Ramadhan Tosepu
Universitas Halu Oleo

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Identifikasi Bakteri Salmonella sp Pada Gado-Gado Yang Dijual Area Kampus Universitas Halu Oleo Tahun 2021 Anita; Ramadhan Tosepu; Fifi Nirmala G
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 01
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gado-gado is a dish made from a variety of vegetables and uses peanut sauce to add flavor to the vegetables. The main problem with fast food like gado-gado is safety due to the lack of attention to the hygienic aspects of food handlers. During the preparation and processing of gado-gado that does not meet the requirements, such as undercooked boiling and poor sanitary conditions, it can lead to cross-contamination of gado-gado. This study aims to identify Salmonella sp bacteria in gado-gado sold in the Halu Oleo University campus area in 2021. This study uses a descriptive type of research with a sampling technique using total sampling. The results of this study showed that from 10 samples of gado-gado there were 5 (50%) samples of gado-gado that were positive for Salmonella sp bacteria and 5 (50%) samples of gado-gado were negative for Salmonella sp. The results of personal hygiene of food handlers who have bad personal hygiene are 6 or (60%) food stalls and food stalls that have good personal hygiene are 4 or (40%) food stalls. The results of the sanitation of the food stalls did not meet the requirements with a score of <65 as many as 9 or (90%) stalls and there were 1 or (10%) stalls that met the stall requirements with a score of ≥65. Studies have concluded that a hodgepodge convered by Salmonella sp is home to 5 samples of the hodgepositve that positive bacteria Salmonella sp and personal hygiene and poor decorator at 6 and sanitation of unqualified food stalls as much as 9.
Identifikasi Bakteri Escherichia Coli dan Gambaran Kondisi Fisik Sumur Gali di Sekitar Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari Hesty Amalia Pratiwi; Ramadhan Tosepu; Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Keberadaan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali menunjukkan bahwa air tersebut telah tercemar oleh mikroba. Air yang telah tercemar jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang secara terus menerus akan menyebabkan penyakit seperti diare dan mual bahkan dapat menyebabkan kematian. Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari telah beroperasi pada tahun 1980an dan ditutup sekitar tahun 1996. Saat masih beroperasi TPA ini menggunakan sistem pengelolaan sampah open dumping hal ini dapat menimbulkan berbagai macam dampak salah satunya terhadap kualitas air tanah. Masyarakat yang berada di sekitar bekas TPA Punggolaka diketahui masih menggunakan air sumur gali untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli dan gambaran kondisi fisik sumur gali di sekitar bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 sumur gali yang dijadikan sampel penelitian semuanya (100%) positif mengandung bakteri Escherichia coli, kondisi fisik sumur gali dari 5 sumur gali terdapat 3 (60%) sumur gali yang tidak memenuhi syarat, serta pengetahuan tentang sanitasi dasar pada masyarakat 88% baik, sikap tentang sanitasi dasar pada masyarakat 59% kurang, dan tindakan tentang sanitasi dasar pada masyarakat 56% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semua sumur gali positif mengandung bakteri Escherichia coli, kondisi fisik sumur gali sebagian besar tidak memenuhi syarat, serta pengetahuan tentang sanitasi dasar pada masyarakat sudah baik, sedangkan sikap dan tindakan tentang sanitasi dasar pada masyarakat masih kurang. Abstract. The presence of Escherichia coli bacteria in dug well water indicates that the water has been polluted by microbes. Water that has been polluted if used for a long time continuously will cause diseases such as diarrhea and nausea and can even cause death. The former Punggolaka Landfill (TPA) in Kendari City was operational in the 1980s and closed around 1996. While still operating this landfill using an open dumping waste management system, this can cause various kinds of impacts, one of which is on groundwater quality. People around the former Punggolaka landfill are known to still use dug well water to meet their daily needs. This study aims to find out and identify Escherichia coli bacteria and a picture of the physical condition of the dug wells around the former Punggolaka Waste Landfill (TPA) in Kendari City. This study used an observational descriptive method with a sample return technique using Total sampling. The results showed that of the 5 dug wells used as research samples, all of them (100%) were positive for containing Escherichia coli bacteria, the physical condition of the dug wells from 5 dug wells, there were 3 (60%) unqualified dug wells, and knowledge of basic sanitation in the community was 88% good, attitudes about basic sanitation in the community were 59% less, and actions about basic sanitation in the community were 56% less. The conclusion of this study is that all positive dug wells contain Escherichia coli bacteria, the physical condition of the dug wells is mostly unqualified, and the knowledge of basic sanitation in the community is good, while the attitudes and actions about basic sanitation in the community are still lacking.
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DALAM RUMAH DAN SUMBER PENCEMARAN UDARA DALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA MASYARAKAT KECAMATAN KABANGKA KABUPATEN MUNA TAHUN 2021 Ningsi Meilana; Ramadhan Tosepu; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i2.27336

Abstract

ISPA merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah. ISPA dapat menimbulkan gejala ringan seperti batuk dan pilek, menimbulkan gejala sedang seperti sesak, serta dapat juga menimbulkan gejala berat. Berdasarkan data dari 10 besar penyakit terbanyak diperoleh dari Puskesmas Kabangka Kabupaten Muna bahwa jumlah kasus ISPA pada tahun 2019 sebanyak 352 orang. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan dalam rumah dan sumber pencemaran udara dalam rumah yang kurang baik/ sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan dalam rumah dan sumber pencemaran udara dalam rumah dengan kejaadian penyakit ISPA pada masyarakat Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan Cross Sectionaal Study. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden yang di peroleh dengan menggunakan Tehnik Random Sampling/ metode acak kepada kepala keluarga (KK) pada setiap rumah masyarakat. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi square pada tingkat signifikan alpha 0,05 adalah, (1) ada hubungan yang bermakna antara kondisi lingkungan dalam rumah dengan kejadian penyakit ISPA (PValue = 0,283), (2) ada hubungan yang bermakna antara sumber pencemaran udara dalam rumah dengan kejadian penyakit ISPA (PValue = 0,090). Diharapkan kepada masyarakat untuk menjadikan penelitian ini sebagai informasi terkait penyebab meningkatnya ISPA yang sering terjadi pada masyarakat sebagai upaya pencegahan awal terhadap penyakit ISPA dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN 3M PADA SISWA SMA N 1 LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR TAHUN 2021 Ika Safitri; Asnia Zainuddin; Ramadhan Tosepu
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i2.27321

Abstract

Penyakit Covid-19 adalah penyakit yang baru ditemukan.  Covid-19 dapat ditularkan melalui batuk dan bersin dan dapat bertahan selama beberapa hari pada permukaan benda. Pemerintah menganjurkan setiap orang untuk taat terhadap protokol kesehatan agar mencegah penularan Coronavirus. kasus CoronaVirus Desease (COVID-19)  pada tanggal 29 maret 2021 sebanyak 126,890,643 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dalam penerapan protokol kesehatan 3M pada siswa SMA N 1 Lambandia Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan pengambilan data Cuma sekali. Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik propossrtional stratified random sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 358 siswa, besar sampel berjumlah 78 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap penerapan protokol kesehatan 3M yang memiliki nilai p-value = 0,002< 0,05. Dan terdapat hubungan bermakna antara sikap dalam penerapan protokol kesehatan yang memiliki nilai p-value = 0,021 <0,05. Penerapan protokol kesehatan di masa pandemic sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan protocol kesehatan  3M Penyakit Covid-19 adalah penyakit yang baru ditemukan.  Covid-19 dapat ditularkan melalui batuk dan bersin dan dapat bertahan selama beberapa hari pada permukaan benda. Pemerintah menganjurkan setiap orang untuk taat terhadap protokol kesehatan agar mencegah penularan Coronavirus. kasus CoronaVirus Desease (COVID-19)  pada tanggal 29 maret 2021 sebanyak 126,890,643 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dalam penerapan protokol kesehatan 3M pada siswa SMA N 1 Lambandia Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan pengambilan data Cuma sekali. Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik propossrtional stratified random sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 358 siswa, besar sampel berjumlah 78 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap penerapan protokol kesehatan 3M yang memiliki nilai p-value = 0,002< 0,05. Dan terdapat hubungan bermakna antara sikap dalam penerapan protokol kesehatan yang memiliki nilai p-value = 0,021 <0,05. Penerapan protokol kesehatan di masa pandemic sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan protocol kesehatan  3M
UJI KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA AIR MINUM DI RUMAH MAKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI TAHUN 2021 Puput Monica Rifty; Ramadhan Tosepu; Jafriati Jafriati
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i3.27346

Abstract

Air merupakan unsur penting dalam kehidupan dan tidak satu pun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Kesalahan pengolahan air minum dapat menyebabkan kemungkinan peluang terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli, yang menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit diare. Tingkat morbiditas diare berada pada tingkat pertama sebagai penyebab kematian pada anak secara global dan penyakit diare termasuk kedalam 10 besar penyakit teratas di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli, mengidentifikasi kualitas fisik dan mengidentifikasi sumber air minum di Rumah Makan Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengujian laboratorium. Hasil penelitian kualitas bakteri menunjukkan dari 9 sampel air minum  4 (44,4%) diantaranya terdapat bakteri Escherichia coli dan 5 (55,5%) sampel air minum tidak mengandung bakteri Escherichia coli. Syarat fisik menunjukkan dari 9 (100%) sampel air minum semuanya memenuhi syarat fisik berdasarkan Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 karena sampel air minum tidak berbau, tidak berwarna, tidak keruh dan tidak berasa. Untuk sumber air minum yang digunakan oleh pemilik rumah makan yaitu berasal dari depot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara mikrobiologi tidak memenuhi syarat karena terdapat kandungan Escherichia coli pada beberapa sampel air minum dan syarat fisik sampel air minum pada rumah makan yang diteliti memenuhi syarat. Untuk sumber air minum berasal dari depot, tapi tidak semua rumah makan mengambil di depot yang sama.
GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT BAJO DI DESA LAGASA KECAMATAN DURUKA KABUPATEN MUNA Wa Zul; Sartiah Yusran; Ramadhan Tosepu
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i1.27434

Abstract

Pentingnya sarana sanitasi dasar dalam meningkatkan lingkungan yang sehat dan memenuhi syarat kesehatan, yang meliputi aspek ketersediaan air bersih, jamban keluarga, pembuangan sampah dan saluran air limbah. Kondisi sanitasi di Desa Lagasa masih sangat buruk. Hal disebabkan karena masih rendahnya penggunaan sarana sanitasi dasar. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran ketersediaan sanitasi dasar pada masyarakat Bajo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Populasi penelitian yaitu 173 rumah tangga yang berjumlah 731 dan diperoleh sampel sejumlah 150 rumah tangga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling dan memperoleh 150 sampel dari 6 Dusun. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 98,7% rumah tangga yang sudah memiliki ketersediaan air bersih. Sementara, ada 77,3% rumah tangga belum memiliki jamban. 100% rumah tangga belum memiliki SPAL yang sesuai aturan dan 100% rumah tangga belum menyediakan tempat pembuangan sampah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ketersediaan sarana sanitasi air bersih sudah tersedia dengan baik, kepemilikan jamban masih sangat kurang, belum tersedianya SPAL, dan penyediaan tempat pembuangan sampah.
GAMBARAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA MASA PENDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MUNA Zeny Febrianti; Asnia Zainuddin; Ramadhan Tosepu
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i2.27448

Abstract

Limbah medis padat yang dihasilkan pada masa pandemi Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupatn Munapada bulan Juni 2021 sebanyak 53,84 kg, pada bulan Juli 76,80 kg, sedangkan pada bulan Agustus sebesar 79,66 data menunjukan volume limbah medis semakin meningkat selama masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis padat pada masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupatn Muna. Metode yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total random sampling yang berjumlah 128 petugas kesehatan. Uji statistik menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian Rumah Sakit Umum Daerah Kabupatn Muna menunjukan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya sudah dilakukan, masing-masing ruangan telah di sediakan wadah sampah medis dan non-medis yang diberi label infeksius dan non-infeksius serta safety box sebagai pewadahan limbah  B3. Wadah limbah medis padat adalah tong sampah pijakan anti bocor dan kedap air, serta ditutup dengan kantong plastik berwarna kuning dan hitam bertanda limbah infeksius dan non-infeksius, safety box untuk limbah B3 seperti jarum suntik. Pengumpulan sampah medis dilakukan oleh perawat ruangan, limbah medis padat disimpan dikantong plastik kuning dan limbah non medis di simpan kantong plastik hitam sedangkan benda tajam disafetybox. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan troli terbuka, namun anti bocor, dan tahan air. Penelitian menunjukan bahwa dalam gambaran pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna tidak sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor:1204/Menkes/SK/X/2004
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN TOBIMEITA KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Safira Indah Filsama; Ramadhan Tosepu; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i1.27423

Abstract

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat apabila sampah tidak dikelola dengan baik akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Keberadaan sampah dapat menimbulkan penyakit akibat dari sampah yang berserakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberadaan sampah rumah tangga di kelurahan tobimeita kecamatan nambo tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek. Populasi adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Tobimeita pada Tahun 2021 sebanyak 641 rumah tangga. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa   tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan keberadaan sampah (p-value 0,315 >0,05), tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan keberdaan sampah (p-value 0,315 >0,05), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan tempat sampah dengan keberdaan sampah (p-value 0,315 >0,05).
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DESA BHONTU-BHONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA Nurseni Nurseni; Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32639

Abstract

Sanitasi dasar merupakan sanitasi minimum yang diperlukan dalam menyediakan lingkungan yang sehat dan memenuhi syarat kesehatan yang menitikberatkan pada pengawasan diberbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Masalah utama kesehatan lingkungan masyarakat Desa Bhontu-Bhontu yaitu jarak akses air bersih yang jauh, masih minimnya kepemilikan jamban,saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan kepemilikan tempat sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan masyarakat pesisir Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu 95 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan men ggunkan metode simple random sampling. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa  kondisi sarana air bersih memenuhi syarat kesehatan yakni sebanyak 87 orang (91,6%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan yakni 8 orang (8,4%), jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 11 orang (11,6%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu sebanyak 84 orang (88,4%), Sarana pembuangan air limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan sebanyak 95 orang (100%), Sarana Tempat Sampah yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 3 orang (3,2%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan sebanyak 92 orang atau 96,8%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu sarana air bersih memenuhi syarat sedangkan sarana jamban keluarga, SPAL dan sarana tempat sampah belum memenuhi syarat. Saran dalam penelitian adalah diharapkan untuk edukasi pentingnya menjaga kondisi sanitasi lingkungan.
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLAKA Ni Wayan Eka Narayani; Ramadhan Tosepu; Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32648

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jumlah kasus tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Kolaka pada tahun 2018 yaitu terdapat 88 kasus, kemudian pada tahun 2019 terdapat 93 kasus, dan pada tahun 2020 terdapat 59 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dan riwayat keluarga dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis paru yang tercatat di Puskesmas Kolaka selama bulan Januari sampai Maret tahun 2022 sebanyak 16 kasus. Total sampel adalah 32, terdiri atas 16 kasus dan 16 kontrol. Hasil penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka p-value 0.772 (OR= 1.6 95% CI :0.407-6.818), ada hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka nilai p-value 0.034, (OR= 6.6 95% CI: 1.403-31.051), tidak ada hubungan jenis dinding dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka p-value 1.000 (OR=1.3 95% CI:0.290-6.415), ada hubungan riwayat keluarga dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka p-value 0.037 (OR=11.6 95% CI: 1.227-110.953).  Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan luas ventilasi dan riwayat keluarga dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka, dan tidak ada hubungan  kepadatan hunian dan jenis dinding dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kolaka.