Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Glossolalia sebagai Verbum Ineffabile: Jejak Wittgensteinian hingga Derridean-Caputian dalam Liturgi Apofatik Pentakostal Manongga, John Stevie; Gultom, Junifrius; Lumintang, Onnie M
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1866

Abstract

Abstract. Glossolalia is often reduced either to a meaningless linguistic deviation or to a form of private mysticism, shielded from theological critique and public reflection. This article proposes an alternative reading of glossolalia as verbum ineffabile—an apophatic utterance and prophetic liturgical act that signals divine presence beyond the boundaries of representation. Through a conceptual hermeneutical approach, this study integrates Wittgenstein’s language games and forms of life, Derrida’s différance and trace, and Caputo’s theopoetics of the event. The finding reveals that glossolalia is not merely a linguistic anomaly, but an embodied, communal, and subversive act of faith that disrupts established semiotic and liturgical structures.Abstrak. Glossolalia sering direduksi menjadi deviasi linguistik yang dianggap tidak bermakna, atau mistisisme privat yang tertutup bagi kritik teologis dan refleksi publik. Artikel ini mengusulkan pembacaan alternatif atas glossolalia sebagai verbum ineffabile, yaitu suatu bentuk ujaran apofatik dan tindakan liturgis profetik yang menyatakan kehadiran ilahi di luar batas representasi. Melalui pendekatan hermeneutika konseptual, studi kualitatif ini mengintegrasikan permainan bahasa (language games) dan bentuk kehidupan (forms of life) dari Wittgenstein, konsep différance dan jejak (trace) dari Derrida, serta teopoetika peristiwa (theopoetics of the event) dari Caputo. Hasil kajian menunjukkan bahwa glossolalia bukan sekadar fenomena linguistik, melainkan praktik iman yang berinkarnasi secara komunal dan subversif terhadap struktur bahasa dan liturgi yang mapan.
Gereja metaverse: Memetakan tantangan dan peluang gereja di era post-digital Abraham, Jessica Elizabeth; Gultom, Junifrius
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.488

Abstract

Having a different world in virtual reality is nothing new. However, the rapid development of such a world, often known as the metaverse, has caught many peoples’ attention, including believers. Even in its earliest stage of development, the metaverse has already attracted many interested stakeholders and investors as it promises to open up many possibilities and offers many other opportunities. Of course, it does not come without any negative aspects. Yet, like any previous technological advancements, one should assess its weight to determine the appropriate response. This paper addresses whether the metaverse should be seen as a threat or an opportunity, especially by the church. The authors hope that this writing will help the church realize this coming world in the near future and prepare as soon as possible to anticipate this revolutionary disruption. Hopefully, The church can provide spiritual care for the “real” people behind and within this virtual reality. AbstrakKonsep tentang adanya dunia virtual bukanlah suatu hal baru. Kini, perkembangan yang pesat dari terwujudnya dunia virtual tersebut, yang sering dikenal dengan sebutan metaverse, telah menarik perhatian banyak orang termasuk orang percaya. Bahkan pada tahap awal pengembangannya, metaverse telah menarik banyak stakeholder dan investor karena janji akan banyaknya peluang dan kemungkinan lain yang terbuka. Tentu saja itu dunia ini tidak datang tanpa aspek negatifnya. Namun, seperti kemajuan teknologi sebelumnya, seseorang harus terlebih dahulu menilai bobotnya untuk menentukan respons yang tepat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan apakah metaverse perlu dilihat sebagai ancaman atau peluang khususnya oleh gereja Tuhan. Penulis berharap penelitian ini pada akhirnya akan menyadarkan gereja akan datangnya metaverse dalam waktu dekat sehingga dapat melakukan persiapan sebaik mungkin untuk mengantisipasi disrupsi revolusioner ini. Gereja diharapkan dapat memberikan pelayanan spiritual yang diperlukan oleh orang-orang "nyata" yang ada di belakang dan di dalam realitas virtual ini.