Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaktifan Ems (Emergency Medical System) Sederhana Dengan Metode Act F.A.S.T Terhadap Penanganan Kegawat Daruratan Pasien Stroke di Kelurahan Mamunyu Edi Purnomo; Andi Nasir; Zulhaini Sartika A Pulungan; Akbar Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 4 (2022): JPMI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.654

Abstract

Penatalaksanaan stroke secara umum adalah menurunkan morbiditas dan menurunkan tingkat kematian serta menurunnya angka kecacatan. Waktu dari onset stroke sampai kunjungan ke rumah sakit merupakan kontributor terbesar terhadap keterlambatan sejak awal stroke akut untuk memulai pengobatan. Metode Act FAST membantu masyarakat mengenali tanda dan gejala serangan stroke dengan cepat dan membawa korban ke rumah sakit dengan segera. Tujuan pengabdian masyarakat Emergency Medical System (EMS) adalah agar setiap pasien dapat dilakukan stabilisasi, pengobatan dan transportasi yang tepat waktu ke Rumah Sakit yang menyediakan layanan perawatan medis yang dibutuhkan. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan metode partisipatif yaitu pihak mitra ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan tahapan dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun hasil pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yang paing banyak berpartisipasi adalah perempuan sebanyak 17 orang (56,7%) dengan kelompok usia yang paling banyak yaitu 30-40 tahun (46%). Setelah dilakukan sosialisasi terkait faktor risiko stroke terdapat peningkatan pengetahuan kepada mitra sasaran yaitu terdapat 10 orang (33,3%) yang memiliki pengetahuan baik dan 20 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan cukup. Selain itu pada kegitan ini melibatkan perangkat kelurahan, 10 kepala lingkungan kelurahan Mamunyu, kader, tokoh masyarakat, Babinsa, Binmas dan Bidan penanggung jawab Posbindu. Pada kegiatan ini juga telah ditemukan bahwa masyarakat belum pernah mendpatkan penyuluhan atau pelatihan serta edukasi terkait pemanfaatan EMS dengan metode ACT F.A.S.T terhadap penanganan kegawatdaruratan pasien stroke. Selain itu pada layanan PSC 119 Kabupaten mamuju belum tersosialisasi dengan baik sehingga masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui alur pelayanan PSC 119 kabupaten Mamuju. pada kegiatan tindak lanjut pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat terbentuk satuan tugas kedaruratan masing-masing lingkungan sebagai penghubung fasilitas pelayanan kesehatan guna meminimalisir risiko akibat stroke.
Pengaruh Penyuluhan Standar Operasional Prosedur Proses Pelimpahan Wewenang terhadap Kepatuhan Melaksanakan Tindakan Keperawatan Andi Nasir; Edi Purnomo; I Made Sudarta
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.425 KB)

Abstract

Kepatuhan melaksanakan tindakan keperawatan diperlukan Standard Operational Prosedur (SOP) di unit Pelayanan Kesehatan, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tingkat Kepatuhan Perawat menjalankan SOP pelimpahan wewenang sebelum dan setelah dilakukan Penyuluhan di Ruang Perawatan Rumah Sakit Kabupaten Mamuju. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre Eksprimental dengan bentuk One-Group Pretest and Posttest Desaign. Pengujian  analisis dengan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Peng ujian analisis statistik ini menggunakan taraf signifikan p < 0,05. Adapun hasil uji statistik pre test dan post test untuk Penerapan Standar Operasional diperoleh thitung adalah (11,815) > ttabel (1,672) dan nilai signifikansi probabilitas P value = 0,00 < 0,005 artinya ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang Penerapan Standar Operasional. Kepatuhan Menjalankan Standar Operasional Prosedur berdasarkan pre test dan post test diperoleh nilai thitung adalah (10,837) > ttabel (1,672) dan nilai signifikansi probabilitas P value = 0,00 < 0,005 sehingga ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang Kepatuhan Menjalankan Standar Operasional Prosedur. Sedangkan Penyuluhan Tentang Standar Operasional Prosedur diperoleh pre test dan post test didapatkan nilai thitung adalah (12,590) > ttabel (1,672) serta diperoleh nilai signifikansi probabilitas P value = 0,00 < 0,005 berarti ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelimpahan Wewenang dalam melaksanakan Tindakan Keperawatan. Proses pengolahan data diperoleh adanya perbedaan signifikansi sebelum dan setelah diberikan intervensi baik terhadap item penyuluhan tentang Penerapan Standar Operasional, item Kepatuhan menjalankan Standar Operasional Prosedur, maupun Penyuluhan Tentang Standar Operasional Prosedur.
HOSPITALISASI MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN ANAK TODDLER Zulhaini Sartika A. Pulungan; Edi Purnomo; Arni Purwanti A.
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 3 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v3i2.37

Abstract

Hospitalization can cause anxiety and stress at all age levels. The cause of anxiety is influenced by many factors, both from the officer factor (nurses, doctors and other health personnel), the new environment, and the accompanying family during the treatment. Children sometimes perceive hospitalization as punishment so that children will feel shame, guilt, or fear. This leads to aggressive reactions such as anger and rebellion, verbal expression by saying angry words, not cooperating with nurses, thus affecting the treatment process while in hospital. The present study aimed at investigating the effect of hospitalization on anxiety levels of toddler in Puskesmas Tampa Padang. This research is an descriptive research with cross sectional design. Research subjects taken by purposive sampling counted 63 people. The data were analyzed using fisher's exact test. The results showed that hospitalization influenced toddler child's anxiety level (p 0.005). It is expected that health workers continue to provide good services and continue to maintain communication to children and families so that children feel comfortable during the process of hospitalization.
PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH Edi Purnomo; Zulhaini Sartika A. Pulungan; Andi Milawati
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 2 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v2i2.20

Abstract

Mental disorder schizophrenia is a disorder psychic who ranks second in diseases that cause the greatest burden after heart disease. Its burden of mental disorders is mainly felt by the families who have family members with mental disorders. Patients with mental disorders who live with the family does not always indicate the best condition for the recovery of the client. The purpose of this study was to determine the effect of the role of the clerk and the knowledge of the family in improving the ability of families caring for clients with mental disorders at home. This research method is descriptive quantitative research design descriptive analytic approach cross sectional study. The samples used were 30 families who have family members experiencing mental disorders withpurposivesampling method. The research was conducted in Puskesmas Ulumanda Majene district. Results showed no effect between family knowledge (p=0.005) and the role of health care workers (p=0.008) with the ability of families in caring for clients with mental disorders at home. Conclusion the role of health workers and knowledge affect the ability of families caring for clients with mental disorders at home. Advised the family to be more active in seeking information about the treatment of people with mental disorders at home and health officials often approach to the family to help care clients with mental disorders.
Pola Asuh Orang Tua Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak Tunagrahita Zulhaini Sartika A. Pulungan; Edi Purnomo; Nur Adhilah Baharuddin
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 5 No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v5i1.105

Abstract

Mental retardation have less school performance, intelligence quotient (IQ) below 70, dependence on others, lack responsiveness, lack proportional physical appearance, late speech development and limited language. This study aims determine the influence of parenting on learning achievement of mental retardation in SDLB Negeri Pembina West Sulawesi Province. This research use descriptive corelational with cross sectional design. Population of all parents and children with special needs in SDLB Negeri Pembina. Research subjects were taken by purposive sampling, after given informed consent and fulfilled inclusion criteria: children with mild mental retardation, still active school, parents and children live at home. Research subjects 20 people. Duration of one week's data retrieval. Data analysis was done by descriptive analysis by showing percentage of each variable. Fisher's exact test was conducted to determine the effect of parenting on learning achievement of mental retardation, with 95% confidence level (α 0,05). Parenting affecting learning achievement of mental retardation in SDLB Negeri Pembina West Sulawesi Province with p value = 0,022. The most effective parenting pattern to apply is democratic parenting, because the pattern of parenting runs in accordance with the growth and development of children, so as to improve the learning achievement of children. Democratic parenting style emphasizes the educational or educational aspect in guiding the child so that parents often give more understanding, explanation, and reasoning to help the child understand why the behavior is expected. Parenting influences the learning achievement of mental retardation in SDLB Negeri Pembina West Sulawesi Province.
Terapi Psikoedukasi Keluarga Meningkatkan Kemandirian Klien Gangguan Jiwa Zulhaini Sartika A. Pulungan; Masnaeni Ahmad; Hardiyati; Edi Purnomo
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 3 (Juli 2022 )
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.32 KB) | DOI: 10.33096/woh.vi.45

Abstract

Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam perawatan klien gangguan jiwa di rumah. Keluarga perlu mengetahui dan memahami cara merawat sehingga mereka dapat membantu anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa mengelola penyakitnya. Psikoedukasi keluarga adalah salah satu bentuk terapi keperawatan kesehatan jiwa dengan cara memberikan edukasi pada keluarga sehingga meningkatkan dukungan sosial pada anggota keluarganya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan kemandirian klien gangguan jiwa. Penelitian pra eksperimen dengan desain pre - post test without control group design. Populasi adalah caregiver yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tampa Padang. Sampel diperoleh dengan purposive sampling sejumlah 23 keluarga. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk membandingkan kemandirian klien sebelum dan sesudah terapi psikoedukasi keluarga. Hasilnya menunjukkan setelah pemberian terapi psikoedukasi keluarga terdapat peningkatan kemandirian klien nilai p=0,000. Kesimpulannya terapi psikoedukasi keluarga meningkatkan kemandirian klien gangguan jiwa yang dirawat di rumah.
Kombinasi Terapi Musik dan Self Hypnosis Efektif Menurunkan Tekanan Darah Klien Hipertensi Edi Purnomo; Zulkipli Zulkipli; Zulhaini Sartika A. Pulungan
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.687 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v15i2.833

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang sering terjadi pada usia lebih dari 30 tahun, dan kejadian ini akan meningkat pada lanjut usia (usia 50 tahun). Kombinasi musik instrumental dan self hypnosismerupakan pilihan alternatif untuk mencapai keadaan rileks sehingga dapat menurunkan tekanan darahnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi terapi musik instrumental dan self hypnosis terhadap penurunan tekanan darah klien hipertensi.Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest.Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Rangas Kab.Mamuju.Jumlah sampel 30 orang dengan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling.Hasil  penelitian menunjukan perbedaan yang bermakna tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah pemberian musik instrumental dan self hypnosis (p=0,0005)dan perbedaan yang bermakna tekanan darah diastoliksebelum dan sesudah pemberian musik instrumental dan self hypnosis (p=0,0005). Kombinasi terapi musik instrumental dan self hypnosisefektif menurunkan tekanan darah klien hipertensi.Peneliti merekomendasikan kepada para praktisi perawatdapat mengaplikasikan terapi ini untuk menurunkan tekanan darah pada klien yang mengalami hipertensi.
Terapi Kelompok Terapeutik Sebagai Upaya Meningkatkan Perkembangan Intimasi Pada Usia Dewasa Muda Pulungan, Zulhaini Sartika A.; Purnomo, Edi
Journal of Health Education and Literacy Vol 5 No 1 (2022): Journal of Health, Education and Literacy (J-healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v5i1.1666

Abstract

Usia dewasa merupakan tahap perkembangan manusia yang berada pada rentang usia 18-65 tahun, yang dibagi dalam perkembangan dewasa muda 18-40 tahun dan dewasa tua 40-65 tahun. Dewasa muda berada dalam tahap perkembangan intimacy versus isolation. Intimasi merupakan kemampuan individu untuk membangun hubungan yang akrab dengan orang lain. Apabila dewasa muda tidak mampu mencapai tugas perkembangan ini mengakibatkan menarik diri, dan isolasi sosial, sehingga diperlukan latihan dan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan intimasi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek dalam studi kasus ini adalah dewasa muda berusia 28-31 tahun berjumlah 4 orang. Dewasa muda diberikan Terapi Kelompok Terapeutik (TKT). Identifikasi masalah pada klien menggunakan pengkajian jiwa lanjut dengan pendekatan model adaptasi Stuart. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah terapi kelompok terapeutik dengan menggunakan instrumen evaluasi respons aspek perkembangan dan kemampuan intimasi usia dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan intimasi klien dewasa muda setelah dilakukan terapi kelompok terapeutik, meningkat dari 10,5 (95,45%) menjadi 10,75 (97,73%). Kesimpulan Terapi kelompok terapeutik meningkatkan kemampuan intimasi usia dewasa muda. Terapi kelompok terapeutik dewasa muda dapat dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan di masyarakat sebagai bentuk pelayanan keperawatan kesehatan jiwa dan dapat juga diaplikasikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat
PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH Edi Purnomo; Zulhaini Sartika A. Pulungan; Andi Milawati
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 2 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.829 KB) | DOI: 10.33490/jkm.v2i2.20

Abstract

Mental disorder schizophrenia is a disorder psychic who ranks second in diseases that cause the greatest burden after heart disease. Its burden of mental disorders is mainly felt by the families who have family members with mental disorders. Patients with mental disorders who live with the family does not always indicate the best condition for the recovery of the client. The purpose of this study was to determine the effect of the role of the clerk and the knowledge of the family in improving the ability of families caring for clients with mental disorders at home. This research method is descriptive quantitative research design descriptive analytic approach cross sectional study. The samples used were 30 families who have family members experiencing mental disorders withpurposivesampling method. The research was conducted in Puskesmas Ulumanda Majene district. Results showed no effect between family knowledge (p=0.005) and the role of health care workers (p=0.008) with the ability of families in caring for clients with mental disorders at home. Conclusion the role of health workers and knowledge affect the ability of families caring for clients with mental disorders at home. Advised the family to be more active in seeking information about the treatment of people with mental disorders at home and health officials often approach to the family to help care clients with mental disorders.
HOSPITALISASI MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN ANAK TODDLER Zulhaini Sartika A. Pulungan; Edi Purnomo; Arni Purwanti A.
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 3 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.845 KB) | DOI: 10.33490/jkm.v3i2.37

Abstract

Hospitalization can cause anxiety and stress at all age levels. The cause of anxiety is influenced by many factors, both from the officer factor (nurses, doctors and other health personnel), the new environment, and the accompanying family during the treatment. Children sometimes perceive hospitalization as punishment so that children will feel shame, guilt, or fear. This leads to aggressive reactions such as anger and rebellion, verbal expression by saying angry words, not cooperating with nurses, thus affecting the treatment process while in hospital. The present study aimed at investigating the effect of hospitalization on anxiety levels of toddler in Puskesmas Tampa Padang. This research is an descriptive research with cross sectional design. Research subjects taken by purposive sampling counted 63 people. The data were analyzed using fisher's exact test. The results showed that hospitalization influenced toddler child's anxiety level (p 0.005). It is expected that health workers continue to provide good services and continue to maintain communication to children and families so that children feel comfortable during the process of hospitalization.