Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Elnofita Deliani; Marzuki Marzuki; Husaini Husaini; Muttaqien Muttaqien
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Sampel dalam penelitian ini adalah pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 5 tahun pengamatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dipublikasikan oleh instansi terkait. Penelitian ini menggunakan data panel dengan jumlah observasi yang disesuaikan dengan jumlah kabupaten/kota dan periode penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model estimasi Fixed Effect Model (FEM) sebagai model terbaik yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Sementara itu, Dana Perimbangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah. Adapun Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah
Pengaruh Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas PAD dan Rasio Efisiensi Belanja Terhadap Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh Nadia Mulya; Marzuki Marzuki; Ghazali Syamni; Muttaqien Muttaqien
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan rasio efisiensi belanja terhadap kinerja keuangan daerah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan gabungan data cross section dengan time series pada 23 kabupaten/kota Provinsi Aceh selama tahun 2020-2024. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi data panel dengan menggunakan bantuan E-views 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dan rasio efektivitas PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. Sementara itu, rasio efisiensi belanja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. Besarnya pengaruh rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, dan rasio efisiensi belanja terhadap kinerja keuangan daerah adalah sebesar 92,36%, sedangkan sisanya sebesar 7,64% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian keuangan daerah dan efektivitas pengelolaan PAD menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Aceh
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Pertumbuhan Ekonomi dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Daerah di Provinsi Pulau Sulawesi Ella Nabila; Marzuki Marzuki; Ghazali Syamni; Chairil Akhyar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pertumbuhan Ekonomi (PE), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Belanja Daerah di Provinsi Pulau Sulawesi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi pemerintah yang ada pada website http://www.djpk.kemenkeu.go.id yang dapat diakses secara resmi. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Data Panel dengan bantuan aplikasi EViews 12 melalui pendekatan Common Effect Model (CEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Sementara itu, Pertumbuhan Ekonomi (PE) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Belanja Daerah. Dana Alokasi Umum (DAU) juga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Belanja Daerah di Provinsi Pulau Sulawesi.
Determinan Kemandirian Keuangan Daerah: Bukti Empiris dari Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat Nurliati Nurliati; Marzuki Marzuki; Rico Nur Ilham; Chairil Akhyar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian keuangan daerah merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan pelaksanaan desentralisasi fiskal karena mencerminkan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerah. Meskipun pemerintah daerah telah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengelola keuangan daerah, tingkat ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat masih relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah pada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2020–2024 sehingga diperoleh 95 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel melalui aplikasi EViews 12 dengan tahapan pemilihan model meliputi Chow Test, Hausman Test, dan Lagrange Multiplier Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Effect Model merupakan model estimasi yang paling sesuai. Secara parsial, pajak daerah dan retribusi daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah, sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan sebesar 95,81% variasi tingkat kemandirian keuangan daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemandirian keuangan daerah tidak hanya bergantung pada optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah, tetapi juga memerlukan pengelolaan aset daerah yang profesional serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah yang berkelanjutan.