Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SAINS DAN MATEMATIKA

PERUBAHAN STRUKTUR DAN KEPADATAN TRIKOMATA NON GLANDULER SERTA LUAS DAUN KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERLAKUAN STRES KEKURANGAN AIR Prihastanti, Erma; T, Soekisman; Soepandi, Didie; Qayim, Ibnul
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 1 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5288.63 KB)

Abstract

ABSTRACT--Cacao  is the one  important  crop in Indonesia. Water  stress  is perhaps  the major factor  limiting  crop growth. Plant responses to water stress  include morphological of biochemical changes. This reserch was aimed studying  strtructure and density of non glanduler  trichomes, and leaf area on cacao leaves on drought experiment.  The drought studies used throughfall displacment experiment  (TDE). The result show that cacao leaves have non glanduler trichomes type stellat. Non Glanduler trichomes were distributed throughtout the vein of leaves with distribution in abaxial parts of the leaves. TDE give non significant effect to trichomes density and Ieaf area. The highest trichomes  happened  on March 2008  6.9861/cm2. Leaf area on shade Ieaves  (273,56 cm2) more higher than sun leaves  (235,50 cm2). Keyword : Trichomes  non  glanduler, cacao leaves, leaf area
Pembentukan Bintil Akar Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merrill) dengan Perlakuan Jerami pada Masa Inkubasi yang Berbeda Kumalasari, Ika Dyah; Astuti, Endah Dwi; Prihastanti, Erma
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3497.454 KB)

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max (L) Merrill) merupakan tanaman yang sudah dikenal masyarakat dan memilik potensi besar untuk dikembangkan. Tanaman kedelai termasuk tanaman legum yang pada akarnya terdapat bintil akar yang merupakan simbiosis antara akar dengan bakteri Rhizobium japonicum. Bintil akar berfungsi untuk mengikat unsur nitrogen bebas. Selain itu juga dapat menyuburkan tanah karena dapat menghemat penggunaan Nh3 yang tersedia ditanah dan penyediaan unsur nitrogen ke tanah. Tanaman kedelai agar tumbuh subur dan kaya bahan organik. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah jeramipadi yang merupakan limbah organik yang mempunyai rasio C/N tinggi. Jerami padi mengandung gula, pati, selulose, hemiselulose, pektin, lignin, lemak dan protein. Jerami padi jumlahnya melimpah dan biasanya dibakar dan dibenamkan kedalam sawahdan terjadi dekomposisi. Selama proses dekomposisi terjadi aminasi, amonifikasi, dan nitrifikasi. Petani biasanya menanam kedelai setelah ditanami padi sebelum kemudian ditanami padi lagi tapi belum diketahui berapa lama inkubasi jerami padi berpengaruh menguntungkan dalam pembentukan bintil akar tanaman kedelai. Diharapkan dengan masa inkubasi yang berbeda dapat diketahui tingkat dekomposisi jerami padi yang berpengaruh terhadap pembentukan bintil akar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jerami padi pada masa inkubasi yang berbeda pada pembentukan bintil akar tanaman kedelai (Glycine max (L) Merrill)  dan masa inkubasi jeramiyang berpengaruh paling baik terhadap pembentukan bintil akar tanaman kedelai. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan faktor tunggal dengan perlakuan P1=jerami padi masa inkubasi 15hari, P2=jerami padi pada masa inkubasi 30 hari, P3=jerami padi pada masa inkubasi 45 hari, P0=jerami padi masa inkubasi 15hari (sebagai kontrol). Masing-masing perlakuan dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah bintil akar, persentase bintil akar, berat basah bintil akar dan berat kering bintil akar. Data yang diperoleh dianalisi dengan ANOVA pada taraf uji 5% dan bila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf uji 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jerami padi tanpa inkubasi (kontrol) dapat meningkatkan pembentukan bintil akar. Semakin lama masa inkubasi maka semakin menurunkan pembentukan bintil akar tanaman kedelai.   Keywords: Glycine max (L) Merrill, bintil akar, dekomposisi, jerami padi
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Root-Up dan Super-GA Terhadap Pertumbuhan Akar Stek Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq) Jinus, Jinus; Prihastanti, Erma; Haryanti, Sri
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 2 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4144.063 KB)

Abstract

Pengembangan tanaman jabon (A. cadamba Miq) dapat dilakukan secara vegetatif, salah satunya adalah melalui stek yang diinduksi dengan memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman. IBA adalah Jenis hormon yang terkandung dalam zat pengatur tumbuh tanaman Root-Up dan Super-GA, yang berperan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Pemberian Zat penatur tumbuh (ZPT) tanaman dapat meningkatkan panjang dan jumlah akar stek tanaman, begitu pula dengan kemampuan bertunas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) yang paling baik dalam merangsang pembentukan akar dari stek tanaman jabon (A. cadamba Miq). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu kontrol, Root-Up Cair, Super-GA, dan 8 pengulangan. Berdasarkan uji DMRT dengan taraf signifikasi 95% menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berpengaruh terhadap panjang akar stek, diameter stek dan tinggi tunas. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang paling baik dalam merangsang pertambahan jumlah akar adalah jenis Super-GA, sedangkan untuk diameter dan pertumbuhan tunas zat pengatur tumbuh (ZPT) yang paling baik adalah Root-Up cair dan Super-Ga.   Keywords: Stek, Jabon (Anthocephalus cadamba Miq), Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).
Co-Authors Afrazak Johansyah Agus Subagio Agus Subagyo Ahmad Fuad Masduqi Anitasari, Emi Arif Surahman Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas C. J. Soegihardjo Chatarina Umbul Wahyuni Chory Praseptiana Christoph Leuschner Della Widya Puspita Della Widya Puspita Desy Wulan Triningsih Devi Ermawati Dhitya Arlan Bayu Martha Didie Soepandi Didy Sopandie Diwyacitta Prasasti Emi Anitasari Endah D. Hastuti Endah Dwi Astuti Endah Dwi Hastuti Endang Kusdiyantini Endang Saptiningsih Esti Meita Kridati Fajar Arianto Faradis Ulyah Fatkhu Zaimah Febiasasti Trias Nugraheni Fifit Yuniati Harmigita Putri Fitriani Hastuti, Endah Helmiyesi Helmiyesi I’anatushshoimah, I’anatushshoimah IBNUL QAYIM Ika Dyah Kumalasari Ika Puspitasari I Ilma Khaerasani Imam Firmansyah Imam Firmansyah Indriani, Reni Jinus Jinus Jumari Jumari, Jumari Junita Junita Kasiyati Kasiati Ken Qudsy Royana, Ken Qudsy Kuwati Kuwati Lily Nur Inda Sary Lutfiyatul Wahdah Mega Rizqi Utami Monika Heti Nuryana Much Azam Much Azam Mudlikatun Khasanah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Luthfi Munifatul Izzati Munirotun Roiyana Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Ningrum, Dyah Ayu Kusuma Nintya Setiari Niti, Mahatma Narendra Noor Laila Safitri Nurrahmah Azizah, Nurrahmah Oktivani D.P. Hayati Puji Hastuti Putri Zulaida Ningtyas Rafif Zuhair Muhammad Regina Cahya Cendekianesti Retno Robiatul Al Adawiyah Rini Budi Hastuti Rini Budi Hastuti Rini Budihastuti Robi’atul Asifah Sarjana Parman Sepsamli, Letus Silvana Tana Soekisman T SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofian, Arif Ardianto Sri Darmanti Sri Haryanti Sri Haryanti Sri Widodo Agung Suedy Sugiyatno Sugiyatno Sulastri Diana Silaban Surahman, Arif surur, Mukhammad akmal Susiani Purbaningsih, Susiani Tyas Rini Saraswati Ulva, Maria Wijaya, Panca Buana Winangsih Winangsih Yulita Nurchayati Zaenul Muhlisin Zaenul Muhlisin Zelly Fujianto, Zelly Zelly Fujiyanto, Zelly