Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Project-based Learning Implementation to Cultivate Preservice English Teachers’ 21st Century Skills Puspitasari, Evi
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol 5, No 1 (2020): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ijeltal.v5i1.638

Abstract

The contribution of Project-based Learning (PbL) to 21st century learning skill development has been widely discussed by experts. This present qualitative research aims at exploring how PbL is applied in Lantern School of English Education (LSEE), an undergraduate program in Indonesia that produces an English teacher. In further, this research also looked at how the implementation enhanced the students’ 21st century learning skills comprising creativity, critical thinking, collaboration, and communication. Considering those objectives, this research stood under qualitative approach and specifically employed case study design in order to investigate a single case which was project-based learning implementation in a particular context. The data were collected from interview, observation, and relevant documents which in this case, reflective essay, syllabus and students’ final projects. Observation and syllabus were used to investigate the implementation of PbL in LSEE, interviews and was to gather information about how the implementation cultivated students 21st century skills, while students’ works and reflective essay were to triangulate information from the other data collection techniques. After gaining the data, all were analysed using coding process to obtain the embedded themes as findings. The findings showed that the institution implemented PbL through the assessment, classroom activities, teacher roles, and student roles. Based on the students’ viewpoints, project-based assessment, group classroom activities, teachers being a facilitator, and students’ centeredness were successfully trained their ability on creativity, critical thinking, collaboration, and communication. Conclusion and recommendation are also presented after the findings were discussed.
PEMBERDAYAAN MASYARKAT MELALUI PENYULUHAN KESEHATANDEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI DUSUNKEDUNGJAGO DESA KEDUNGREJO KECAMATANPURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Wahyu Riniasih; Rini Sri Purwati; Bagus Indra Pamungkas; Desyika mayasari; Evi Puspitasari; Farhan Muhammad Najib
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v5i1.64

Abstract

 Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease   caused by the dengue virus which is spread through the bite of   the Aedes mosquito, especially the Aedesa egypti, which is the   fastest growing mosquito throughout the world. Transmission   of this virus is more likely to occur in countries with tropical   and subtropical climates. This is associated with increasing   temperatures, and changes in the rainy and dry seasons are   considered factors that increase the risk of dengue virus   transmission (Slani et al., 2024). Metodology : carry out nonphysical intervention programs such as health education about   Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). This activity consists of 3   stages, namely planning, preparation and implementation. In the planning stage, students coordinate with the hamlet head, village midwife, RT head, for observations and discussions regarding Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) education..Results: The results of implementing activities in health education about dengue hemorrhagic fever (DHF) can be seen after the health education by asking respondents to explain again what has been explained, with the results of respondents experiencing an increase in the sufficient knowledge category, namely 18 respondents (93.3%) and experiencing a decrease in the category Lack of knowledge, namely 2 respondents (6.7%). output achieved. Conclusion: Through the implementation of the activity "Health Education on Preventive Efforts and Methods of Transmission of DHF" in general it can be concluded that the public's understanding of how to prevent and transmit DHF is still not evenly distributed so that service activities like this still need to be carried out on an ongoing basis to ensure the correctness and accuracy of information regarding prevention efforts. and dengue fever transmission.  
Edukasi Anti Bullying Dan Kekerasan Seksual Khanifah, Farach; Puspitasari, Evi
Jurnal Abdi Medika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Abdi Medika Desember 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v5i2.1484

Abstract

Bullying dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan masih menjadi permasalahan serius yang belum menemukan solusi efektif, khususnya di Indonesia. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), angka kasus bullying terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan mayoritas korban berasal dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying serta mendorong peran aktif sekolah dan orang tua dalam pencegahan. Kegiatan edukasi dilakukan pada tanggal 25 Januari 2025 di SDN Sambirejo 1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan jumlah 78 siswa.Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman siswa melalui formulir pertanyaan. Kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bullying, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan, serta cara pencegahannya. Sosialisasi ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan sebesar 50%, dan meningkat menjadi 80% pada post-test setelah sosialisasi. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya anti-bullying yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Studi Penilaian Kinerja Simpang Menggunakan Metode MKJI Dan Microsimulasi PTV VISSIM (Studi Kasus : Simpang Empat Denggung, Sleman, Yogyakarta) Firmansyah, Dedy; Jannah, Ria Miftakhul; Puspitasari, Evi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.46077

Abstract

Simpang dirancang untuk dapat memindahkan satu ruas jalan ke ruas jalan lainnya tanpa adanya konflikkemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Dalam perencanaan, perancangan maupun operasional layanansimpang di Indonesia menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI). Penggunaan MKJIdirasa perlu dilakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini. Alternatif dalam perancangan maupunpenilaian kinerja simpang dapat menggunakan pemodelan microsimulasi PTV Vissim. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil perhitungan kinerja simpang bersinyal menggunakan MKJI1997 dan Microsimulasi PTV Vissim. Lokasi yang digunakan dalam studi ini pada Simpang DenggungKabupaten Sleman. Hasilnya terdapat perbedaan signifikan pada perhitungan panjang antrianmenggunakan MKJI dan Vissim. Nilai panjang antrian terbesar dari arah utara sebesar 227,2 metermenggunakan MKJI dan 125,44 meter menggunakan Vissim dimana arus lalu lintas dari arah utara memilikinilai paling besar. Tundaan pada Simpang Denggung paling besar dari arah utara sebesar 58,72 detikmenggunakan MKJI dan 116 detik menggunakan Vissim. Nilai level of service kedua perhitunganmenunjukan kinerja yang buruk.