Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum Linn) Sebagai Alternatif Coolant Pada Proses Pembubutan Ilyas, Bramantyo S.K.B.W.; Purnomo, Sigit Joko; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alternatif minyak biji nyamplung sebagai alternatif coolant selama proses pembubutan terhadap kekasaran dan kekerasan baja ST 37. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan melakukan studi literatur, eksperimental, pengambilan data, dan analisis data. Variasi proses pembubutan terdiri dari variasi persentase coolant dan putaran spindle. Pada penelitian ini, variasi minyak dromus digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kekasaran terendah berada di variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) menghasilkan nilai kekasaran awal 1,247m; titik dua 1,837 m; dan titik akhir 1,447 m. Sedangkan nilai kekasaran minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekasaran minyak dromus adalah variasi 4 putaran 400 rpm dengan nilai kekasaran awal 2,394m; titik dua 2,005 m; dan titik akhir 1,872 m. Selain itu, hasil nilai kekerasan tertinggi pada variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) yang menghasilkan nilai kekerasan awal 93,4 HRB; titik kedua 91,7 HRB; dan akhir 89,3 HRB Sedangkan nilai kekerasan minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekerasan minyak dromus adalah variasi 4 putaran 450 rpm dengan nilai kekerasan awal 88,3 HRB; titik kedua 90,4 HRB; dan akhir 87,9 HRB.
Penerapan Mesin Spinner dan Pendampingan Pengemasan Produk Makanan Pothil Di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Nurhadi, Nurhadi; Sigit Joko Purnomo; Herru Santosa Budiono
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i1.3368

Abstract

UD Barokah, produces traditional food “pothil”, is located in Mejing Village, Candimulyo District, Magelang Regency, is approximately 7 km from Tidar University. It produces pothil up to 50 kg/day with a selling price of IDR 70,000/kg. The pothil production process, from preparing ingredients to packaging, is still done manually. The processes that are still done manually are the process of draining the oil and the packaging process which still uses large clear plastic about 5 kg. The packaging also did not include a product label. The aim of this activity is to aid the Mejing Village community in the process of preserving and packaging pothil products.  Through this assistance, it is hoped that it will be able to increase the sales reach of pothil products to the general public in areas outside the Magelang Regency. The activity was carried out in two stages, the first stage was observation with discussion with partners and the second stage, problem solving by assisting in the process of preserving and packaging pothil products. The output of this activity is to improve the quality and sales capacity of Mejing Village pothil products and expand the marketing reach of pothil products.
Pengaruh Perbedaan Tinggi Lift dan Durasi Camshaft Terhadap Performa Mesin 230 cc Armansyah, David Ari; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3693

Abstract

Salah satu cara meningkatkan performa mesin yang paling mudah adalah melakukan penggantian pada camshaft. Camshaft berfungsi mengatur buka tutup katup. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan memodifikasi camshaft terutama pada lift dan durasi. Untuk pengujian dilakukan diatas mesin dynotest yang dilakukan di bengkel 12Racing dan modifikasi camshaft dilakukan di bengkel KT Project. Untuk variasi, terdapat 3 variasi, antara lain camshaft awal yang terpasang, camshaft A, dan camshaft B. Untuk camshaft awal, menghasilkan daya sebesar 20,5 hp pada putaran 7400 rpm dan torsi maksimal sebesar 21,1 Nm pada putaran 6300 rpm. Fuel consumption camshaft ini untuk putaran 1000 rpm menghasilkan data 400 ml/jam, untuk putaran 1500 rpm menghasilkan data 440 ml/jam, dan hasil konsumsi 33,8 km/liter. Untuk camshaft B menghasilkan daya maksimal 24,3 hp pada putaran 8300 rpm dan torsi 21,4 Nm pada putaran 7900 rpm. Fuel consumption putaran 1000 rpm 400 ml/jam, putaran 1500 rpm 450 ml/jam, dan konsumsi 32,2 km/liter. Untuk camshaft B, menghasilkan daya maksimal 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi maksimal sebesar 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm. Fuel consumption camshaft B putaran 1000 rpm 350 ml/jam, putaran 1500 rpm 470 ml/jam serta konsumsi 31,7 km/liter. Dari data yang diambil, daya terbesar ada pada camshaft B yang mencapai 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm.
Pengaruh Variasi Lama Waktu Pengadukan Proses Pemurnian Terhadap Kualitas Oli Bekas Metode Acid Clay Treatment Fadlan, Mokhamad Roif; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3735

Abstract

Minyak oli masuk limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3) memerlukan penanganan khusus karena dapat membahayakan lingkungan jika tidak didaur ulang. Salah satu metode yang digunakan dalam pemurnian Residu minyak oli adalah metode acid and clay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik oli bekas setelah dimurnikan menggunakan metode tersebut, yang melibatkan penggunaan asam kuat sebagai pelarut dan clay sebagai adsorben. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan oli bekas Meditran SX SAE 15W-40 sebagai objek utama. Adsorben yang digunakan adalah bentonit, sementara asam kuat yang digunakan adalah asam sulfat (H?SO?). Variasi dalam penelitian ini meliputi waktu pengadukan bentonit selama (3,5; 4,5; 5,5; 6,5; dan 7,5 jam) dengan kecepatan 1000 rpm pada suhu adsorpsi 70ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan viskositas kinematik kinematik tertinggi pada suhu 40°C terjadi pada waktu pengadukan 5,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, yaitu sebesar 110,8 cSt. Sementara itu, pada suhu 100°C, viskositas kinematik tertinggi tercapai pada waktu pengadukan 3,5 jam dengan kecepatan yang sama, yaitu 12,61 cSt. Flash Point optimal diperoleh pada waktu pengadukan 6,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, mencapai 215°C. Sedangkan Density optimal tercapai pada waktu pengadukan 3,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, menghasilkan nilai sebesar 0,8631.
Uji Performa Efektivitas Mesin Parut Kelapa Dengan Variasi Jarak Dan Susunan Gigi Pemarut Kapasitas 1 kg Syaifudin, Akbar; Dewi, Rany Puspita; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3795

Abstract

Penanganan pasca panen harus dapat di maksimalkan untuk mengantisipasi penyusutan kuantitas dan kualitas hasil panen untuk di olah. Metode dalam penelitian ini penulis melaksanakan penelitian terhadap variasi jarak dan susunan gigi pemarut dengan melakukan uji parut menggunakan variasi jarak dan susunan dengan putaran yaitu variasi inline dan miring dengan kerapatan antar gigi yaitu 2 mm, 4 mm, 6 mm dan jarak kerapatan antar baris yaitu 5 mm dan menggunakan variasi putaran 933,3 rpm dan 700 rpm Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan putaran 700 rpm mendapatkan hasil yang terbaik adalah variasi jarak 6 mm x 5 mm Dengan hasil waktu 04 : 03 menit, berat kelapa setelah di parut 893,6 g dan jumlah santan 583,3 ml. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa susunan gerigi parut dan jarak antar gerigi dengan putaran pemarutan berpengaruh dengan hasil efisiensi waktu, berat kelapa setelah diparut, dan hasil santan yang diperoleh.
Efficiency Analysis of Incinerator Combustion Chamber Using Variations in the Number of Burners with the Computational Fluid Dynamics Method Siana, Nezar Azali; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko; Saleh, Arif Rahman
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol 11, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/fwl.v11i2.34890

Abstract

Waste is a global environmental problem that is increasing with population growth and consumption. Based on SIPSN 2023 data, waste generation in Indonesia reached 69.9 million tons, dominated by food waste (41.60%) and plastic (18.71%), with households as the main source (44.37%). Incinerators are an effective solution to reduce waste volume by 50–90% and have the potential to generate energy through heat conversion. This study designed an incinerator with a capacity of 45 kg with a double burner system fueled by Compressed Natural Gas (CNG) to optimize the combustion process and reduce emissions. The design was carried out using SolidWorks 2022, while flow and emission simulations were carried out using ANSYS 2023 R1. This study compares the combustion performance of single-burner and double-burner systems based on CO and CO2 exhaust emissions. Simulation results show that the single-burner system produces a CO mass fraction of 0.6144 and CO₂ of 0.1452, while the double-burner system produces a CO fraction of 0.6845 and CO₂ of 0.0910. The combustion efficiency of the single-burner system was recorded at 19.1%, while the double-burner system only achieved 11.7%. These values indicate that the single-burner system has more complete and efficient combustion than the double-burner system, in terms of exhaust.