Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Asupan Protein Hewani berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir: Asupan Protein Hewani Berhubungan dengan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir Haryani, Verrenisa Melati; Putriana, Dittasari; Hidayati, Ririn Wahyu
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.139-146

Abstract

Background: Stunting in children under fives years of age still become crucial problem. One of the factors that influenced directly to stunting is lack of nutritional intake especially protein. Most of protein consumed by under-fives children must be in high quality such as animal-based protein because it has more complete composition of essential amino acids than plant-based protein. Objectives: The study aimed to analyzed the association between animal-based protein and stunting in children in Primary Health Care of Minggir. Methods: This study was analytical observational with cross-sectional design. A total of 50 mothers that have 24–59 months old children were involve in this study and taken by using purposive sampling. Data of animal-based protein intake were collected by SQ-FFQ for the last three months. Height-for-age in z-score was used to determine stunting that were obtained from the last measurement and recorded in Maternal and Child Book. The association between stunting and the animal-based protein intake was analyzed descriptively through cross-tabulation. Results: More than half of under-five children were stunting (56%). Inadequate animal-based protein intake was observed in 46% of under-fives children. Sources of animal-based protein were eggs, chicken, catfish, ice cream and UHT milk. Children who have adequate animal-based protein intake were not stunted (67%), however children who have inadequate animal-based protein intake were stunted (83%). The prevalence of stunting in children who consume inadequate animal-based protein is 2 times greater than in children who consume adequate animal-based protein (PR: 2.478). Conclusions: Based on this study, animal-based protein intake is associated with stunting in under-fives children in Primary Health Care of Minggir. Mothers should improve their children's animal-based protein intake by local food sources supplied from side dishes to prevent stunting.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN MARKETING ONLINE DI PANTI ASUHAN AISYIYAH Safitri, Teti Anggita; Fathah, Rigel Nurul; Nugraheni, Ika Afifah; Putriana, Dittasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.13510

Abstract

Kelompok masyarakat kurang beruntung secara ekonomi sosial dan terpinggirkan seperti warga santri yang tinggal di panti asuhan adalah kelompok yang paling membutuhkan dukungan dan bantuan. Panti Asuhan Aisyiyah didirikan sejak tahun 1921 oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan visi terwujudnya Panti Asuhan Putri yang Islami yang mempunyai Keunggulan Pengasuhan yang bermartabat dan menjadi Kebanggan Umat. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua panti asuhan ini adalah (1) belum adanya pelatihan ketrampilan yang dibekalkan kepada warga panti asuhan sebagai bekal untuk hidup mandiri, (2) warga panti masih mengandalkan donasi dari yayasan dan donatur untuk kecukupan kebutuhan logistik (3) belum adanya infrastruktur ketahanan pangan mandiri di panti asuhan Kegiatan di luar panti lebih fokus pada kegiatan keagamaan antara lain menghafal qur’an dan pelajaran fiqih. Maka dari itu perlu diadakan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan sebagai bekal mereka di masa depan agar lebih madiri sekaligus sebagai ketahanan pangan warga panti asuhan Aisyiyah di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk membantu permasalahan mitra adalah (1) Pelatihan kewirausahaan pendampingan ternak lele dan budidaya sayuran organik dengan melakukan pembukuan dan pelaporan laba-rugi dan (2) Pelatihan branding dan marketing online. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ketahanan pangan warga panti asuhan di masa pandemi dan kemampuan kewirausahaan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Prawitasari, Devi Febriana; Mutiarasari, Dewi Rizzky; Putriana, Dittasari
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/43bx8n80

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. WHO melaporkan bahwa sekitar 37% ibu hamil di dunia mengalami anemia. Di Indonesia, prevalensinya masih cukup tinggi yaitu sebesar 27,7%. Pada tingkat regional, prevalensi anemia di Kabupaten Sleman tercatat 15,84% pada tahun 2020, meningkat menjadi 16,5% pada tahun 2021, dan kembali meningkat menjadi 19,01% pada tahun 2022. Secara lebih spesifik, di wilayah kerja Puskesmas Seyegan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 14,2% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 17,26% pada tahun 2024. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengetahui hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, dan keluhan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah di wilayah kerja Puskesmas Seyegan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 52 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan, pengetahuan dan keluhan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan fisher exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis statistik usia (p = 0,86), pendidikan (p = 0,43), pengetahuan (p = 0,22), dan keluhan (p = 0,94) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian menunjukkan bahwa hasil tersebut tidak berhubungan secara signifikan. Tidak ada hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengetahuan, maupun keluhan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi pribadi, peran tenaga kesehatan, dan ketersediaan pelayanan kesehatan kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kepatuhan.
Nutrition Profile, Body Composition, Somatotype of Adolescent Football Athlete and It’s Correlation with Performance Solichah, Kurnia Mara'atus; Putriana, Dittasari
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.36707

Abstract

Background: Performance in athletes is influenced by multiple factors, including the athlete's physical profile, technique, and tactics related to the sport being played. Objective :  The objective of this research is to analyze the nutrition profile, body composition, and somatotype of adolescent football athletes and determine their correlation with athletes' performance. Methods: This study uses a quantitative descriptive technique with a measurement survey method. The study took place in June-August 2023, with 35 adolescent football athletes involved as respondents. The data obtained are presented in the form of a frequency distribution for each indicator. Statistical analysis with SPSS was conducted for correlation analysis. Results: Based on the results of the study, it is known that 86.11% of athletes have good nutritional status, and 13.89% of athletes have excess nutritional status. The results of measuring the percentage of body fat showed 77.78% in the normal category, 19.44% in the high category, and 2.78% in the low category. The dominant somatotype categories in athletes are endomorph and ectomorph. Statistical analysis shows that performance has significantly correlated with supraspinal skinfold (p=0.020), femur (p=0.027), and ectomorph (p=0.021). Conclusion: It can be concluded that for adolescent football athletes, body linearity and supraspinal fat folds are a significant influence on performance.