Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Implementasi Asuhan Gizi Berbasis Pangan Lokal sebagai Upaya Peningkatan Kognitif (Pengetahuan) Gizi Ibu yang memiliki Balita Stunting di Kepulauan Kabaena Timur M, Habib Ihsan; Abadi, Ellyani
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.4426

Abstract

The problem of stunting is one of the determinants of the quality of human resources because it has a fatal impact on increasing infant and child mortality rates. Stunting causes sufferers to get sick easily and have a body posture that is not optimal as an adult. Indirectly this is caused by a lack of knowledge of nutrition. Efforts to increase knowledge can be made by implementing a local food-based nutritional care program which is carried out by providing intensive counseling, accompanied by recommendations for local food menus and demonstrations of local food menus so that it can increase maternal nutritional knowledge. The purpose of this study was to determine changes in mother's nutritional knowledge before being given local food-based nutritional care. This type of research is a pre-experimental one group pre-test-post test design. The population was 30 toddlers aged 0-23 months who experienced stunting during the July period in the East Kabaena Islands and a sample of 27 people. The sampling technique uses simple random sampling. Knowledge data obtained using a questionnaire. The results of this research showed that from 27 samples the average knowledge score about nutrition was 5.2 and after implementing nutritional care the score was 10.2. The conclusion of this study is that local food-based nutrition care can improve maternal nutrition cognitive (knowledge).
Hubungan Usia dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka Martinus, Ebriyanti; Ananda, Siti Hadrayanti; Ihsan M, Habib
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1651

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menulat yang kasusnya mengalami peningkatan. Diabetes melitus merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan atau resistensi insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain cross sectional study. Sampel adalah adalah sebagian sebagian penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani rawat inap tahun 2025 sebanyak 33 orang. yang diperoleh menggunakan accidental sampling Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil uji Chi-Square diperoleh p value 0,017 untuk usia dan hasil uji Fisher Exact diperoleh p value 0,027. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan usia dan kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Saran bagi rumah sakit agar meningkatkan upaya promotif dan preventif serta memberikan pendampingan kepatuhan diet pada pasien. Bagi peneliti sejanjutnya agar menambahkan variabel lain yang berpengaruh terhadap kadar glukosa darah, seperti lama menderita DM, kepatuhan minum obat serta mengembangkan intervensi atau program berbasis edukasi.
Hubungan Cita Rasa Makanan dan Ketepatan Waktu Distribusi dengan Tingkat Kepuasan Pelayanan Gizi pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka Hasniar, Hasniar; Ihsan M, Habib; Demmalewa, Jenny Qlifianti
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1652

Abstract

Abstrak Kepuasan pasien merupakan indikator penting kualitas pelayanan gizi yang berperan besar terhadap citra rumah sakit. RS Benyamin Guluh Kolaka telah mengikuti standar penyelenggaraan makanan dengan siklus menu dan jadwal makan yang teratur, namun masih ditemukan kendala seperti kurang sesuainya cita rasa, keterlambatan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan cita rasa makanan dan ketepatan distribusi dengan tingkat kepuasan pelayanan gizi pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain cross sectional study. Sampel adalah sebagian pasien rawat inap di ruang kelas III RSBG Kolaka tahun 2025 periode Januari-Maret sebanyak 76 orang yang diperoleh menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian diperoleh p value 0,000 untuk cita rasa makanan dan 0,000 untuk ketepatan waktu distribusi makanan. Kesimpulan adalah ada hubungan cita rasa makanan dan ketepatan distribusi dengan tingkat kepuasan pelayanan gizi pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Saran bagi RSBG Benyamin Guluh agar meningkatkan cita rasa makanan melalui evaluasi resep secara berkala, menyediakan variasi menu yang sesuai budaya lokal dan memperbaiki ketepatan waktu distribusi makanan. Bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan desain penelitian eksperimen untuk menilai dampak perbaikan menu maupun sistem distribusi terhadap sisa makanan dan asupan gizi pasien. Absctract Patient satisfaction is an important indicator of the quality of nutritional services, which significantly impacts a hospital's image. Benyamin Guluh Hospital, Kolaka, adheres to food service standards with a regular menu cycle and meal schedule. However, challenges such as inappropriate taste and delayed distribution persist. The purpose of this study was to determine the relationship between food taste and timeliness of distribution and satisfaction levels with nutrition services inpatients at Benyamin Guluh Hospital, Kolaka. The study used a quantitative, cross-sectional design. The sample consisted of 76 inpatients in Class III wards at Benyamin Guluh Hospital, Kolaka, in 2025, from January to March. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Fisher Exact Test. The results showed a p-value of 0.000 for food taste and 0.000 for timeliness of food distribution. The conclusion is that there is a relationship between food taste and accuracy of distribution and the level of satisfaction with nutritional services among inpatients at Benyamin Guluh Hospital, Kolaka. Suggestions for Benyamin Guluh Hospital include improving food taste through regular recipe evaluation, providing menu variations that are culturally appropriate, and improving the timeliness of food distribution. Future researchers should use an experimental research design to assess the impact of menu and distribution system improvements on food waste and patient nutritional intake.