Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Naditira Widya

GAMBAR CADAS DI GUA MARDUA, KALIMANTAN TIMUR Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v4i2.32

Abstract

Abstrak. Gambar cadas banyak ditemukan di wilayah bagian timur Indonesia seperti Sulawesi Selatan, SulawesiTenggara, Maluku, dan Papua. Pada 1994 tim arkeologi gabungan Indonesia-Perancis berhasil menemukan situsgambar cadas pertama di KalimantanTimur, tepatnya di Gua Mardua. Tulisan ini membahas tipologi gambar cadasmelalui pendekatan induktif-deskriptif untuk kemudian disintesakan dalam upaya mengetahui pemanfaatan gua-guadan fungsi gambar cadas pada masa itu. Hasil akhir kajian ini adalah diketahui adanya dua komunitas yangberbeda yang pernah menghuni Gua Mardua, yang mengaplikasikan tipe gambar yang berbeda pula.
MENGUNJUNGI “MUSEUM” SENI PURBA DI KALIMANTAN Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 4 No 1 (2010): April 2010
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v4i1.137

Abstract

Kalimantan is wellknown for its karst environment, which bear rock shelters and caves. Apparently, the karst environment in East Kalimantan provides important information on prehistoric human occupation, especially human’s appreciation toward narure in the form of art. The art in Marang is illustrated on cave walls as rock paintings of hand imprints and other images. Such presentation may be comparable to a museum display, however, it present in situ data with more invaluable cultural and historical information. This article discusses the uniquensess of materializing human’s sense of art on cave wall and their role as ‘museum’ for the benefit of future generation.
POLA PEMANFAATAN GUA-GUA HUNIAN PRASEJARAH DI KALIMANTAN SELATAN DAN TIMUR Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 3 No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v3i2.144

Abstract

The physiography of Kalimantan comprise a vast range of karst potential for prospective scientific research and development, particularly, archaaeological and cultural studies; karst offers an invaluable data in regard to human benefiting from one’s enviroment including setting up a dwelling place in a cave or  rockshelter thousands of years ago. Evidences of cave dwellers have been found in the southeastern and eastern part of Kalimantan. This article discusses patterns employed by human in choosing and benefiting from caves as either temporary or permanent dwelling place in the past.
PENGELOLAAN KAWASAN KARST DI KALIMANTAN SELATAN Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 2 No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v2i1.166

Abstract

The karst environment is a unique natural phenomenon, which provides abundant resources for human survival, such as minerals, bird’s nest, guano, and forest products. Beside natural resources, the karst environment also store cultural resources essensial to archaeological  i.e. caves or rock shelters, which once occupied by prehistoric human. Therefore, it is important to be able to preserve the karst environment, either natural or cultural, for the benefit to the next generation. In order to carry out an appropriate karst environment management, especially in South Kalimantan, coordination and collaboration should be established between the Centre for Archaeology, Banjarmasin, the Local office for Culture and Tourism, the Conservation Centre for Natural Resources, the Lambung Mangkurat University, the non government organization on culture and the South Kalimantan community and produce a policy as a legal instruction to protect and preserve the South Kalimantan natural resources. This article discusses the strategy pf preservation-based karst environment management in South Kalimantan.
SEKILAS TENTANG TEMUAN RIBUAN KOIN BELANDA DI DESA MANDALA, KECAMATAN TELAGA LANGSAT, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6213.556 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i2.169

Abstract

Tulisan ini membahas temuan koin Belanda yang ditemukan dalam tempayan gerabah kecil oleh pendudukDesa Mandala di bantaran Sungai Mandala. Studi kedua temuan tersebut bersifat kualitatif, didukung oleh studipustaka tentang sejarah Kesultanan Banjar dan okupasi Belanda di kawasan tenggara Kalimantan. Analisis morfologismenunjukkan bahwa koin Belanda tersebut berasal dari abad ke-17 sampai ke-18 Masehi, sedangkan tempayangerabah merupakan buatan lokal. Keberadaan koin di bantaran Sungai Mandala tersebut diduga berhubunganerat dengan kegiatan perdagangan intensif yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Mandala pada masa lampau.
ROCK-ARTKALIMANTAN TIMUR: JENIS GAMBAR DAN WAKTU PEMBUATANNYA Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1507.552 KB) | DOI: 10.24832/nw.v10i1.173

Abstract

Keberadaan lukisan dinding gua di Kalimantan Timur yang mulai ditemukan sekitar tahun 1990an, merupakanpenemuan baru dan merubah wawasan pengetahuan arkeologi di Indonesia. Beraneka jenis gambar ada di dinding guagua di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat. Telapak tangan merupakan jenis gambar yang paling dominan dikawasan situs ini, dengan berbagai bentuk dan variasinya. Penelitian ini akan membahas hubungan antara jenis gambaryang ada dan waktu pembuatannya secara relatif. Metode yang digunakan bersifat deskriptif. Penentuan kronologi didasarkanpada perbedaan jenis gambar dan kebiasaan yang dilakukan dalam budaya rock-artpada umumnya. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa proses pembuatan lukisan dinding pada masa lalu dilakukan secara berurutan.
GAMBAR CADAS Dl KABUPATEN BERAU: INFORMASI AWAL Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 1 No 2 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.2
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4238.252 KB) | DOI: 10.24832/nw.v1i1.338

Abstract

In addition to some rock arts sites found in Kalimantan Barat, there are some other rock art sites found recently in several caves, Kalimantan Timur such as in Jufri cave, Te 'et cave, Tewet cave, Tengkorak cave, lias Kenceng cave, Ham cave, Tembus cave, Tebok cave, and Tamrin cave. This article describes several varieties of rock art motif found in both regions and also some administrative problems accidentally faced by my team before archaeological survey was carried out in Kutai Timur District. The purpose is to share this experience with other research teams to prevent uncomfortable experience in the future.