Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analysis of the Influence of the UP3AI Program on the Ability to Read the Qur'an and the Formation of USK Students' Morals Muchlinarwati, Muchlinarwati; Zilkifli, Muhammad Yusuf; Muttaqin, Reza; NK, Mahdi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6733

Abstract

This study was conducted based on the fact that several USK students still cannot read the Quran and do not understand the correct Makhraj of letters and the laws of tajwid. Therefore. USK has a UP3AI (Islamic Religion Course Development Unit) program, a companion program development unit for Islamic religious courses aimed at forming a Quranic generation with noble character. This study aims to analyze the effectiveness of the UP3AI program in improving USK students' ability to read the Quran and its impact on moral formation. The research method uses a mixed approach (quantitative and qualitative). The results show that the program's effectiveness is not optimal due to constraints on time discipline, communication, and mentor abilities, and it is said to be effective if the learning process between mentors and students has gone well. Then there is the quality of teaching the Quran, both in the mosque and the Musalla; there is no stable teaching method, limited hours of teaching the Quran, the elimination of the teaching curriculum, the influence of television shows, and others that cause the success of this program not to be achieved. In addition, the impact on student morals is not significant.
BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH KUNCI MENUJU SUKSES AKADEMIK DAN SOSIAL EMOSIONAL SISWA Fauziah, Mira; Zaini, Muhammad; NK, Mahdi
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v4i2.1599

Abstract

Guidance and counseling are important pillars in basic education. This service not only focuses on students' academic problems, but also plays a crucial role in shaping their social and emotional character. This research aims to dig deeper into how guidance and counseling contribute to creating a conducive learning atmosphere and supporting overall student success. Through data analysis from various case studies and statistics, this research will examine the impact of guidance and counseling on improving students' academic achievement and emotional well-being. In other words, this research wants to show how guidance and counseling can help students not only achieve good grades, but also grow into individuals who are balanced and ready to face life's challenges
IDENTIFIKASI BENTUK KOMUNIKASI EFEKTIF ORANG TUA DENGAN ANAK Zain, Arifin; Mi’raj, Rahimatul; Nk, Mahdi; Azhari, Azhari; Maturidi, M
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v7i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk-bentuk komunikasi efektif antara orang tua dengan anak, untuk mengetahui dan mendalami pelaksanaan komunikasi efektif antara orang tua tunggal dengan anak, untuk mengetahui dan mempelajari kendala-kendala yang dihadapi oleh orang tua tunggal dalam membangun komunikasi efektif dengan anak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan sumber data berjumlah 10 orang. Teknik analisis data dilakukan yakni dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama bentuk-bentuk komunikasi antara orang tua dengan anak yaitu komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, dan komunikasi pembelajaran. Kedua pelaksanaan komunikasi antara orang tua tunggal dengan anak yaitu dengan memberikan hukuman kepada anak serta mengatur kegiatan anak sehari-hari. Ketiga kendala yang dihadapi oleh orang tua tunggal dalam membangun komunikasi efektif dengan anak terbagi dua, yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal berasal dari dalam diri individu orang tunggal terkait bahasa yang digunakan, emosi yang tidak bisa dikendalikan, serta kurangnya pendidikan dan pengetahuan orang tua. Kendala eksternal berasal dari luar individu terkait lingkungan keluarga dan lingkungan sosial seperti halnya ada anak yang masih melawan orang tua serta pengaruh teman sebaya.
Kesehatan Mental Anak (Upaya Orang Tua Tunggal dalam Pemenuhan Hak Anak) NK, Mahdi; Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/hkkkqr85

Abstract

Sehumlah Hak anak disebutkan dalam Deklarasi Majelis Umum PBB meliputi pendidikan, perawatan kesehatan, perlindungan, tempat tinggal dan gizi yang layak. Kesehatan mental merupakan aspek penting kesejahteraan anak karena dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan anak. Tujuan artikel ini adalah untuk menyoroti upaya dan strategi yang digunakan oleh single parent untuk melindungi hak anak mereka. Penelitian ini mengadopsi metode tinjauan sistematis menggunakan metode Prisma dalam memilih artikel. Ini adalah alat dan panduan bagi penulis untuk mengevaluasi tinjauan sistematis dan meta-analisis berkualitas tingg yang diambil dari database online Google Cendekia, Science Direct, dan PubMed menggunakan kata kunci “kesehatan mental” dan “anak-anak”. Pemilihan artikel yang diterima didasarkan pada publikasi yang diterbitkan pada tahun 2020–2024 (lima tahun terakhir). Hasil pencarian menunjukkan bahwa setidaknya 15 artikel ditemukan di tiga basis data yang disebutkan di atas yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah meninjau artikel-artikel ini, kami menemukan bahwa orang tua telah melakukan banyak upaya untuk memberikan anak-anak mereka perlindungan dari semua ancaman, rasa aman, kenyamanan, kualitas pendidikan dan perawatan kesehatan terbaik, serta tempat tinggal yang bagus. Menyediakan makanan yang cukup untuk pemenuhan akan gizi anak bertahan hidup.
Kajian Teoritis Tentang Kesehatan Mental Dalam Keluarga Muslim: Kontribusi Konseling Islam Sebagai Solusi Preventif NK, Mahdi
Insight Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi perhatian terhadap kesehatan mental dalam keluarga Muslim semakin meningkat seiring dengan bertambahnya kompleksitas tantangan sosial, ekonomi, dan spiritual yang dihadapi oleh masyarakat masa kini. Minimnya pemahaman psikologis dan kuatnya stigma terhadap gangguan mental dalam komunitas religius turut menjadi penghambat akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang memadai. Tulisan ini bertujuan membangun kerangka teoritis mengenai peran konseling Islam sebagai pendekatan preventif dalam menjaga keseimbangan mental keluarga Muslim. Dengan menggunakan metode systematic literature review berbasis pendekatan kualitatif dan sintesis naratif, kajian ini menelaah literatur akademik dari berbagai sumber terpercaya selama periode 2020 hingga 2025. Temuan menunjukkan bahwa konseling Islamyang bersumber dari ajaran Al-Qur’an, hadis, serta pemikiran para tokoh klasik dapat menjadi jembatan antara kebutuhan spiritual dan psikologis dalam keluarga. Sinergi antara nilai-nilai keislaman dan prinsip psikologi humanistik, seperti empati dan penerimaan diri, memperkuat konseling sebagai upaya preventif yang efektif. Hasil kajian ini menekankan pentingnya pengembangan layanan konseling yang berbasis spiritualitas Islam dengan pendekatan yang adaptif dan aplikatif, serta merekomendasikan peningkatan kompetensi konselor agama dalam memahami psikologi modern dan perlunya penelitian lanjutan untuk menguji penerapannya di lapangan.
MANAJEMEN EMPATI KONSELOR (Analisis Problematika Koselor dalam Menghadapi Emosi Negatif Klien) NK, Mahdi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v6i1.18824

Abstract

Empati adalah suatu keterampilan konselor yang mampu merasakan kondisi emosional kliennya, sehingga bisa membina relationship yang akrab baik secara kognitif maupun afektif. Dalam praktiknya, terdapat kontradiksi terkait empati. Terutama saat konselor mengahadapi klien sedang meluapkan emosi negatifnya. Konselor dituntut untuk turut merasakan apa yang dirasakan kliennya sebagai wujud empatinya. Namun, di sisi lain konselor juga tidak mungkin menunjukkan perilaku yang merefleksikan pertimbangan untuk tidak mementingkan diri sendiri demi kebaikan orang lain dengan cara larut ke dalam emosi negatifnya klien. Kondisi seperti inilah yang harus dibedakan antara efektivitas penggunaan empatinya. Atas dasar asumsi tersebut, tulisan ini bermaksud untuk membedakan penggunaan empati yang efektif konselor saat menghadapi emosi negatif klien, dan bagaimana dalam proses layanan konseling.
Analysis of the Influence of the UP3AI Program on the Ability to Read the Qur'an and the Formation of USK Students' Morals Muchlinarwati, Muchlinarwati; Zilkifli, Muhammad Yusuf; Muttaqin, Reza; NK, Mahdi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6733

Abstract

This study was conducted based on the fact that several USK students still cannot read the Quran and do not understand the correct Makhraj of letters and the laws of tajwid. Therefore. USK has a UP3AI (Islamic Religion Course Development Unit) program, a companion program development unit for Islamic religious courses aimed at forming a Quranic generation with noble character. This study aims to analyze the effectiveness of the UP3AI program in improving USK students' ability to read the Quran and its impact on moral formation. The research method uses a mixed approach (quantitative and qualitative). The results show that the program's effectiveness is not optimal due to constraints on time discipline, communication, and mentor abilities, and it is said to be effective if the learning process between mentors and students has gone well. Then there is the quality of teaching the Quran, both in the mosque and the Musalla; there is no stable teaching method, limited hours of teaching the Quran, the elimination of the teaching curriculum, the influence of television shows, and others that cause the success of this program not to be achieved. In addition, the impact on student morals is not significant.
The Effect of Coping Strategy on Academic Procrastination in Completing Student Assignments Rusmaniar, Rusmaniar; Indra, Syaiful; NK, Mahdi; Sujadi, Eko
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 2 No. 1 (2020): July 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v2i01.869

Abstract

Abstract. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi prokrastinasi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari individu yang turut membentuk prilaku prokrastinasi yang meliputi faktor fisik dan psikologis. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu dapat berupa tugas yang banyak (overloaded tasks) yang menuntut penyelesaian yang hampir bersamaaan. Hal ini diperparah apabila lingkungan mendukung prokrastinasi. Pelaku prokrastinasi (prokrastinator) cenderung melakukan prokrastinasi karena adanya rasa takut akan gagal, tidak suka pada tugas yang diberikan, menentang dan melawan kontrol, mempunyai sifat ketergantungan dan kesulitan membuat keputusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi coping terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah responden 84 orang mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam angkatan 2016. Dalam penelitian ini mengunakan alat ukur berupa skala strategi coping dan skala prokrastinasi akademik dengan metode analisis regresi sederhana berganda dengan hasil koefisien korelasi problem focused coping yakni -1,189 dan p = 0,000 (p<0,05). Sedangkan emotional focused coping yaitu -089 p = 0,611 (p˃0,05). Problem focused coping Berpengaruh negatif artinya Semakin efektif penggunaan problem focused coping, maka prokrastinasi akademik semakin rendah. Sebaliknya apabila semakin tidak efektifnya penggunaan strategi problem focused coping, maka prokrastinasi akademik akan semakin tinggi. Koefisien determinasi menunjukkann problem focused coping secara simultan dapat menjelaskan perubahan prokrastinasi akademik sebesar 18,47%.
The Role of Wilayatul Hisbah in Enforcing Order on Juvenile Deviant Behavior: A Qualitative Study in Banda Aceh Munif, Aqil; Jarnawi, Jarnawi; NK, Mahdi
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (July - December)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v5i2.68230

Abstract

This study aims to describe the role of the Wilayatul Hisbah in regulating deviant activities among adolescents in the Blang Padang Field area of Banda Aceh and to identify the inhibiting factors in the implementation of such enforcement. Deviant activities in this context include behaviors that contradict Islamic sharia norms, such as promiscuity, violations of dress codes, and activities potentially leading to juvenile delinquency. This research employs a qualitative approach, with data collected through observations, in-depth interviews with Wilayatul Hisbah officers, community leaders, and adolescents in the area, as well as document analysis. The findings reveal that the Wilayatul Hisbah plays a strategic role as a sharia law enforcement body through routine patrols, guidance programs, and preventive measures. However, the effectiveness of these efforts is hindered by a shortage of personnel, limited operational budgets, and resistance from certain groups of adolescents. These findings underscore the importance of synergy among the Wilayatul Hisbah, families, educational institutions, and the wider community to foster a social environment that supports adolescent character development in accordance with Islamic values.
PERAN TOKOH ADAT DALAM MEMBERI NASEHAT NEKHAHKEN UNTUK MEMBANTU KEMATANGAN EMOSIONAL CALON PENGANTIN DI DESA KUTARIH KECAMATAN BABUSSALAM Umaiyah, Salsabila; NK, Mahdi; Indra, Syaiful
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7849

Abstract

The Marriage is not merely the union of two individuals but also a social bond rich in cultural and religious values. In many regions of Indonesia, particularly among the Gayo community in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict, this tradition holds profound significance. This study aims to analyze the role of traditional leaders in the nasehat nekhahken tradition for prospective brides and grooms in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict. The research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that traditional leaders play a central role as guardians of moral values, mediators between Islamic teachings and local wisdom, and social educators through the oral art of tangis dilo. The tradition serves not only as premarital advice but also as a medium for character education and social control that fosters emotional readiness among couples. However, modernization and weak regeneration have led to shifts in the role of traditional leaders, necessitating innovation in delivery methods and media. The relevance of nasehat nekhahken remains strong due to its universal values and regional regulatory support. Therefore, revitalization and digitalization of this tradition are essential to sustain its socio-cultural function as a moral and familial resilience instrument in the modern era. ABSTRAK Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga ikatan sosial yang sarat nilai budaya dan agama. Di banyak daerah di Indonesia, khususnya masyarakat Gayo di Desa Kutarih Kecamatan Babussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam tradisi nasehat nekhahken kepada calon pengantin di Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai moral, mediator antara ajaran Islam dan kearifan lokal, serta pendidik sosial melalui seni tutur tangis dilo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai nasihat pranikah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan kontrol sosial yang membentuk kesiapan emosional calon pengantin. Namun, modernisasi dan lemahnya regenerasi menyebabkan pergeseran peran tokoh adat, sehingga diperlukan inovasi dalam metode dan media penyampaian. Relevansi nasehat nekhahken tetap terjaga karena nilai-nilainya yang universal dan didukung oleh regulasi daerah. Oleh karena itu, revitalisasi dan digitalisasi tradisi ini penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi sosial-budayanya sebagai instrumen pembinaan moral dan ketahanan keluarga di era modern.