Khambali
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Media Sosial Whatsapp dengan Penyampaian Informasi Pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada Siswa Kelas VIII MTs. Al-Muhajirin Anisa Nur Indahsari; Khambali; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.464 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3735

Abstract

Abstract. This study aims to determine the relationship between the use of Whatsapp social media with the submission of information for learning of the Al-Qur'an Hadith in grade VIII students at MTs al-Muhajirin Lembang. The method used in this study is a quantitative approach to the explanation of associative relationships. The population in this study were all students of class VIII MTs al-Muhajirin Lembang, totaling 83 people. This study is a population study so the authors did not determine the number of research samples. Data collection techniques used in this study were questionnaires and observation. The results of this study indicate that there is a relationship between the use of Whatsapp social media and the delivery of information on learning Al-Qur'an Hadith, these results refer to the value of the correlation coefficient r with a significance level of 5% and DB = N-1 of 0.418 > r table 0.215. The relationship between the use of social media Whatsapp with the delivery of information on learning Al-Qur'an Hadith with r = 0.418 is at a moderate/ enough level. Therefore, it can be concluded that the alternative hypothesis Ha is accepted and H0 is rejected. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial Whatsapp dengan penyampaian informasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada siswa kelas VIII di MTs al-Muhajirin Lembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif jenis eksplanasi hubungan asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs al-Muhajirin Lembang yang berjumlah 83 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga penulis tidak menentukan jumlah sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara penggunaan media sosial Whatsapp dengan penyampaian informasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits, hasil ini merujuk kepada nilai koefisien korelasi r dengan taraf siginifikansi 5% dan db=N-1 sebesar 0.418 > r tabel 0.215. Hubungan antara penggunaan media sosial Whatsapp dengan penyampaian informasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits dengan r = 0.418 berada pada tingkat sedang/ cukup. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif Ha diterima dan H0 ditolak.
Implikasi Pendidikan dalam Novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir’aun terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Keimanan pada Peserta Didik Chaerunisa Ar-Risyda; Khambali; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.229 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4292

Abstract

Abstract. This thought, education plays the role of society, especially students, and education to internalize the values of faith is carried out throughout the world, not only in textbooks, but also by writers on the influence of the novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir'aun regarding the internalization of values. values in students. This study explains about education towards the internalization of the values contained in the novel, there are several characters including the main character. The purpose of the study was to find out the general description of the novel, the concept of the experts on internalizing values to students and education in the novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir'aun towards the internalization of values in students. The research method is a descriptive analysis approach. The conclusion is that the training carried out in the novel Asiyah Sang Gurun Mawar Fir`aun on the internalization of values to students who attend three parts such as input and efforts to be made. with the trans-internalization stage. Abstrak. Pemikiran ini, pendidikan memainkan peran masyarakat, khususnya peserta didik, dan pendidikan untuk menginternalisasi nilai-nilai keyakinan dilakukan di seluruh dunia, tidak hanya di buku pelajaran, tetapi juga oleh penulis atas pengaruh pendidikan novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir’aun mengenai internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik. Penelitian ini menjelaskan tentang implikasi pendidikan terhadap internalisasi nilai-nilai keimanan yang mengandung isi novel terdapat beberapa tokoh termasuk tokoh utama. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran umum novel tersebut, konsep para ahli internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik dan implikasi pendidikan dalam novel Asiyah Sang Mawar Gurun Fir’aun terhadap internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Kesimpulan penelitian merupakan implikasi pendidikan dalam novel Asiyah Sang Gurun Mawar Fir`aun terhadap internalisasi nilai-nilai keimanan pada peserta didik terdapat tiga bagian seperti implikasi input pendidikan dengan upaya menginternalisasikan tahap transformasi nilai, implikasi proses pendidikan dengan upaya menginternalisasi tahap transaksi nilai dan implikasi output pendidikan dengan upaya tahap trans-internalisasi.
Implikasi Pendidikan dari QS. Al-Isra ayat 23 dan 24 tentang Birrul Walidain terhadap Upaya dalam Membentuk Adab Anak Kepada Orang Tua Muhammad Kurnia Pratama; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.369 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4386

Abstract

Abstract. This verse explains Birrul Walidain, which is an obligation that is Fardhu'Ain for children to make their parents happy and obey their orders, but in fact there are still many children's behavior that is not fair to parents. Therefore, the formulation of the problem emerged, namely: (1) What is the content of the interpretation of QS. Al-Isra 'verse 23 and 24 according to the commentators? (2) What is the essence of the interpretation of QS. Al-Isra 'verse 23 and 24? (3) What are the opinions of experts regarding educational efforts in shaping children's etiquette to their parents? (4) What are the implications of education in QS. Al-Isra 'verse 23 and 24 on efforts to shape children's manners to their parents?. This study uses qualitative methods with collection techniques, namely documentation studies by reviewing studies on interpretations, books, literature, notes, reports related to the subject matter of the research. From this research, obtained the content of Qs. Al-Isra verses 23 and 24 that there are several ways to fulfill the obligations that must be carried out by a child to his parents, namely taking care of them when they are old, not saying bad words, not treating them badly, and always saying to them words. gentle, kind, and with respect. According to education experts, there are educational efforts in shaping children's manners to parents, namely by giving understanding by parents and accompanied by self-awareness. Abstrak. Ayat ini menerangkan Birrul Walidain yaitu suatu kewajiban yang bersifat Fardhu‘Ain bagi anak untuk membahagiakan hati kedua orang tua dan menuruti perintahnya, namun pada faktanya masih banyak perilaku anak yang tidak wajar terhadap orang tua. Maka dari itu, munculah rumusan masalah yaitu: (1) Apa isi tafsir QS.Al-Isra’ ayat 23 dan 24 menurut para mufassir? (2) Apa esensi dari tafsir QS.Al-Isra’ ayat 23 dan 24? (3) Bagaimana pendapat para pakar tentang upaya pendidikan dalam membentuk adab anak kepada orang tua? (4) Bagaimana implikasi pendidikan dalam QS.Al-isra’ ayat 23 dan 24 terhadap upaya dalam membentuk adab anak kepada orang tua?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan yaitu studi dokumentasi dengan penelaahan studi terhadap tafsir, buku, literatur, catatan, laporan yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh isi kandungan Qs. Al-Isra ayat 23 dan 24 bahwa ada beberapa cara untuk menunaikan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang anak kepada orang tua, yaitu memelihara keduanya ketika tua, tidak mengucapkan perkataan yang buruk, tidak memperlakukan mereka dengan buruk, dan senantiasa mengucapkan kepada keduanya perkataan yang lembut, baik, dan disertai penghormatan. Menurut para ahli Pendidikan terdapat upaya pendidikan dalam membentuk adab anak kepada orang tua yaitu dengan cara diberikannya pemahaman oleh orang tua dan dibarengi dengan kesadaran diri sendiri.
Implikasi Pendidikan dari Qs. At-Taubah Ayat 122 terhadap Konsep Kampus Mengajar Sofy safarina saidah; Eko Surbiantoro; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6983

Abstract

Abstract. Indonesia is predominantly Muslim, but many people are indifferent to education. This kind of thinking is certainly not in line with the Islamic perspective on education. In this case, the Ministry of Education and Culture always tries to overcome the low quality of education in Indonesia. One of them is through the new campus teaching program. The teaching and learning process that occurred in the Teaching Campus program activities had occurred at the time of the Prophet Muhammad, at that time the believers were in a state of war, but the believers were not allowed to all participate in the war there had to be some people who studied with the Prophet then taught it again, . This is contained in QS. At-Taubah: 122. So between the government program that has only been running since 2020 and the story contained in QS. At-Taubah: 122 there is a connection. The formulation of the problem which is the aim of the research is 1). What is the opinion of the mufassir about QS. At-Taubah: 122. 2) What is the essence contained in QS. At-Taubah: 122 3). What are the opinions of experts about the concept of teaching campuses 4). What are the educational implications of QS. At-Taubah: 122 on the concept of teaching campuses. The method used in this study is a descriptive approach. The meaning of descriptive is a method that functions to describe or provide an overview of an object under study through data or samples that have been collected as they are without conducting analysis to make conclusions that apply to the public (Sugiyono, 2013) and the technique used in this research is the literature study technique (book survey) to collect data, classify, analyze, and interpret. The results of the summary of the opinions of the mufassirs are 1) A believer is not obligated to go to the battlefield for all jihad, if the Prophet Muhammad did not go to the battlefield. 2) A believer who studies knowledge has priority in Islam. 3) A believer who has knowledge must have the readiness to teach the knowledge he has 4) A believer who has knowledge then this knowledge serves as a warning and protector for its owner. The implications contained from Qs. At-Taubah: 122 is 1. Science can give a warning as a protection against ignorance and foolishness. 2. Emphasis on equal distribution of education for the believers and society in Indonesia. 3. Science can give a warning as a protector of ignorance and stupidity. Abstrak. Negara Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, akan tetapi banyak masyarakat yang acuh pada pendidikan. pemikiran yang seperti ini tentu tidak sejalan dengan sudut pandang agama Islam terhadap pendidikan, Dalam hal ini kementrian Pendidikan dan Kebudayaan selalu berupaya untuk mengatasi rendahnya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satunya melalui program baru kampus mengajar. Proses belajar mengajar yang terjadi dalam kegiatan program Kampus Mengajar pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw, pada saat itu kaum mukminin sedang dalam kondisi peperangan, akan tetapi kaum mukminin tidak diperbolehkan untuk seluruhnya ikut berperang harus ada sebagian orang yang menuntut ilmu kepada Rasulullah lalu mengajarkannya kembali,. Hal ini terdapat dalam QS. At-Taubah : 122. Maka antara program pemerintah yang baru berjalan sejak tahun 2020 dengan kisah yang terdapat dalam QS. At-Taubah : 122 terdapat suatu keterkaitan. Adapun rumusan masalah sekaligus yang menjadi tujuan dari penelitian adalah 1).Bagaimanakah pendapat mufassir tentang QS. At-Taubah : 122. 2)Apa esensi yang terkandung dalam QS. At-Taubah : 122 3).Bagaimanakah pendapat para ahli tentang konsep kampus mengajar 4).Bagaimana implikasi pendidikan dari QS. At-Taubah : 122 terhadap konsep kampus mengajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif Adapun pengertian dari deskriptif yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran suatu objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum(Sugiyono,2013) dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik Study literatur (book Survey) untuk mengumpulkan data, mengklasifikasikan, menganalisa, dan menginterpretasi. Hasil rangkuman dari pendapat para mufassir yakni 1)Seorang mukmin tidak diwajibkan untuk semua berjihad ke medan perang, jika Nabi Muhammad Saw tidak ikut ke medan perang. 2)Seorang mukmin yang menuntut ilmu mempunyai keutamaan dalam Agama Islam. 3)Seorang mukmin yang memiliki ilmu pengetahuan harus mempunyai kesiapan untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya4)Seorang mukmin yang memiliki ilmu pengetahuan maka ilmu pengetahuan tersebut berfungsi sebagai peringatan dan pelindung bagi pemiliknya. Implikasi yang terkandung dari Qs. At-Taubah : 122 adalah 1. Ilmu pengetahuan dapat memberi peringatan sebagai pelindung diri dari ketidaktahuan dan kebodohan. 2. Ditekankannya pemerataan pendidikan untuk kaum mukminin dan masyarakat di Indonesia. 3. Ilmu pengetahuan dapat memberi peringatan sebagai pelindung diri dari ketidaktahuan dan kebodohan.