Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Majamecha

Pemanfaatan Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum Linn) Sebagai Alternatif Coolant Pada Proses Pembubutan Ilyas, Bramantyo S.K.B.W.; Purnomo, Sigit Joko; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alternatif minyak biji nyamplung sebagai alternatif coolant selama proses pembubutan terhadap kekasaran dan kekerasan baja ST 37. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan melakukan studi literatur, eksperimental, pengambilan data, dan analisis data. Variasi proses pembubutan terdiri dari variasi persentase coolant dan putaran spindle. Pada penelitian ini, variasi minyak dromus digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kekasaran terendah berada di variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) menghasilkan nilai kekasaran awal 1,247m; titik dua 1,837 m; dan titik akhir 1,447 m. Sedangkan nilai kekasaran minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekasaran minyak dromus adalah variasi 4 putaran 400 rpm dengan nilai kekasaran awal 2,394m; titik dua 2,005 m; dan titik akhir 1,872 m. Selain itu, hasil nilai kekerasan tertinggi pada variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) yang menghasilkan nilai kekerasan awal 93,4 HRB; titik kedua 91,7 HRB; dan akhir 89,3 HRB Sedangkan nilai kekerasan minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekerasan minyak dromus adalah variasi 4 putaran 450 rpm dengan nilai kekerasan awal 88,3 HRB; titik kedua 90,4 HRB; dan akhir 87,9 HRB.
Pengaruh Perbedaan Tinggi Lift dan Durasi Camshaft Terhadap Performa Mesin 230 cc Armansyah, David Ari; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3693

Abstract

Salah satu cara meningkatkan performa mesin yang paling mudah adalah melakukan penggantian pada camshaft. Camshaft berfungsi mengatur buka tutup katup. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan memodifikasi camshaft terutama pada lift dan durasi. Untuk pengujian dilakukan diatas mesin dynotest yang dilakukan di bengkel 12Racing dan modifikasi camshaft dilakukan di bengkel KT Project. Untuk variasi, terdapat 3 variasi, antara lain camshaft awal yang terpasang, camshaft A, dan camshaft B. Untuk camshaft awal, menghasilkan daya sebesar 20,5 hp pada putaran 7400 rpm dan torsi maksimal sebesar 21,1 Nm pada putaran 6300 rpm. Fuel consumption camshaft ini untuk putaran 1000 rpm menghasilkan data 400 ml/jam, untuk putaran 1500 rpm menghasilkan data 440 ml/jam, dan hasil konsumsi 33,8 km/liter. Untuk camshaft B menghasilkan daya maksimal 24,3 hp pada putaran 8300 rpm dan torsi 21,4 Nm pada putaran 7900 rpm. Fuel consumption putaran 1000 rpm 400 ml/jam, putaran 1500 rpm 450 ml/jam, dan konsumsi 32,2 km/liter. Untuk camshaft B, menghasilkan daya maksimal 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi maksimal sebesar 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm. Fuel consumption camshaft B putaran 1000 rpm 350 ml/jam, putaran 1500 rpm 470 ml/jam serta konsumsi 31,7 km/liter. Dari data yang diambil, daya terbesar ada pada camshaft B yang mencapai 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm.
Pengaruh Variasi Lama Waktu Pengadukan Proses Pemurnian Terhadap Kualitas Oli Bekas Metode Acid Clay Treatment Fadlan, Mokhamad Roif; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3735

Abstract

Minyak oli masuk limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3) memerlukan penanganan khusus karena dapat membahayakan lingkungan jika tidak didaur ulang. Salah satu metode yang digunakan dalam pemurnian Residu minyak oli adalah metode acid and clay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik oli bekas setelah dimurnikan menggunakan metode tersebut, yang melibatkan penggunaan asam kuat sebagai pelarut dan clay sebagai adsorben. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan oli bekas Meditran SX SAE 15W-40 sebagai objek utama. Adsorben yang digunakan adalah bentonit, sementara asam kuat yang digunakan adalah asam sulfat (H?SO?). Variasi dalam penelitian ini meliputi waktu pengadukan bentonit selama (3,5; 4,5; 5,5; 6,5; dan 7,5 jam) dengan kecepatan 1000 rpm pada suhu adsorpsi 70ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan viskositas kinematik kinematik tertinggi pada suhu 40°C terjadi pada waktu pengadukan 5,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, yaitu sebesar 110,8 cSt. Sementara itu, pada suhu 100°C, viskositas kinematik tertinggi tercapai pada waktu pengadukan 3,5 jam dengan kecepatan yang sama, yaitu 12,61 cSt. Flash Point optimal diperoleh pada waktu pengadukan 6,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, mencapai 215°C. Sedangkan Density optimal tercapai pada waktu pengadukan 3,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, menghasilkan nilai sebesar 0,8631.
Uji Performa Efektivitas Mesin Parut Kelapa Dengan Variasi Jarak Dan Susunan Gigi Pemarut Kapasitas 1 kg Syaifudin, Akbar; Dewi, Rany Puspita; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3795

Abstract

Penanganan pasca panen harus dapat di maksimalkan untuk mengantisipasi penyusutan kuantitas dan kualitas hasil panen untuk di olah. Metode dalam penelitian ini penulis melaksanakan penelitian terhadap variasi jarak dan susunan gigi pemarut dengan melakukan uji parut menggunakan variasi jarak dan susunan dengan putaran yaitu variasi inline dan miring dengan kerapatan antar gigi yaitu 2 mm, 4 mm, 6 mm dan jarak kerapatan antar baris yaitu 5 mm dan menggunakan variasi putaran 933,3 rpm dan 700 rpm Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan putaran 700 rpm mendapatkan hasil yang terbaik adalah variasi jarak 6 mm x 5 mm Dengan hasil waktu 04 : 03 menit, berat kelapa setelah di parut 893,6 g dan jumlah santan 583,3 ml. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa susunan gerigi parut dan jarak antar gerigi dengan putaran pemarutan berpengaruh dengan hasil efisiensi waktu, berat kelapa setelah diparut, dan hasil santan yang diperoleh.