Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica rapa L.) dengan Pupuk Organik Berbahan Azolla pinnata dan Telur Keong Mas (Pomacea cannaliculata) Regina Cahya Cendekianesti; Erma Prihastanti; Sri Haryanti
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i1.16919

Abstract

AbstrakSawi hijau (Brassica rapa L.) merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis karena banyak digemari oleh masyarakat, sehingga budi dayanya membutuhkan pemupukan yang menunjang pertumbuhannya. Penggunaan pupuk organik cair memiliki keunggulan cepat diserap oleh tanaman. Azolla pinnata dan telur keong mas (Pomacea cannaliculata) dapat menjadi kandidat pupuk cair karena mengandung unsur hara tinggi berupa sumber nitrogen, fosfat, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk A. pinnata dan P. cannaliculata berbeda konsentrasi terhadap pertumbuhan dan produktivitas sawi hijau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3 yang terdiri dari 9 perlakuan dan 6 kali ulangan. Konsentrasi pupuk A. pinnata adalah 0 mL/L, 100 mL/L, dan 150 mL/L, sedangkan konsentrasi pupuk P. cannaliculata adalah 0%, 15%, dan 45%. Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering, panjang daun, lebar daun dan klorofil total. Dana dianalisis menggunakan analisis variansi dan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk Azolla pinata dan P. cannaliculata tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering, lebar daun, panjang daun, dan kadar klorofil total. Namun demikian, pemberian pupuk secara terpisah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan sawi hijau, dengan penggunaan yang disarankan 100 mL/L air A. pinnata dan 45% P. canaliculata.Abstract Green mustard (Brassica rapa L.) is a vegetable has economic value because it is favored by the community, so its cultivation requires fertilization to support its growth. The use of liquid organic fertilizer has the advantage of being quickly absorbed by plants. Azolla pinnata and golden snail eggs (Pomacea cannaliculata) can be candidates for liquid fertilizer because they contain high nutrients in the form of nitrogen, phosphate and potassium. The study aims to determine the effect of A. pinnata and gold snail eggs as fertilizers with different concentrations on the growth and productivity of green mustard. The research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) of 3 x 3 consisting of 9 treatments and 6 replications. Concentrations of A. pinnata were 0 mL/L, 100 mL/L, and 150 mL/L, while P. cannaliculata were 0%, 15%, and 45%. Parameters observed included plant height, number of leaves, wet weight, dry weight, chlorophyll content, leaves width and length. Data obtained were analyzed using the analysis of variance and Duncan Multiple Range Test. Result showed that combination of Azolla pinnata and P. canaliculata had no significant effect on plant height, the number of leaves, wet weight, dry weight, leaf width, leaf length, and total chlorophyll content. However, the application of fertilizer separately showed a positive effect on the growth of the plant, with the recommended use of A. pinnata at 100 mL/L of water and P. canaliculata at 45%.
In-vitro Callus Development and The Bioactive Compounds of Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.) Yulita Nurchayati; Erma Prihastanti; Rini Budihastuti
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21565

Abstract

 AbstractBioactive compounds in tomatoes can be produced through the development of callus culture. This study aimed to investigate callus development and observe bioactive compounds and antioxidant activities in explants and callus. The cotyledon and hypocotyl from the sprouts were induced to form callus on Murashige and Skoog (MS) medium supplemented with NAA 2.5 mg/L combined with kinetin 0.5 mg/L and 2,4 D 1 mg/L. All parts of seedling and callus were analyzed for their bioactive compounds and antioxidant activity using Spectrophotometer UV-Vis, whereas the other bioactive compounds were identified by Gas Chromatography-Mass Spectrophotometry. This research applied a Completely Randomized Design with sample sources of tomato sprout and callus from cotyledon and hypocotyl, with 3 replicates. The result showed that friable callus was able to be developed from both explants through the addition of NAA-Kin to MS medium. The three compounds were observed in callus and all explants. These calluses produced high antioxidant compounds from their pigments and ascorbic acid. The metabolites will be analyzed according to the perspective of their role. Major groups of compounds from GC-MS are dominated by hydrocarbons. Callus culture has a potential as the source of bioactive compounds.AbstrakSenyawa bioaktif pada tomat dapat diproduksi melalui kultur kalus, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kalus dan mengobservasi jenis senyawa bioaktif serta aktivitas antioksidan pada eksplan dan kalus. Kotiledon dan hipokotil  dari kecambah diinduksi membentuk kalus di dalam medium MS dengan penambahan NAA 2,5 mg/L dan kinetin 0,5 mg/L, maupun 2,4 D 1 mg/L tunggal.  Semua bagian kecambah dan kalus dianalisis kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidannya dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Sementara itu, senyawa bioaktif lainnya diidentifikasi dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa. Penelitian ini dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor sumber eksplan : kecambah, kalus yang berasal dari kotiledon maupun dari  hipokotil disertai 3 ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalus remah dapat berkembang dari semua bagian kecambah pada medium MS dengan penambahan NAA dan kinetin. Terdapat tiga senyawa yang diobservasi baik pada kalus maupun sumber eksplannya. Kalus tersebut menghasilkan senyawa antioksidan yang tinggi, berdasarkan dari kandungan pigmen dan dari asam askorbat. Metabolit-metabolit tersebut akan dianalisis lebih lanjut terhadap peranannya. Kelompok senyawa yang terbanyak dari hasil GC-MS didominasi oleh hidrokarbon. Kultur kalus memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif tanaman.
In-vitro Callus Development and The Bioactive Compounds of Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.) Yulita Nurchayati; Erma Prihastanti; Rini Budihastuti
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21565

Abstract

 AbstractBioactive compounds in tomatoes can be produced through the development of callus culture. This study aimed to investigate callus development and observe bioactive compounds and antioxidant activities in explants and callus. The cotyledon and hypocotyl from the sprouts were induced to form callus on Murashige and Skoog (MS) medium supplemented with NAA 2.5 mg/L combined with kinetin 0.5 mg/L and 2,4 D 1 mg/L. All parts of seedling and callus were analyzed for their bioactive compounds and antioxidant activity using Spectrophotometer UV-Vis, whereas the other bioactive compounds were identified by Gas Chromatography-Mass Spectrophotometry. This research applied a Completely Randomized Design with sample sources of tomato sprout and callus from cotyledon and hypocotyl, with 3 replicates. The result showed that friable callus was able to be developed from both explants through the addition of NAA-Kin to MS medium. The three compounds were observed in callus and all explants. These calluses produced high antioxidant compounds from their pigments and ascorbic acid. The metabolites will be analyzed according to the perspective of their role. Major groups of compounds from GC-MS are dominated by hydrocarbons. Callus culture has a potential as the source of bioactive compounds.AbstrakSenyawa bioaktif pada tomat dapat diproduksi melalui kultur kalus, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kalus dan mengobservasi jenis senyawa bioaktif serta aktivitas antioksidan pada eksplan dan kalus. Kotiledon dan hipokotil  dari kecambah diinduksi membentuk kalus di dalam medium MS dengan penambahan NAA 2,5 mg/L dan kinetin 0,5 mg/L, maupun 2,4 D 1 mg/L tunggal.  Semua bagian kecambah dan kalus dianalisis kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidannya dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Sementara itu, senyawa bioaktif lainnya diidentifikasi dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa. Penelitian ini dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor sumber eksplan : kecambah, kalus yang berasal dari kotiledon maupun dari  hipokotil disertai 3 ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalus remah dapat berkembang dari semua bagian kecambah pada medium MS dengan penambahan NAA dan kinetin. Terdapat tiga senyawa yang diobservasi baik pada kalus maupun sumber eksplannya. Kalus tersebut menghasilkan senyawa antioksidan yang tinggi, berdasarkan dari kandungan pigmen dan dari asam askorbat. Metabolit-metabolit tersebut akan dianalisis lebih lanjut terhadap peranannya. Kelompok senyawa yang terbanyak dari hasil GC-MS didominasi oleh hidrokarbon. Kultur kalus memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif tanaman.
Co-Authors Afrazak Johansyah Agus Subagio Agus Subagyo Ahmad Fuad Masduqi Anitasari, Emi Arif Surahman Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ariyanti Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas C. J. Soegihardjo Chatarina Umbul Wahyuni Chory Praseptiana Christoph Leuschner Della Widya Puspita Della Widya Puspita Desy Wulan Triningsih Devi Ermawati Dhitya Arlan Bayu Martha Didie Soepandi Didy Sopandie Diwyacitta Prasasti Emi Anitasari Endah D. Hastuti Endah Dwi Astuti Endah Dwi Hastuti Endang Kusdiyantini Endang Saptiningsih Esti Meita Kridati Fajar Arianto Faradis Ulyah Fatkhu Zaimah Febiasasti Trias Nugraheni Fifit Yuniati Harmigita Putri Fitriani Hastuti, Endah Helmiyesi Helmiyesi I’anatushshoimah, I’anatushshoimah IBNUL QAYIM Ika Dyah Kumalasari Ika Puspitasari I Ilma Khaerasani Imam Firmansyah Imam Firmansyah Indriani, Reni Jinus Jinus Jumari Jumari, Jumari Junita Junita Kasiyati Kasiati Ken Qudsy Royana, Ken Qudsy Kuwati Kuwati Lily Nur Inda Sary Lutfiyatul Wahdah Mega Rizqi Utami Monika Heti Nuryana Much Azam Much Azam Mudlikatun Khasanah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Luthfi Munifatul Izzati Munirotun Roiyana Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Ningrum, Dyah Ayu Kusuma Nintya Setiari Niti, Mahatma Narendra Noor Laila Safitri Nurrahmah Azizah, Nurrahmah Oktivani D.P. Hayati Puji Hastuti Puspita, Della Widya Putri Zulaida Ningtyas Rafif Zuhair Muhammad Regina Cahya Cendekianesti Retno Robiatul Al Adawiyah Rini Budi Hastuti Rini Budi Hastuti Rini Budihastuti Robi’atul Asifah Sarjana Parman Sepsamli, Letus Silvana Tana Soekisman T SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofian, Arif Ardianto Sri Darmanti Sri Haryanti Sri Haryanti Sri Widodo Agung Suedy Sugiyatno Sugiyatno Sulastri Diana Silaban Surahman, Arif surur, Mukhammad akmal Susiani Purbaningsih, Susiani Tyas Rini Saraswati Ulva, Maria Wijaya, Panca Buana Winangsih Winangsih Yulita Nurchayati Zaenul Muhlisin Zaenul Muhlisin Zelly Fujianto, Zelly Zelly Fujiyanto, Zelly