p-Index From 2021 - 2026
10.801
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Industri Pertanian J@TI (TEKNIK INDUSTRI) IPTEK Journal of Proceedings Series Agrointek TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management Jurnal Teknologi JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ) Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura REKAYASA IMAGE OPERATION EXCELLENCE: Journal of Applied Industrial Engineering ITEj (Information Technology Engineering Journals) Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Journal of Industrial Engineering Management JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri EKONOMIS : Journal of Economics and Business AFEBI Management and Business Review JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis Jurnal Sistem Cerdas Maker: Jurnal Manajemen Jurnal Industri Kreatif (JIK) International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Journal of Social Science JURMATIS : Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri Nusantara Science and Technology Proceedings Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Industrial Engineering & Management Juminten : Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Journal La Lifesci Journal La Multiapp Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Talenta Sipil Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Journal of Social Science Journal Serambi Engineering (JSE) Manufaktur: Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) Spektrum Industri
Claim Missing Document
Check
Articles

Reverse Logistics Performance Assessment in the Construction Industry Sector Farida Pulansari; Nur Rahmawati; Isna Nugraha; Amelia Ramadhani Ardysti; Handy Natan Permana; Jafni Fara Zahirah
Nusantara Science and Technology Proceedings 3rd International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2750

Abstract

The number of emerging furniture construction industries and the limited availability of virgin materials force companies to innovate both in terms of products and services provided. One way that can be done is through reverse logistics. Reverse logistics itself has many advantages both for the company, for the sustainability of virgin material and for the surrounding environment. PT. X is a company engaged in furniture construction. The company is currently implementing reverse logistics. However, there has never been an assessment of the effectiveness of its implementation. In this research, an analytical approach is used to measure the effectiveness of RL implementation by using a reverse logistic maturity framework. The result from the assessment based on the reverse logistic maturity framework conducted, PT. X categorized in to developed level.
Penerapan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Perwujiudan Ecovillage di Desa Galengdowo Srie Muljani; Mu’tasim Billah; Farida Pulansari; Titi Susilowati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2022): November 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i6.298

Abstract

Prioritas pembangunan desa berfokus pada upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs. Untuk menerapkan TPB dengan mewujudkan Ecovillage di desa Galengdowo diperlukan pembenahan banyak sektor dan kegiatan sosialisasi. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Galengdowo adalah petenak sapi dan petani salak unggulan. Terjadinya cemaran sungai akibat pembuangan kotoran sapi dan menumpuknya limbah biogas di pekarangan rumah penduduk, selain menimbulkan aroma yang kurang sedap, rendahnya estetika, juga menimbulkan dampak penurunan kesehatan. Disisi lain terdapat juga timbunan limbah kulit dan biji salak di tempat wisata petik buah salak dan dibeberapa rumah petani salak. Selain produksi biogas dari kotoran sapi, maka limbah padat dari produksi biogas tersebut dapat diolah menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Kegiatan pengabdian mayarakat di desa Galengdowo yang dilakukan ini meliputi pemurnian biogas, pembuatan pupuk organic dan produksi teh serta kopi biji salak sebagai upaya mewujudkan Galendowo sebagai ecovillage.  
PENGOLAHAN DAN PENJERNIHAN AIR UNTUK PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN MENGGUNAKAN MESIN FILTER UV Farida Pulansari; Endang Pudji Widjajati; Isna Nugraha; Ahmad Bayu Laksono; Adinda Laksmi Pratiwi; Apridio Faiz An Nabil
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10627

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu sumber daya alam dengan jumlah yang tidak akan pernah habis. Air untuk keperluan minum merupakan kebutuhan vital yang tidak memiliki substitusi atau pengganti. Sumber mata air yang bersih dan melimpah pada Desa Kembangbelor sebelumnya telah dikelola dengan baik oleh pelayanan KPSPAM Kembangbelor, dimana selama ini desa hanya menjual air yang telah difiltrasi secara alami ke depo atau perusahaan yang membutuhkan. Permasalahan yang terjadi adalah belum adanya kegiatan pengelolaan air minum dalam kemasan atau air minum isi ulang yang dikelola pihak desa sendiri. Dengan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) atau air minum isi ulang, tentunya dapat menambah pendapatan desa. Maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk menyelesaian masalah melalui diversifikasi hasil pengolahan dan penjernihan air bersih menjadi air minum kemasan melalui teknologi tepat guna alat penjernihan air, pengadaan alat filter air ozonasi dan sinar UV, pendampingan dan sosialisasi pengoperasian alat kerja, sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan desa. Tahap yang dilakukan dalam memproduksi air minum dalam kemasan adalah dengan mengumpulkan air dari mata air ke dalam sebuah bak penampungan, kemudian air dari bak penampungan tersebut dimasukkan kedalam mesin penjernihan air. Selanjutnya dilakukan proses penyaringan sebanyak 3 tahap yakni proses prefilterisasi, filterisasi dengan karbon aktif, dan mikro filter, setelah air minum melalui proses penyaringan selanjutnya dilakukan proses disinfeksi, selanjutnya wadah kemasan air minum dicuci dan disanitasi, kemudian air minum tersebut diisi kedalam wadah kemasan dan dilanjutkan dengan proses pengepakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu pengadaan teknologi mesin UV filter dan produk air minum dalam kemasan merek AMDK "Amerta". Kata kunci: air; pengolahan; penjernihan; AMDK; UV filter. ABSTRACTWater is one of the natural resources with an amount that will never run out. Water for drinking purposes is a vital need that has no substitute or replacement. Clean and abundant springs in Kembangbelor Village had previously been well managed by the Kembangbelor KPSPAM service, where so far the village only sold naturally filtered water to depots or companies that needed it. The problem that occurs is that there are no bottled water management activities or refill drinking water managed by the village itself. By producing bottled drinking water (AMDK) or refill drinking water, of course it can increase village income. So the purpose of this community service activity is to solve the problem through diversifying the results of processing and purifying clean water into bottled drinking water through appropriate technology for water purification equipment, procurement of ozonated water filters and UV light, assistance and socialization of the operation of work tools, so that it is hoped that this will increase village income. The stage in producing bottled drinking water is to collect water from a spring into a holding tank, then the water from the holding tank is fed into a water purification machine. Furthermore, a three-stage filtering process is carried out, namely the pre-filterization process, filterization with activated carbon, and micro-filter, after the drinking water has gone through the filtering process, then the disinfection process is carried out, then the drinking water packaging containers are washed and sanitized, then the drinking water is filled into packaged containers and continued with the packing process. The result of this community service activity is the procurement of UV filter machine technology and bottled drinking water products with the "Amerta" AMDK brand. Keywords: water; processing; purification; AMDK; UV filtere.
Penerapan GSCOR & AHP Di Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X Untuk Mengukur Green Supply Chain Management Performance Maulidyah Rahmah; Farida Pulansari
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2659

Abstract

The application of the Green Supply Chain Management (GSCM) concept of water production of Regional Drinking Water Company Region X is still not considered efficient, because the company's water production process still uses chemical compounds that have an impact on the environment.  The purpose of this study is to measure the level of green supply chain performance in the production flow in PDAM Region X to increase efficiency and minimize environmental impacts. The Green SCOR method and AHP weighting were used in this study. Weighting of each KPI using the AHP method which is then measured the level of performance using the Green SCOR method and evaluation using the Traffic Light System method. The research was conducted at the government-owned Regional Drinking Water Company and focused on material efficiency and the use of environmentally friendly chemical compounds in the production process. The results of this study were from 16 KPIs, 3 of which were indicated in red (18.75%), 2 KPIs of which were indicated in yellow (12.50%), and 11 KPIs indicated in green (68.75%). The total value of measuring the performance level of the green supply chain is 84.99 (Good). Based on the value obtained, the company's green supply chain performance level is a green indicator, which is good but there needs to be improvements to improve green supply chain performance. Penerapan konsep Green Supply Chain Management (GSCM) produksi air Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X masih belum terbilang efisien, dikarenakan proses produksi air perusahaan masih menggunakan senyawa kimia yang berdampak pada lingkungan.  Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat performansi rantai pasok hijau pada alur produksi di PDAM Wilayah X guna meningkatkan efisiensi dan meminimalisir dampak lingkungan. Metode Green SCOR dan pembobotan AHP digunakan dalam penelitian ini. Pembobotan terhadap setiap KPI menggunakan metode AHP yang selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat performansi menggunakan metode Green SCOR serta evaluasi menggunakan metode Traffic Light System. Penelitian dilakukan di Perusahaan Daerah Air Minum milik pemerintah dan berfokus pada efisiensi material serta pemakaian senyawa kimia ramah lingkungan dalam proses produksinya. Hasil penelitian ini adalah dari 16 KPI, 3 KPI di antaranya terindikasi warna merah (18,75%), 2 KPI di antaranya terindikasi warna kuning (12,50%), dan 11 KPI terindikasi warna hijau (68,75%). Nilai total pengukuran tingkat performansi green supply chain sebesar 84,99 (Good). Berdasarkan nilai yang didapat, maka tingkat performansi green supply chain perusahaan adalah indikator warna hijau yaitu baik namun perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan performansi green supply chain.
Peningkatan Literasi Melalui Program Sapa Rabu Pagi Di SMP NU Sabilunnaja Kuripan Shesfi Nur Hidayah; Farida Pulansari; Fatkur Huda
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat baca merupakan hal yang paling dasar yang harus dimiliki seseorang, sehingga mampu menjadi pendukung dalam proses aktivitas membaca dan menulis siswa. Persoalan literasi yang terjadi adalah rendahnya minat membaca bagi siswa di sekolah yang diakibatkan beberaoa faktor yakni tentang minimnya fasilitas ruang baca, terbatasnya ketersediaan buku, peran serta guru pendamping dan minimnya inovasi program yang menarik siswa. Peningkatan kemampuan literasi ini merupakan aspek pendukung untuk mengasah kemahiran dalam membaca dan menulis. Melalui program SAPA Rabu Pagi Kampus Mengajar Angkatan 4 kami berupaya untuk membangun budaya memaca dan menulis sebagi upaya untuk meningkatkan literasi siswa di SMP NU Sabilunnaja. Sapa Rabu Pagi merupakan suatu program literasi sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, dengan memberikan selembar kertas yang terdapat bacaan mengenai teks berita, teks informasi, teks fiksi (cerpen, fabel, puisi, naskah drama) kepada siswa. Kemudian setiap siswa menjawab pertanyaan yang ada pada teks yang bertujuan untuk mengukur pemahaman murid atas apa yang telah dibacanya. Hasilnya, dengan adanya program literasi “SAPA Rabu Pagi” mampu mewujudkan pembiasaan membaca siswa di SMP NU Sabilunnaja, hal itu dibuktikan dari hasil post test dan Pre Test siswa mengalami kenaikan dari nilai rata-rata post test sebesar 18,64 dan terjadi peningkatan nilai post test siswa sebesar 39,09.
Analisis pengukuran kinerja green SCM menggunakan metode green SCOR berbasis ANP serta OMAX (studi kasus: industri makanan) Dewi Cahyani Puspitasari; Farida Pulansari
AGROINTEK Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i1.13898

Abstract

The current industrial development is related to the existence of the SDGs, which is a global action agreed upon by world leaders related to environmental issues with the goal of sustainable development. This makes the government emphasize all industries implement environmentally friendly production processes. One of them is the application of green SCM in a series of production processes within a company. No exception PT. ABC, PT. ABC is a manufacturing company engaged in food manufacturing, where the liquid waste produced is still processed simply. Based on government policies related to the existence of SDGs, this study was carried out; this study aims to determine the company's level of green SCM performance. The method used in this study is the Green SCOR based on ANP and OMAX, while the weighting uses ANP and the scoring system uses OMAX. This study focuses on processing used cooking oil waste in food companies, which previous researchers have never done. Data processing uses five green SCOR models: plan, resource, make, deliver and return, and each model uses four green SCOR attributes: reliability, responsiveness, flexibility, and assets (environment. The data processing results are obtained from 30 KPIs, namely green KPI 53 ,3%, yellow KPI 13.3%, and red KPI 33.3%, with the overall performance level in red. Based on the results obtained, the company needs to immediately make improvements to the red KPI so that the achievement value at the green SCM performance level of PT. ABC increases
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Cacat pada T – Valve Menggunakan Metode Lean Six Sigma (DMAIC) Widya Amelia Krisnanda; Farida Pulansari
JUMINTEN Vol 4 No 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v4i1.470

Abstract

Permasalahan pemborosan defect termasuk dalam The Seven Waste dapat diatasi salah satunya dengan pengendalian kualitas melalui teknik Lean Six Sigma yang mampu dipraktikkan pada PT. Stechoq Robotika Indonesia yaitu sebuah perusahan R&D (Research and Development) dalam aktivitasnya memproduksi produk T – Valve untuk industri alat kesehatan sebagai pelengkap bundling kantong nafas Genose dan ditemukannya kecacatan terhadap produk jadi. Penelitian ini bertujuan untuk pengukuran tingkat kecacatan, penyebab kecacatan, dan rekomendasi untuk pengendalian kualitas. Dengan pengukuran nilai sigma, analisa diagram fishbone dan 5W+1H untuk menganalisa faktor penyebab dan memberikan rekomendasi yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan level sigma dengan rata - rata 4,9 dengan nilai DPMO rata – rata sebesar 264. Terdapat 3 (tiga) jenis cacat yang paling dominan yaitu jenis defect flashing, bubbles, dan short shot dengan persentase cacat defect flashing 12%, Defect Bubbles 12%, dan Short Shot 11%. Perusahaan dinilai sudah cukup baik dalam penindakan kecacatan yang didasarkan pada perhitungan bahwa tingkat nilai sigma yang mendekati 6. Namun perusahaan juga masih perlu untuk mengendalikan kualitas guna mencapai zero defect. Usulan perbaikan yang dapat diterapkan pada perusahaan yaitu dengan melakukan centerlining beserta penanda informasi pada setiap tombol dan memberi sensor pada mesin. Hal tersebut juga dilakukan dengan memaksimalkan pengawasan terhadap operator, SOP, dan kebersihan terhadap komponen dan mesin.
Penerapan GSCOR & AHP Di Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X Untuk Mengukur Green Supply Chain Management Performance Maulidyah Rahmah; Farida Pulansari
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 1 (2022): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v6i1.2659

Abstract

The application of the Green Supply Chain Management (GSCM) concept of water production of Regional Drinking Water Company Region X is still not considered efficient, because the company's water production process still uses chemical compounds that have an impact on the environment.  The purpose of this study is to measure the level of green supply chain performance in the production flow in PDAM Region X to increase efficiency and minimize environmental impacts. The Green SCOR method and AHP weighting were used in this study. Weighting of each KPI using the AHP method which is then measured the level of performance using the Green SCOR method and evaluation using the Traffic Light System method. The research was conducted at the government-owned Regional Drinking Water Company and focused on material efficiency and the use of environmentally friendly chemical compounds in the production process. The results of this study were from 16 KPIs, 3 of which were indicated in red (18.75%), 2 KPIs of which were indicated in yellow (12.50%), and 11 KPIs indicated in green (68.75%). The total value of measuring the performance level of the green supply chain is 84.99 (Good). Based on the value obtained, the company's green supply chain performance level is a green indicator, which is good but there needs to be improvements to improve green supply chain performance. Penerapan konsep Green Supply Chain Management (GSCM) produksi air Perusahaan Daerah Air Minum Wilayah X masih belum terbilang efisien, dikarenakan proses produksi air perusahaan masih menggunakan senyawa kimia yang berdampak pada lingkungan.  Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat performansi rantai pasok hijau pada alur produksi di PDAM Wilayah X guna meningkatkan efisiensi dan meminimalisir dampak lingkungan. Metode Green SCOR dan pembobotan AHP digunakan dalam penelitian ini. Pembobotan terhadap setiap KPI menggunakan metode AHP yang selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat performansi menggunakan metode Green SCOR serta evaluasi menggunakan metode Traffic Light System. Penelitian dilakukan di Perusahaan Daerah Air Minum milik pemerintah dan berfokus pada efisiensi material serta pemakaian senyawa kimia ramah lingkungan dalam proses produksinya. Hasil penelitian ini adalah dari 16 KPI, 3 KPI di antaranya terindikasi warna merah (18,75%), 2 KPI di antaranya terindikasi warna kuning (12,50%), dan 11 KPI terindikasi warna hijau (68,75%). Nilai total pengukuran tingkat performansi green supply chain sebesar 84,99 (Good). Berdasarkan nilai yang didapat, maka tingkat performansi green supply chain perusahaan adalah indikator warna hijau yaitu baik namun perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan performansi green supply chain.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAUT MENGGUNAKAN METODE AHP-TOPSIS PT. STECHOQ ROBOTIKA INDONESIA Dzikri Rivaldi; Farida Pulansari; Ardi Puspa Kartika
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jati.18.2.79-87

Abstract

Dewasa ini permasalahan di dunia industri semakin kompleks dan dinamis, tak terkecuali terkait permasalahan pemilihan pemasok (supplier). Pemilihan pemasok telah berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan logistik dan manajemen rantai pasokan. PT. Stechoq Robotika Indonesia adalah perusahaan R&D dan manufaktur di D.I. Yogyakarta yang memproduksi Genose, Ventilator, DCS, dan lainnya. Komponen baut merupakan salah satu komponen yang selalu digunakan dan harus dipastikan ketersediaanya melalui penilaian pemasok. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan supplier baut yang terbaik berdasarkan kriteria dan subkriteria yang telah ditentukan. Variabel meliputi: harga, kualitas, pengiriman, ketepatan kuantitas, dan pelayanan. Untuk menentukan urutan preferensi pemasok baut, penelitian ini menggunakan AHP yang memberikan skor probabilitas individu untuk setiap kriteria, dan TOPSIS, yang memberi pengguna indikasi pemasok mana yang harus dipilih saat memilih baut. Sebagai hasil dari pengolahan data, pemasok diberi peringkat berdasarkan preferensi mereka. Nilai preferensi untuk setiap pemasok adalah: pemasok 1, sebesar 0.6295; pemasok 2 sebesar 0.5648; pemasok 3 sebesar 0.6288; pemasok 4 sebesar 0.3156; pemasok 5 sebesar 0.4445, pemasok 6 sebesar 0.5343; dan pemasok 7 sebesar 1.0000. Ada lima parameter yang digunakan dalam penelitian ini, dan kualitas diketahui memiliki pengaruh terbesar sekitar 35.5%. Abstract[Analyze of Bolt Supplier Selection Using the Method AHP-TOPSIS PT. Stechoq Robotika Indonesia] Today problems in the industrial world are increasingly complex and dynamic, including the matter of supplier selection. Supplier selection has a significant effect on the success of logistics and supply chain management. PT. Stechoq Robotika Indonesia is an R&D and manufacturing company in D.I. Yogyakarta produces Genose, Ventilator, DCS, and others. Bolt components are one of the components that are always used and their availability must be ensured through supplier assessment. This research was conducted to determine which bolt supplier is the best based on predetermined criteria and sub-criteria. Variables include price, quality, delivery, quantity accuracy, and service. To determine the preference order of bolt suppliers, this study uses AHP which assigns individual probability scores for each criterion, and TOPSIS, which gives users an indication of which supplier to choose when selecting bolts. As a result of data processing, suppliers are ranked based on their preferences. The preference value for each supplier is: supplier 1, equal to 0.6295; supplier 2 of 0.5648; supplier 3 of 0.6288; supplier 4 of 0.3156; supplier 5 is 0.4445, supplier 6 is 0.5343; and supplier 7 of 1.0000. Of the five parameters used in this research, quality has to have the most influence at 35.5%.Keywords: AHP; Supplier Selection; TOPSIS
Mangrove Ecosystem sustainability Effort in Essential Ecosystem Areas (KEE) of Teluk Pangpang Banyuwangi Regency Yanuar Yogha Pradana; Farida Pulansari; Rossyda Priyadarshini
Journal of Social Science Vol. 4 No. 3 (2023): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v4i3.581

Abstract

This study aims to determine priority alternative efforts in managing the mangrove ecosystem of KEE Teluk Pangpang Kab. banyuwangi. Process Hierarchy Analysis or AHP is used to determine priority alternatives in efforts to sustain mangrove ecosystems. A total of six (6) people who were expert informants were taken as respondents using purposive sampling consisting of community leaders, heads of Fishermen's groups, heads of Farmers' groups, Fisheries Service, and Academics. The results of the analysis show that for an alternative to violence, the mangrove ecosystem KEE Teluk Pangpang (Kedunggebang Village), Kab. banyuwangi, the main factor that must be considered is social (weight value = 0.689) with the most important aspect including involving community participation in the management of mangrove ecosystems (weight value = 0.701). Meanwhile it shows that alternative priority scales and efforts to sustain the mangrove ecosystem of KEE Teluk Pangpang (Kedunggebang Village) Kab. Banyuwangi with AHP, namely the order of priority is Ecotourism (weight value = 0.429), Silvofhisery (weight value = 0.377) and Traditional Fisheries (weight value = 0.194). Thus, alternative ecotourism efforts are a top priority in the sustainability of the mangrove ecosystem of KEE Teluk Pangpang (Kedunggebang Village) Kab. Banyuwangi. Ecotourism In terms of ecosystem sustainability, it is defined as an alternative tourism product that has the goal of developing sustainable tourism, namely tourism development that is ecologically feasible and ethically just and provides social benefits to the community.
Co-Authors Adinda Laksmi Pratiwi Adistara, Asya Fadhilah Aditya Yuda Pradana Aditya Yudha Pradana Aflah, Rifka Mauliana Ahmad Bayu Laksono Aji Setiawan Aji Setiawan Akbar Ketinggi Nugraha Akbar Ketinggi Nugraha Akmal Suryadi Alfi Hidayati Amelia Ramadhani Ardysti Apridio Faiz An Nabil Ardi Puspa Kartika Ariyanti, Fredika Aura Kusuma Armadani, Aditya Cahya Aryaduta, Galang Arzety, Zahra Bagaskara, Tegar Winoto Bakhtiar Nur Ikhsan Bakhtiar Nur Ikhsan Bilqis, Delita Dany Hadi Dwi Purnama Dany Hadi Dwi Purnama Devanda, Ryan Rafli Dewi Cahyani Puspitasari Dhimas Putra Setyawan Dhimas Putra Setyawan Didik Samanhudi Dinda Syafa Rachmanur Firdaus Dwi Sukma Donorianto Dwi Sukma Donorianto, Dwi Sukma Dwi Sukma Donoriyanto Dwi Sukma Donoriyanto Dwi Sukma Donoriyanto, Dwi Sukma Donoriyanto Dzikri Rivaldi Endang Pudji Widjajati Erlangga, Veto Andhika Euis Nurul Hidayah Fahruddin, Khabib Fatkur Huda Fauz Amiroh Sabriani Lutfi Fauz Amiroh Sabriani Lutfi Fauzan Aufa Mahsa Arifin Favian Jihan Prastian Fergisya, R. A. Luthfi Asia Fitroni, Mochammad Rafqy Al Francisca Ocsylia Gilang Ramadhan Gutawa, Ayyub Ihza Hafif Bakhtiar A Handoyo Handoyo Handy Natan Permana Haqi, Muhamad Mukhtarul Hardiyanti, Ari Vera Harendsa, Naia Putri Hasan, Iqbal Abdurrahman Hayati, Kinanti Resmi Helmi Syaiful Haq Helmi Syaiful Haq Hidayah, Shesfi Nur I Komang Kusuma Putra Imanda Rahmasari Imanda Rahmasari Inrianto, Priyatna Septedi Iriani Iriani Iriani Iriani Isna Nugraha Isna Nugraha J.E. Sutanto Jafni Fara Zahirah JE Sutanto Kartika, Ardi Puspa Kurniasari, Fadillah Kusuma, Yahya Lailiyah, Wardatul Lestari, Aulia Dita Ananda Liddin, Jundana Shidqiyah Masdani Irfan Prakoso Karmawan Masdani Irfan Prakoso Karmawan Maulidyah Rahmah Maulidyah Rahmah Michael A. Irawan Miskiyah, Aliffatul Muhammad Agus Ainur Rosyid Muhammad Firdaus Kamal Mu’tasim Billah Nadhif A Ningtiyas, Ristina Kusuma Nisa Masruroh Nisa Masruroh Nugraha, Isna NUR RAHMAWATI Nur Rahmawati Nur Rahmawati Oktaviya, Ananta Permithasari, Nila Febriana Primadhiya, Fairuzzayyan Priyadarshini, Rossyda Putri, Frydella Krisna Putri, Nadya Permata Qisthosin, Rikza Rahmadsyah, Mohamad Faris Ramadani, Deo Globy Ramadhanti, Viola Indira Rausan Fikri Arman Remba, Angga Rizki Dolla Restu Riski Arifian Rivaldi, Dzikri Rizky Anggraini, Della Afi Rony Oktavianto Sanjaya, Yahya Cakra Satrio Pinandito Tunggal Talangkas Shesfi Nur Hidayah sholeha, fitriatus Sinta Dewi Sinta Dewi SRIE MULJANI Sukirmayadi Sukirmayadi Sulaiman, Yoga Aulia Sumiati Sumiati Sumiati Sunardi Sunardi Susanto, Indhira Prameswari Susilowati Syafitri, Annisa Maudi Thalia Naptalena Thalia Naptalena Triyono Dwi Retno M. Viola Indira Ramadhanti Wahyu, Imas Prisma Widya Amelia Krisnanda Widya Amelia Krisnanda Winursito, Yekti Condro Wulansari, Ni Luh Made Pretty Yanuar Yogha Pradana Yulia Sari, Alma Dwi Yustina Ngatilah Zahira, Nabila Fairuza Zidane, Muhammad Azzam