Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PREVALENSI KELUHAN PADA WANITA MENOPAUSE BERDASAR MENOPAUSE RATING SCALE Rochana, Siti; Setyaningrum, Iva Puspaneli; Alfiani, Titi; Suwariyah, Puji; Sefrina, Andin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48735

Abstract

Di Indonesia jumlah perempuan menopause semakin meningkat. Menopause menyebabkan > 80% wanita mengalami keluhan fisik dan psikologis dengan berbagai tekanan dan gangguan penurunan kualitas hidup. Kurang lebih 75% dari keluhan tersebut menimbulkan masalah bagi wanita menopause dan berdampak buruk terhadap kehidupannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui keluhan yang dirasakan oleh perempuan menopause berdasar Menopause Rating Scale (MRS). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif. Responden penelitian adalah perempuan yang sudah menopause di wilayah kerja Puskesmas Maos. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan umur 70-74 tahun memiliki jumlah terbesar yaitu 8 orang (27%). Sebagian besar responden berpendidikan SD sebanyak 17 orang (57%). Lama menopause responden sebagian besar > 5 tahun sebanyak 24 orang (80%). Dan responden yang tidak memiliki penyakit kronis sebanyak 21 orang (70%). Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami MRS berat sebanyak 4 orang (13%), responden mengalami MRS sedang sebanyak 13 orang (43%), responden dengan MRS ringan sebanyak 2 orang (7%) dan responden yang tidak ada keluhan sebanyak 37 orang (37%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mengalami MRS sedang, sebagian besar berumur 70-74 tahun, berpendidikan SD, lama menopause selama > 5 tahun dan tidak memiliki penyakit kronis.
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING STRESS IN BREASTFEEDING MOTHERS Alfiani, Titi; Rochana, Siti; Puspaneli, Iva; Suwariyah, Puji; Sefrina, Andin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31972

Abstract

Stres pada ibu menyusui dapat mempengaruhi produksi ASI. Ibu menyusui yang mengalami stres memiliki produksi ASI lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami stress. Stres pada ibu menyusui yang berlangsung secara terus-menerus berpengaruh terhadap keberlangsungan pemberian ASI Eksklusif. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres pada ibu menyusui diantaranya pengetahuan ibu tentang menyusui, usia, dukungan suami, status ekonomi, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stres Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kesugihan I Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang terkumpul dan memenuhi criteria dianalisa secara univariat, bivariat menggunakan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menggunakan Uji Chi Square menunjukkan ada variabel yang mempengaruhi stres pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I Cilacap yaitu pengetahuan, dukungan suami, status ekonomi, dan status pekerjaan.  Hasil uji multivariat regresi logistik menunjukkan dukungan suami. menjadi faktor dominan yang berpengaruh terhadap stres pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I. Kesimpulan penelitian ini dukungan suami dan tingkat pengetahuan menjadi faktor dominan yang berpengaruh terhadap stres pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I
Efektifitas Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Destianti Indah Mayasari; Yenni Kristiana; Andin Sefrina
Jurnal Riset Teknologi Kesehatan Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Riset Teknologi Kesehatan (RITEKES) Volume 1, Nomor 1, Februari 2025.
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/ritekes.v1i1.134

Abstract

Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dan dilaksanakan di Kelurahan Gumilir pada Januari–Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran ASI pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (18,47 cc vs 13,26 cc; p = 0,014). Pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu nifas.
BERMAIN ORIGAMI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK DHF DI RUMAH SAKIT Karomatun Nisa; Andin Sefrina; Siti Rochana; Iva Puspaneli Setiyaningrum
Jurnal Riset Teknologi Kesehatan Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Riset Teknologi Kesehatan (RITEKES) Volume 2, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/ritekes.v2i1.149

Abstract

Masih tingginya angka kejadian DHF khususnya pada anak prasekolah akan berdampak pada tingginya insiden anak dirawat di rumah sakit akibat gejala yang muncul pada DHF. Proses perawatan anak di rumah sakit atau hospitalisasi seringkali menjadi stresor tersendiri bagi anak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stresor anak selama hospitalisasi yaitu bermain, salah satunya origami. Desain penelitian ini merupakan desain kualitatif pendekatan studi kasus, pada satu responden anak prasekolah yang dirawat karena DHF, bermain origami dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada penurunan tingkat kecemasan skala FIS 4 (cemas sedang) saat sebelum bermain menjadi skala FIS 1 (sangat tidak cemas) saat setelah bermain. Faktor yang berperan dalam penurunan kecemasan diantaranya pendampingan orang tua dan kebebasan anak dalam memilih kertas dan bentuk origami kesukaan. Bermain origami dapat menjadi alternatif tindakan untuk mengurangi kecemasan anak selama hospitalisasi. Penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan diantaranya untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penurunan kecemasan anak selama aktivitas bermain.
SHARING SESSION BERSAMA ASN KABUPATEN CILACAP TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Andin Sefrina; Hidayat Fathoni Amrullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58911

Abstract

Dinas Sosial PPPA Kabupaten Cilacap mencatat sejumlah 115 kasus kekerasan pada anak yang sebagian besarnya adalah kekerasan seksual dan fisik sepanjang Januari – Oktober 2025. Kasus-kasus kekerasan seksual tersebut memunculkan rasa kekhawatiran dan keprihatinan di berbagai kalangan termasuk akademisi dan ASN. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu wadah sharing session antara akademisi dan ASN untuk lebih meningkatan awareness terhadap kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemberian informasi dan edukasi dalam format podcast online yang bertajuk AMEILA (Akademisi Membagi Ilmu untuk ASN) yang diinisasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cilacap  dengan narasumber dari Stikes Serulingmas Cilacap. Kegiatan diikuti oleh 859 peserta, baik yang mengikuti melalui zoom meeting maupun melalui kanal YouTube BKPSDM Cilacap secara live. Rincian peserta terbanyak berasal dari ASN Kabupaten Cilacap sejumlah 63,56%. Hasil diskusi kegiatan berupa penjelasan bahwa pencegahan kekerasan seksual anak harus dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan seluruh sistem mulai dari sistem terkecil (mikrosistem) seperti edukasi keluarga hingga sistem yang lebih luas (makrosistem) seperti Pemerintah Daerah. Berbagai program pencegahan kekerasan seksual anak yang dapat dilakukan di berbagai lini seperti sex education pada orang tua dan anak dengan berbagai metode dan media, pembentukan satgas perlindungan anak dari tingkatan terendah serta penguatan kerjasama lintas sektoral.
THE EFFECTIVENESS OF LOCAL WISDOM-BASED COMPLEMENTARY THERAPY : TRADITIONAL HERBAL THERAPY IN THE PREVENTION AND MANAGEMENT OF STUNTING Iva Puspaneli; Titi Alfian; Roni Purnomo; Siti Rochana; Yenni Kristiana; Andin Sefrina; Sakiyan Sakiyan; Budi Priyanto; Puji Suwariyah; Destianti IM
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62227

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi komplementer berbasis kearifan lokal, khususnya terapi herbal tradisional, dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak. Studi ini berfokus pada efek terapi herbal terhadap status gizi, fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier anak. Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data nasional dan internasional untuk publikasi dari tahun 2017–2026. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi mencakup uji acak terkendali (RCT), studi kohort, studi kuasi-eksperimental, dan tinjauan sistematis. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tanaman herbal tradisional seperti temulawak, kunyit, jahe, kelor, dan meniran memiliki potensi untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi saluran cerna dan penyerapan zat gizi, meningkatkan respons imun, serta mengurangi peradangan yang terkait dengan gangguan pertumbuhan. Beberapa studi juga melaporkan adanya perbaikan status gizi, peningkatan berat badan, dan kecenderungan peningkatan pertumbuhan linier. Selain penggunaannya dalam bentuk tradisional, beberapa studi melaporkan pengembangan tanaman herbal menjadi formulasi pangan yang lebih mudah diterima oleh anak-anak, seperti produk suplemen pangan dan sediaan fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan konsumsi. Terapi herbal tradisional berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pencegahan dan penanganan stunting dengan memperbaiki status gizi, fungsi imun, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier pada anak.