Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UJI PERBEDAAN MEDIA DAN KONSENTRASI BAP TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS PISANG RAJA SECARA KULTUR IN VITRO Lucky Prayoga; Sugiyono Sugiyono
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 2 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i2.990

Abstract

A research with aims of obtaining which better between MS and Gamborg (B5) as the media in raja banana in vitro culture and knowing how much BAP needed in order to gain a most optimal growth of raja banana in in vitro culture. The research has been done in Plant Physiology Laboratory Biology Faculty General Soedirman University from April up to July 2010. Completely Randomized Design has been used with split plot design. As the main plot were media; i.e. MS media (M1) and Gamborg (B5) media (M2). As the sub plot were BAP concentration (K); consist of K0: 0 2M, K1: 5 2M, K2: 10 2M, K3: 15 2M, K4: 20 2M and K5: 25 2M. Each treatment repeated three times and each repeating treatments consist of three sub-samples. It could be concluded from the result that raja banana in vitro culture might be done in MS or Gamborg (B5) media. The best concentration of BAP in stimulating the forming and the growth of raja banana shoots in in vitro culture was 15 2M. Key words : BAP, Gamborg (B5) medium, MS medium, Raja banana shoot raja
INDUKSI TUNAS MIKRO PISANG KULTIVAR AMBON NANGKA (Musa sp.) SECARA IN VITRO Rendie Prasetyo; Sugiyono Sugiyono; Lucky Prayoga
JURNAL VIGOR Vol 5, No 2 (2020): VIGOR: JURNAL ILMU PERTANIAN TROPIKA DAN SUBTROPIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.4 KB) | DOI: 10.31002/vigor.v5i2.3044

Abstract

The research was carried out to determne the best concentration of kinetin and activated charcoal to stimulate the shoot growth of Ambon Nangka banana cultivar. This research used a Completely Randomised Design (CRD) arranged factorials. The first factor was the concentration of kinetin with 4 levels i.e. 15 µM, 20 µM, 25 µM and 30 µM. The second factor was the concentration of activated charcoal with 4 levels i.e. 0 gL-1; 1 gL-1; 2 gL-1; and 3 gL-1. Each treatment combination was repeated 3 times, which resulted in 48 experimental units. The parameters measured were the shoot emergence time, number of shoots, shoot length, number of roots and root length. The data were analyzed using an analysis of variance at 95% and 99% level of confidences. The research results showed that the interaction between kinetin and activated charcoal had no effect on shoot length of Ambon Nangka banana cultivar. It was also found that the addition of 20 µM kinetin without any added activated charcoal resulted in the highest shoot number of Ambon Nangka banana cultivar.Keywords: Ambon Nangka, kinetin, activated charcoal
PENGARUH PAKLOBUTRAZOL DAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) Adilah, Rahma; Rochmatino, Rochmatino; Prayoga, Lucky
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1733

Abstract

Cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia. Hal ini dikarenakan cabai dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau olahan. Paklobutrazol merupakan salah satu zat penghambat tumbuh atau retardan yang peranannya menyebabkan nutrisi dan energi tanaman akan diarahkan mencapai fase generatif lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan produksi. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paklobutrazol dan GA3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan cabai dan menentukan konsentrasi paklobutrazol dan GA3 yang tepat terhadap pertumbuhan dan pembungaan cabai . Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi Paklobutrazol (P) dengan 4 taraf yaitu P0 : 0 ppm, P1 : 250 ppm, P2 : 500 ppm, dan P3 750 ppm. Faktor kedua yaitu konsentrasi GA (G) dengan 3 taraf yaitu G0 : 0 ppm, G1 : 50 ppm, G2 : 100 ppm dan G3 : 150 ppm. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 16 pelakuan. Setiap kombinasi perlakukan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun, waktu pembungaan (hari) dan jumlah bunga. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Paklobutrazol dan GA3 berpengaruh pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman cabai apabila diaplikasikan secara mendiri. Paklobutrazol dengan konsentrasi 250 ppm dan GA3 dengan konsentrasi 50 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan pembungaan pada tanaman cabai . Kata kunci : Capsium annum L., paklobutrazol, GA3
PENAMBAHAN IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS EKSPLAN DAUN ANGGREK Coelogyne pandurata Lindl. Bintan Cahyo Adi, Johanes De Britto; Kamsinah, Kamsinah; Prayoga, Lucky
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 2 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2021.3.2.4255

Abstract

Anggrek Coelogyne pandurata Lindl atau anggrek hitam merupakan anggrek endemik dari Kalimantan. Anggrek tersebut mempunyai keunikan yakni sepal berwarna hijau dan labelum yang berwarna hitam. Perbanyakan secara alami tingkat keberhasilannya sangat kecil maka perlu di lakukan kultur in vitro. Kultur in vitro merupakan kultur yang menggunakan eksplan daun untuk memacu pertumbuhan kalus. Pertumbuhan kalus dapat dipacu dengan auksin (IAA) dan sitokinin (BAP). Perpaduan antara konsentrasi auksin dan sitokinin yang seimbang diharapkan bisa memacu pertumbuhan kalus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan IAA dan BAP terhadap pertumbuhan kalus anggrek C. pandurata Lindl dan mengetahui interaksi IAA dan BAP yang terbaik terhadap pertumbuhan kalus anggrek C. pandurata Lindl. Metode penelitian dilakukan yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan pola faktorial, faktor pertama adalah kosentrasi IAA dengan 4 taraf: 0, 1, 2, 3 mg/L. Dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP dengan 4 taraf perlakuan: 0, 1, 2, 3 mg/L, sehingga ada 16 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga ada 48 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah: waktu munculnya kalus, tebal kalus, jenis kalus, berat kalus dan presentasi terbentuknya kalus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian IAA dan BAP dapat mempengaruhi pertumbuhan kalus eksplan daun anggrek C. pandurata Lindl. Pengaruh secara interaksi terdapat pada wantu munculnya kalus, tebal kalus dan Prosentase hidup kalus. Serta mampu memacu perkembangan kalus ke arah proliferatif. Sedangkan pemberian IAA secara mandiri dapat memacu penebalan kalus. Interaksi yang terbaik dalam pertumbuhan kalus eksplan daun anggrek Coelogyne pandurata Lindl. adalah A2B2 (IAA 2 mg/L dan BAP 2 mg/L) dan A2B3 (IAA 2 mg/L dan BAP 3 mg/L). Kata kunci: Anggrek Coelogyne pandurata, BAP, IAA, Pertumbuhan kalus
Analisis Pengambilan Keputusan Pemasaran Digital pada UMKM Jasa Kecantikan Aldi Mulya Pratama; Lucky Prayoga; Rafika Leega Septiadi; Ryan Chritofer; Ujang Suherman
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i1.8103

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy, particularly in job creation and income distribution. However, the increasingly competitive and digital business environment demands that MSME actors make marketing decisions that are both accurate and adaptive. The shift in consumer behavior toward digital platforms, especially social media, presents both challenges and opportunities for service-based MSMEs. This study aims to identify the marketing decision-making challenges faced by MSME owners, with a case study conducted at Rani Salon in Karawang. Employing a qualitative research methodology, the study utilizes an explanatory survey approach through direct observation and in-depth interviews with the business owner. The findings reveal that the primary constraints in marketing decision-making include limited content ideas, the demands for consistency in digital promotion, and reliance on personal experience in strategy formulation. Nonetheless, decisions to leverage social media platforms such as Instagram and TikTok, and to use WhatsApp Business for communication and reservation, have proven to gradually enhance customer numbers. The discussion indicates that the quality of marketing decisions is significantly influenced by the MSME operators' ability to understand digital consumer behavior and to adjust strategies flexibly. The research concludes that strengthening digital-based marketing decision-making capabilities is a key factor in sustaining and enhancing the competitiveness of MSMEs. The implications of this study are expected to provide practical guidance for MSME practitioners and serve as an academic reference for future research.