Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Persetujuan Orangtua Tentang Vaksinasi COVID-19 pada Anak Usia 6-11 Tahun Yulia, Yulia; Rahma, Gusni; Yuliza, Wilda Tri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.791

Abstract

Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu program penanggulangan pandemi yang dilakukan pemerintah. Sejak tahun 2021 vaksinasi telah diberikan kepada kelompok usia diatas 12 tahun. Untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh maka perlu dilakukan perluasan kelompok usia sasaran vaksinasi yaitu pada anak usia 6-11 tahun. Persetujuan orangtua memiliki peran yang penting dalam mencapai target cakupan vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun karena sebelum divaksinasi maka harus ada persetujuan dari orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis faktor-faktor yang yang berhubungan persetujuan orang tua tentang vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan studi cross sectional dengan mengamati variabel persetujuan orangtua, tingkat pengetahuan, dukungan sekolah, dukungan tenaga kesehatan, status vaksinasi dan riwayat COVID-19. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dimana data dikumpulkan dengan google form. Analisis data bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, dukungan sekolah, dukungan tenaga kesehatan, status vaksinasi orangtua, dan riwayat COVID-19 dengan persetujuan orangtua (p-value < 0,05) tentang vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun. Berdasarkan analisis diperoleh nilai rasio prevalensi tertinggi pada tingkat pengetahuan dengan PR= 2,46 (95% CI 1,31-4,64) artinya proporsi orangtua yang tidak setuju terhadap vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun 2,46 kali lebih tinggi pada orangtua yang memiliki pengetahuan rendah dibandingkan orangtua yang memiliki pengetahuan tinggi. Pemerintah perlu meningkatkan promosi tentang keutamaan vaksinasi COVID-19 untuk meningkatkan pengetahuan serta dapat membentuk persepsi yang positif di masyarakat tentang vaksinasi COVID-19.
Hubungan Kepadatan Penduduk dengan Sebaran Kasus Covid-19 di Sumatera Barat Ulva, Fadillah; Yuliza, Wilda Tri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.438

Abstract

Covid-19 telah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia sejak Maret 2020, termasuk di Sumatera barat. Seluruh wilayah di Sumatera Barat telah terkonfirmasi kasus positif Covid-19 dengan kateogri risiko rendah, sedang, dan risiko tinggi. Kepadatan penduduk dinilai sebagai salah satu faktor penyebab penyebaran kasus covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan penduduk dengan sebaran kasus covid-19 di Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kabupaten/kota dengan kasus covid-19 terbanyak di Sumatera Barat yaitu Kota Padang (50%). Sedangkan kabupaten/kota dengan kepadatan penduduk paling tinggi yaitu Kota Bukittinggi (4759.09 jiwa/km2). Berdasarkan analisis statistic diketahui bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kepadatan penduduk dengan sebaran kasus Covid-19 di Sumatera Barat (p-value : 0.720). Pembatasan kegiatan masyarakat serta penerapan protokol kesehatan harus selalu diperhatikan guna mencegah terjadinya penyebaran kasus Covid-19 di Sumatera Barat.  
Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Produktivitas Kerja Bagian Produksi Yanti, Meyi; Alkafi, Alkafi; Yuliza, Wilda Tri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1302

Abstract

Produktivitas kerja merupakan indikator utama untuk mengukur efisiensi tenaga kerja dalam suatu perusahaan. Berdasarkan laporan internal PT Abaisiat Raya tahun 2023, lebih dari 55% tenaga kerja bagian produksi tidak mencapai target produksi harian yang telah ditetapkan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas kerja masih menjadi permasalahan yang signifikan di lingkungan kerja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan produktivitas kerja pada bagian produksi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 156 orang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 59% karyawan mengalami produktivitas rendah, 60% mengalami beban kerja berat, dan 52% mengalami stres kerja tinggi. Beban kerja (p=0,000) dan stres kerja (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas kerja. Oleh karena itu, perlu adanya strategi manajemen beban kerja dan manajemen stres yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Marketing Mix dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Yuliza, Wilda Tri; Gusrianti, Gusrianti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1303

Abstract

Dinas Kesehatan Kota Padang menyebutkan bahwa beberapa rumah sakit di Kota Padang mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya selama satu tahun terakhir. Salah satu penyebab ketidakstabilan jumlah kunjungan yaitu menurunnya loyalitas pasien. Seiring perkembangan era bisnis perumahsakitan dan banyaknya pesaing membuat rumah sakit mulai bergeliat untuk melakukan kegiatan pemasaran (marketing mix). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan marketing mix dengan loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Kota Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dimana pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke Rumah Sakit X Padang selama periode pengumpulan data (Juni 2024). Penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling dengan jumlah sampel 110 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian pasien rawat jalan memiliki nilai loyalitas rendah (56,6%), 36,4% pasien menyatakan product kurang baik, 34,5% menyatakan people kurang baik, 41,8% menyatakan promotion kurang baik, dan 28,2% menyatakan process kurang baik di Rumah Sakit X Kota Padang. Hasil uji statistik diketahui bahwa terdapat hubungan product (p= 0,007), people (p= 0,012), promotion (p= 0,016), dan process (p= 0,001) dengan loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Kota Padang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Tahun Fitriani; Eri Wahyudi; Wilda Tri Yuliza
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.1715

Abstract

Capaian higiene sanitasi depot air minum isi ulang (DAMIU) di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 adalah 87%, dengan capaian terendah ketiga berada di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir (21,62%) dari 32 DAMIU. Kurangnya penerapan higiene sanitasi dapat menyebabkan kontaminasi mikrobiologi yang berdampak pada kesehatan. Sebanyak 25,3% depot air minum masih tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan higiene sanitasi DAMIU di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel berjumlah 38 karyawan DAMIU dengan teknik total populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner dan observasi pada 2–15 Juli 2025. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 50,0% responden tidak memenuhi syarat higiene sanitasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sarana prasarana (p=0,001), dan pengawasan (p=0,000) dengan higiene sanitasi DAMIU. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sarana prasarana, dan pengawasan berhubungan dengan higiene sanitasi. Diharapkan pemilik dan karyawan depot meningkatkan pengetahuan, melengkapi sarana prasarana sesuai standar, serta memperketat pengawasan untuk menjamin kualitas air minum isi ulang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK USIA DINI DI KECAMATAN X KOTA PADANG Nursya, Febriyanti; Yuliza, Wilda Tri
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 3 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3715

Abstract

Limited access to information on reproductive health results in children receiving inaccurate information. Reproductive health education should be provided to children from an early age, and it is the parents' duty or obligation to provide it to their children to reduce acts of sexual violence against children. In 2024, there were 89 cases of child abuse in Padang City, with the district with the highest number of recorded cases of sexual abuse against children aged 1-10 years being X District. The purpose of this study was to determine the factors related to parental behavior in providing reproductive health education to early childhood in X District in 2025. The study design was cross-sectional. The population was parents with early childhood children with a sample size of 64 people. Data collection used a questionnaire. Data analysis included univariate and bivariate analyses. The results showed that most respondents had provided reproductive health education to early childhood (56.3%), high knowledge (62.5%), positive attitudes (65.6%), and exposure to information media (59.4%). Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge (p=0.002), attitude (p=0.010), and dissemination of information media (p=0.015) with parental behavior in providing reproductive health education.Keywords : Children, Sexual Violence, Reproductive Health