Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Pertumbuhan Gulma Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Untuk Pemanfaatan Sebagai Tanaman Penutup Tanah Asbur, Yenni; Purwaningrum, Yayuk; Lubis, Fiqi Alfisar; Maruapey, Ajang
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i2.3520

Abstract

Asystasia gangetica merupakan gulma invasif dengan daya adaptasi yang tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai penutup tanah. Namun pengembangan penggunaan A. gangetica sebagai penutup tanah belum dapat dilakukan secara luas karena keterbatasan data ilmiah terutama mengenai pertumbuhan dan perkembangannya serta sifat interaksinya dengan tanaman pangan di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gedung Johor, Medan. Pengamatan dilakukan secara destruktif pada 10 tanaman setiap minggunya. Dari hasil amatan setiap minggunya terlihat bahwa A. gangetica mudah diperbanyak menggunakan stek batang karena pertumbuhan akar relatif cepat. Pertumbuhan dan perkembangan A. gangetica juga relatif cepat yang terlihat dari pertambahan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, ILD, laju asimilasi bersih, dan laju tumbuh relatif. Laju penutupan lahan juga cepat, yaitu menutup lahan 100% pada 9 MST, sehingga memenuhi kriteria sebagai penutup tanah. 
Peran Lingkungan Di Dataran Tinggi Terhadap Pertumbuhan Generatif Padi Gogo Varietas Sigambiri Merah Kusbiantoro, Dedi; Lubis, Fiqi Alfisar; Purwaningrum, Yayuk; Asbur, Yenni; Syamsafitri, Syamsafitri; Nasution, Khairunnisyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11672

Abstract

Lingkungan berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman, baik pada fase vegetative maupun generative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan dataran tinggi terhadap pertumbuhan generatif padi gogo varietas Sigambiri Merah, khususnya pada umur berbunga, jumlah anakan produktif, dan hasil gabah berisi. Penelitian dilakukan di Desa Tongkoh, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, yang berada pada ketinggian 375 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan rata-rata 2.100–3.200 mm per tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan empat perlakuan ketebalan mulsa jerami padi (0, 8, 10, dan 12 kg/plot) dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dataran tinggi dengan presipitasi harian hujan dan curah hujan yang tinggi menyebabkan keterlambatan umur berbunga (rataan 82–84 HST), serta menurunkan efisiensi fotosintesis. Perlakuan mulsa jerami 10 kg/plot memberikan umur berbunga terlama, sedangkan mulsa 8 kg/plot menghasilkan gabah berisi terbanyak (51,81 butir/sampel). Penggunaan mulsa jerami terbukti meningkatkan kondisi mikro tanah, ketersediaan hara, serta menekan dampak negatif lingkungan terhadap pertumbuhan generatif padi gogo. Dengan demikian, aplikasi mulsa jerami dapat menjadi strategi agronomis yang efektif dalam budidaya padi gogo di dataran tinggi
MAIZE GROWTH RESPONSE TO VARIOUS TYPES AND DOSAGES OF ORGANIC MULCH IN THE DRYLANDS OF SOUTHEAST ACEH Rada Mayang Sari; Murni Sari Rahayu; Yayuk Purwaningrum
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 10 (2025): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1541

Abstract

Drylands face physical and chemical constraints that often limit maize growth. The use of organic mulch is a potential strategy to improve growing conditions and nutrient availability. This study aims to examine the growth response of maize to the application of various types and dosages of organic mulch in dryland. The research utilized a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors: mulch type (Chromolaena odorata, bamboo leaves, and rice husk) and mulch dosage (0, 15, 20, and 25 tons/ha). Parameters observed included plant height at 60 days after planting (DAP) and total plant fresh weight at harvest. The results indicated no significant interaction between mulch type and dosage for all parameters. However, mulch dosage had a highly significant effect on plant height, while both mulch type and dosage independently had a significant effect on plant fresh weight. The application of mulch at a dosage of 15 tons/ha was the effective minimum threshold for significantly increasing growth compared to the control. Bamboo leaf mulch provided the best response to biomass accumulation, achieving the highest average fresh weight (232.08 g). Increasing the dosage beyond 15 tons/ha showed a trend of non-proportional returns (diminishing returns). Consequently, the use of bamboo leaf mulch at a dosage of 15 tons/ha can be recommended to efficiently enhance maize productivity in dryland.