Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Peran Lembaga pada Pengembangan Sistem Agribisnis Ikan Mas (Cyprinus carpio) Di Kabupaten Pinrang Erni Irwan; Sahabuddin Toaha; Abdul Azis Ambar
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.4995

Abstract

Analisis peran lembagapada pengembangan system agribisnis ikan mas mengindikasikan bahwa ada lembaga yang seharusnya berperan tetapi tidak menunjukkan peran yang signifikan serta lemahnya fungsi manajemen dan ketidakoptimalan fungsi koordinasi antar lembaga terkait dalam program ataupun kebijakan yang menyangkut dalam perencanaan dan strategi pengembangan sistem agribisnis yang ada di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mengetahui lembaga-lembaga yang terkait pada pengembangan sistem agribisnis ikan mas di Kabupaten Pinrang, 2) Untuk Menganalisis lembaga-lembaga yang memiliki peran penting yang berada diposisi dan level tertinggi pada pengembangan sistem agribisnis ikan mas di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2023. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Analisis Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian Lembaga- lembaga yang terkait pada pengembangan system agribisnis ikan mas di kabupaten pinrang adalah kelompok tani, penyuluh perikanan, tengkulak, UMKM ikan mas, dinas perikanan, dinas perdagangan koprasi, dinas kesehatan, perbankkan, balai pengkajian teknologi perikanan, lembaga social (pasar, supermarket) dan rumah makan. Lembaga – Lembaga yang memiliki peran penting dan berada di posisi dan level tertinggi pada pengembangan sistem agribisnis ikan mas di kabupaten pinrang adalah Dinas perikanan Kabupaten Pinrang, balai pengkajian teknologi perikanan, kelompok tani, perbankkan (Independent), lembaga sosial dan penyuluh masuk kategori lingkage, dinas perdagangan, perindustrian, koperasi dan UMKM, tengkulak, dinas kesehatan, UMKM dan rumah makan pada kategori dependent.
Sistem Ternak Kambing Zero waste Berbasis Integrasi Agribisnis Terpadu pada Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Ternak Rakyat Abdul Azis Ambar; Hamsah Hamsah; Syarif Syarif; Nurul Fitri Ramadhani
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.251

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem ternak kambing zero waste berbasis integrasi agribisnis terpadu pada kelompok ternak rakyat di Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan penelitian adalah menganalisis integrasi antarsubsistem agribisnis, pemanfaatan limbah ternak, serta kontribusinya terhadap efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kambing masih didominasi sistem produksi skala rumah tangga dengan pola linear, di mana limbah belum dimanfaatkan optimal. Kepemilikan ternak berkisar 5–15 ekor per peternak dengan produksi kotoran hewan (KOHE) padat dan urin yang cukup signifikan. Sebagian peternak telah mengolah limbah menjadi pupuk organik padat melalui fermentasi 21–30 hari dan pupuk cair (bio urine) sekitar 14 hari, untuk kebutuhan pertanian sendiri dan sebagian kecil dipasarkan terbatas. Integrasi peternakan dan pertanian terjadi secara sederhana melalui pemanfaatan limbah sebagai input usaha tani dan hasil pertanian sebagai pakan ternak, namun masih bersifat informal tanpa kelembagaan kuat. Kondisi ini menunjukkan transisi menuju sistem agribisnis zero waste yang belum terstruktur optimal. Kesimpulan penelitian menunjukkan potensi peningkatan efisiensi, nilai tambah ekonomi, dan keberlanjutan usaha, dengan keterbatasan pada kapasitas peternak, sarana pengolahan, dan kelembagaan kelompok.
Evaluasi Kinerja Kelompok Tani Sutera Kabupaten Wajo berbasis Metode AHP-OMAX Andi Sitti Halimah; Abdul Azis Ambar; Melisa Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kinerja kelompok tani merupakan langkah strategis dalam menjamin keberlanjutan agribisnis persuteraan di Kabupaten Wajo. Kelompok tani berperan sebagai kelembagaan utama dalam mengelola produksi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga partisipasi anggota dalam usaha persuteraan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja kelompok tani sutera di Kabupaten Wajo dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Objective Matrix (OMAX), dengan Desa Pasaka sebagai lokasi studi kasus representatif. Metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas aspek kinerja berdasarkan penilaian pakar, sedangkan OMAX dimanfaatkan untuk mengukur capaian kinerja aktual kelompok dibandingkan dengan target ideal. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek manajemen usaha, produktivitas, dan partisipasi anggota merupakan faktor utama yang menentukan kinerja kelompok tani sutera. Nilai total OMAX sebesar 7,479 menempatkan kinerja kelompok pada kategori tinggi. Meskipun demikian, aspek inovasi teknologi dan ketahanan kelompok masih menunjukkan capaian yang relatif rendah dan memerlukan penguatan. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi kinerja berbasis metode AHP-OMAX mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kelompok tani, sekaligus menjadi dasar perumusan strategi pemberdayaan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pengembangan persuteraan di Kabupaten Wajo.