Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Nutrition Profile, Body Composition, Somatotype of Adolescent Football Athlete and It’s Correlation with Performance Kurnia Mara'atus Solichah; Dittasari Putriana
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.36707

Abstract

Background: Performance in athletes is influenced by multiple factors, including the athlete's physical profile, technique, and tactics related to the sport being played. Objective :  The objective of this research is to analyze the nutrition profile, body composition, and somatotype of adolescent football athletes and determine their correlation with athletes' performance. Methods: This study uses a quantitative descriptive technique with a measurement survey method. The study took place in June-August 2023, with 35 adolescent football athletes involved as respondents. The data obtained are presented in the form of a frequency distribution for each indicator. Statistical analysis with SPSS was conducted for correlation analysis. Results: Based on the results of the study, it is known that 86.11% of athletes have good nutritional status, and 13.89% of athletes have excess nutritional status. The results of measuring the percentage of body fat showed 77.78% in the normal category, 19.44% in the high category, and 2.78% in the low category. The dominant somatotype categories in athletes are endomorph and ectomorph. Statistical analysis shows that performance has significantly correlated with supraspinal skinfold (p=0.020), femur (p=0.027), and ectomorph (p=0.021). Conclusion: It can be concluded that for adolescent football athletes, body linearity and supraspinal fat folds are a significant influence on performance.    
Pengaruh Pendampingan Gizi terhadap Perubahan Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMP Muhammadiyah 1 Fitri Ayu Raharjo; Dittasari Putriana; Kurnia Mar'atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.991

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan serius pada remaja putri karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pubertas. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi anemia pada semua kelompok usia perempuan di Indonesia mencapai 18%. Pemerintah telah menjalankan program untuk menangani masalah anemia, tetapi belum berjalan optimal sehingga perlu pendampingan khususnya gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan gizi terhadap perubahan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 1 Godean. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan pre-experimental menggunakan desain one group pretest-posttest. Responden penelitian sebanyak 28 orang yang dihitung berdasarkan formula paired t-test dan dipilih menggunakan teknik random sampling untuk jumlah total per kelas, sedangkan purposive sampling untuk setiap kelasnya serta adanya kriteria inklusi dan ekslusi. Data pendampingan gizi berupa intervensi melalui edukasi klasikal dan pemberian infografis via WhatsApp setiap 3 minggu sekali selama 9 minggu. Output pendampingan gizi yaitu skor pengetahuan anemia sebelum dan sesudah. Data konsumsi TTD diambil menggunakan kuesioner konsumsi TTD dalam 1 bulan terakhir dan data kadar Hb menggunakan alat Easy Touch Hb sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar Hb pada remaja putri sesudah pendampingan gizi sebesar 13,81 ± 1,4424 g/dL. Prevalensi konsumsi TTD yang tidak patuh juga meningkat menjadi 82,1%. Rerata skor pengetahuan pada remaja putri mengalami penurunan menjadi 61,79 ± 19,2553. Pendampingan gizi pada remaja putri memiliki pengaruh terhadap konsumsi TTD (p = 0,0150) dan kadar Hb (p = 0,0025).
Hubungan Somatotipe Dan Status Gizi Dengan Performa Atlet UKM Taekwondo Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta Zulvida Hasna Saputri; Kurnia Mar'atus Solichah; Dittasari Putriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.938

Abstract

Performa atlet taekwondo dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kapasitas aerobik (VO 2 maks) yangdiduga berkaitan dengan karakteristik somatotipe dan status gizi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan somatotipe dan status gizi terhadap performa pada atlet UKM taekwondo Universitas ‘AisyiyahYogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakanpendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Performa diukur menggunakan multistage fitness test (MFT) yang dikonversi menjadi nilai VO 2 maks,status gizi dihitung berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan somatotipe dihitung menggunakanformula Heath-Carter. Data dianalisis dengan uji normalitas shapiro – wilk (p > 0,05) dan uji hubunganmenggunakan uji korelasi pearson serta spearman rank dengan (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwarata rata performa atlet adalah 41,6 ± 8,5 mL/kgBB/menit dengan mayoritas performa atlet masuk kategori baik(45,2%), skor endomorf 5,1 ± 0,88, mesomorf 2,3 ± 1,51, ektomorf 2,2 ± 1,53 dengan mayoritas somatotipeektomorfik endomorf (45,2%) dan status gizi 21,8 ± 3,47 kg/m 2 dengan mayoritas IMT normal (74,2%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen endomorf (r = -0,2856;p = 0,1194), mesomorf (r = 0,0614 ; p = 0,7430), ektomorf (r = -0,0171 ; p = 0,9272), maupun status gizi (r =0,1130 ; p = 0,5449) dengan VO 2 maks. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa somatotipe dan status gizi tidakmemiliki hubungan secara signifikan dengan performa atlet.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Asrama Kalimantan Timur Di Yogyakarta Agus Nur Cahyati; Dittasari Putriana; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1559

Abstract

Nutritional status among university students remains a common problem, with both undernutrition and overnutrition. Body Mass Index (BMI) is an indicator used to assess a person's nutritional status based on the ratio of weight to height. Stress levels are suspected to be a factor influencing nutritional status through changes in diet and lifestyle, especially among students living in dormitories. This study aims to determine the relationship between stress levels and Body Mass Index (BMI) among students in East Kalimantan dormitories in Yogyakarta. This study is a quantitative study with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The study was conducted at the East Kalimantan Dormitory in Yogyakarta in May 2026, involving 34 students who selected using a purposive sampling technique. Stress level data was obtained using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, while BMI data was obtained through weight and height measurements, and BMI calculation. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a p-value <0.05. The results showed that the average stress score of respondents was 23.5, and the majority of respondents had very severe stress (85.29%). The average BMI of respondents was 21.66 kg/m², and more than half of respondents had normal nutritional status (58.82%). There was no significant relationship between stress levels and BMI among students at the East Kalimantan Dormitory in Yogyakarta (r = 0.2262 and p = 0.1982)
Analisis Biaya Sisa Makanan Biasa Dan Lunak Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Amadhea Humaira; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dittasari Putriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1573

Abstract

Sisa makanan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator mutu pelayanan gizi rumahsakit dengan standar pelayanan minimal (≤20%). Sisa makanan di RS PKU sebelumnya sebesar 25,1%. Sisamakanan tinggi menyebabkan kerugian dalampenyelenggaraan makanan, namun penelitian mengenaiperbandingan biaya sisa makanan bentuk makanan biasa dan lunak masih terbatas dan belum pernah dilakukandi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tujuan: Menganalisis perbedaan biaya sisa makanan biasa dan bentuklunak di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Observasional analitik dengan desain cross sectionalyang melibatkan 78 responden, terdiri atas 39 pasien diet biasa dan 39 pasien diet lunak di ruang perawatan kelasIII, responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Sisa makanan diukur menggunakan metodevisual comstock dan dikonversi menjadi biaya berdasarkan standar biaya makan rumah sakit, kemudiandianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Sisa makanan biasa sebesar 18% dan sisa makanan lunaksebesar 30%. Estimasi biaya sisa makanan pada kelompok makanan lunak mencapai Rp15.278 per orang per hariatau Rp5.576.601 per orang per tahun, sedangkan pada kelompok makanan biasa sebesar Rp8.997 per orang perhari atau Rp3.283.755 per orang per tahun. Analisis statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada biaya sisamakanan antara pasien dengan bentuk makanan biasa (nasi) dan bentuk makanan lunak (bubur) di RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta (p=0,0431).
Hubungan Preferensi Makanan dengan Status Gizi pada Mahasiswa di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Rosnanda Nurfadhilah; Muhammad Hafizh Hariawan; Dittasari Putriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1597

Abstract

Status gizi mahasiswa merupakan salah satu indikator kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk preferensi makanan. Preferensi makanan dapat memengaruhi pola konsumsi individu sehingga berpotensi berhubungan dengan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan preferensi jenis makanan dengan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 68 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data preferensi makanan diperoleh menggunakan Food Preference Questionnaire (FPQ) yang diadaptasi dari Smith et al. (2016) dan telah melalui expert review serta uji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s alpha >0,70, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung IMT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (72%). Preferensi makanan tinggi terdapat pada kelompok protein (63%), snack (59%), dan buah (57%). Preferensi karbohidrat dan produk susu seimbang (masing-masing 50%), sedangkan preferensi sayuran mayoritas rendah (51%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara preferensi jenis makanan, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, buah, produk susu, dan snack, dengan status gizi berdasarkan IMT pada mahasiswa (p>0,05). Disimpulkan bahwa preferensi jenis makanan tidak berhubungan dengan status gizi berdasarkan IMT pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kata kunci: Preferensi makanan, Status gizi, Indeks massa tubuh, Mahasiswa