Background: Kondisi ekonomi masyarakat Desa Soko masih bergantung pada pertanian musiman dan permodalan informal seperti bank plecit yang membebani secara finansial. Selain itu, potensi limbah pertanian seperti bonggol jagung belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kapasitas manajerial dan literasi keuangan masyarakat, termasuk pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), masih tergolong rendah. Di sisi lain, penguatan pendidikan dan nilai religius masyarakat juga masih diperlukan. Tujuan: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan literasi keuangan masyarakat, memanfaatkan potensi lokal desa, serta memperkuat kemandirian ekonomi dan nilai-nilai pendidikan serta keagamaan masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif Participatory Learning and Action (PLA) bersama mitra masyarakat yang terdiri dari kelompok petani, PKK, Karang Taruna, pengurus KDMP, serta pemerintah Desa Soko. Hasil: Program pengabdian berhasil meningkatkan kemampuan pengurus koperasi, memunculkan usaha baru berbasis potensi lokal, mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, serta meningkatkan pengetahuan petani dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, program ini mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong kemandirian masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan religius.