Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Wartegg Drawing-Completion Test (WDCT): Sebagai Alat Bantu Psikodiagnostik Untuk Diagnosis Depresi Heriawan, Indra Santosa; Purwono, Urip; Djunaidi, Achmad
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i1.62129

Abstract

Wartegg Drawing Completion Test (WDCT) sebagai salah satu tes proyektif memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kepribadian seseorang, termasuk mendeteksi gangguan melalui respons abnormal terhadap stimulus tertentu. Depresi merupakan penyakit mental yang umum terjadi di seluruh dunia. Depresi yang tidak tertangani akan berdampak pada peningkatan risiko penyakit berbahaya, gangguan jiwa, hingga kematian. Upaya identifikasi yang tepat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini dilakukan untuk dapat menemukan karakteristik dari hasil WDCT yang dapat digunakan untuk mendiagnosis depresi. Penelitian assessment and diagnostic ini menggunakan metode penelitian eksploratif deskriptif. Alat ukur yang digunakan adalah WDCT dan Indo BDI-II. Sampel penelitian berjumlah 250 partisipan (17–21 tahun) dengan rentang skor depresi yang beragam dan dikelompokkan untuk pembandingan. Uji statistik yang digunakan meliputi uji beda, uji korelasi, analisis regresi linier, serta analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya kriteria ornaments, dark shading, dan soft intensity merupakan indikasi utama seseorang mengalami depresi. Sedangkan kriteria technical dapat dijadikan prediktor yang merupakan kontraindikasi depresi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa WDCT memiliki kemampuan dalam mendiagnosis depresi.
Exclusive Breastfeeding Intention among Pregnant Women Permatasari, Tria Astika Endah; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Achadi, Endang Laksminingsih; Purwono, Urip; Irawati, Anies; Ocviyanti, Dwiana; Martha, Evi
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensi pemberian ASI eksklusif adalah intensi ibu untuk memberikan hanya ASI pada bayinya sejak dilahirkan hingga berusia enam bulan. Intensi pada periode prenatal merupakan penentu langsung pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kota Tangerang Selatan. Penelitian dengan desain studi potong lintang dilakukan secara primer. Sampel berjumlah 143 ibu hamil trimester ketiga dipilih secara purposive sampling. Intensi pemberian ASI eksklusif diukur menggunakan kuesioner the Infant Feeding Intentions scale. Sedangkan sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku dinilai menggunakan modifikasi kuesioner Breastfeeding Attrition Prediction Tool. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ganda. Sebanyak 61,5% ibu memiliki intensi kuat memberikan ASI eksklusif. Persepsi kontrol perilaku paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif, (p=0,007; Odds Ratio 3,030; 95% CI 1,361-6,746). Faktor lainnya yang berhubungan dengan intensi adalah sikap, keterpaparan ibu terhadap ASI eksklusif dari media sosial, dukungan tenaga kesehatan, pengalaman menyusui sebelumnya, dan pekerjaan ibu dengan persepsi kontrol perilaku tinggi berpeluang tiga kali lebih besar memiliki ‘intensi tinggi’ untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu berpersepsi kontrol perilaku rendah. Exclusive breastfeeding intention is a mother’s intention to provide her baby only breast milk since the infant was born until at the age of 6 months. Intention in prenatal period is the direct affirmation of exclusive breastfeeding. This study aimed to find out the most dominant factor related to exclusive breastfeeding intention among pregnant women at a mother and child hospital in South Tangerang. A cross-sectional study design was conducted primarily. The samples were 143 pregnant women on their third trimester pregnancy selected by purposive sampling. Intention was measured by the Infant Feeding Intention scale questionnaire. Meanwhile, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were measured by the modified Breastfeeding Attrition Prediction Tool questionnaire. Data were analyzed using the multivariate logistic regression analysis. It was 61.5% mother had strong exclusive breastfeeding intention. Perceived behavioral control dominantly influenced the exclusive breastfeeding intention (p value = 0.007; Odds Ratio 3.030; 95% CI = 1.361 6.746). The other factors influencing intention were attitude, exposure to exclusive breastfeeding from social media, health workers’ support, previous breastfeeding experience and mothers’ occupation. A mother with high perceived behavioral control has three times more likely to have ‘high exclusive breastfeeding intention’ than those having the low ones.
Exclusive Breastfeeding Intention among Pregnant Women Permatasari, Tria Astika Endah; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Achadi, Endang Laksminingsih; Purwono, Urip; Irawati, Anies; Ocviyanti, Dwiana; Martha, Evi
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensi pemberian ASI eksklusif adalah intensi ibu untuk memberikan hanya ASI pada bayinya sejak dilahirkan hingga berusia enam bulan. Intensi pada periode prenatal merupakan penentu langsung pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kota Tangerang Selatan. Penelitian dengan desain studi potong lintang dilakukan secara primer. Sampel berjumlah 143 ibu hamil trimester ketiga dipilih secara purposive sampling. Intensi pemberian ASI eksklusif diukur menggunakan kuesioner the Infant Feeding Intentions scale. Sedangkan sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku dinilai menggunakan modifikasi kuesioner Breastfeeding Attrition Prediction Tool. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ganda. Sebanyak 61,5% ibu memiliki intensi kuat memberikan ASI eksklusif. Persepsi kontrol perilaku paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif, (p=0,007; Odds Ratio 3,030; 95% CI 1,361-6,746). Faktor lainnya yang berhubungan dengan intensi adalah sikap, keterpaparan ibu terhadap ASI eksklusif dari media sosial, dukungan tenaga kesehatan, pengalaman menyusui sebelumnya, dan pekerjaan ibu dengan persepsi kontrol perilaku tinggi berpeluang tiga kali lebih besar memiliki ‘intensi tinggi’ untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu berpersepsi kontrol perilaku rendah. Exclusive breastfeeding intention is a mother’s intention to provide her baby only breast milk since the infant was born until at the age of 6 months. Intention in prenatal period is the direct affirmation of exclusive breastfeeding. This study aimed to find out the most dominant factor related to exclusive breastfeeding intention among pregnant women at a mother and child hospital in South Tangerang. A cross-sectional study design was conducted primarily. The samples were 143 pregnant women on their third trimester pregnancy selected by purposive sampling. Intention was measured by the Infant Feeding Intention scale questionnaire. Meanwhile, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were measured by the modified Breastfeeding Attrition Prediction Tool questionnaire. Data were analyzed using the multivariate logistic regression analysis. It was 61.5% mother had strong exclusive breastfeeding intention. Perceived behavioral control dominantly influenced the exclusive breastfeeding intention (p value = 0.007; Odds Ratio 3.030; 95% CI = 1.361 6.746). The other factors influencing intention were attitude, exposure to exclusive breastfeeding from social media, health workers’ support, previous breastfeeding experience and mothers’ occupation. A mother with high perceived behavioral control has three times more likely to have ‘high exclusive breastfeeding intention’ than those having the low ones.
School Engagement Measure Instrument Adaptation Ramadhani, Masyitha Nur; Purwono, Urip
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 2 No. 8 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v2i08.403

Abstract

School engagement is a multidimensional construct that refers to student involvement in schools in three dimensions, namely involvement in behavioral, emotional and cognitive aspects. School Engagement Measure is an instrument to measure student engagement in schools that has been widely used in various countries. In order to use the instrument in a culturally different way, an adaptation process is needed so that the adapted instrument is valid and reliable. The purpose of this study was to obtain a standardized version of the School Engagement Measure in Indonesia. The International Test Commission Guidelines (2017) were used in the adaptation process. Based on the results of the CFA analysis using the JASP 0.15.0.0 program, it can be concluded that the overall School Engagement Measure model with indicators consisting of three dimensions, namely behavioral engagement, Emotional engagement and cognitive engagement, has a good fit model. The null hypothesis means that the SEM model is acceptable. This explains that the resulting model can describe the actual conditions.
Peran Trait Kepribadian sebagai Moderator dalam Hubungan Antara Workplace Ostracism dan Turnover Intention pada Karyawan Generasi Z Jakarta Ayuanjani, Chyntia Dewi; Zamralita; Purwono, Urip
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15802

Abstract

Tingginya angka turnover karyawan Generasi Z menjadi tantangan serius bagi organisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah trait kepribadian berperan sebagai moderator dalam hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention pada karyawan Generasi Z di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei menggunakan kuesioner terhadap 408 partisipan yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan meliputi workplace ostracism scale, intention to leave scale, dan big five inventory. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, PROCESS MACRO, dan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) workplace ostracism berhubungan positif secara signifikan dengan turnover intention; (b) trait kepribadian tidak memiliki hubungan signifikan dengan turnover intention secara langsung; (c) tidak terdapat peran moderasi dari kelima dimensi trait kepribadian (openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism) terhadap hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa trait kepribadian tidak berkaitan dengan turnover intention, dan tidak memengaruhi kekuatan hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention. Oleh karena itu, organisasi perlu fokus pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif sebagai strategi utama untuk menekan turnover karyawan Generasi Z.