Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2024 Farabillah Syaleh Basrano; Devi Savitri Effendy; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.66

Abstract

Ketegangan mata digital, sering dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS), adalah kondisi kontemporer yang ditandai dengan berbagai gejala muskuloskeletal, perilaku, dan mata yang disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik dengan layar digital dalam waktu lama. Berdasarkan jajak pendapat awal yang dilakukan terhadap mahasiswa FKM UHO, sakit kepala, penglihatan kabur, dan mata berair merupakan gejala CVS yang paling sering terjadi, yang dialami oleh 11 dari 15 mahasiswa. “Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berhubungan dengan kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo pada tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan metodologi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan acak sederhana digunakan untuk memilih 193 responden yang menjadi sampel penelitian. Uji chi-square digunakan dalam studi bivariat. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tidak ada korelasi antara jarak pandang (p-Value = 0,532) dan kecerahan layar (p-Value = 0,857) dan CVS, ada korelasi yang signifikan antara kualitas tidur (p-Value = 0,003) dan durasi penggunaan (p-Value = 0,029).” Menurut temuan penelitian, kejadian CVS di kalangan mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo pada tahun 2024 berkorelasi dengan kualitas tidur dan waktu penggunaan, tetapi tidak berkorelasi dengan jarak pandang atau kecerahan layar. Disarankan agar mahasiswa mengikuti aturan istirahat mata 20-20-20, meminimalkan waktu penggunaan layar yang lama, menjaga jarak yang sesuai antara mata dan laptop, mempraktikkan postur tubuh yang ergonomis, dan mengembangkan kebiasaan tidur yang sehat.
GAMBARAN PERILAKU AMAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT. PLN (PERSERO) UP3 KENDARI TAHUN 2023 Fadhilah Rizka Muthiah; Siti Rabbani Karimuna; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.117

Abstract

Di Indonesia, terdapat 34 kasus kecelakaan kerja akibat listrik yang terjadi pada tahun 2020, dan 14 orang meninggal. Berperilaku aman dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) adalah salah satu cara untuk mengurangi kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku aman dan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja di PT. PLN (Persero) UP3 Kendari Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen peneletian yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu membuat interprestasi dan deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang menerapkan perilaku aman sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety helmet sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa full body harness sebanyak 30 orang (96,8 %) dan sebanyak 1 responden (3,2%) yang tidak menggunakan APD berupa full body harness, bahwa responden yang menggunakan APD berupa pakaian pelindung sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety shoes sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan apd berupa kacamata safety sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety gloves sebanyak 31 orang (100 %) dan responden yang menggunakan APD berupa masker sebanyak 31 orang (100 %) saat bekerja.Kesimpulan sebanyak 30 orang telah menggunakan APD secara lengkap dan sebanyak 1 orang yang tidak menggunakan APD secara lengkap dan sebanyak 31 orang telah berperilaku aman.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI PT. PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 CABANG KENDARI TAHUN 2022 Yastiara Yastiara; Fifi Nirmala G; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.196

Abstract

Pengunaan komputer sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan modern seperti sekarang ini. Makin seringnya para pekerja bekerja dengan komputer maka makin besar kemungkinan para pekerja mengalami keluhan kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Kendari Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Total Sampling. Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lux meter, meteran, dan lembar kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Kendari dalam kategori ada keluhan 29 (64,4%) dan kategori tidak ada keluhan 16 (35,6%). Kemudian, hasil analisis hubungan antarvariabel ditemukan bahwa masing-masing variabel (istirahat mata, jarak monitor, masa kerja, durasi penggunaan komputer, dan tingkat pencahayaan) diperoleh -value= 0,000 kurang dari 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara istirahat mata, jarak monitor, masa kerja, durasi penggunaan komputer, dan tingkat pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Kendari.
Pemberdayaan kelompok perempuan dalam pencegahan stunting melalui diversifikasi pangan lokal di Desa Ulu Sawa, Konawe Utara La Ode Liaumin Azim; Pitrah Asfian; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah; Agnes Mersatika Hartoyo; Kamrin Kamrin
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 3 No. 2 (2026): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v3i2.3108

Abstract

Stunting remains one of the nutritional issues that requires serious attention because it impacts physical growth, cognitive development, and the quality of human resources. One preventive measure that can be implemented at the community level is to empower mothers’ groups through local food diversification. This community service activity aims to improve mothers’ knowledge about stunting prevention through the diversification of local foods in Ulu Sawa Village, North Konawe. The methods used include education and mentoring for groups of mothers through outreach sessions on stunting, the importance of balanced nutrition, and the utilization of local foods as a source of nutritious food for children and families. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants’ knowledge levels before and after the activity. The results of the community service program showed an increase in mothers’ knowledge following the program’s implementation. These results indicate that the implemented community service program was effective in increasing mothers’ knowledge of stunting prevention. Thus, empowering mothers’ groups through the diversification of local foods can serve as a relevant and sustainable strategy in supporting efforts to prevent stunting at the village level.
Analisis Hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Anry Hariadhin Depu; Eneng; Siti Nuraeni; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1108

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan praktik kerja yang ramah lingkungan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah green training, yaitu pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pegawai dalam mendukung efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta budaya kerja berwawasan lingkungan. Permasalahan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, hanya 343 dari 1.152 tenaga kesehatan (21,38%) yang mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 297 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel green training diukur berdasarkan aspek pemahaman materi pelatihan, relevansi pelatihan, dukungan organisasi, dan penerapan perilaku kerja ramah lingkungan, sedangkan kinerja rumah sakit dinilai berdasarkan aspek efektivitas kerja, efisiensi pelayanan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kualitas layanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja RSUD Bahteramas dengan nilai p = 0,000 dan nilai koefisien hubungan sebesar (φ) = 0,829). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas green training berpotensi mendukung perbaikan kinerja rumah sakit melalui penguatan kompetensi dan perilaku kerja ramah lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program green training secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola rumah sakit yang berorientasi pada keberlanjutan.
Efektivitas Program Edukasi Gizi Dalam Meningkatkan Pencegahan Penyakit Melalui Pola Makan Sehat di Kota Kendari Kamrin; Lade Albar Kalza; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1173

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian masyarakat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko PTM adalah melalui program edukasi gizi yang bertujuan meningkatkan perilaku makan sehat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui pola makan sehat di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Jumlah responden sebanyak 90 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang meliputi pengetahuan gizi, perilaku makan sehat, dan kesadaran pencegahan penyakit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh variabel setelah diberikan intervensi edukasi gizi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 3,20 menjadi 5,50 dengan p-value 0,001. Perilaku makan sehat meningkat dari 14,80 menjadi 19,50 dengan p-value 0,002, sedangkan kesadaran pencegahan penyakit meningkat dari 15,20 menjadi 20,10 dengan p-value 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui perubahan perilaku makan sehat masyarakat. Kata kunci: edukasi gizi, perilaku makan sehat, pencegahan penyakit, kesehatan masyarakat, pola makan sehat
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tudungano Melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Upaya Kemandirian Kesehatan Kamrin; La Ode Liaumin Azim; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2063

Abstract

Upaya peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Desa Tudungano memiliki potensi lahan pekarangan rumah yang luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman tanaman obat sebagai pencegahan dan penanganan penyakit ringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya TOGA sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan penyakit secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan teknik budidaya TOGA, pendampingan kelompok, serta distribusi bibit tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 87% terkait manfaat TOGA, terbentuk dua kelompok binaan TOGA, serta realisasi penanaman lebih dari 350 bibit tanaman di 40 rumah sasaran. Masyarakat juga mulai menerapkan tanaman herbal untuk penanganan batuk, demam, dan masalah pencernaan ringan. Program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat serta kemandirian kesehatan berbasis rumah tangga. Program berpotensi dilanjutkan dengan produksi simplisia dan pengembangan produk herbal.
Gambaran Kejadian Diare pada Anak di Puskesmas Poasia Kota Kendari Kamrin; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.253

Abstract

Latar Belakang: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama pada anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian balita. Kondisi lingkungan yang kurang sehat dan kebersihan perorangan yang rendah, menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus diare pada anak berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan kasus diare anak di Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi kasus berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, dan waktu kejadian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus diare terjadi pada kelompok usia balita (2 tahun) sebesar 27,4%, dengan distribusi kasus lebih banyak pada anak perempuan (57,0%) dibanding perempuan (43,0%). Berdasarkan wilayah tempat tinggal, kasus diare terbanyak ditemukan di Kelurahan Andounuhu (28,8%), sedangkan berdasarkan waktu kejadian, peningkatan kasus terlihat pada bulan Januari–Maret. Simpulan: Kejadian diare pada anak di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari masih relatif tinggi, terutama pada kelompok usia balita dan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. oleh karena itu perlu peningkatan upaya promosi kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
Pengaruh Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Tingkat Pendidikan terhadap Kekurangan Energi Kronik pada Remaja Putri: Analisis Data Riskesdas 2023 La Ode Liaumin Azim; Agnes Mersatika Hartoyo; Putu Eka Meiyana Erawan
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.256

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Faktor-faktor seperti pendidikan, pola makan, aktivitas fisik, dan konsumsi buah dan sayur diketahui berperan penting dalam kejadian KEK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, aktivitas fisik, dan konsumsi buah dan sayur terhadap kejadian KEK pada remaja putri di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Riskesdas 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari data SKI 2023, dengan jumlah sampe 55.506 remaja putri yang berusia 10-19 tahun. Analisis dilakukan menggunakan analisis Complex Samples Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan KEK, (P-value = 0,000). Aktivitas fisik berat berhubungan dengan penurunan prevalensi KEK (P-value = 0,778, POR = 0,863). Selain itu, konsumsi buah dan sayur yang kurang baik berhubungan dengan peningkatan kejadian KEK (P-value = 0,001, POR = 1,486).. Kesimpulan: Pendidikan rendah, konsumsi buah dan sayur yang tidak memadai, merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian KEK pada remaja putri. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pendidikan gizi dan memperbaiki pola makan remaja putri guna mencegah KEK
The Relationship between Body Image and Peer Social Support with Self-Confidence among Female Adolescents at Kendari State High School 2 La Ode Liaumin Azim
Symbiohealth Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/symbiohealth.1211

Abstract

Self-confidence is one of the important factors in adolescent psychological development, especially in adolescent girls. Positive body image and peer social support play a significant role in shaping adolescent girls' self-confidence. This study aims to analyze the relationship between body image and peer social support with adolescent girls' self-confidence at Kendari 2 Public High School in 2025. The study employed a quantitative design using the person corelation method and a cross-sectional approach. The sample consisted of 58 adolescent girls selected using total sampling technique. Data analysis was performed using chi square test to determine the relationship between these variables. The results showed a relationship between body image and self-confidence (p-value = 0.000 < 0.05) and peer social support and self-confidence (p-value = 0.001 < 0.05), thus accepting Ha. Body image and peer social support have a significant influence on the self-confidence of adolescent girls. This study implies the importance of improving positive body image and strong social support in supporting the development of self-confidence in adolescent girls in the school environment.