Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

SWOT Analysis of the Development of Special Interest Tourism Cooking Class in Jehem Village, Bangli Regency, Bali Arianty, A.A. Ayu Suwi; Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Tunjungsari, Komang Ratih
Stupa Vol 2 No 1 (2020): Global Research on Tourism Development and Advancement (GARUDA)
Publisher : Prasetiya Mulya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.283 KB) | DOI: 10.21632/garuda.2.1.1-10

Abstract

In addition to natural attractions that are owned, the Village of Jehem also has a unique biological village that is biu batu. Biu batu is one type of banana that has many seeds in its flesh. The development of special interest tourism in Jehem Village needs to be analyzed regarding the sustainability of tourism activities. The purpose of this paper is to be able to know the weaknesses, strengths, opportunities, and challenges for the development of Jehem Village. The benefits of this paper are expected to be able to know its development strategy in the tourism industry competition in Bali. In this study using qualitative and quantitative data. Data collection in this study uses the method of observation and documentation. Through the SWOT analysis previously discussed, it can be concluded that making management promotion on social media, especially making websites more informative.
Strategi Pengembangan Minuman Tradisonal Arak Bali Menggunakan Model Analisis SWOT Dan QSPM: Studi Kasus Desa Tri Eka Buana Karangasem Bali Pranatayana, Ida Bagus Gde; Pratiwi Arcana, Komang Trisna
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v1i2.1341

Abstract

Evaluating and offering strategies for the existence of traditional Balinese alcoholic drinks that have the potential as a tourist attraction in Tri Eka Buana Village, Sidemen, Karangasem is the main goal of this research. For this purpose, different data collection tools were used, namely through interviews and questionnaires given to the Bali Provincial Tourism Office, the Village Head, the Head of the Tourism Awareness Group, and the Head of the Arak Cooperative in the village. Evaluation of the influence of strengths, weaknesses, opportunities and threats (SWOT) as well as quantitative strategic planning matrix (QSPM) analysis techniques are used to identify the appropriate management strategy. The results showed that Balinese wine has the potential to be developed in the form of arak agro-tourism. Its development must involve the participation of local communities as stakeholders and shareholders. Arak agrotourism can be an alternative for arak farmers who are not willing to cooperate with alcoholic beverage management bodies to be marketed to the tourism industries. These tourism options play a role in improving the community's economy and have a sustainable impact on biodiversity.
TOURIST SATISFACTION WITH GASTRONOMIC TOUR PACKAGES IN BAKAS TOURISM VILLAGE Wijanarko, Nikolas Mert; Febianti, Febianti; Arcana, Komang Trisna Pratiwi
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, June 2023
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v7i1.26661

Abstract

This research is the first to evaluate tourist satisfaction with the Bakas Village gastronomic tour package, which is based on applied science in the field of economics. The research aims to explore how gastronomic tourism, which is the experience of local food and culture, can attract and satisfy tourists in Bakas Village, a rural area in Bali, Indonesia. Observation, interviews, documentation, and distributing questionnaires were used as data collection methods in this research. Qualitative and quantitative descriptive data analysis with a Likert scale was used as a data analysis method. In this research, it is known that gastronomic tourism meets this definition. Apart from that, tourists are also treated to other activities that are not listed in the tour packages sold, such as cooking classes, cultural performances, and farm visits. This research also shows that tourists who buy gastronomic packages from Bakas Village are satisfied with what they get. The novelty of this research is that it introduces a new concept of gastronomic tourism in Bakas Village, which is different from the conventional tourism in Bali that focuses on the natural and cultural attractions. The research also provides empirical evidence of the high level of tourist satisfaction with the gastronomic tour package, as measured by the indicators of service quality, food quality, and cultural authenticity. The research contributes to the literature on tourism and economics by highlighting the role of gastronomic tourism in enhancing the economic and social development of Bakas Village.
Tata Kelola Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tihingan Kabupaten Klungklung Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Suprapto, Nyoman Arto; Sutiarso, Moh Agus; Semara, I Made Trisna; Candrawati, Ni Luh Putu Asti; Suri, Made
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i1.5

Abstract

Desa Tihingan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Klungkung. Desa wisata Tihingan memiliki daya tarik wisata budaya sebagai salah satu wilayah pembuat gong atau gamelan terbesar di Bali. Gong atau gamelan sebagai alat kesenian tradisional Bali yang ada di desa tersebut pernah menjadi daya tarik bagi wisatawan, namun karena pengelolaan nilai kearifan lokal yang belum dilakukan dengan baik berimplikasi pada penurunan kunjungan wisatawan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, nilai-nilai kearifan lokal yang berbasis masyarakat di desa Tihingan di manajemen secara lebih baik dan profesional. Dengan mengumpulkan peserta pelatihan dari pelaku usaha dan pekerja bidang pariwisata seperti pemilik homestay, pemandu wisata, pengrajin gamelan, petani, dan wiraswasta melalui kelompok sadar wisata dan pemerintah desa setempat, maka target yang dicapai berupa peningkatan daya saing kepariwisataan melalui kualitas pelayanan melalui edukasi mengenai pemahaman CHSE, sadar wisata dan sapta pesona, kualitas pelayanan berbasis kearifan lokal, perencanaan destinasi wisata dan pelatihan homestay (pengelolaan akomodasi dan pelayanan makanan-minuman). Terdapat pula pelatihan untuk peningkatan kemampuan bahasa asing serta teknik memandu wisata budaya dan juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia berupa tata kelola administrasi dan keuangan produk desa wisata, pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan dan pembuatan paket wisata, strategi pemasaran berbasis digitalisasi, pengelolaan produk wisata berbasis kearifan lokal, pengembangan dan pengemasan produk lokal berdaya saing global dan tata kelola kelembagaan kelompok sadar wisata. Melaui pelatihan tata kelola desa wisata berbasis kearifan lokal tersebut, masyarakat dan desa dapat saling bersinergi serta lebih peduli terhadap kelangsungan alam serta lingkungan yang menjadi aset utama dalam usaha pengembangan desa wisata Tihingan
Pelatihan cooking class sebagai objek wisata minat khusus di desa jehem, kabupaten bangli Arianty, A.A.Ayu Suwi; Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Tunjungsari, Komang Ratih; Semara, Made Trisna
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i2.11

Abstract

Selain objek wisata alam yang dimiliki, Desa Jehem juga memiliki keunikan hayati khas desa tersebut yaitu biu batu. Biu batu merupakan salah satu jenis pisang yang memiliki banyak biji di daging buahnya. Pengembangan wisata minat khusus di Desa Jehem perlu dianalisis mengenai keberlanjutan dari kegiatan wisata tersebut. Tujuan penulisan ini untuk dapat mengetahui kelemahan, kekuatan, peluang, dan tantangan bagi pengembangan Desa Jehem. Manfaat dari tulisan ini diharapkan agar dapat mengetahui strategi pengembangannya dalam persaingan industri pawisisata di Bali. Dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Melalui analisis SWOT yang sudah dibahas sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa membuat manajemen promosi di social media khususnya pembuatan website yang lebih informative.
Pelatihan videografi promosi sederhana untuk pemula Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Tunjungsari, Komang Ratih; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v1i2.13

Abstract

Desa Kuta merupakan salah satu desa yang saat ini terdampak pandemi karena salah satu destinasi wisata di Bali. Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional merupakan kampus pariwisata dan perhotelan yang wajib melaksanakan tridarma perguruan tinggi, terdiri dari pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Kondisi perekonomian saat ini sangat berdampak kepada masyarakat di sekitar Kuta yang mata pencahariannya sebagian besar di bidang pariwisata. Kondisi pandemi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menambah keterampilan diri dalam berbagai hal positif, salah satunya adalah membuat video promosi, Video promosi dapat digunakan secara berkelanjutan untuk promosi dan menarik pelanggan baru ataupun mengingatkan pelanggan lama untuk dating kembali ke suatu bisnis. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis exploratorI. Adapun strategi yang digunakan adalah mensinergikan kemampuan mahasiswa, dosen kampus IPB Internasional serta dosen kampus dari Institut Seni Indonesia Denpasar dan dosen dari STIKI Indonesia untuk memberikan pelatihan video promosi sederhana untuk pemula. Harapannya dengan dilakukannya kegiatan ini, masyarakat lokal menjadi lebih terampil dan dapat memanfaatkan keterampilannya tersebut untuk menambah penghasilan di masa pandemi ini.
Restorasi produk uma kawan: produk wisata berbasis masyarakat di desa baturiti tabanan Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Ida Bagus Gde, pranatayana; Wiyasha, Ida Bagus Made
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v2i1.18

Abstract

Mitra Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Uma Kawan; merupakan salah satu wisata perdesaan berbasis masyarakat yang berlokasi di desa Baturiti Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Bali. Uma Kawan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Baturiti yang dirintis sejak 29 November 2018. Produk yang ditawarkan adalah swing, cycling, tracking, dan kuliner tradisional khas perdesaan oleh warga Baturiti. Upaya memasarkan produk Uma Kawan dengan words of mouth atau biasa disebut dengan dari mulut ke mulut pengunjung. Pandemi Covid 19 mengakibatkan kegiatan Uma Kawan mati suri yang berakibat tidak berfungsinya fasilitas seperti swing, perlengkapan penyajian kuliner, serta sarana toilet. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), tingkat keterampilan dan motivasi menurun drastis. Juga, Uma Kawan tidak memiliki media untuk mengkomunikasikan produk-produknya secara elektronik. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh Uma Kawan dengan meningkatkan kemampuan teknis SDM di bidang pelayanan (service). Pelatihan teknis basic table set-up, penyiapan minuman sehat tanpa alkohol, penyiapan minuman kopi, pengadaan sign board, dan mengelola web adalah solusi yang ditawarkan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dengan pelatihan ini diharapkan Uma Kawan memiliki standar mutu layanan serta produk yang ditawarkan sesuai dengan segmen pasarnya yaitu individu yang mencari kesehatan (health seeking) melalui kegiatan cycling dan tracking di lingkungan alam pedesaan. Hasil dari pelatihan ini bahwa peserta telah menguasai dengan baik materi yang diberikan serta siap untuk diterapkan saat Uma Kawan beroperasi kembali.
Potensi pengembangan wellness tourism di desa wisata kenderan, gianyar Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Lestari, Denok; Widiastiti, Anak Agung Istri Putera; Sutiarso, Moh Agus; Aswirna, Aurelia; Lusia, Lulu Debi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v2i1.19

Abstract

The training and community service activities provided were bookkeeping training for village officials, SPA (Product Making) training for youth in Kenderan village, guiding technique training for youth in Kenderan village, waste management training for PKK village women Kenderan, Marketing Training was given to Youth in Kenderan Village, and Healthy Food Training was given to PKK Mothers in Kenderan Village. All training activities carried out are expected not only to be followed but also to be implemented by all training participants, so that the knowledge provided is able to provide change and assist in the process of developing a tourist village in Kenderan Village as a wellness tourism village. Kegiatan Pelatihan dan Pengabdian Masyarakat yang diberikan adalah Pelatihan pembukuan diberikan untuk perangkat desa, Pelatihan SPA (Product Making) diberikan untuk Pemuda/i di Desa Kenderan, Pelatihan Teknik Memandu diberikan untuk Pemuda/i di Desa Kenderan, Pelatihan Waste Management diberikan untuk Ibu PKK Desa Kenderan, Pelatihan Pemasaran diberikan untuk Pemuda/i di Desa Kenderan, dan Pelatihan Healthy Food diberikan untuk Ibu PKK Desa Kenderan. Seluruh kegiatan pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan tidak hanya sekedar diikuti namun juga dapat diimplementasikan oleh seluruh peserta pelatihan, sehingga ilmu yang diberikan mampu memberikan perubahan dan membantu dalam proses pengembangan desa wisata di Desa Kenderan sebagai desa wisata wellness tourism.
Restorasi Produk Uma Kawan: Produk Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Baturiti Tabanan Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Wiyasha, Ida Bagus Made
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v2i2.23

Abstract

Uma Kawan merupakan salah satu wisata perdesaan berbasis masyrakat yang berlokasi di desa Baturiti Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Bali. Produk wisata yang ditawarkan adalah swing, cycling, tracking, dan kuliner tradisional khas perdesaan oleh warga Baturiti. Pandemi Covid 19 mengakibatkan kegiatan Uma Kawan mati suri yang berakibat tidak berfungsinya fasilitas seperti swing, perlengkapan penyajian kuliner, serta sarana toilet. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), tingkat keterampilan dan motivasi menurun drastis dan Uma Kawan tidak memiliki media untuk mengkomunikasikan produk-produknya secara elektronik. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh Uma Kawan dengan meningkatkan kemampuan teknis SDM di bidang pelayanan (service). Pelatihan teknis basic table set-up, penyiapan minuman sehat tanpa alkohol, penyiapan minuman kopi, pengadaan sign board, dan mengelola web adalah solusi yang ditawarkan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Uma Kawan Desa Baturiti Tabanan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara langsung melalui demonstrasi dan praktik. Peserta pelatihan dalam PKM ini adalah 10 orang masyarakat desa yang dipilih secara purposive ikut sebagai pengelola produk wisata Uma Kawan. Dengan pelatihan ini diharapkan Uma Kawan memiliki standar mutu layanan serta produk yang ditawarkan sesuai dengan segmen pasarnya yaitu individu yang mencari kesehatan (health seeking) melalui kegiatan cycling dan tracking di lingkungan alam pedesaan. Hasil dari pelatihan ini bahwa peserta telah menguasai dengan baik materi yang diberikan serta siap untuk diterapkan saat Uma Kawan beroperasi kembali.
Peningkatan Keberdayaan Pokdarwis dalam Pengelolaan Wisata Perdesaan Berbasis Keunggulan Lokal di Desa Keliki, Gianyar-Bali Sutiarso, Moh Agus; Suprapto, I Nyoman Arto; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Arcana, Komang Trisna Pratiwi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.22968

Abstract

Program pengabdian masyarakat skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) ini berlokasi di desa Keliki, kecamatan Tegalalang, kabupaten Gianyar, provinsi Bali. Permasalahan yang dihadapi mitra sasaran program (Kelompok Sadar Wisata Desa Keliki) adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis dalam mengelola potensi wisata di daerahnya yang berbasis keunggulan lokal (seni kreatif dan trekking), dan kurangnya sinergitas dan koordinasi antara Pokdarwis dengan kelompok masyarakat lainnya yang ada di desa Keliki, serta kurangnya keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah dalam membina kepariwisataan di desa Keliki. Solusi yang telah dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan manajemen pariwisata perdesaan, pelatihan teknik memandu dan pendampingan pembuatan paket wisata unggulan, serta pendampingan pembuatan website. Keluaran yang telah dicapai antara lain: 1) Terciptanya paket wisata unggulan yaitu treking di Bukit Cinta, wisata Kearifan Lokal, dan wisata bersepeda Keliling Keliki; 2) Peningkatan sarana promosi berupa website Desa Wisata Keliki; 3) Penambahan sarana berwisata berupa ayunan, tempat selfie, resto dan sepeda. Paket wisata treking Kearifan Lokal telah diuji coba dan memberi dampak pada pendapatan Pokdarwis dan desa wisata Keliki semakin dikenal. Dari hasil pengabdian masyarakat yang direspon positif dan antusias oleh masyarakat desa Keliki ini diharapkan adanya keberlanjutan program.