Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Peer Group Bullying Terhadap Psikologi Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas VII C Di MTS Tarbiyatul Islam Soko Tuban Abdul Manan; Iin Khozainul Khoiriyah
Akademika Vol 17, No 1 (2023): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v17i1.1521

Abstract

In this study, the problem studied was peer group bullying behavior. This bullying behavior does not look at the age or gender of a person. The purpose of this study was to determine the effect of peer group bullying on the psychology of learning aqidah morals of class VII C students at MTS Tarbiyatul Islam Soko Tuban. This observation uses a field research type of research with a descriptive quantitative approach and simple linear regression analysis. The population taken in class VII C is 32 students. And samples taken from the total population, namely, 32 students. The sampling technique used is non-probability sampling. The results of the study seen from the value of the coefficient of determination (R2) stated that there was a significant positive effect between peer group bullying on learning psychology by 13.6% and the remaining 86.4% influenced by other points of view. Based on the SPSS test, the correlation value is 0.369, with a significance value of 0.019 <0.05, it is stated that there is a correlation between peer group bullying and learning psychology
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan Rokim Rokim; Abdul Manan; Lilik Mashfuhah
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ashb9x27

Abstract

Penelitian ini berjudul strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran fiqih di MAN 1 Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan islam berperan penting dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi ditengah masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu-ilmu Islam, akan tetapi, salah satu tugas pendidikan Islam adalah mengatasi isu-isu sosial yang berkaitan dengan pemahaman agama yang ada di masyarakat.  Moderasi beragama adalah sikap yang menggabungkan ajaran agama dengan kondisi sosial sehingga tidak mengarah pada ekstremisme atau intoleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa di MAN 1 Lamongan mengembangkan sikap moderasi beragama. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian tertuju pada guru dan siswa di MAN 1 Lamongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanaman nilai nilai moderasi beragama dalam pembelajaran fiqih yaitu 1.) integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran 2.) integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam materi pembelajaran 3.) mengoptimalkan upaya pendekatan pada pembelajaran 4.) pembekalan diri terkait moderasi beragama. Dalam strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di MAN 1 Lamongan terdapat faktor pendukung dan penghambat. faktor pendukungnya yakni sebagai berikut 1.) Pemerintah sudah Mengedepankan Moderasi Beragama 2.) Fasilitas yang Memadai 3.) Kualitas Guru yang Profesional. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu 1.) Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Belum Bisa Maksimal 2.) Kurangnya Pemahaman Siswa
Peran Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Generasi Milenial di Era Digital Abdul Manan
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2026): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v4i1.664

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan generasi milenial, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan moral seperti rendahnya etika komunikasi, cyberbullying, perilaku individualis, serta menurunnya nilai-nilai karakter pada generasi muda. Kondisi tersebut menjadikan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi milenial agar tetap berakhlakul karimah di tengah perkembangan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi milenial di era digital serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dapat dilakukan dalam proses pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan pendidikan Islam, karakter generasi milenial, dan era digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi milenial melalui penanaman nilai religius, moral, disiplin, tanggung jawab, dan sikap toleransi. Pendidikan Islam juga berfungsi sebagai kontrol moral dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi digital. Selain itu, pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran Islami dapat mendukung proses pembentukan karakter apabila digunakan secara bijaksana. Dengan demikian, pendidikan Islam menjadi solusi strategis dalam membangun generasi milenial yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
Dana Talangan Haji dan Umrah dalam Sudut Pandang Pendidikan Agama Islam Yulianto; Abdul Manan; Uswatun Hasanah
Akademika Vol 19 No 1 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i1.2494

Abstract

This research aims to analyze the concept of Hajj and Umrah bailout funds from the perspective of Islamic religious education and assess its conformity with sharia principles. The type of research is qualitative with a literature study approach to analyze the Hajj and Umrah bailout funds from the perspective of Islamic religious education. The data collected comes from the latest research in the last five years which discusses aspects of Islamic law, maqāṣid al-sharīʿah, as well as the social and economic implications of this financing scheme. The analysis in this research was carried out using a descriptive-analytical approach. The research results show that the Hajj and Umrah bailout funds are a financing scheme that makes it easy for prospective pilgrims to obtain portions of the Hajj or Umrah departure. According to Islamic law, the bailout financing scheme using the qard wal ijarah agreement still causes controversy. Some scholars state that the addition of administrative costs in the contract resembles usury if it does not have a clear justification. Therefore, strict supervision is needed in the implementation of this sharia financial product so that it does not deviate from the principle of maqāṣid al-sharī’ah, which emphasizes the welfare of the people
Implementasi Model Pembelajaran Quiz Team Guru PAI Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Abdul Manan; Rokim; Devi Septia Putri Beauty
Akademika Vol 19 No 2 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i2.2667

Abstract

This study is entitled Implementation of the Quiz Team Learning Model of Islamic Religious Education Teachers in Improving the Learning Activity of Class XI Students of SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan, the purpose of this study is to determine the implementation of the quiiz team learning model of Islamic Religiouis Eduication teachers in improving the learning activity of class XI stuidents of SMA Negeri 1 Suikodadi Lamongan, as well as to determine the suipporting and inhibiting factors for the implementation of the learning model. The research method uised is a quialitative research method. The resuilts of this stuidy indicate that the implementation of the quiiz team learning model of Islamic Religiouis Eduication teachers can improve the learning activity of stuidents, which can be seen from being active in discuissions, increasing participation, critical thinking skills, initiative in completing tasks, behavioral changes, and satisfactory learning ouitcomes. Suipporting factors for the implementation of the quiiz team learning model incluide saving costs and not buirdening both parties. The inhibiting factors incluide the lack of time allocation and the large nuimber of grouip members so that it is not optimal
Pengendalian Hama Bemisia tabaci pada Tanaman Melon Varietas Golden Langkawi melalui Modifikasi Warna dan Ketinggian Perangkap Nurriza Dwi Dellita Sari; Saiful Bahri; Eko Teguh Pribadi; Abdul Manan; Atiqoh Zummah
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.379

Abstract

Buah melon (Cucumis melo L.) kaya nutrisi, namun produksinya rentan terhadap serangan hama seperti kutu kebul. Penggunaan perangkap likat menjadi solusi alternatif untuk mengendalikan hama tersebut tanpa terlalu mengandalkan insektisida sintetik. Penelitian ini secara mendalam mengevaluasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci) terhadap tanaman melon, sekaligus menguji efektivitas perangkap lengket dengan memvariasikan warna (hijau, kuning, coklat, putih) dan tinggi (antara 50 hingga 200 cm). Eksperimen dilakukan di dalam rumah kaca dengan menerapkan Rancangan Acak Lengkap faktorial karena kondisi lingkungan yang tidak seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap lengket berwarna kuning mampu secara efisien mengurangi populasi kutu kebul hingga mencapai 6.307 individu. Meskipun demikian, penyesuaian tinggi perangkap tidak memberikan pengaruh signifikan (Sig=0,061) terhadap pengurangan populasi kutu kebul, namun tinggi perangkap ternyata dipengaruhi oleh pertumbuhan tanaman. Meskipun perangkap kuning terbukti efektif dalam lingkungan yang seragam, analisis Two-Way ANOVA mengungkap nilai Signifikansi yang menunjukkan hasil yang lebih kompleks. Variabel abiotik seperti iklim, cahaya, dan kelembapan ternyata memegang peran penting dalam memengaruhi efikasi perangkap. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang strategi pemilihan perangkap lengket untuk mengendalikan populasi kutu kebul pada tanaman melon, sambil menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor lingkungan dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang efektif.