Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis karakteristik briket arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Sigit Joko Purnomo
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.272

Abstract

Pemanfaatan biomassa untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui teknologi pembriketan. Kualitas briket dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ukuran partikel serbuk arang. Serbuk gergaji dan limbah tempurung kelapa merupakan sumber biomassa yang menjanjikan. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel serbuk arang terhadap karakteristik briket yang meliputi kadar air dan kadar abu. Kajian menggunakan ukuran partikel serbuk arang 10 mesh, 20 mesh, dan 40 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki rata-rata kadar air 5,571% dan rata-rata kadar abu 1,994% pada ukuran partikel 10 mesh. Pada ukuran partikel 20 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,598% dan rata-rata kadar abu 2,573%. Sedangkan pada ukuran partikel 40 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,461% dan rata-rata kadar abu 4,762%. Ukuran partikel serbuk arang tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap kadar air, tetapi memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar abu. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan kadar abu hingga mencapai 0,5-2% untuk masing-masing variasi ukuran partikel serbuk arang.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PEREKAT TERHADAP KADAR FIXED CARBON DAN VOLATILE MATTER BRIKET ARANG Rany Puspita Dewi; Wandi Arnandi; Sigit Joko Purnomo; Trisma Jaya Saputra
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.45 KB)

Abstract

Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan energi fosil sebagai sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan mereka. Semakin menipisnya cadangan energi fosil mendorong masyarakat untuk beralih ke sumber energi lain yang dapat diperbaharui, salah satunya sumber energi biomassa. Sumber energi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi pembriketan. Limbah yang berpotensi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang adalah limbah serbuk gergaji dan limbah tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi perekat tepung kanji terhadap karakteristik briket arang yang meliputi kadar fixed carbon dan volatile matter. Metode penelitian pembuatan briket arang dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi perekat tepung kanji sebesar 4%, 6% dan 8% dengan komposisi perbandingan serbuk gergaji dan tempurung kelapa 75% : 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki kadar fixed carbon rata-rata 54,026% dan volatile matter 40,453% dengan konsentrasi perekat 4%. Pada penambahan perekat sebesar 6% menghasil briket arang dengan kadar fixed carbon rata-rata 53,290% dan volatile matter 40,717%. Penambahan limbah tempurung kelapa sebesar 8% menghasilkan briket arang dengan kadar fixed carbon rata-rata 59,877% dan volatile matter 34,046%. Konsentrasi perekat yang paling optimum dalam pembuatan briket arang campuran serbuk gergaji dan tempurung kelapa adalah 8%.Kata kunci: briket, fixed carbon, perekat, volatile matter 
Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Itik Kelompok Usaha Bersama di Magelang Dewi, Rany Puspita; Trisma Jaya Saputra; Mario Ammar Rasyid
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 26, No. 4, Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v26i4.2161

Abstract

The Joint Business Group “Makmur Abadi” is situated around 0.5 km from Tidar University, is focused in duck farming. The processing of animal feed, in this case the pounding of egg shells as the main raw material, is still done manually with a limited capacity using a pestle and mortar. It causes the size of the feed produced is not uniform. The aim of this activity was to improve the capacity and quality of animal feed produced by partners. The ctivities was done in two phases. The first stage was started with data collection and discussions with partners. The second stage was comtinued with coordination to develop the stage of solving the problem through the application of an egg shell flour machine. Measuring the effectiveness of animal feed production was carried out by quantifying the capacity and quality of the animal feed generated and measuring the increase in residents' knowledge pre and post the implementation of the machine. The primary output of this activity was an egg shell flour machine which is made with a capacity of 20 kg/hour, consumes 367.75 watts of power, and is equipped with various filter sizes that can be customized to the need of partners. The use of an egg shell flour machine was able to increase production capacity from only 10 kg/day to 20 kg/hour with a more uniform size that is easily digested by livestock. This activity was also able to increase public awareness up to 90%.
TECHNO ECONOMIC ANALYSIS OF BIOMASS AS AN ALTERNATIVE ENERGY HOUSEHOLDS AND SMALL INDUSTRIES Dewi, Rany Puspita; Trisma Jaya Saputra; Mario Ammar Rasyid
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1692

Abstract

Briquetting technology became one appropriate method that can be used to convert biomass waste into a renewable energy source. Sources of biomass raw materials that have promising potential are pine sawdust and coconut shell waste. Sawdust has potential for about 0.78 million m3/year and coconut shell waste around 360 thousand tons/year. The research aim was to analyze the effect of the carbonization temperature to volatile matter and fixed carbon of briquette. The research was done by variating carbonization temperature at 400oC, 500oC, and 600oC. The result showed that at carbonization temperature of 400oC, the volatile matter and fixed carbon was 42.28% and 55.74%. The volatile matter and fixed carbon are 43.19% and 54.96%, found at carbonization temperature 500oC. The highest fixed carbon 55.98% and the lowest volatile matter 42.19% was found from carbonization temperature at 600oC. The carbonization temperature in briquetting process affect the volatile matter and fixed carbon of briquette
Evaluasi Jenis Elektroda SMAW Terhadap Kekuatan Sambungan Pipa Baja ASTM A106 Grade B Saputra, Trisma Jaya; sari, Anita; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3510

Abstract

Teknologi pengelasan logam digunakan sat ini sudah dapat menyambungkan dua jenis logam yang berbeda. Pengelasan tersebut masih sering dijumpai cacat las, permasalahan yang sering dihadapi adalah perbedaan titik lebur, koefisien muai, sifat fisis dan mekanis. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi jenis elektroda antara baja karbon rendah ASTM 106 gr B terhadap sifat mekanis dan fisisnya. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, pengelasan SMAW variasi jenis elektroda E7016 dan E7018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis elektroda berpengaruh terhadap kekuatan tarik, kekerasan, dan strüktur mikro. Kekuatan tarik tertinggi sebesar 561,5 MPa dengan regangan 16,67 % dan modulus elastisitasnya 3387 Mpa. Hasil uji penetran menunjukkan spesimen dengan variasi elektroda E7016 memiliki cacat las yang lebih kecil. Hasil uji struktur mikro menunjukkan unsur fasa yang terbentuk pada E7018 yaitu ferrite dan perlite yang lebih merata.
ANALYSIS OF CAVITATION LEVEL IN WADASLINTANG HYDROPOWER PLANT USING THOMA CAVITATION FACTOR Prasetyo, Budi; Saputra, Trisma Jaya; Fajarningrum, Nurmala Dyah
ROTOR Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/rotor.v17i2.53593

Abstract

Turbine damage can be caused by several causes, including damage to the turbine due to cavitation on the surface of its blades. Miscalculation of the position or location of the turbine can occur and will result in this cavitation. The Thoma cavitation factor is used to determine whether the turbine operation is safe from cavitation. This research was conducted at the Wadaslintang Hydroelectric Power Plant. The research used a quantitative descriptive research method. This study aims to determine the level of cavitation that occurs in the Francis turbine at an actual reservoir elevation of 169.23 meters above sea level with maximum guide vane openings to minimum guide vane openings. At variations in guide vane openings of 100% and 80% cavitation occurs, while at guide vane openings of 76%, 60%, 40%, and 20% cavitation does not occur. The larger the guide vane opening, the cavitation level is in a more dangerous condition because the difference between the cavitation factor and the critical cavitation factor is smaller, with the difference values ​​of 1.285073, 1.023435, 0.970782, 0.763080, 0.506127, and 0.253081, respectively. The smaller the guide vane opening, the smaller the risk of cavitation, but the power generated is also smaller. Safe operating conditions from cavitation with the greatest power are found at a guide vane opening of 76%-80%. Keywords: francis turbine, guide vane, cavitation, thoma cavitation factor.
ANALISIS PEMAKAIAN BBM MOTOR BENSIN YANG TERPASANG PADA MOTOR HONDA SUPRA 100CC Alfi Ferizqo Munawar; Vicky Khoirul Arzaq; Muhammad Utsman Hanif Romadoni; Dedek Arya Pangestu; Trisma Jaya Saputra
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/saintek.v2i1.148

Abstract

Motor bakar adalah motor yang memanfaatkan prinsip penyesuaian panas untuk diubah menjadi energi mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahan bakar motor bakar bensin yang dipasang pada Honda Supra 100cc. statistiknya adalah minus dengan sepeda motor pada rasio gigi dan kecepatan yang berbeda dengan jarak tempuh 3 kilometer. Pengujian dilakukan dengan rasio roda gigi 2, 3 dan 4 dengan kecepatan 20, 25, 30, 35 dan 40 kilometer/jam. Pengamatan dan perhitungan pada tiang pancang membuktikan bahwa penggunaan bahan bakar dengan rasio roda gigi 2 secara berurutan adalah 359.2, 410.9, 439.0, 545.9, dan 648.9 G/Jam. Dengan rasio kecepatan 3, masing-masing 296,9, 295,8, 408,6, 494,4, dan 624,5 G/jam. Dengan rasio rodá gìgì 4 masing-masing 201.9, 249.4, 419.0, 330.8 dan 538.0 G/Jam. Konsul mulai mengamati bahwa semakin besar akselerasi motor, maka semakin besar pula tingkat konsumsi bahan bakarnya. Berawal dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa percobaan dilakukan dengan putaran mesin 2136 mencapai 6128 RPM. Reaksi tersebut membuktikan bahwa sebenarnya dengan akselerasi 20 kilometer/jam mencapai 40 kilometer/jam lebih efektif bekerja pada gèar rasio 4.
Perbandingan Peforma Motor Koil Standar Dan Busi Standar Dengan Koil Racing Dan Busi Racing Menggunakan Bahan Bakar Pertamax 98 Swastika Pascal Rafsanjanu; Namariq Masna; Ari Wicaksono; Panca Putra Hasugian; Trisma Jaya Saputra
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/saintek.v2i1.157

Abstract

A motorbike is one of the secondary needs of society, therefore the performance of the machine must also be considered, especially when choosing one of the components of the machine to be repaired or replaced. To get good motor performance, it must be balanced with a good ignition system too, so that the electricity supply is sufficient to do maximum work on the engine. The purpose of this study was to determine engine performance by comparing the ignition system between the use of standard coils and standard spark plugs with racing coils and racing spark plugs with Pertamax 98 fuel. The research was carried out using experimental methods or testing with the help of a dyno. From a comparative study of standard and racing ignition components on a Yamaha RX King 132cc motorbike, by replacing the spark plugs and coils that have been done, the results show that the highest power and torque values are obtained by replacing the racing coil and spark plugs. This is because the combustion in the cylinder chamber is better by replacing the racing ignition components.
Penerapan Mesin Spinner dan Pendampingan Pengemasan Produk Makanan Pothil Di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Nurhadi, Nurhadi; Sigit Joko Purnomo; Herru Santosa Budiono
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i1.3368

Abstract

UD Barokah, produces traditional food “pothil”, is located in Mejing Village, Candimulyo District, Magelang Regency, is approximately 7 km from Tidar University. It produces pothil up to 50 kg/day with a selling price of IDR 70,000/kg. The pothil production process, from preparing ingredients to packaging, is still done manually. The processes that are still done manually are the process of draining the oil and the packaging process which still uses large clear plastic about 5 kg. The packaging also did not include a product label. The aim of this activity is to aid the Mejing Village community in the process of preserving and packaging pothil products.  Through this assistance, it is hoped that it will be able to increase the sales reach of pothil products to the general public in areas outside the Magelang Regency. The activity was carried out in two stages, the first stage was observation with discussion with partners and the second stage, problem solving by assisting in the process of preserving and packaging pothil products. The output of this activity is to improve the quality and sales capacity of Mejing Village pothil products and expand the marketing reach of pothil products.
Desain Perancangan Mesin Pemarut Kelapa Dengan Pengaman Sistem Tuas Mekanis Ikhsan, Nurikhsan Hera Pratama; Dewi, Rany Puspita; Saputra, Trisma Jaya
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3794

Abstract

Tumbuhan kelapa memiliki banyak manfaat dan juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Seiring perkembangan zaman, banyak alat-alat inovasi yang berfungsi untuk mempermudah kerja manusia. Penelitian ini akan merancang sebuah mesin pemarut kelapa dengan pengaman sistem tuas mekanis. Metode penelitian ini menggunakan metode permodelan menggunakan software solidworks 2020 dan melakukan perhitungan yang bertujuan untuk mengetahui hasil perhitungan rancangan. Penelitian ini menghasilkan sebuah desain alat pemarut kelapa dengan hasil rangka mesin pemarut kelapa memiliki dimensi ukuran panjang 400 mm, lebar 300 mm, dan tinggi 610 mm. Pisau parut dengan ukuran diameter 76 mm dan memiliki jarak 6 mm pada masing-masing mata parut. Alat ini menggunakan motor listrik dengan daya 0,5 hp. Alat ini menggunakan puli penggerak 2 inch dan puli yang digerakkan 4 inch dengan putaran output 700 rpm. Material yang digunakan pada rangka mesin pemarut kelapa ini menggunakan besi siku sama sisi dengan profil ukuran 30 x 30 x 3 mm yang diberikan pembebanan sebesar 324 N. Dari hasil simulasi mendapatkan nilai von mises stress maksimum sebesar 165,19 MPa, deformasi sebesar 0,963 mm dan nilai safety factor sebesar 1,5.