Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Digital Marketing Sebagai Media Branding Sekolah Robby, Dimas Kurnia; Saepudin, Saepudin; Tamamul Khoiry, Muhammad; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Sutomo, Sugiarto; Suhendar, Suhendar
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpm.v4n2.p107-117

Abstract

Dunia pendidikan yang semakin berkembang membutuhkan tenaga-tenaga guru yang terampil guna dapat mengimbangi kemajuan teknologi informasi dalam dunia pendidikan itu sendiri, pengabdian masyarakat yang kami laksanakan berfokus pada memberikan pelatihan berupa kemampuan bagi guru untuk dapat meningkatkan citra sekolah, utamanya dalam bidang branding, yang mana pada hal ini kami memberikan kesempatan kepada guru untuk dilatih digital branding selama 2 hari. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan mencakupi tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, tahapan pelatihan, dan tahapan evaluasi. Pada tahapan pelaksanaan dilaksanakan melalui metode ceramah dan diskusi, sedangkan pada tahapan pelatihan dilaksanakan melalui bimbingan praktik dan tanya jawab. Pelatihan ini didasari pada bahwasanya dengan digital branding maka akan tercipta citra sekolah yang baik di mata masyarakat sehingga menimbulkan ketertarikan lebih banyak konsumen yang membutuhkan pendidikan.
Gambaran Adaptabilitas Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Nadya Yasmin; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.122.09

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran adaptabilitas karier mahasiswa akhir Program Studi BK FIP UNJ. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa akhir BK FIP UNJ dari Angkatan 2016 – 2019 dengan jumlah sampel 136 mahasiswa dan didapat 108 mahasiswa menggunakan teknik sampling stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Career Adaptability oleh Savickas (Savickas & Porfeli, 2011) yang memiliki 4 dimensi yaitu concern, curiosity, confidence, dan consultation. Instrumen ini terdiri dari 24 butir mengenai adaptabilitas karier. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata adaptabilitas karier mahasiswa akhir tergolong sedang yaitu 58,28 dengan tingkat tertinggi adaptasi pada dimensi confidence (kepercayaan) 86,4 dan dimensi terendah adalah concern (perhatian) 37,8 yang seharusnya menjadi dimensi utama pada dimensi adaptabilitas karier.
Drug Abuse Prevention to Increase Prevention Knowledge for Vocational High School Students Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy
Bisma The Journal of Counseling Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v8i1.84049

Abstract

The high rate of drug abuse among adolescents and the limited number of effective learning modules for the prevention of drug abuse are crucial and urgent problems to be overcome at this time. This study aims to develop and test the effectiveness of the drug abuse prevention module in increasing the knowledge of vocational high school students, so that it can contribute to more effective prevention efforts in the school environment. The method used in this study is an experimental method with a pretest-posttest control group design, which allows researchers to measure the impact of module use on improving students' knowledge objectively. The research subjects consisted of 50 students who were selected by purposive sampling from several vocational high schools. The data collection technique was carried out through pretest and posttest, which was then analyzed using dependent and independent t-tests to measure significant differences between the control group and the experiment. The results showed that the use of modules significantly increased students' knowledge about drug abuse prevention, indicating that the modules developed were effective as teaching materials. The implications of this study are the importance of integrating comprehensive, up-to-date, evidence-based prevention modules in school Guidance and Counselling programs to prevent drug abuse among adolescents, as well as the need for further development to extend its impact to a variety of other educational contexts.
Studi Komparatif: Menilik Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Indonesia dan Jepang Gusriani, Amelia; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Dahniar, Dahniar; Hastuti, Dini Dwi; Agustina, Elly; Ester, Ester; Nur, Fauziah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 | IN PRESS
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia dan Jepang guna mengidentifikasi keunggulan, tantangan, serta potensi adopsi praktik baik dari masing-masing negara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah, kebijakan pendidikan nasional, serta dokumen kurikulum resmi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum Jepang memiliki struktur yang lebih terstandarisasi, dengan penekanan kuat pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, dan pengembangan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Kurikulum Jepang juga dirancang secara terintegrasi antara pusat dan daerah dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta pelatihan guru yang berkelanjutan. Sementara itu, kurikulum di Indonesia, seperti Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, menawarkan fleksibilitas dalam penerapan di tingkat satuan pendidikan, memungkinkan penyesuaian dengan konteks lokal. Namun, implementasinya seringkali dihadapkan pada tantangan seperti kesenjangan kualitas antar wilayah, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan bagi pendidik. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum di Indonesia perlu diarahkan pada peningkatan konsistensi pelaksanaan, penguatan peran guru sebagai fasilitator, serta peningkatan kualitas evaluasi pendidikan. Dengan mengadopsi beberapa pendekatan dari sistem Jepang yang sudah teruji, Indonesia berpotensi membangun kurikulum yang tidak hanya adaptif dan relevan secara global, tetapi juga berkeadilan dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan berkelanjutan di masa depan.
Studi Komparatif: Menilik Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Indonesia dan Jepang Gusriani, Amelia; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Dahniar, Dahniar; Hastuti, Dini Dwi; Agustina, Elly; Ester, Ester; Nur, Fauziah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia dan Jepang guna mengidentifikasi keunggulan, tantangan, serta potensi adopsi praktik baik dari masing-masing negara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah, kebijakan pendidikan nasional, serta dokumen kurikulum resmi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum Jepang memiliki struktur yang lebih terstandarisasi, dengan penekanan kuat pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, dan pengembangan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Kurikulum Jepang juga dirancang secara terintegrasi antara pusat dan daerah dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta pelatihan guru yang berkelanjutan. Sementara itu, kurikulum di Indonesia, seperti Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, menawarkan fleksibilitas dalam penerapan di tingkat satuan pendidikan, memungkinkan penyesuaian dengan konteks lokal. Namun, implementasinya seringkali dihadapkan pada tantangan seperti kesenjangan kualitas antar wilayah, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan bagi pendidik. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum di Indonesia perlu diarahkan pada peningkatan konsistensi pelaksanaan, penguatan peran guru sebagai fasilitator, serta peningkatan kualitas evaluasi pendidikan. Dengan mengadopsi beberapa pendekatan dari sistem Jepang yang sudah teruji, Indonesia berpotensi membangun kurikulum yang tidak hanya adaptif dan relevan secara global, tetapi juga berkeadilan dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan berkelanjutan di masa depan.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN SINGAPURA: TINJAUAN LITERATUR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN NASIONAL Dalimunthe, Putri Camelia; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Indah, Nur Luluk; Siregar, Khalida Ziah; Muliana, Muliana; Priscarina, Revi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5408

Abstract

This study aims to analyze the differences and similarities between the education systems in Indonesia and Singapore and examine their implications for improving the quality of national education. The background of this study is based on the importance of education reform in Indonesia in order to be able to compete globally. The focus of the study includes education policies, curriculum, teaching methods, and student learning outcomes in both countries. This study uses a literature study method by reviewing various official documents, international reports, and related research results. The research steps begin with identifying the main indicators of the education system, comparative analysis of the structure and implementation of policies, to evaluating the impact on student learning outcomes. The results of the study show that Singapore is superior in the effectiveness of education policies, the implementation of a 21st century skills-based curriculum, and the consistency of learning outcomes at the international level. Meanwhile, Indonesia still faces challenges in equalizing the quality and innovation of learning. The main conclusion of this study emphasizes the importance of adopting best practices from Singapore, such as strengthening teacher training and curriculum reform, as strategic recommendations to strengthen Indonesia's national education system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan persamaan sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura serta mengkaji implikasinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya reformasi pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing secara global. Fokus kajian meliputi kebijakan pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, serta hasil belajar siswa di kedua negara. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai dokumen resmi, laporan internasional, dan hasil penelitian terkait. Langkah penelitian dimulai dengan identifikasi indikator utama sistem pendidikan, analisis perbandingan struktur dan implementasi kebijakan, hingga evaluasi dampak terhadap capaian belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Singapura lebih unggul dalam efektivitas kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum berbasis keterampilan abad ke-21, serta konsistensi pencapaian hasil belajar pada tingkat internasional. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemerataan mutu dan inovasi pembelajaran. Simpulan utama penelitian ini menekankan pentingnya adopsi praktik terbaik dari Singapura, seperti penguatan pelatihan guru dan reformasi kurikulum, sebagai rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional Indonesia.
PROPHETIC PEDAGOGY–BASED DIDACTICAL DESIGN TO ENHANCE RELIGIOUS ATTITUDES IN ELEMENTARY STUDENTS Yoyo Zakaria Ansori; Mohamad Gilar Jatisunda; Ahmad Rifqy Ash-Shiddiqy; Dendi Irawan
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i4.15757

Abstract

The limited engagement of students in religious practices and the dominance of normative, dogmatic character education hinder the reflective internalization of religious values. This study explores the integration of prophetic pedagogy within a Didactical Design Research (DDR) framework to foster religious attitudes among elementary school students. Conducted over 16 weeks in a fifth-grade class at SDN Babakan Jawa I, Majalengka, the study involved 20 students and two teachers. The research identified three main learning obstacles—ontogenic, epistemological, and didactic—which were addressed through tailored didactical interventions such as structured reflection journals, role-playing, contextualized examples, scaffolded exercises, and student-centered learning. Findings show that these strategies significantly improved students’ moral reasoning, reflective thinking, empathy, and the application of religious values in real-life contexts. The study demonstrates that prophetic pedagogy, when implemented through DDR, can create transformative, contextual, and value-oriented learning experiences. This approach contributes a practical model for character education rooted in reflective religious understanding.
Project-based Authentic Assessment Needs Analysis for Teachers in Primary Schools Yuyun Dwi Haryanti; Sapriya Sapriya; Anggy Giri Prawiyogi; Ahmad Rifqy Ash-Shiddiqy; Raden Sudarwo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.16982

Abstract

AbstractLearning and assessment are an inseparable whole. Assessment, if designed appropriately, thoroughly and used appropriately in assessment procedures, can contribute to effective learning and have an impact on the competence of quality students. This study aims to analyze the need for project-based authentic assessment of teachers in elementary schools. This research includes descriptive qualitative research on elementary school teachers in Banjarnegara Regency, Central Java. Data was collected through literature studies of reputable international articles indexed by Scopus and field studies through questionnaires distributed to 103 elementary school teachers, interviews, and documentation studies of 10 elementary school teachers. Data analysis using the Miles and Huberman model includes: data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study showed that the majority of teachers' assessments focused on the knowledge aspect using a multiple-choice test, the attitude aspect using observation, and the skill aspect using project assessment. Due to a lack of references, teachers struggle to develop assessment instruments and thus lack a clear rubric. The conclusion of this study is that teachers have difficulty implementing project-based authentic assessments so they need a practical authentic assessment companion book.Keywords: authentic assessments, project-based, primary school teacher.AbstrakPembelajaran dan penilaian menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penilaian bila dirancang dengan tepat, menyeluruh dan digunakan secara tepat dalam prosedur penilaian dapat berkontribusi pada pembelajaran yang efektif serta berdampak pada kompetensi peserta didik yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penilaian autentik berbasis proyek terhadap guru di sekolah dasar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif terhadap guru Sekolah Dasar di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui studi literatur artikel internasional bereputasi terindeks scopus dan studi lapangan melalui kuesioner yang dibagikan terhadap 103 guru SD, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap 10 guru SD. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penilaian mayoritas guru pada aspek pengetahuan menggunakan tes pilihan ganda, aspek sikap dengan menggunakan observasi, dan aspek keterampilan diukur dengan penilaian proyek. Guru kesulitan dalam mengembangan instrumen penilaian sehingga tidak memiliki rubrik yang jelas diakibatkan kurangnya referensi. Simpulan penelitian ini bahwa guru kesulitan menerapkan penilaian autentik berbasis proyek sehingga membutuhkan buku pendamping penilaian autentik yang praktis.Kata kunci: penilaian autentik, berbasis proyek, guru sekolah dasar.