Kondisi ekonomi masyarakat Desa Soko masih bergantung pada pertanian musiman dan permodalan informal seperti bank plecit yang membebani secara finansial. Selain itu, potensi limbah pertanian seperti bonggol jagung belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kapasitas manajerial dan literasi keuangan masyarakat, termasuk pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), masih tergolong rendah. Di sisi lain, penguatan pendidikan dan nilai religius masyarakat juga masih diperlukan. Tujuan: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan literasi keuangan masyarakat, memanfaatkan potensi lokal desa, serta memperkuat kemandirian ekonomi dan nilai-nilai pendidikan serta keagamaan masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif Participatory Learning and Action (PLA) bersama mitra masyarakat yang terdiri dari kelompok petani, PKK, Karang Taruna, pengurus KDMP, serta pemerintah Desa Soko. Hasil: Program pengabdian berhasil meningkatkan kemampuan pengurus koperasi, memunculkan usaha baru berbasis potensi lokal, mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, serta meningkatkan pengetahuan petani dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, program ini mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong kemandirian masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan religius.
Reconfiguring Religious Authority in Islamic Education: Toward a Pedagogical Model of Critical Religious Literacy Khumaini, Fahmi
el-Tarbawi Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal el-Tarbawi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tarbawi.vol19.iss1.art2

Abstract

This article examines the reconfiguration of religious authority in Islamic education by conseptualizing authority as a pedagogical formation rather than merely as a sociological or media-related phenomenon. The study responds to the tension between classical sources of authority grounded in ‘ilm, adab, sanad, teacher-student relations, and scholarly recognition, and contemporary sources mediated by formal institutions, academic credentials, bureaucratic certification, public communication, and algorithmic visibility. Employing library research with a historical-conceptual approach, this article analyzes selected scholarly works on Islamic intellectual tradition, educational institutions, pesantren, modern Islamic education, and digital Islam. The findings indicate that religious authority in Islamic education is formed through four interrelated dimensions: epistemic depth, ethical formation, institutional credibility, and digital literacy. The article concludes that Islamic education should cultivate critical religious literacy by enabling students so they can distinguish scholarly legitimacy from popularity, credentials from competence, and digital visibility from epistemic accountability.
Pendampingan Digitalisasi Al-Qur'an dalam Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Aya Mamlu’ah; Ulva Badi’ Rohmawati; Fahmi Khumaini; Abdul Jalil
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28405

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada digitalisasi Al-Qur'an untuk meningkatkan membaca dan literasi digital di kalangan santri tahfidz di Kecamatan Senori, kegiatan pengabdian masyarakat selama kurang lebih enam bulan. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 santri melalui pelatihan digitalisasi Al-Qur'an untuk meningkatkan membaca dan literasi digital menggunakan aplikasi Memo Qur'an. Metode implementasi termasuk sosialisasi melalui pembelajaran dan diskusi untuk meningkatkan pengetahuan peserta, pelatihan praktis menggunakan simulasi untuk meningkatkan keterampilan aplikasi, dan implementasi teknologi untuk membantu santri menerapkan Al-Qur'an digital dalam proses pembelajaran mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan penerapan Al-Qur'an digital. Skor pra-tes, awalnya antara 50% dan 55%, menunjukkan pemahaman awal yang terbatas. Namun, skor pasca-tes naik menjadi 80% -90%, Keberhasilan ini menyoroti efektivitas program dalam memfasilitasi transfer pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan internalisasi nilai terkait penggunaan aplikasi Memo Qur'an untuk digitalisasi Al-Qur'an . Pendekatan pesantren digital berfungsi sebagai langkah penting dalam meningkatkan membaca dan literasi digital di antara santri. Sehingga program ini berhasil mengintegrasikan teknologi digital ke dalam menghafal Al-Qur'an, secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca dan literasi digital santri tahfidz Al-Qur’an melalui pelatihan praktis dan bimbingan berkelanjutan.
Dialog Teologis, Mistisisme dan Metafisika dalam Perdamaian Umat Islam dan Kristen di Indonesia Qisthi Faradina Ilma Mahanani; Fahmi Khumaini
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 105-119
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/6k17b566

Abstract

Beberapa tahun terakhir, dinamika keberagaman di Indonesia diwarnai dengan kasus ketegangan antar umat beragama khususnya Umat Islam dan Kristen. Harmonisasi keberagaman Umat Islam dan Kristen terusik dengan adanya oknum yang mendorong pada aksi pertentangan kedua agama tersebut. Kasus seperti terpotongnya nisan salib di Purbayan, Kotagede, Yogyakarta dan kasus ceramah agama di media sosial yang mengandung unsur penghinaan terhadap agama lain, sehingga menimbulkan hate-speech antar umat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan suatu inisiatif dialog antara umat Islam dan Kristen yang tak sekedar teologis namun juga melibatkan mistisisme dan metafisika sehingga diperoleh titik kesepakatan dan perdamaian bersama, baik tataran teoretis maupun praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dan fenomenologis terhadap kasus ketegangan antar umat Islam dan Kristen yang terjadi di beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah perdamaian antar umat beragama akan dapat terwujud dengan mendialogkan titik temu religius berdasarkan kajian komparatif terkait isu-isu vertikal-teologi, mistisisme dan metafisika. Dialog teologis, mistisisme dan metafisika antar umat Islam dan Kristen ini merupakan sarana dalam mengimplementasikan konsep moderasi beragama di Indonesia.