Khambali
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Perspektif Islam Dies Tiwi; Khambali
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.291 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.v1i2.531

Abstract

Abstract. Today's society still has the paradigm that nurturing young children is the only role of mothers. Look closerly at the concept and practice of Islamic education turns out that parenting is the job of both parents, the father and the mother, so that the father must also play a part in parenting. In the field especially in the Sindanglaya area of Bandung fathers began engaging in parenting, and there was a change roles in the family. So the author conducted research on the site, to know 1) how the father's understanding of parenting through the role of a father in an Islamic perspective, 2) how the father is involved in parenting, and 3) how the child develops in the upbringing the father provides. The study uses qualitative methods of case studies, using data-collecting techniques, using observation, interviews, field notes and documentation. As for the data analysis procedure used in this study 1) pattern setting, 2) ecition making, 3) chronological time/sequence analysis. Research informants conducted on three families: cases (1) fathers work, mothers don't work, (2) fathers and mothers work, and (3) fathers do not work and mothers do work, the research of the three families, just one family of 1 are ideal for fatherhood in both quality and quantity, fathers and mothers can share roles in parenting. The other two families, the father's role in parenting begins tobe involved, but with quality and quantity differences, it is more or less consistent, and the maternal/grandmother who most instrumental part in parenting. Abstrak. Masyarakat saat ini masih memiliki paradigma bahwa pengasuhan terhadap anak usia dini adalah peran ibu saja. Selanjutnya apabila kita cermati lebih jauh tentang konsep dan praktik pendidikan Islam ternyata tugas pengasuhan anak adalah tugas kedua orang tua yaitu ayah dan ibu, sehingga ayah juga harus berperan dalam pengasuhan terhadap anak. Di lapangan khususnya di daerah Sindanglaya Kota Bandung para ayah mulai terlibat dalam pengasuhan terhadap anak, dan terdapat perubahan peran dalam keluarga. Sehingga penulis melakukan penelitian di lokasi tersebut, untuk mengetahui 1) bagaimana pemahaman ayah terkait pengasuhan anak melalui peran seorang ayah dalam perspektif Islam, 2) bagaimana peran ayah dalam pengasuhan terhadap anak usia dini, dan 3) bagaimana perkembangan anak terkait pengasuhan yang diberikan ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Adapun prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini 1) penjodohan pola, 2) pembuatan ekplanasi, 3) analisis deret waktu/kronologis. Informan penelitian dilakukan terhadap tiga keluarga yaitu: kasus (1) ayah bekerja, ibu tidak bekerja, (2) ayah dan ibu bekerja, serta (3) ayah tidak bekerja dan ibu bekerja, Hasil penelitian dari ketiga keluarga, hanya satu keluarga yaitu keluarga 1, yang ideal dalam keterlibatan peran ayah terkait pengasuhan terhadap anak baik secara kualitas maupun kuantitas, serta ayah dan ibu dapat berbagi peran dalam pengasuhan terhadap anak. Dua keluarga lainnya, peran ayah dalam pengasuhan mulai terlibat, tetapi dengan perbedaan kualitas dan kuantitas, masih dilakukan sekadarnya saja atau tidak konsisten, serta peran ibu/nenek yang masih sangat berperan dalam pengasuhan terhadap anak.
Pola Asuh Orang Tua Wanita Karir dalam Meningkatkan Kehidupan Keberagamaan Anak di Lingkungan Warga RW.05 Cijerah Bandung Octavia Dwi Susanti; Aep Saepuddin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.145 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v1i1.53

Abstract

Abstract. This research is motivated by the large number of parents in the neighborhood of Rw.05 Cijerah Bandung who are busy working. Most of them leave their children's education to their families, educational institutions, or household assistants. As we know, religious education is a basic thing that must be given by parents to their children. Religious education in children is the beginning of personality formation, good or bad children depend on their parents and the environment in which they live. This study aims to describe the parenting pattern of career women in the neighborhood of rw.05 Cijerah Bandung and to find out the efforts made by parents of career women in improving the religious life of their children. This study uses a descriptive qualitative approach. Researchers collect data by means of questionnaires, interviews, observation and documentation. Determination of informants in this study using the technique of "purposive sampling" with the number of informants 117 people. Data analysis in this study was carried out by data reduction, data display, and data verification. Validation of this research data using triangulation technique. The results of this study are the parents of career women have strategies in parenting, namely managing the way of educating and educating time well. Then there are also efforts made by parents of career women in improving the religious life of their children, namely monitoring their children in terms of communication, attention, and motivation. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya orang tua di lingkungan warga Rw.05 Cijerah Bandung yang sibuk bekerja. Kebanyakan mereka menyerahkan pendidikan anaknya pada keluarga, lembaga pendidikan, atau asisten rumah tangga. Sebagaimana yang kita ketahui pendidikan agama merupakan hal dasar yang harus diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Pendidikan beragama pada anak merupakan awal pembentukan kepribadian, baik buruknya anak tergantung pada orang tua serta lingkungan dimana ia tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua wanita karir di lingkungan warga rw.05 cijerah bandung dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh orang tua wanita karir dalam meningkatkan kehidupan keberagamaan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan data dengan cara angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik “purposive sampling” dengan jumlah informan 117 orang. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Validasi data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah orang tua wanita karir memiliki strategi dalam pengasuhan anak yaitu mengelola cara mendidik dan waktu mendidik dengan baik. Kemudian ada pula upaya yang dilakukan orang tua wanita karir dalam meningkatkan kehidupan keberagamaan anak yaitu melakukan pengawasan kepada anaknya dari segi komunikasi, perhatian, dan motivasi.
Implementasi Metode Al-Barqy dalam Proses Pembelajaran Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu di Majelis Taklim As-Sakinah MTKD Cibeunying Kaler Kota Bandung Irma Nopianti; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.517 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1564

Abstract

Abstract. Method is a way or path taken to achieve a goal. The Al-Barqy method is one of the fastest methods of reading the Qur'an. Al-Barqy is also known for its anti-forgetting method and the most effective and efficient method of teaching according to some of its users. The characteristics of learning with this method are easy, happy, anti- forgetting and fast.The purposes of this study are to: (1) describe the process of planning learning the Qur'an with the Al-Barqy method. (2) describe the implementation of the al barqy method in learning the Koran at MTKD Cibeunying Kaler. (3) describe the evaluation of the al barqy method in learning the Qur'an at MTKD Cibeunying Kaler.To achieve this goal, the researcher used qualitative research with a qualitative descriptive approach. In the process of data collection is done by means of interviews, observation, and documentation.The research results obtained are: (1) the learning planning process, in this case the most important thing, is conducting teacher training because the al-barqy method is different from other methods. (2) the process of implementing al barqy learning is done classically using the word institution. (3) the learning evaluation process is carried out at the same time by writing on the Al-Barqy module, besides that the evaluation is carried out with the UTS and UAS in writing. Abstrak. Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode Al-Barqy merupakan salah satu metode membaca Al-Qur’an yang tercepat. Al-Barqy juga dikenal dengan metode anti lupa dan metode yang paling efektif dan efisien pengajarannya menurut sebagaian penggunanya. Ciri khas belajar dengan metode ini adalah mudah, gembira, anti lupa dan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mendeskripsikan proses perencanaan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Al-Barqy. (2) mendeskripsikan pelaksanaan metode al barqy dalam pembelajaran al qur’an di MTKD Cibeunying Kaler. (3) mendeskripsikan evaluasi metode al barqy dalam pembelajaran Al-Qur’an di MTKD Cibeunying Kaler.Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam proses pemgumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu : (1) proses perencanaan pembelajaran dalam hal ini yang paling utama yaitu melelakukan pelatihan pada guru karena metode al barqy berbeda dengan metode lainnya. (2) proses pelaksanaan pembelajaran al barqy dilakukan secara klasikal menggunakan kata lembaga. (3) proses evaluasi pembelajaran dilakukan pada saat itu juga dengan menulis pada modul Al- Barqy, selain itu evaluasi dilakukan dengan UTS dan UAS secaraa tertulis.
Implikasi Pendidikan Akhlak Berkomunikasi terhadap Pola asuh Orang Tua pada anak yang Kecanduan Gadget di Rt 02 Rw 04 Desa Rancatungku Riza Fauzia; Khambali; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.837 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2166

Abstract

Abstract.The problem that will be studied using a case study method through a qualitative approach to find out the habits of children when using gadgets and parenting patterns wehen children use gadgets. In this skripsi, conducting research with one family consisting of children and parents, the child being studied is 8 years old. While the data collection techniques used are by conducting observations, interviews and documentation studies. From this study, the children studied often use gadgets to play games and watch YouTube, these children have a habit of playing gadgets with their friends while playing online games. Other habits if they are prohibited from using gadgets, children will cry. The impact that occurs on children because they often use gadgets is that children rarely play outside with their friends, and children become indifferent and less responsive when called upon. Based on the results of research, parenting is very important for children, parents should supervise and limit children when using gadgets so that parents know what their child's development is like in everyday life. Parents must teach children to always apply good morals or behavior in daily life, providing religious education, especially morals, is very important so that children can become pious children and do not deviate from Islamic teachings. Abstrak. Permasalahan yang akan dikaji menggunakan metode study kasus dengan melalui pendekatan kualitatif untuk mengetahui kebiasaan anak ketika menggunakan gadget serta pola asuh orang tua ketika anak menggunakan gadget. Pada skripsi ini, melakukan penelitian dengan satu keluarga yang terdiri dari anak dan orang tua, anak yang diteliti berusia 8 tahun. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari penelitian ini bahwa anak yang diteliti sering menggunakan gadget untuk bermain game dan menonton youtube, anak ini memiliki kebiasaan bermain gadget dengan temannya sambil bermain game online kebiasaan lainnya jika dilarang menggunakan gadget anak akan menangis. Dampak yang terjadi pada anak karena sering menggunakan gadget yaitu anak menjadi jarang bermain diluar bersama temannya, dan anak menjadi cuek dan kurang merespon jika dipanggil. Berdasarkan hasil penelitian pola asuh orang tua sangatlah penting untuk anak, orang tua sebaiknya mengawasi dan memberi batasan kepada anak ketika menggunakan gadget agar orang tua mengetahui seperti apa perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua harus mengajarkan anak untuk selalu menerapkan akhlak atau prilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, memberikan pendidikan keagamaan khususnya akhlak sangat penting agar anak bisa menjadi anak yang sholeh serta tidak melenceng dari ajaran Islam.
Pelaksanaan Program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an Melalui Media Whatsapp dan Google Meet di SDIT Al-Fajri Cikarang Timur Kab. Bekasi Rohaeni; Nan Rahminawati; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.782 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2178

Abstract

Abstract. SDIT Al-Fajri Cikarang Timur Bekasi is one of the formal Islamic education institutions in East Cikarang District, Kab. Bekasi which developed the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program. This institution tries to guide its students to love the Qur'an through this program. Since March 2020 the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program at SDIT al-Fajri has been carried out online, namely through Whatsapp media and also Google Meet. Until now, it has been more than one year that the tahfidz program at SDIT Al-Fajri has been implemented by utilizing the media Whatsapp and Google Meet and the results of its implementation students can achieve the predetermined memorization target of one juz (Juz 30). This research aims to; 1) identify preliminary activities in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, 2) identify core activities in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, 3) identify closing activities in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, 3) find factors that support and hinder the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection technique; interviews, observations, and documentation. Data analysis technique; data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. Research results show that; 1) in the preliminary activity, it begins by sending a link to the meeting room via Whatsapp and learning is opened through a room meeting. In the preliminary activity there is apperception, namely repeating the previous memorization simultaneously, 2) Submission of material using the Ummi method assisted by volume books consisting of volumes 1-6. Students deposit their memorization by sending rote videos with their eyes closed via Whatsapp, 3) closing activities the teacher evaluates and concludes the learning material, after that the teacher gives appreciation and motivation to students. The teacher asks parents to always accompany their children in online learning and close the lesson with prayers and greetings, 4) the supporting factors in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, namely; a) there is supervision from the principal, b) the availability of communication tools (mobile phones). As for the inhibiting factors, namely; a) students/parents do not understand how to use Google Meet, b) internet network is not stable, c) lack of participation from parents. Abstrak. SDIT Al-Fajri Cikarang Timur Bekasi merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam formal di Kecamatan Cikarang Timur Kab. Bekasi yang mengembangkan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an. Lembaga ini berusaha membimbing para siswanya untuk cinta terhadap Al-Qur’an melalui adanya program tersebut. Sejak bulan Maret 2020 program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an di SDIT al-Fajri dilakukan secara daring yaitu melalui media Whatsapp dan juga Google Meet. Sampai saat ini, sudah lebih dari satu tahun program tahfidz di SDIT Al-Fajri dilaksanakan dengan memanfaatkan media Whatsapp dan Google Meet dan hasil dari pelaksanaannya siswa dapat mencapai target hafalan yang telah ditentukan yaitu sebanyak satu Juz (Juz 30). Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengidentifikasi kegiatan pendahuluan dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri, 2) mengidentifikasi kegiatan inti dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri, 3) mengidentifikasi kegiatan penutup dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri, 3) menemukan faktor pendukung dan penghambat pelakasanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, sajian data, dan verifikasi/ penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Pada kegiatan pendahuluan diawali dengan mengirim link room meeting melalui Whatsapp dan pembelajaran dibuka dengan melalui room meeting. Dalam kegiatan pendahuluan terdapat apersepsi yaitu mengulang hafalan sebelumnya secara bersamaan, 2) Penyampaian materi dengan menggunakan metode Ummi yang dibantu dengan buku jilid yang terdiri dari jilid 1-6. Siswa menyetorkan hafalannya dengan mengirim video hafalan dalam keadaan mata tertutup melalui Whatsapp, 3) kegiatan penutup guru mengevaluasi dan menyimpulkan materi pembelajaran, setelah itu guru memberi apresiasi dan motivasi kepada siswa. Guru meminta orangtua untuk selalu mendampingi anaknya dalam belajar online dan menutup pembelajaran dengan do’a dan salam. 4) faktor pendukung dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri yaitu; a) adanya pengawasan dari kepala sekolah, b) tersedianya alat komunikasi (handphone). adapun fkator penghambatnya yaitu; a) siswa / orang tua siswa kurang memahami cara menggunakan Google Meet, b) jaringan internet yang tidak stabil, c) kurangnya partisipasi dari orang tua siswa.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an melalui Program Sekolah Mengaji Shafira Nur Amalina Putri; Eko Surbiantoro; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.372 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2531

Abstract

Abstract. In order to improve the reading and writing skills of the Qur’an through the school program for students in Elementary School, an effort is needed, especially here is the effort of PAI teachers. Because students at the elementary level there are still students who have not correctly read the Qur’an when school takes place. Kordon 02 Public Elementary School is one of the public elementary schools in the cimenyan sub-district which aims to enable students who are Muslims to read, write, and memorize the Qur’an. The results showed that: 1) planning of Al-Qur’an reading and writing learners through the school program, guided by the rules that have been set in the school program handbook; 2) the process of implementing Al-Qur’an reading and writing learning through the school program, referring to the stages that have been set in the school program; 3) supporting factors and inhibiting factors in learning the school program, parents who lack understanding of science and children play more often than students; 4) evaluation and results obtained through daily evaluation, evalution of iqro’ increase, and final evaluation. Abstrak. Dalam rangka meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an melalui program sekolah mengaji pada siswa di Sekolah Dasar, diperlukan upaya-upaya guru khususnya disini adalah upaya guru PAI. Karena siswa pada tingkat SD masih ada siswa yang belum benar membaca Al-Qur’annya ketika sekolah mengaji berlangsung. Sekolah Dasar Negeri Kordon 02 merupakan salah satu sekolah dasar negeri di kecamatan cimenyan yang memiliki tujuan agar para siswanya yang beragama Islam mampu membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) perencanaan pembelajaran baca tulis al-qur’an melalui program sekolah mengaji, berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan buku panduan program sekolah mengaji; 2) proses pelaksanaan pembelajaran baca tulis al-qur’an melalui program sekolah mengaji, merujuk kepada tahapan-tahapan yang telah ditetapkan program sekolah mengaji; 3) faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pembelajaran program sekolah mengaji, orang tua yang kurang pemahaman tentang ilmu tajwid dan anak lebih sering bermain dibandingkan mengaji; 4) evaluasi dan hasil yang didapatkan yaitu melalui evaluasi harian, evaluasi kenaikan iqro’ dan evaluasi akhir.
Implementasi Metode Insaniyah dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas 1 SDIT Fitrah Insani 2 Kabupaten Bandung Mila Tri Hastuti; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.343 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3316

Abstract

Abstract. One aspect of education that has received less attention is education in reading the Qur'an. In general, parents focus more on general education and pay less attention to religious education, including education to read the Qur'an. so, in improving the learning of the Koran it is necessary to have an appropriate learning method, so that learning is more practical and efficient. One of them is the human method at SDIT Fitrah Insani 2, Bandung Regency. This study aims to determine learning planning, learning implementation, learning evaluation, as well as supporting and inhibiting factors in the learning process using the human method in first grade at SDIT Fitrah Insani 2 Bandung Regency. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach, which is used to describe the implementation of the human method in first grade as it is. The techniques used include observation, interviews, and documentation. The results in the research that have been obtained are in the form of an overview of preparation, namely making annual learning programs, semester programs, and daily learning programs, as well as preparing learning media. then the stages of implementing classical learning are divided into three, namely opening activities, core activities and closing activities. The next step regarding the evaluation of learning used is a daily or initial test, and a level test for each volume, using the oral method. the internal supporting factor is the teacher itself and externally is the parent's support. while the inhibiting factors in this study were lack of time, lack of educators, and lack of parental attention to students at home. Abstrak. Salah satu aspek pendidikan yang kurang mendapatkan perhatian adalah pendidikan membaca Al-Qur’an. pada umumnya orang tua lebih menitikberatkan pada pendidikan umum saja dan kurang memperhatikan pendidikan agama termasuk pendidikan membaca Al-Qur’an. maka, dalam meningkatkan pembelajaran Al-Quran perlu adanya metode pembelajaran yang tepat, agar pembelajaran lebih praktis dan efisien. salah satunya adalah metode insaniyah di SDIT Fitrah Insani 2 Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode insaniyah pada kelas satu di SDIT Fitrah Insani 2 Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang digunakan untuk menggambarkan implementasi metode insaniyah di kelas satu secara apa adanya. teknik yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil dalam penelitian yang telah didapatkan berupa gambaran mengenai persiapan, yakni membuat program pembelajaran tahunan, program semester, dan program pembelajaran harian, serta menyiapkan media pembelajaran. kemudian untuk tahapan pelaksanaan pembelajaran klasikal dibagi menjadi tiga, yaitu kegiatan pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. berikutnya mengenai evaluasi pembelajaran yang digunakan adalah tes harian atau awal, dan tes tingkatan setiap jilidnya, dengan menggunakan metode lisan. adapun faktor pendukung secara internal adalah guru itu sendiri dan secara eksternal adalah dukungan orang tua. sedangkan faktor penghambat pada penelitian ini adalah waktu yang kurang, kurangnya tenaga pendidik, serta kurangnya perhatian orang tua terhadap siswa saat di rumah.
Pengelolaan Pembelajaran Holistik pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VII SMP Darul Hikam Bandung Aji Nuryana; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.022 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3391

Abstract

Abstract. Education occupies a crucial role in Islam. One of the virtues of Islam for mankind is its comprehensive and consistent method of mental education, giving birth to a rabbinic generation, fostering people and culture and enforcing principles and honors. Holistic Learning is one alternative that helps institutions to produce graduates who are complete both in terms of cognitive, affective and psychomotor. One of the schools that has a holistic curriculum design is SMP Darul Hikam Bandung. The purpose of this research is to find out how to manage holistic learning especially for Islamic Religious Education lessons starting from planning, implementation and assessment. Obtained from this study, the management of holistic learning at SMP Darul Hikam Bandung is in accordance with the principles of holistic learning by modifying the official curriculum and the typical school curriculum to form TCB (Taqwa Character Building)-based moral education and habituation of daily worship so as to shape the student's personality. intelligent and religious. Abstrak. Pendidikan menempati hal yang krusial di dalam agama islam. Salah satu keutamaan islam bagi umat manusia adalah metodenya yang paripurna dan konsisten dalam mendidik mental, melahirkan generasi rabbani, membina umat dan budaya serta memberlakukan prinsip-prinsip dan kemuliaan. Pembelajaran Holistik adalah salah satu alternatif yang membantu lembaga dalam mencetak lulusan yang paripurna baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Salah satu sekolah yang memiliki desain kurikulum holistik adalah SMP Darul Hikam Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pembelajaran holistik terkhusus untuk pelajaran Pendidikan Agama Islam dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwasannya pengelolaan pembelajaran holistik di SMP Darul Hikam Bandung sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran holistik dengan memodifikasi kurikulum dinas dan kurikulum khas sekolah sehingga terbentuk pendidikan akhlak berbasis TCB(Taqwa Character Building) dan pembiasaan ibadah harian sehingga membentuk kepribadian siswa yang pintar dan religius.
Implementasi Metode UMMI dalam Pembelajaran Tartil dan Tahfizh Al-Qur’an Secara Hybrid di SMPIT Anni’mah Margahayu Bandung Putri Aghnia Amalia Sholeh; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.33 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3496

Abstract

Abstract. This study aims to reveal the application of methods in learning tartil unlettered and the Qur'an tahfizh hybrid conducted in SMPIT Anni'mah, with a research focus include 1) the planning process pembelajran Qur'an ummi method is a hybrid; 2) the implementation process pembelajran Qur'an ummi method is a hybrid; 3) evaluation and results pembelajran Qur'an is a hybrid method in SMPIT ummiMargahayuAnni'mah Bandung. This study used a qualitative approach premises descriptive methods. Data was collected by interview, observation, and docementation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion. Checking the validity of the findings made by triangulation techniques using a variety of sources, theories, and methods. Subject of research is the principal, coordinator of the unlettered, and students. The results showed that 1) the learning plan Qur'an hybrid based on the rules that have been set umml foundation but little added some indicators in perencanaanya; 2) implementation of a learniing Qur'an0ummi0method referrs to the stages that have been set umml foundation and added a slight variation on the process; 3) evaluation and results in getting that through daily evaluation, the evaluation of the increase in volumes, and the final evaluation. Ummi method application in teaching the Qur'an very good impact on the ability of students to read the Qur'an. As for some of the constraints in the implementation of this most important lesson that is not the stability of the Internet, understanding and abilities of students varied. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penerapan metode ummi dalam pembelajaran tartil dan tahfizh Al-Qur’an secara hybrid yang dilaksanakan di SMPIT Anni’mah, dengan fokus penelitian mencakup 1) proses perencanaan pembelajran Al-Qur’an metode ummi secara hybrid; 2) proses pelaksanaan pembelajran Al-Qur’an metode ummi secara hybrid; 3) evaluasi dan hasil pembelajran Al-Qur’an metode ummi secara hybrid di SMPIT Anni’mah Margahayu Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokementasi. Teknik analisisdata meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsaahan temuan dilakukn dengan teknik triaangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori, dan metode. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, koordinator ummi, dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) perencanaan pembelajaran Al-Qur’an secara hybrid berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan ummi foundation tetapi sedikit ditambahkan beberapa indikator dalam perencanaanya; 2) pelaksanakan pembelajaran Al-Qur’an metode ummi merujuk kepada tahapan-tahapan yang telah ditetapkan ummi foundation dan ditambah sedikit variasi pada prosesnya; 3) evaluasi dan hasil yang didapatkanya itu melalui evaluasi harian, evaluasi kenaikan jilid, dan evaluasi akhir. Penerapan metode ummi dalaam pembelajaran Al-Qur’an sangat berdampak baiik terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Adapun beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran ini yang paling utama yaitu tidak stabilnya jaringan internet, pemahaman dan kemampuan siswa yang bervariasi.
Adab dalam Menuntut Ilmu Menurut Perspektif Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa Eva Defani Suti; Eko Surbianto; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.596 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3572

Abstract

Abstract. The Indonesian nation is currently reaching its peak in facing various educational problems, especially the decline of morals and the loss of adab. Adab can be interpreted as a reflection of a person's good or bad. The word adab is usually addressed specifically to pupils. Students are defined as people who want to gain knowledge. Science is a knowledge that can provide instructions for a person to understand between right and wrong, as well as the provision of man to obtain salvation and well-being both in the world and in the hereafter. Based on this phenomenon, the problem in this study is formulated as follows: "Who is Sheikh Muhammad Syakir?" And "How is the adab of students in studying according to the perspective of Sheikh Muhammad Syakir in the Book of Washoya Al-Abaa' lil Abnaa?". This type of research is Library Research (literature research). The data collection technique used in this study is a document related to the studying adab to Sheikh Muhammad Syakir. Meanwhile, the data analysis technique uses a content analysis method related to primary data and secondary data. The results of the study were: 1) Sheikh Muhammad Syakir was a great scholar whose one of his works was the book of Washoya Al-Abaa' lil Abnaa. 2) Adab studied in the book of Washoya Al-Aba‟ Lil Abna by Sheikh Muhammad Syakir is a commendable part of morals that must be possessed by students in studying so that it is facilitated, launched, and useful for the knowledge they have gained. Abstrak. Bangsa Indonesia saat ini mencapai puncak dalam menghadapi berbagai permasalahan pendidikan, khususnya kemerosotan akhlak dan hilangnya adab. Adab dapat dimaknai sebagai cerminan dari baik buruknya seseorang, terhormat atau tercelanya nilai seseorang, mulia atau hinanya seseorang. Kata adab biasanya ditujukan khusus kepada murid. Murid diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu adalah sebuah pengetahuan yang bisa memberikan petunjuk bagi seseorang untuk memahami antara yang benar dan yang salah. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Siapakah Syeikh Muhammad Syakir itu?” Dan “Bagaimana adab murid dalam menuntut ilmu menurut perspektif Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al-Abaa’ lil Abnaa?”. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Library Research (penelitian kepustakaan). Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah dokumen yang berkenaan dengan adab menuntut ilmu menurut Syeikh Muhammad Syakir. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang berkaitan dengan data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian in: 1) Syeikh Muhammad Syakir adalah seorang ulama besar yang salah satu karyanya itu adalah kitab Washoya Al-Abaa’ lil Abnaa. 2) Adab menuntut ilmu dalam kitab Washoya Al-Aba‟ Lil Abna karya Syeikh Muhammad Syakir adalah bagian akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menuntut ilmu supaya dimudahkan, dilancarkan, serta bermanfaat ilmu yang diperolehnya.