Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

- PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR FERMENTASI URINE SAPI Renfiyeni -
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i2.6253

Abstract

Penelitian tentang pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair fermentasi urine sapi telah dilaksanakan di Jorong Kopi, Nagari Bukit Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok yang terletak pada ketinggian ± 1400 m dpl. Penelitian bertujuan mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair fermentasi urine sapi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah yang optimal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal dengan perlakuan yang diuji adalah pupuk organik cair urine sapi. Terdapat 6 taraf perlakuan yang diaplikasikan yaitu 0 ml/1 liter air, 10 ml/1 liter air, 20 ml/1 liter air, 30 ml/1 liter air, 40 ml/1 liter air, 50 ml/1 liter air. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi/rumpun, bobot umbi/rumpun, bobot kering umbi/rumpun dan hasil/hektar. Hasil penelitian menujukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair fermentasi urine sapi memberikan hasil tertinggi pada dosis 50 ml/1 liter air. Hal ini terlihat pada tinggi tanaman, bobot segar umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun dan hasil per hektar.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABAI SERTA NILAI AMBANG EKONOMI DI NAGARI PANINGGAHAN, KECAMATAN JUNJUNG SIRIH, KABUPATEN SOLOK Renfiyeni Renfiyeni; Delsi Afrini; Mahmud Mahmud; Yusmi Nelvi; Harissatria Harissatria; Dara Surtina; Friza Elinda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15691

Abstract

Tanaman cabai merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, karena selalu dibutuhkan dan harganya cukup tinggi. Oleh karena itu banyak petani yang berusahatani cabai, namun harga cabai  tidak stabil. Fluktuasi harga yang cukup tinggi ini menyebabkan petani enggan menanam cabai.  Salah satu penyebabkan fluktuasi harga adalah masalah gangguang hama dan penyakit pada cabai.  Pada saat terjadi gangguan hama atau penyakit, produksi cabai turun secara drastis.  Oleh sebab itu petani perlu mengenal hama dan penyakit yang menyerang cabai serta gejalanya dan  bagaimana cara pengendaliannya. Pengenalan hama penyakit tanaman cabai dan penghitungan ambang ekonomi serta cara pengendaliannya telah dilakukan di Kelompok Tani Batu Tonggok yang terletak di jorong Gando, Nagari Paninggahan.  Kelompok tani ini sudah cukup lama membudidayakan tanaman cabai, namun terkendala dengan teknik budidaya terutama pengendalian hama dan penyakit cabai.  Hal ini berakibat produksi cabai tidak optimal.  Adanya kegiatan ini memberikan pemahaman kepada petani tentang hama dan penyakit cabai serta gejala dan penanganannya. Hama yang menyerang di antaranya adalah ; Thrips (Thrips parvispinus), Lalat Buah (Bactrocera sp.), Kutu Daun (Aphididae), Tungau (Polyphagotarsonemus latus dan  Tetranychus sp.),  Kutu Daun Persik ( Myzus persicae), Kutu Kebul ( Bemisia tabaci ), sedangkan penyakit di antaranya Layu Fusarium, Penyakit Virus kuning keriting, Penyakit Layu Bakteri Ralstonia,   Penyakit Busuk Buah Antraknosa dan Penyakit bercak daun. 
Efektivitas Jenis Invigorasi Hydropriming dan Lama Periode Simpan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kopi Lokal Solok Selatan Yora, Muharama; Ilham, Dewi Jayagma; Renfiyeni, Renfiyeni; Putri, Zahra Tania; Rahayu, Sisca Novi Suci; Afrahamiryano, Afrahamiryano
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis hidropriming dan lama penyimpanan benih terhadap viabilitas dan kekuatan benih kopi lokal Solok Selatan. Rancangan penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan yaitu jenis hidropriming dan lama penyimpanan. Faktor pertama terdiri dari empat tingkat. Yaitu, P1 = Hydropriming dengan air biasa, P2 = Hydropriming dengan 100 ppm GA3, P3 = hydropriming dengan air kelapa, dan P4 = hydropriming dengan ekstrak bawang merah. Elemen kedua terdiri dari tiga tingkat. L1 = periode penyimpanan 1 minggu. L2 = periode penyimpanan 2 minggu. L3 = penyimpanan 3 minggu. Hasil evaluasi penelitian menjelaskan bahwa jenis hidropriming dan lama penyimpanan memiliki pengaruh interaksi namun tidak berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan laju perkecambahan. Jenis hidropriming yang memberikan hasil  baik dalam hal potensi pertumbuhan maksimum, indeks vigor dan laju perkecambahan adalah penggunaan air biasa dan ekstrak bawang. Kedua jenis hydropriming ini dapat membantu meningkatkan kadar air dan daya serap benih sehingga meningkatkan kelangsungan hidup dan vigor benih. Selain itu, umur simpan benih kopi dalam jangka panjang adalah satu minggu penyimpanan. Hal ini menunjukkan respon yang baik terhadap viabilitas.
Response of several levels of water and organic fertilizer application to the growth of Chili (Capsicum annum L.) Aka variety in the vegetative phase Rahman, Doni; R, Renfiyeni; Ilham, Dewi Jayagma; Budiyanti, Tri
Jurnal Sains Agro Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v9i2.1638

Abstract

ABSTRACTWater stress disrupts plant growth, especially chili plants, which results in decreased yields, crop failure or plant death. One strategy to increase chili plant tolerance can be done through fertilization, organic fertilizer, mycorrhiza and other microorganisms. The study aims to determine the effect of several levels of water supply and organic fertilizer on the growth of curly chili varieties AKA in the early vegetative and generative phases. The study used a complete randomized block design with 12 treatments with 3 replications. The treatments are: P0. Field capacity water supply, P1. Field capacity water irrigation (FC) + 60ml cow urine, P2. Water irrigation FC + 10ml/L amiboost, P3. FC water irrigation + 15g mycorrhiza, P4. 50% FC water irrigation, P5. 50% field capacity water irrigation + 60ml cow urine, P6. 50% FC + amiboost 10ml/L, P7. 50% FC water irrigation + mycorrhiza 15g, P8. 25% FC water irrigation, P9. 25% FC water irrigation + cow urine 60ml, P10. 25% FC water irrigation + amiboost 10ml/L, P11.  25% FC water irrigation + mycorrhiza 15g. The results showed that watering with water below 50% FC reduced plant growth in the early vegetative and generative phases. This can be seen in all observed variables, decreasing significantly. The growth of plants given 100% FC water was very good, especially in the treatment of adding amiboost and cow urine. The addition of liquid organic fertilizer and mycorrhiza to plants given water below 50% KL has not been able to increase the growth of chili plants at the age of 2 months after planting.
EDUKASI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT BUAH NAGA DI NAGARI TANJUNG ALAI Afrahamiryano, Afrahamiryano; Yora, Muharama; Nelvi, Yusmi; Ilham, Dewi Jayagma; Renfiyeni, Renfiyeni; Mahmud, Mahmud; Mardianto, Mardianto; Elinda, Friza; Hendri, John
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29020

Abstract

Tanjung Alai is among the nagari working towards becoming a central area for dragon fruit production. However, in the development of its cultivation, Tanjung Alai nagari community has found various obstacles in its cultivation technology, especially in maintenance technology and pest and pest control. Of course, this will indirectly reduce the quality and quantity of dragon fruit production. In response to these problems, we provide solutions that can overcome Nagari Tanjung Arai's partner problem by conducting educational activities on the introduction and control technology of pests and diseases of dragon fruit. The implemented activity model includes activities to provide information on various technologies for controlling plant pest organisms that hinder the development of dragon fruit growth and production, and continues a sharing session to determine the level of understanding of the agricultural community of the information presented. Based on the review of the implementation of this activity, it can be seen that the education carried out can improve the ability and insight of Dragon fruit farmers in overcoming and tackling plant-destroying organisms that hinder the development of Dragon fruit.
PENGARUH PUPUK CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) R, Renfiyeni
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk cangkang telur ayam yang optimal terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Solok, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dosis pupuk cangkang telur, yaitu P0 (0 g), P1 (20 g), P2 (40 g), P3 (60 g), dan P4 (80 g). Pupuk cangkang telur ayam mengandung unsur hara penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, terdiri atas kalsium 97%, fosfor 3%, magnesium 3%, kalium 8%, serta unsur mikro seperti natrium, seng, mangan, besi, tembaga, nitrogen 0,18%, dan bahan organik 5,2%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cangkang telur ayam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang akar primer, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan volume akar. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun tertinggi diperoleh pada dosis 80 g, sedangkan diameter batang terbesar dan akar primer terpanjang diperoleh pada dosis 60 g.