Claim Missing Document
Check
Articles

Penyesuaian diri pada siswa di era new normal: Bagaimana peran keterampilan sosial? Mashita, Citra Dewi; Pratitis, Niken Titi; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9784

Abstract

The learning system, which has been online for almost 2 years since the pandemic has turned offline. This condition is called the new normal, when student learning activities can be carried out face-to-face. These changes have affected students' self-adjustment to learning activities and social interactions at school. The purpose of this study was to determine the relationship between social skills and students' adjustment in the new normal era. This type of research is quantitative research.. The population of this research is the 8th and 9th grade students at SMPN 52 Surabaya totaling 434 students. Subjects were obtained by incidental sampling of 195 students and data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique with the help of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) for Windows version 22. The research instrument was a social skills adjustment scale compiled by the researchers themselves. The results of the analysis using Product Moment reveal that there is a positive and significant relationship between social skills and students' adjustment in the new normal era, which means that the higher the social skills possessed, the better the students' adjustment in the new normal era. Sistem pembelajaran yang hampir 2 tahun terjadi pandemi secara daring berubah menjadi luring. Kondisi ini disebut new normal, ketika kegiatan belajar siswa sudah bisa dilakukan secara tatap muka. Perubahan yang terjadi ini mempengaruhinya dalam penyesuaian diri siswa baik terhadap aktivitas pembelajaran maupun interaksi sosial di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada siswa di era new normal. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas 8 dan 9 di SMPN 52 Surabaya berjumlah 434 siswa. Subjek diperoleh dengan incidental sampling sebesar 195 siswa dan data dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) for windows versi 22. Instrumen penelitian yaitu skala penyesuaian diri keterampilan sosial yang disusun peneliti sendiri. Hasil analisis menggunakan Product Moment mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada siswa di era new normal, yang berarti semakin tinggi keterampilan sosial yang dimiliki, maka semakin baik penyesuaian diri siswa di era new normal.
Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Baru yang Merantau Putri, Dilla Asiska Ananda; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9928

Abstract

This research aims to describe the relationship between self-efficacy and adjustment among new students who are living away from home. The study is conducted due to the challenges faced by students who come from outside Surabaya and have to relocate for education, as they have different cultures and languages. One of the factors that influence adjustment is self-belief and self-ability, also known as self-efficacy. A quantitative approach was used in this research through descriptive and correlational methods. A total of 80 students participated as research subjects. The subjects of this study were new students from the Psychology department, class of 2022. Data was collected using Likert scales. Data analysis was performed using Spearman's rho, which revealed a positive relationship between self-efficacy and adjustment. So the results of this research indicate that the higher or the better the self-efficacy of an individual, the better the individual's self-adjustment as well. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara efikasi diri dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru yang merantau. Penelitian ini dilakukan karena ada permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa yang berasal dari luar Surabaya dan harus merantau untuk mengejar pendidikan, karena mereka memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah keyakinan dan kemampuan diri, yang juga dikenal sebagai efikasi diri. Kuantitatif merupakan pendekatan yang dilakukan pada riset ini melalui metode deskriptif dan korelasi. Sebanyak 80 mahasiswa menjadi subjek penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa baru angkatan 2022 jurusan Psikologi. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan Spearman Rho yang hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara efikasi diri dengan penyesuaian diri. Sehingga hasil dari penelitian ini memberikan makna bahwa semakin tinggi atau semakin baik efikasi diri seorang individu maka akan semakin baik pula penyesuaian diri seorang individu tersebut.
Kecanduan media sosial pada remaja: Bagaimana peran fear of missing out? Maslukha, Khoirum; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10446

Abstract

Abstract Many teenagers are addicted to social media because they have a desire to know everything that happens on social media, so they feel anxious if they miss a moment or information which causes someone to feel left behind and think that other people's lives on social media are more fun than their own life or often called the fear of missing out. This research aims to determine the relationship between fear of missing out and social media addiction in adolescents. The research instruments used in this study were the fear of missing out scale and the social media addiction scale. The sample in this research was students from SMP 17 August 1945 Surabaya. The sampling technique in this study used a quota sampling technique whose number was determined using the Krecjie table so that 162 subjects were obtained. The data analysis method used in this research uses Spearman Rho correlational analysis. The results of this study show that the hypothesis is accepted and there is a positive relationship between fear of missing out and social media addiction. Keywords: fear of missing out, addiction to social media, teenagers. Abstrak Banyak remaja yang mengalami kecanduan media sosial dikarenakan memiliki keinginan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada sosial media, sehingga memiliki rasa kecemasan jika kehilangan momen atau informasi yang menyebabkan seseorang merasa tertinggal dan berpikir bahwa kehidupan orang lain di media sosial lebih menyenangkan dibanding hidupnya sendiri atau sering disebut fear of missing out. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out dengan kecanduan media sosial pada remaja. Intrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah skala fear of missing out dan skala kecanduan media sosial. Sampel dalam penelitian ini siswa SMP 17 Agustus 1945 Surabaya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik quota sampling yang ditetapkan jumlahnya menggunakan bantuan tabel Krecjie sehingga diperoleh 162 subjek. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasional Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu bahwa hipotesis diterima dan terdapat hubungan positif antara fear of missing out dengan kecanduan media sosial. Kata kunci: fear of missing out, kecanduan media sosial, remaja
Kesulitan Pengambilan Keputusan Karir: Bagaimana Peranan Determinasi Diri pada Siswa Sasabila, Bella; Pratitis, Niken Titi; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11324

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara determinasi diri dengan kesulitan pengambilan keputusan karir siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu quota sampling dengan sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 155 siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala determinasi diri dan skala kesulitan pengambilan keputusan karir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi spearman rho. Berdasarkan hasil analisis data dibuktikan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara determinasi diri dengan kesulitan pengambilan keputusan karir pada siswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa semakin tinggi determinasi diri pada siswa maka semakin rendah kesulitan pengambilan keputusan karirnya.
Ketidakjujuran akademik siswa sekolah menengah atas sebagai dampak dari fear of failure? Susanti, Dewi; Pratitis, Niken Titi; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11724

Abstract

Abstract Education is a planned effort to develop a person's potential so that they can gain religious strength, self-control, personality, intelligence, noble morals and skills that are beneficial to society and themselves. The aim of this research is to determine the relationship between fear of failure and academic dishonesty. The population in this study were students in grades 11 and 12 of SMA Dharma Wanita Surabaya. The sampling technique used in this research is the quota sampling technique. This research uses quantitative research. The type of research used is correlational research. The method used is a Likert scale. The results of data analysis using Spearman Brown show that there is a very significant relationship between the variables fear of failure and academic dishonesty. The results of this research show that there is a positive relationship between fear of failure and academic dishonesty. The higher the fear of failure, the higher the academic dishonesty. Based on research that has been carried out, students are advised not to set targets too often to achieve good grades, this is so that students do not do things that violate the regulations, such as cheating and so on. Further research is expected to be able to develop variables based on research as well as the risk of failure. Abstrak Pendidikan adalah upaya yang sudah direncanakan untuk mengembangkan potensi diri seseorang sehingga mereka dapat memperoleh kekuatan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat dan diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fear of failure dengan ketidakjujuran akademik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas dan 11 dan 12 SMA Dharma Wanita Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik quota sampling. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Metode yang digunakan berupa skala likert. Hasil analisis data menggunakan Spearman Brown menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan anatar variabel fear of failure dan ketidakjujuran akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara fear of failure dengan ketidakjujuran akademik semakin tinggi fear of failure yang terjadi maka ketidakjujuran akademik juga meningkat. Berrdasarkan pernerlitian yang terlah dilakurkan, para siswa disarankan urnturk tidak terrlalur serring mermasang targert urnturk mermperrolerh nilai bagurs, hal ini dikarernakan agar para siswa tidak merlakurkan hal-hal yang merlanggar perraturran serperrti merlakurkan kercurrangan dan lain-lain. Pernerliti serlanjurtnya diharapkan dapat mermperrluras variaberl berbas pernerlitian serlain ferar of failurrer.
Celebrity worship pada perempuan dewasa awal penggemar K-pop: bagaimana peran kesepian? Suryaningsih, Endah; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11844

Abstract

Celebrity worship is excessive idolization behavior, this behavior occurs a lot in adolescents and will decline in adulthood but some studies have found that Celebrity worship still occurs in early adulthood. This study aims to determine the relationship between loneliness and celebrity worship in early adult female K-pop fans. This study used quantitative research methods involving 100 adult female K-pop fans. The research technique used in sampling used accidental sampling. The measuring instrument in this study used a 25-item loneliness scale and a 20-item celebrity worship scale. The results of the analysis show that the hypothesis is rejected and there is a significant negative relationship between loneliness and Celebrity worship in adult female K-pop fans. In conclusion, loneliness and celebrity worship are not related, which means that if individuals have a low level of loneliness, the tendency for celebrity worship behavior is high. Vice versa, the higher the level of individual loneliness, the lower the tendency of celebrity worship behavior. Celebrity worship adalah perilaku pengidolaan yang berlebihan, perilaku tersebut banyak terjadi pada remaja dan akan menurun pada usia dewasa namun beberapa penelitian ditemukan bahwa Celebrity worship masih terjadi pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan celebrity worship pada perempuan dewasa awal penggemar K-pop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melibatkan 100 orang perempuan dewasa penggemar K-pop. Teknik penelitian yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kesepian sebanyak 25 aitem dan skala celebrity worship sebanyak 20 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis ditolak dan terdapat hubungan negatif siginifikan antara kesepian dengan Celebrity worship pada perempuan dewasa penggemar K-pop. Kesimpulannya kesepian dan celebrity worship tidak berhubungan yang dapat diartikan apabila individu memiliki tingkat kesepian yang rendah maka kecenderungan perilaku celebrity worship tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi tingkat kesepian individu maka semakin rendah kecenderungan perilaku celebrity worship.
Literasi Digital dengan Perilaku Konsumtif pada Generasi Z Kurniawati, Linda; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12500

Abstract

This study aims to determine the relationship between digital literacy and online shopping consumer behavior in generation Z. This study uses a quantitative research type using a correlational method. The sampling technique in this study used the Quota Sampling technique with a sample size of 115 generation Z aged 20-27 years. This study uses data instruments, namely the Digital Literacy Scale and the Consumptive Behavior Scale. Data were analyzed using the help of the Pearson correlation test with SPSS software version 25 for Windows. The results of the product moment analysis showed a relationship between digital literacy and consumptive behavior obtained a correlation value = -138 with a significance of P = 0.141> 0.05 meaning that there is no relationship between digital literacy and consumptive behavior, so the hypothesis is rejected.
Resiliensi pada Gen Z: Bagaimana Peranan Optimisme? Septiani Putri, Sri Indah; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12629

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of the inability of generation z to face stressful conditions, which makes individuals have low fighting power. Based on this background, the problem in this study is how optimism in generation z. Participants in this study are generation z determined using simple random sampling techniques. The data collection method in this study is a questionnaire in the form of a google form using the Likert scale. The statistical method uses product moment correlation. The results of this study show that optimism significantly positively affects resilience. This means that the optimism variable is significantly correlated with the resilience variable, so the research hypothesis that there is a significant correlation between the optimism variable and resilience is accepted. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketidakmampuan generasi z menghadapi kondisi yang menekan, dimana hal tersebut membuat individu memiliki daya juang yang rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana optimisme pada generasi z. Partisipan dalam penelitian ini adalah generasi z yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini kuesioner berupa google form dengan menggunakan skala Likert. Metode statistik menggunakan korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimisme secara signifikan positif mempengaruhi resiliensi. Artinya, variabel optimisme berkorelasi secara signifikan dengan variabel resiliensi maka hipotesa penelitian yang menyebutkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara variabel optimisme dengan resiliensi, diterima.
Fear of Missing Out (FOMO) dan Psychological Well Being pada Remaja Pengguna Media Sosial Rahayuningtyas, Yuninda Purwita; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12684

Abstract

Psychological well being adalah kondisi di mana individu merasa puas dan bahagia dengan kehidupannya, mampu menerima diri sendiri, memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, dan memiliki tujuan hidup yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Psychological Well Being. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah quota sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari populasi yang mempunyai karakteristik tertentu sampai jumlah yang diinginkan terpenuhi. Sampel penelitian ini adalah remaja pengguna media sosial yang berjumlah 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan negatif antara Fear of Missing Out (FoMO) dan psychological well being, yang artinya semakin tinggi Fear of Missing Out (FoMO) yang dimiliki oleh remaja makan akan semakin rendah psychological well being.
Orientasi Masa Depan dengan Kecemasan Karir Siswa SMK Aisyah, Yatin; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara orientasi masa depan dengan kecemasan karir siswa SMK. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini mencakup 446 siswa dari SMK Al-Asy’ariyah Prambon Nganjuk. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan menetapkan kriteria tertentu yaitu siswa kelas XII dan siswa yang telah atau sedang PKL. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan 160 sampel yang sesuai. Instrumen yang digunakan terdiri dari orientasi masa depan dengan kecemasan karir siswa SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara orientasi masa depan dengan kecemasan karir siswa SMK selain itu penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan linier dan signifikan antara kedua variabel yang mengindikasikan bahwa apabila orientasi masa depan siswa rendah maka kecemasan karir siswa tinggi begitupun sebaliknya apabila orientasi masa depan siswa tinggi maka orientasi masa depan rendah. Penelitian ini dapat menjadi landasan tentang pentingnya orientasi masa depan untuk menentukan arah karir siswa setelah lulus sekolah, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan karir pada siswa SMK.