Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Menuju Kinerja Optimal: Mengatasi Tantangan Cyberloafing dengan Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja yang Kuat. Imam Sucipto; Dadang Heri Kusumah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 6 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i6.3939

Abstract

Di era digital yang terus berkembang, fenomena cyberloafing - perilaku menghabiskan waktu kerja untuk aktivitas online yang bukan pekerjaan - telah menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh organisasi di seluruh dunia. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana komitmen organisasi dan disiplin kerja dapat digunakan sebagai instrumen strategis untuk menangkal dampak negatif cyberloafing terhadap kinerja karyawan. Melalui pendekatan kuantitatif, kami mengumpulkan data dari 40 karyawan di berbagai sektor industri, dan menganalisisnya dengan menggunakan metode statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara cyberloafing dan kinerja karyawan, sedangkan komitmen organisasi dan disiplin kerja bertindak sebagai variabel moderator yang memperkuat dampak positif terhadap kinerja karyawan. Artikel ini membahas implikasi dari temuan ini untuk manajemen sumber daya manusia dan praktik pengembangan, dan memberikan rekomendasi tentang bagaimana organisasi dapat membangun komitmen dan disiplin kerja yang kuat sebagai strategi pencegahan terhadap perilaku cyberloafing. Dengan mempromosikan budaya kerja yang positif dan produktif, organisasi dapat melangkah lebih jauh untuk mencapai kinerja yang optimal. Dan variabel cyberloafing secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Wahyu Orka Teknologi.
PEMBERIAN MOTIVASI PENINGKATAN PRESTASI SISWA SMK ARMANIYYAH Imam Sucipto; Nenda; Dadang Heri Kusumah; Ahmad Gunawan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu para siswa dalam pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan sehingga bisa meningkatkan minat belajar siswa untuk terus mendalami pembelajaran. Selain itu pengabdian ini memberikan motivasi belajar kepada siswa dan motivasi setelah lulus terkait masa depan yang akan mereka hadapi setelah lulus nanti. Kurangnya pengetahuan para siswa tentang rencana kedepan membuat banyak siswa yang justru menjadi pengangguran. Pendidikan mengandung proses belajar dan pembelajaran. Sederhananya, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku, pemahaman dan memanusiakan manusia. Suatu hal yang amat penting dalam belajar ialah adanya motivasi. Motivasi dan belajar tidak dapat dipisahkan. Motivasi merupakan daya pendorong. Rendahnya motivasi dalam belajar akan menyebabkan sulitnya peserta didik dalam mencapai kesuksesan dalam belajar. Pemberian motivasi dalam belajar sebagai bentuk aplikasi dari teori belajar, yaitu: 1) menjelaskan tujuan kepada peserta didik, 2) membangkitkan minat belajar peserta didik, 3) memberikan angka/penilaian, 4) memberikan hadiah dan pujian, 5) memberikan hukuman, 6) menciptakan persaingan dan kerjasama.
Conditional Process Analysis of the Correlation Between Achievement Motivation and Performance Ahmad Gunawan; Dadang Heri Kusumah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i4.2263

Abstract

The purpose of this study. To explore the relationship between achievement motivation and job performance, this study investigated the impact of different personality traits on job performance among employees. Method. This cross-sectional study is being conducted in 2023. The types of data collected include achievement motivation, job performance, organizational commitment, personality traits, and other demographic variables. To assess and compare demographic data, independent t-tests and ANOVA are applied. Next, the Pearson correlation coefficient is used to evaluate correlations among variables. Moderated mediation analyses were conducted to examine the correlation between job performance, achievement motivation, organizational commitment, neuroticism, extraversion, openness, agreeableness, and conscientiousness. Result. Achievement motivation directly affects job performance and organizational commitment partly mediates the direct effects of achievement motivation on job performance. In addition, our findings suggest that agreeableness and conscientiousness moderate the strength of the relationship between achievement motivation and work performance mediated by organizational commitment. Conclusion. We propose that hospital managers should pay attention to the personal growth of physicians and increase their organizational commitment through the creation of a positive work climate and training for career planning and education. In addition, managers must identify the conscientiousness and agreeableness of individuals and increase their responsibilities directed at improving organizational performance.
Pengaruh Kepribadian Proaktif Dan Panggilan Karir Pada Kinerja: Model Mediasi Yang Dimoderasi Berdasarkan Job Crafting Dadang Heri Kusumah; Imam Sucipto
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i4.2265

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yang didasarkan pada teori penentuan nasib sendiri, adalah untuk menyoroti peran penting dari job crafting sebagai perilaku proaktif individu, menunjukkan peran pendukung dari keterikatan organisasi sebagai faktor lingkungan eksternal, dan mengklarifikasi mekanisme internal dari dampak dari kepribadian proaktif dan panggilan karir pada kinerja pekerjaan dari perspektif sifat kepribadian dan motivasi intrinsik. Untuk memeriksa prediksi ini, kami mensurvei 95 pekerja dan menggunakan analisis regresi hierarkis dan analisis rute berbasis bootstrap. Temuan mengungkapkan bahwa kepribadian proaktif karyawan dan rasa panggilan profesional mereka memiliki manfaat yang baik pada kinerja mereka di tempat kerja, dengan job crafting berfungsi sebagai mediator penuh di kedua jalur tersebut, meskipun dengan hasil mediasi yang sangat berbeda. Luasnya efek mediasi ini dipengaruhi oleh tingkat keterikatan organisasi karyawan. Karyawan dan pemberi kerja sama-sama dapat menggunakan informasi yang diperoleh dari penelitian ini sebagai batu loncatan untuk meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja. Sangat penting bagi bisnis untuk menangani perilaku "menciptakan pekerjaan" dan menumbuhkan lingkungan yang mendorong mereka. Baik faktor kepribadian dan dorongan intrinsik diperiksa dalam penelitian ini untuk peran potensial mereka dalam menentukan hasil karir. Gagasan penentuan nasib sendiri didukung oleh verifikasi model tentang pentingnya motivasi intrinsik dan perilaku mandiri. Penelitian melampaui teori karir saat ini dengan menyoroti dampak kritis inisiatif subyektif karyawan, sedangkan teori sebelumnya terutama berfokus pada peran organisasi.
Membangun Ekonomi Hijau Berbasis UMKM: Peran Mediasi Inovasi Bisnis dalam Implementasi Artificial Intelligence dan Green Technology Dadang Heri Kusumah; Ahmad Gunawan; Widiyanti Widiyanti; Marcellawati Cecar
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i2.10183

Abstract

Low operational efficiency and high environmental impact are the main challenges for MSMEs in Indonesia, especially in West Java. The lack of adoption of Artificial Intelligence (AI) and Green Technology exacerbates this condition, even though MSMEs contribute more than 60% to the national GDP and are the largest absorbers of labor. This research aims to examine the role of business innovation as a mediating variable in optimizing AI and Green Technology to improve the sustainability of the green economy in MSMEs. The quantitative approach was used through a survey with a questionnaire to 400 MSME actors in several regions of West Java, including Bekasi, Bandung, and Cirebon. The sampling techniques applied are proportional area random sampling and purposive sampling. The data was analyzed using the Structural Equation Modelling (SEM) method using SmartPLS 3.0 to test the relationships between variables. The results of the research are expected to make a theoretical and practical contribution in accelerating the transformation of MSMEs towards a technology-based green economy, as well as being a reference for stakeholders in formulating sustainable MSME development strategies.