Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Peternakan

KONTRIBUSI EKSKRESI BASAL PURIN TERHADAP TOTAL EKSKRESI DERIVAT PURIN DALAM URIN KAMBING BLIGON DAN KEJOBONG Catur Suci Purwati; Lies Mira Yusiati; Subur Priyono Sasmito Budhi
Buletin Peternakan Vol 37, No 1 (2013): Buletin Peternakan Vol. 37 (1) Februari 2013
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v37i1.1953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontribusi ekskresi basal terhadap total ekskresi derivat purin dalam urin kambing Kejobong dan Bligon. Percobaan ini didesain menggunakan Independent Student t-test untuk membandingkan ekskresi derivat purin keturunan kambing yang berbeda. Pakan yang diberikan adalah jerami kacang tanah (rendeng). Kambing jantan Bligon dan Kejobong masing-masing 6 ekor digunakan dalam penelitian ini. Percobaan ini dibagi menjadi 3 periode yaitu periode adaptasi selama 14 hari, periode koleksi pada saat ternak diberi pakan ad libitum selama 7 hari, dan periode koleksi pada saat ternak dipuasakan. Penentuan kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan ekstrak eter (EE) dilakukan dengan metode analisis proksimat untuk pakan, sisa pakan, dan feses. Pada sampel urin yang diambil saat ternak diberi pakan ad libitum dan dipuasakan dilakukan pengukuran derivat purin yaitu alantoin, asam urat, xantin, dan hipoxantin. Hasil penelitian memperlihatkan konsumsi BK, BO, PK, SK, dan EE menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Nutrien tercerna BK, BO, PK, SK, dan EE juga menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Volume urin kambing Kejobong dan Bligon pada pemberian pakan secara ad libitum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), dengan rerata kambing Kejobong 953,84 dan Bligon sebesar 762,69 ml/hari. Total ekskresi alantoin dan asam urat kambing Kejobong cenderung lebih tinggi daripada Bligon, sedangkan untuk total ekskresi xantin dan hipoxantin menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Total ekskresi derivat purin pada saat pakan ad libitum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), rerata kambing Kejobong 117,96±16,43 μmol/W0,75/hari dan Bligon 72,40±4,53 μmol/W0,75/hari. Volume urin pada saat dipuasakan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Rerata volume urin kambing Kejobong 233,04 dan Bligon 201,75 ml/hari. Total ekskresi alantoin kambing Kejobong pada saat dipuasakan cenderung lebih rendah dibanding Bligon, namun untuk total ekskresi asam urat cenderung lebih tinggi kambing Kejobong dibanding Bligon. Total ekskresi xantin dan hipoxantin menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Total ekskresi derivat purin kambing Bligon pada saat dipuasakan lebih tinggi dari kambing Kejobong, dengan rerata kambing Kejobong 18,85±4,45 μmol/W0,75/hari, dan Bligon sebesar 19,33±2,28 μmol/W0,75/hari. Derivat purin endogen kambing Kejobong 0,018 μmol/W0,75 sedangkan Bligon 0,019 μmol/W0,75. Efisiensi sintesis protein mikrobia kambing Kejobong adalah 0,07 g N mikrobia/hari, sedangkan Bligon 0,04 g N mikrobia/hari dengan BK nutrien tercerna hampir sama. Kontribusi ekskresi basal derivat purin terhadap total ekskresi derivat purin kambing Kejobong 15,98%, sedangkan Bligon 26,70%. (Kata kunci: Ekskresi, Derivat purin, Kambing Bligon, Kejobong)
PROTEKSI MINYAK IKAN LEMURU, MINYAK KELAPA SAWIT, DAN BUNGKIL SAWIT TERHADAP pH DAN NH3DALAM RUMEN SAPI PERANAKAN ONGOLE Catur Suci Purwati
Buletin Peternakan Vol 40, No 1 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (1) FEBRUARI 2016
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v40i1.9819

Abstract

The aimed of this research is to know the influence of protection lemuru oil, palm oil, and palm oil cake to pH and NH3in the rumen of the Ongole. The material were used in this study werecomulated rumenfemale cows with average body weight of 289.33 ± 28.34 kg as many as 3 heads. Latin square experiment design was applied on 3 treatments. Fermented rice straw (FRS), basal concentrate (BC), and protected materials of Indian sardine oil (ISO), palm oil (PO), and palmkernel cake (PKC) were used as a feed ingredient.  Treatments were: P1 = FRS 40% + BC 60% (BC 95% + PO 5%); P2 = FRS 40% + BC 60% (BC 95% + ISO 5%) ; P3 = FRS 40% + BC 60% (BC 90% + PKC 10%). Parameters measured were pH and NH3. Latin square experiment design was applied on 3 treatments.Conclusions of this study are pH and NH3remain stable, meaning lemuru addition of fish oil, palm oil, and palm oil cake is protected not disturb the digestive process in the cow rumen fistulated onggole breedparticular.(Key word: Indian sardine oil, NH3, Palm kernel cake, Palm oil, pH, Protection)
Substitution of the Fermented Cocoa Pod Waste in to the Grass Based Diet on Performance of Bligon Goat Engkus Ainul Yakin; Sri Sukaryani; Catur Suci Purwati
Buletin Peternakan Vol 45, No 1 (2021): BULETIN PETERNAKAN VOL. 45 (1) FEBRUARY 2021
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v45i1.61589

Abstract

This experiment was aimed to evaluate the effect of fermented cocoa pod as feed for Bligon goats. Sixteen Bligon goat with a body weight of 11-13 kg were put into individual cages which were equipped with feed and drink containers. The study design used a randomized block design, where initial body weight in as peragam with four treatments and four replications. Fermented cocoa pod used Trametes versicolor. The experimental treatments were T1= 30% of fresh king grass + 50% of dried king grass + 20% of concentrate; T2= 30% of fresh king grass + 30% of dried king grass + 40% of concentrate; T3= 30% of fresh king grass + 30% of cocoa pod + 40% of concentrate; and T4= 30% of fresh king grass + 30% of cocoa pod fermented + 40% of concentrate. Observed variables were feed intake, body weight gain and feed conversion. The result showed that fermented cocoa pod at the level of 30% had higher (P<0.05) infeed intake (560.33 g day-1), body weight gain (101.79 g head-1day-1), and feed conversion (5.50) compared to other treatments. The conclusion of this study were the use of 30% cocoa pod fermented in the ration showed the best body weight gain and feed conversion on Bligon goat performance.