Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value 0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value 0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Macronutrients Adequacy and Body Fat Percentage among Adolescent Football Athletes Putriana, Dittasari; Astutiningrum, Aurelia Nanda; Solichah, Kurnia Mar'atus
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhes.4366

Abstract

Excess body fat percentage in athlete can affect cardiovascular endurance, body composition, muscle endurance, muscle strength, and flexibility when they was performed. It also, when athletes with a low body fat percentage will have a higher risk of injury. Body fat percentage can be influenced by the adequacy level of macro nutrients (carbohydrates, proteins, fats). This study aimed to analyze the correlation between the adequacy level of macro nutrients and body fat percentage of adolescent football athletes at the PSS Development Center. This study was an observational analytical study with a cross-sectional study design. The sample of this study was 33 adolescent soccer athletes at the PSS Development Center who selected using a purposive sampling technique. The adequacy level of macro nutrient was obtained by a 1x24-hour recall interview method for 2 non-consecutive days. Body fat percentage was measured using a Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) scale. Data analysis was performed using the Pearson Product Moment test with a p-value <0.05. The mean adequacy level of carbohydrate, protein, and fat were 70.26%±21.43; 79.66%±23.32 and 84.97%±24.56, respectively. The mean body fat percentage of adolescent athletes was 13.74%±3.61. This study found no correlation between the adequacy level of protein and fat intake with body fat percentage in adolescent football athletes (p=0.0781 and p=0.0783). However, a significant correlation was found between the adequacy level of carbohydrate and body fat percentage in adolescent football athletes (p=0.0042).
Persen Lemak Tubuh dan Kebugaran Jasmani pada Atlet Sepak Bola Putriana, Dittasari; Syula, Salsabila Ayu; Solichah, Kurnia Mar'atus
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 2 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i2.8892

Abstract

Background: Physical fitness is of paramount importance for athletes, particularly for adolescent athletes, in order to achieve optimal physical performance. One element that has the capacity to influence an athlete's physical fitness is the composition of their body, specifically the body fat percentage. The objective of this study is to analyze the correlation between the body fat percentage and the physical fitness in adolescent football athletes. Method: This study was an observational analytical research used cross-sectional design. The sample for this study were 31 athletes from the PSS Development Center who were between the ages of 13-17 years old and willing to participate as respondents. The assessment of body fat percentage was obtained through direct measurement using a bioelectrical impedance analysis (BIA) scale. The data regarding the subjects' physical fitness was obtained from the PSS Development Center that be held in May of 2023 through the implementation of a bleep test. The analysis of the data was conducted using the Pearson correlation test, with a significance level of p<0.05. Results: The mean body fat percentage and the mean score of physical fitness were 13.69%±4.33 and 48.63±3.37, respectively. Seventy-seven percent of the athletes exhibited a normal percentage of body fat, while the remaining 100% athletes had excellent levels of physical fitness. Conclusion: There was no correlation between the body fat percentage and physical fitness among adolescent football athletes (p=0.5470; r=0.1125). Keywords: Body fat percentage, Physical fitness, athlete, adolescent, football
RELATIONSHIP BETWEEN FOOD HANDLERS HYGIENE SANITATION KNOWLEDGE AND THE IMPLEMENTATION OF SNACK HIGIENE SANITATION STANDARDS IN ELEMENTARY SCHOOLS Ayu Winarsih, Tendriana; Hariawan, Muhammad Hafizh; Putriana, Dittasari
HARENA : Jurnal Gizi Vol 5 No 3 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Agustus 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v5i3.6269

Abstract

Penjamah makanan adalah seseorang yang secara langsung menyentuh atau mengolah makanan, dan bisa menjadi sarana masuknya penyakit ke dalam makanan. Faktor sumber daya manusia berpengaruh besar terhadap kondisi higiene dan sanitasi, salah satunya adalah pendidikan yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang tentang kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang higiene sanitasi yang dimiliki oleh penjamah makanan dengan penerapan standar higiene sanitasi jajanan di sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 40 responden yang diambil menggunakan teknik purvosive sampling. Data pengetahuan higiene sanitasi didapatkan dengan cara pengisian kuesioner dengan 12 pertanyaan pilihan ganda oleh penjamah makanan. Sedangkan data penerapan higiene sanitasi diperoleh dengan cara observasi menggunakan formulir gerai pangan jajan keliling. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square (p-value <0,05)menggunakan STATA 14. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden, pengetahuan kurang (45%), penerapan tidak sesuai responden (50%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi dengan nilai p-value 0,011 (<0,05). Saran bagi responden diharapkan dapat mengikuti pelatihan atau penyuluhan rutin mengenai prinsip-prinsip higiene dan sanitasi makanan. Kata Kunci: Pengetahuan, Higiene Sanitasi, Penjamah Makanan
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value <0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value <0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Hubungan Konsumsi Minuman Manis Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja Di Kota Yogyakarta Mentemas, Isabel S; Nisa Alfitri , Khoirun; Putriana, Dittasari
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 1 No. 4 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelebihan berat badan pada remaja merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi mencapai 20%. Di Yogyakarta, data menunjukkan bahwa 13,5% remaja mengalami overweight dan 5,6% obesitas, dengan tingkat konsumsi minuman manis yang tinggi mencapai 57,9%. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya mendorong dilakukannya studi untuk mengeksplorasi hubungan antara konsumsi minuman manis dan kejadian gizi lebih pada remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu siswa aktif yang berdomisili di Yogyakarta dan bersedia berpartisipasi. Kriteria eksklusi mencakup responden yang mengundurkan diri, memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, jantung, kanker, serta yang sedang menjalani diet seperti diet mayo, keto, OCD, mediterania, vegan, dan defisit kalori. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengukuran antropometri untuk menilai status gizi dan kuesioner SQ-FFQ untuk mengukur frekuensi konsumsi minuman manis. Analisis data menggunakan uji Independent t-test untuk membandingkan rata-rata konsumsi minuman manis dan Chi-Square untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman manis dan kejadian gizi lebih, dengan bantuan aplikasi STATA 14. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 73,8% remaja di Yogyakarta memiliki status gizi non-overnutrition, sedangkan 26,2% mengalami overnutrition. Uji Independent t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam asupan gula harian antara kedua kelompok (p-value = 0,4587). Selain itu, hasil analisis Chi-square menunjukkan p-value = 0,168, yang berarti tidak terdapat hubungan antara konsumsi minuman manis dan kejadian gizi lebih.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value <0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan MP-ASI Pangan Lokal di Desa Sendangmulyo Anggraini, Chintya Devi; Putriana, Dittasari; Saputri, Wining Septiani; Haryani, Verrenisa Melati; Isnawati, Zulmi; Ramadhita, Shafa; Jania, Intania Shofiatul; Sarwendah, Nova Hesti; Syula, Salsabila Ayu; Riskianti, Yuni
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v4i2.748

Abstract

Kasus balita stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6%. Salah satu faktor terjadinya stunting yaitu pemberian ASI dan MP-ASI yang tidak tepat secara jumlah dan kualitasnya. Salah satu desa dengan persentase stunting tinggi yaitu Desa Sendangmulyo yang terdapat pada Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I Yogyakarta. Beberapa desa di Kecamatan Minggir juga ditetapkan sebagai desa rawan stunting yang masuk ke dalam kriteria lokasi fokus stunting nasional. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mengolah MP-ASI sesuai dengan standar gizi untuk balita. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan MP-ASI. Kegiatan yang pertama adalah memberikan edukasi yang meliputi definisi MP-ASI, manfaat MP-ASI, ketepatan pemberian MP-ASI, dan cara pembuatan MP-ASI dengan bahan lokal. Peserta melakukan pengisian pre-test dan post-test baik sebelum dan sesudah diberikan edukasi untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman ibu balita. Hasil dari penilaian pre-test dan post-test mengalami peningkatan rata-rata nilai pengetahuan ibu sebelum dilakukan edukasi MP-ASI sebesar 73, sedangkan setelah diberikan edukasi menjadi sebesar 83,7. Kegiatan yang kedua adalah pelatihan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal. Pelatihan dilakukan dengan demonstrasi masak pembuatan tim kentang telur, dimsum ikan nila, dan nugget ikan nila, serat menjelaskan bahan yang digunakan dan langkah pengolahannya.