Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN DKPP (DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN) KOTA SURABAYA DALAM PENGEMBANGAN WISATA HUTAN MANGROVE WONOREJO Alif Rafi Adhipramana; Radjikan Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 04 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pariwisata memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Keindahan alam dan keanekaragaman budaya sangat melimpah di Indonesia. Melihat keragaman ini, dapat disimpulkan bahwa jika masyarakat setempat memanfaatkannya dengan baik, maka bisa menjadi industri yang menguntungkan. Kota Surabaya merupakan wilayah metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, dan berperan sebagai ibu kota Provinsi. Surabaya termasuk kota terbesar kedua di Indonesia dan yang pertama Jakarta Pada segi pariwisata, Kota Surabaya memiliki banyak atraksi mulai dari atraksi buatan maupun alam yang dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kota Surabaya hingga saat ini. Wisata alam yang bisa dikunjungi wisatawan lokal sampai mancanegara merupakan salah satu contoh ekowisata mangrove. Ekowisata ini menawarkan tempat-tempat yang sangat indah untuk dikunjungi, seperti berjalan-jalan di hutan bakau dengan udara yang sejuk dan teduh membuat Anda merasa nyaman. Dasar penelitian ini karena pasca kejadian Covid-19, kawasan wisata ini cukup terabaikan, terlantar dan sangat sepi pengunjung bahkan pada saat hari libur. Wisata yang mengalami penurunan wisatawan ini membutuhkan pengembangan dan perawatan oleh Pemerintah Kota dengan berbagai masalah yang ditemukan saat penelitisn berlangsung. Dalam pelaksanaan pengembangan Pemerintah Kota Surabaya melalui DKPP Kota Surabaya melakukan pengembangan lokasi wisata yang signifikan dan sudah berhasil melakukan pengembangan.
Kinerja Aparatur Sipil Negara Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Kelurahan Tanjung Perak Haris Fauzan Almuzavar; Radjikan Radjikan; Supri Hartono
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v22i2.7119

Abstract

Peneliti ini bertujuan mengetahui kinerja pegawai pada pelayanan administrasi kependudukan dan memperoleh faktor internal dan eksternal kinerja Kelurahan Tanjung Perak. Metode penelitian yang penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Aparatur Kelurahan Tanjung Perak, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya. Jawa Timur. Teori pada penelitian ini yaitu teori kinerja yang menggunakan lima indikator yaitu: Kualitas, Kuantitas,kerja sama, inisiatif,tanggung jawab. Peneliti mengumpulkan data menggunakan lima informan yaitu : Lurah Tanjung Perak, Kasie Pemerintahan dan tiga orang Masyarakat Kelurahan Tanjung Perak.  Dari hasil analisis ini kinerja pegawai kelurahan pada bidang administrasi kependudukan di Kelurahan Tanjung Perak telah memberikan pelayanan kepada masyarakat telah berjalan dengan lanacar. Tetapi muncul kendala dari masyarakat maupun dari pegawai kelurahan ialah pemohon tidak melengkapi persyaratan untuk mungurus administrasi kepependukan, serta adanya pegawai yang tidak bisa mengoperasionalkan komputer untuk menginput pelayanan administrasi kepependukan.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO Revi Dwi Septikasari; Joko Widodo; Radjikan Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 05 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini berfokus pada survei kepuasan masyarakat berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 yang meliputi 9 indikator yaitu, persyaratan, sistem, mekanisme, dan prosedur, waktu pelayanan, biaya tau tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, saran, dan masukan, sarana dan prasarana. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sudah baik. Hanya saja perlu ditingkatkan lagi pada beberapa indikator yaitu waktu pelayanan dan penanganan pengaduan, saran, dan masukan. Diharapkan kedepannya dapat diperbaiki, karena kepuasan masyarakat dapat menentukan kualitas pelayanan publik yang prima.
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DALAM PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN: (Studi Pada Kelurahan Pucang Sewu Kecamatan Gubeng Kota Surabaya Jawa Timur) Al Vionica Delfrisia Hamdhita; Djoko Widodo; Radjikan Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 05 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya organisasi merupakan kebiasaan atau sistem yang terbentuk dalam suatu organisasi yang berlaku bagi seluruh anggota organisasi. Budaya organisasi berpengaruh dalam menciptakan pelayanan publik karena budaya organisasi yang baik dan fokus pada pelayanan publik dapat memotivasi anggota untuk dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi dan layanannya. Selain itu, budaya organisasi yang baik dapat membantu meningkatkan pelayanan publik dan memastikan bahwa organisasi tersebut dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis budaya organisasi yang di terapkan dalam peningkatan pelayanan administrasi kependudukan dan untuk mendeskripsikan dan menganalisi faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan budaya organisasi dalam peningkatan pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Pucang Sewu Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengambilan data ini diperoleh dengan cara observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan budaya organisasi yang di terapkan dalam peningkatan pelayanan administrasi kependudukan sudah terlihat baik terlihat dari Kelurahan menerapkan budaya organisasi yang berinovasi dan berani mengambil resiko, perhatian terhadap hal hal detail, orientasi hasil, orientasi orang, dan orientasi tim. Kelurahan juga sudah memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat dengan baik yang selalu memberikan informasi yang jelas, bekerja sesuai dengan tupoksi, pegawai bersikap ramah, biaya pelayanan yang gratis, dan berbagai macam produk pelayanan yang diberikan.
PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KEPUASAN NASABAH DI SEKTOR PELAYANAN PUBLIK (BANK JATIM CABANG BANGKALAN) Achmad Muzayyin; Radjikan Radjikan; Indah Murti
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 05 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi sekarang ini persaingan bisnis sangat tajam yang ditandai dengan kemajuan perekonomian global yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis pada sektor jasa. Perbankan merupakan salah satu industri jasa yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia karena perbankan telah menjadi industri jasa yang memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional dan berfungsi sebagai lembaga perantara untuk menampung dana masyarakat dan menyalurkan kembali kepada kegiatan perekonomian yang bersifat produktif. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui teknologi informasi berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan nasabah. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatn kuantitatif. Jenis data yang digunakan ialah data kuantitatif yang diperoleh dari jawaban kuesioner yang telah disebar oleh peneliti kepada sejumlah responden yang dijadikan sebagai sampel mengenai masalah IT dan kualitas pelayanan yang dapat mempengaruhi kepuasan Nasabah Bank Jatim Cabang Bangkalan yang akan menjadi data primer dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaruh teknologi informasi terhadap kepuasan nasabah Bank Jatim . Dari tabel coefficients dapat diketahui bahwa nilai t hitung teknologi informasi sebesar 7,302 dengan nilai sig. sebesar 0,000 0,05 yang berarti Ho ditolak, maka teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah Bank Jatim . Dalam hal ini menunjukkan bahwa teknologi informasi mampu meningkatkan kepuasan nasabah. Berdasarkan hasil uji t terkait pengaruh variabel teknologi informasi (X1) terhadap kepuasan nasabah (Y) diketahui bahwa teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM INFORMASI PENGUKURAN DAN ANALISA TUNJANGAN APARATUR SIPIL (SIPANTAS) DALAM PENGUKURAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BKPSDM) KABUPATEN GRESIK JAWA TIMUR Sri Indrawati; Djoko Widodo; Radjikan Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 06 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan Kabupaten Gresik memeliki komitmen yang besar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Salah satu komitmen Kabupaten Gresik dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik yakni dengan menerapkan sistem pengukuran prestasi kerja terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dinamakan dengan SIPANTAS. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada, Pertama, Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Pengukuran dan Analisa Tunjangan Aparatur Sipil (SIPANTAS) dalam Pengukuran Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gresik. Kedus, Kendala Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Pengukuran dan Analisa Tunjangan Aparatur Sipil (SIPANTAS) dalam Pengukuran Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan Teknik analisis data yaitu: 1. Reduksi Data, 2. Penyajian Data, 3. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, Pelaksanaan Sipantas di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gresik sudah efektif dalam pengukuran kinerja pegawai. Kedua, ditemukan beberapa kendala dalam implementasi kebijakan Sipantas ini yaitu Beberapa pegawai lansia yang sulit memahami dalam penerapan aplikasi Sipantas dan Server yang seringkali ngedown
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA SETIGI DALAM PENINGKATAN POTENSI EKONOMI DESA SEKAPUK KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK JAWA TIMUR Salwa Marsa Nafillah Sultoni; Radjikan Radjikan; Supri Hartono
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 06 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata Setigi ini adalah potensi yang dimiliki oleh Desa Sekapuk yang bermula dari bekas penambangan kapur PT Polowijo Gosari yang sudah tidak digunakan lagi kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah masyarakat Desa Sekapuk dari tahun 2003-2017. Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat Desa Sekapuk menfaatkannya menjadi tempat wisata unggulan Desa Sekapuk. Dengan berdirinya Wisata Setigi ini diperlukan strategi dalam upaya pengembangan dan pembangunan berkelanjutan untuk menjadikan Wisata Setigi menjadi lebih baik lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan secara mendalam tentang strategi pengembangan Wisata Setigi, 2) Mendeskripsikan secara mendalam faktor penghambat dan pendukung secara langsung di lapangan tentang pengembangan Wisata Setigi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, kemudian dihasilkan berupa data deskriptif. Data deskriptif yaitu kata-kata tertulis maupun lisan yang telah diamati, selanjutnya diambil menjadi satu kesimpulan makna atas isu yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam strategi pengembangan Wisata Setigi dalam peningkatan potensi ekonomi desa ini menggunakan analisis SWOT untuk memperoleh strategi yang dapat digunakan yaitu: a) Kebijakan pembangunan yang dilakukan berfokus pada satu titik agar lebih maksimal dan terlihat hasilnya. Pengembangan dan perbaikan yang dilakukan di Wisata Setigi bukan semata-mata untuk kemajuan dan keuntungan masyarakat maupun pemerintah setempat, b) Kebijakan dalam pelestarian dan pengendalian Wisata Setigi dengan program yang bisa dilakukan yaitu dengan menarik investor luar dalam meningkatkan sarana dan prasarana dengan menanamkan modal di Wisata Setigi, c) Kebijakan yang mewujudkan kualitas SDM yang inovatif, kreatif, professional, dan mampu bersaing.
EFEKTIVITAS PENERAPAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN WISATA KEBUN BINATANG SURABAYA Suci Rachma Dwi Pratiwi; Djoko Widodo; Radjikan Radjikan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 3 No. 06 (2023): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pengelolaan wisata Kebun Binatang Surabaya melalui collaborative governance serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung pada Kebun Binatang Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Binatang Surabaya menerapkan adanya collaborative governance yang dikatakan sudah efektiv. Dengan adanya kolaborasi maka pengelolaan yang dilakukan oleh pihak  Kebun Binatang Surabaya telah berjalan meskipun dalam proses tersebut tentunya pasti ada kendala tetapi pihak Kebun Binatang Surabaya bisa melewatinya. Faktor penghambat dalam Kebun Binatang Surabaya terdapat beberapa kendala dalam sarana dan prasarana yaitu masih belum memperbaiki kendang hewan sedangkan pada faktor pendukung pihak Kebun Binatang Surabaya mampu memberikan promosi agar pengunjung minat berwisata di Kebun Binatang Surabaya.